SuamiKu Angry Birds

SuamiKu Angry Birds
89.Flores !


__ADS_3

Ceklek !


"Maria !"Gumam Calvin yang melihat Maria datang ke kantor nya,kini tepat ada di depan pintu ruangan nya.


Calvin segera bangkit dari duduk nya dan berjalan menghampiri Maria di pintu.


Plak !


Sebuah tamparan melayang di pipi Calvin,membuat Pria ini ini kaget,lalu berbalik menatap ke arah Maria.


"Sampai kapan Kamu akan berhenti mengurusi rumah tangga Ku,dan menganggu kehidupan Kami,hah!" Teriak Maria di depan Calvin,Pria ini terdiam menatap Maria dengan tatapan sendunya.


"Maria,apa maksud Mu ?" Tanya Calvin dan berusaha memegang tangan Maria,namun Maria segera menghindar nya.


"Aku ingat kan Kamu untuk terakhir kalinya,berhenti ikut campur urusan rumah tangga Ku,pagi ini yang mengirim surat itu ke rumah Bagaskara Kamu kan ?"Tanya Maria,tanpa terasa air mata nya menetes membasahi pipi nya,ia mengingat isi surat yang di kirim tadi pagi ke rumah Bagaskara.


"Maria,Aku tidak bermaksud membuat Mu sedih,Aku hanya ingin Kamu tahu,kalau suami Mu telah menyembunyikan sa-tu fakta dari Mu!"Ucap Calvin,berusaha meraih tangan Maria,sekali lagi Maria menghindarinya.


"Kamu tau,Kamu sudah kenal Aku begitu lama,Kita hidup dalam sa-tu rumah,selama ini Aku selalu melindungi Mu dan menjaga Mu!jadi Aku bukan sengaja membuat Mu sedih !"Ucap Calvin mencoba menenangkan hati Maria,namun wanita ini terus saja menghindar.


Dan pada akhirnya,Calvin memaksa diri untuk memeluk Maria,tapi Maria memberontak,meminta Calvin melepaskan dirinya.


"Sial*n lepas !"


Bugh !


"Haah ! Maria kaget melihat Calvin yang di hajar oleh suaminya.


Victor memukul Calvin,membuat Pria itu terjatuh ke lantai.


"Siapa yang mengijinkan Mu memeluk istri Ku!"Teriak Victor dengan keras,semua karyawan berkerumun di depan ruangan Calvin.


"Kamu berani menyentuh Dia !" Sambung Victor lagi mencengkram kerah kemeja Calvin.


"Sayang,lepas!Kamu bisa membuat Dia mati!" Seru Maria menarik lengan Victor yang sedang menarik kerak kemeja Calvin.


"lepas!apa Kamu sedang membela Dia ?"


*Bugh !

__ADS_1


"Aahh!" Teriak Maria kaget*.


Victor tanpa sengaja menepis tangan Maria,membuat istrinya terjatuh.


"Sayang ..!"Panggil Victor


"Maria!"Calvin ikut kaget yang melihat Maria terjatuh ke lantai.


Dugh !


Victor segera melepaskan tangan nya di kerah kemeja Calvin,lalu menolong istri nya untuk berdiri.


"Sayang Kamu enggak apa-apa ?" Tanya Victor panik.


"Aagggrh sakit ..!"Lirih Maria memegang perut nya.


"Sayang,apa yang terjadi,Aku akan membawa mu kerumah sakit !" Victor mencoba mengendong Maria.


"Sakit..!Anak Ku ..!" Maria memegang perutnya,merasakan sesuatu yang begitu sakit di bagian perut bawah nya.


Victor baru ingat kalau Maria sedang hamil,ia segera berlari ke tempat parkir,disana Aros sedang menunggu nya,melihat Victor yang berlari kearah mobil,ia segera membuka pintu mobil.


"Aros Kita ke rumah sakit !"Titah Victor dengan keras.


Maria terlihat begitu tersiksa,apalagi menahan sakit di bagian perutnya,tubuh Maria menjadi dingin,wajah nya pucat,bahkan ia mengeluarkan banyak keringat.


"Aagrhh,sayang sakit !" Lirih Maria memegang lengan Victor,Pria ini ini begitu panik,ia khawatir dengan kondisi Maria saat ini.


Cup !Cup !


Victor mengecup kening Maria,berkali - kali,mencoba menenangkan istri nya agar tetap rileks.


Aros segera memarkirkan mobil nya,Victor dengan cepat membuka pintu mobil,dan segera mengendong Maria ke arah ruangan Dokter Ayu.


"Dok,Dokter..!"Teriak Victor dengan kuat,bukan Dokter Ayu saja yang keluar,bahkan Dokter keluarga Flores juga ikut keluar Dokter Sania.


"Tuan Victor,apa yang terjadi ?"Tanya Dokter Ayu melihat Maria yang sedang mengeluh di dalam gendongan Victor.


"Ia terjatuh!"Jawab nya singkat,Dokter Ayu segera menyuruh Victor untuk membaringkan tubuh Maria diatas ranjang pasien.

__ADS_1


"Tuan,mohon tunggu diluar,Aku akan memeriksa nya !"Ujar Dokter Ayu,sembari memakai sarung tangan.


"Aku tidak Akan pergi dari sini !"Teriak Victor begitu lantang,Maria dapat mendengarnya,ruangan itu hanya di batasi kain gorden saja."Aku akan disini,melihat dan menunggu nya sampai Dokter selesai !" Sambung Victor lagi,lalu masuk ke dalam ruangan yang di batas gorden.


"Dok,biarkan suami Saya disini!"Sambung Maria melihat ke arah Victor yang begitu emosi.


"Dokter Ayu,ini obat yang Anda minta !" Seru seorang perawat membawakan obat panjang berwarna putih kepada Dokter Ayu,lalu meletakan diatas meja kecil,Victor memperhatikan nya dengan seksama.


Setelah Dokter Ayu memeriksa tekanan darah dan detak jantung bayi,ia juga sempat USG pasien,ia ingin segera memastikan kondisi janin.


"Huuuuff!janin nya baik-baik saja,tidak terjadi komplikasi,dan janin nya benar-benar sehat,tapi ini harus di perhatikan lagi,karena tubuh Anda sudah di operasi dua kali,dan sekarang sedang mengandung,pasti akan sulit untuk bergerak atau melakukan apapun,perasaan ini akan terasa disaat usia kehamilan menginjak 6 bulan sampai masuk 8 bulan !"Jelas Dokter Ayu.


Victor berdiri di samping Maria,ia mengelus kepala Maria dengan lembut.Lalu Dokter Ayu menompang kan kedua kaki Maria agar sedikit mengangk*ng.


"Aku akan memasukan obat melalui bi bir bawah,tolong tahan sedikit ya,tarik nafas dalam -dalam,tahan ya !" Ucap Dokter Ayu mencoba memasukan obat panjang yang di bawakan oleh perawat,bentuknya seperti peluru,namun ia tidak keras melainkan seperti lilin,obat penguat kandungan.


"Ugh !" Maria memejamkan matanya,tangan satu nya mencengkram kuat lengan Victor,sehingga tangan suaminya tergores oleh kuku Maria yang panjang.


Deg...


Deg..


Perasaan Victor sakit,saat mendengar suara Maria menahan rasa sakit,bahkan buliran bening berhasil mengalir di pipinya.


"Eemmm,ugh ..!"Sekali lagi Maria mende sah.


"Udah selesai,tahan selama setengah jam baru boleh bergerak,tunggu sampai obat nya benar-benar bekerja dengan baik !" Ujar Dokter Ayu,melepaskan sarung tangan nya,lalu mencuci tangan,baru menghampiri Maria lagi.


"Sayang ..!"Bisik Victor dengan lembut,ia masih saja membelai rambut Maria,Wanita ini memejamkan matanya,lalu perlahan membuka nya.


"Maaf!"Ucap Victor mencium punggung tangan Maria,meletakan nya tangan Maria di pipinya.


"Aku yang ceroboh tidak hati-hati !"Sambung Maria,ia menepuk ringan lengan Victor,agar Victor tidak berlarut dalam kesedihan nya.


"Sayang yang mana tidak enakan Aku akan mengelus nya,apa disini ?" Tanya Victor sambil menyentuh perut Maria,perlahan -lahan mengusap nya dengan lembut.


"Sayang kapan Aku bisa pulang,Aku tidak ingin tinggal disini!" Tanya Maria kepada suaminya.


Ceklek !

__ADS_1


"Maria !" Panggil Calvin yang baru saja menerobos masuk ke dalam ruangan Dokter Ayu.


"Tuan,Anda tidak bisa masuk ke sini,di dalam masih ada pasien !" Cetus Dokter Ayu,meminta Calvin untuk keluar dari ruangannya.


__ADS_2