
Calvin yang sedang tidur tiba-tiba terbangun,karena mendengar suara di luar ruangannya yang begitu ribut.
"Sus,apa yang terjadi kenapa berisik sekali di luar ?"Tanya Calvin kepada suster yang sedang mengganti infus nya.
"Owh,itu Tuan pasien sebelah ibu hamil yang akan di operasi dua hari lagi,mendadak hilang di dalam kamar nya"Jawab suster tersebut.
"Siapa Sus?" Calvin penasaran
"Namanya kalau enggak salah Nyonya...Nyonya siapa ya ?" Suster terlihat masih berpikir berdiri di samping ranjang Calvin.
"Eh iya Tuan Nyonya Maria,istrinya Tuan Victor !"Jawab Suster itu.
"Kapan kejadian nya sus,kapan Mereka masuk ke rumah sakit!"Tanya Calvin yang berusaha duduk.
"Barusan Tuan,Nyonya Maria masuk rumah sakit jam 7:00 Am,Tuan Saya permisi dulu!"
Calvin mengangguk,Suster segera berlalu dari kamar nya.Diatas nakas ada handpone Nyonya Flores,Calvin mengambilnya,karena sudah dari tadi Ia tidak melihat Nyonya Flores.
Tanpa sengaja,Calvin membuka pesan yang di kirimkan oleh Nyonya Flores kepada Dokter Sania.
"Mama..!"Gumam Calvin yang berusaha turun dari ranjang nya,ia melepaskan jarum infus yang terpasang di tangannya.
Ceklek !
Calvin membuka pintu ruangannya,ia melihat Victor yang sedang berbicara dengan Dokter Ayu.
"Dok,Aku sudah ingatkan kepada Mu,jangan tinggalkan kamar Maria walaupun hanya 1 detik,tapi kenapa Kalian begitu ceroboh !"Bentak Victor,Dokter Ayu yang baru saja melihat sikap kasar Victor,ia tidak kuasa menahan tangisnya.
"Tuan,Saya..Saya minta maaf,saya ketiduran!"Jawab nya masih menundukkan kepalanya.
"Dalam sa-tu hari ini Kalian tidak dapat menemukan istri Saya,akan Ku pastikan rumah sakit ini tidak akan beroperasi lagi!" Tegas Victor.
"Victor !" Panggil Calvin yang mendekat kearah Victor,pria ini menoleh.
"Aku tau dimana Maria !" Sambung nya lagi.
"Sial*n !"
Duuuaaakk !
Victor melayangkan satu pukulan ke wajah Calvin,Dokter Ayu kaget,segera menengah .
"Tuan..!"lepas,pasien masih lemah !"Seru Dokter Ayu.
Bugh !
Victor melepaskan cengkeramannya,ia menatap Calvin dengan rasa penuh kebencian.
"Kita harus segera menyelamatkan Maria,Aku tahu tempat nya,ayooo...!" Ujar Calvin yang berjalan melewati Victor.
"Jika Kau berani berbohong,Aku akan membunuh Mu!" Teriak Victor,Calvin tidak menjawab ia segera menuju tempat parkir.
"Apa Kamu membawa mobil ?"Tanya Calvin,Victor menggelengkan kepalanya.
"Pakai punya Ku saja!"Sambung Dokter Ayu,memberikan kunci mobil kepada Victor.Pria ini segera mengambilnya,dan mereka bertiga masuk dalam mobil yang sama.
__ADS_1
"Ikuti saja GPS ini !"Ujar Calvin memperlihatkan layar ponsel Nyonya Flores.
Victor segera menyetir sesuai GPS yang di perlihatkan oleh Calvin.
"Siapa yang menculik Maria ?"Tanya Victor melihat ke arah Calvin yang sedang memegang dada nya.
"Eeem..Mama!"Jawab Calvin sedikit ragu.
"Heeh!Nyonya Flores,berani sekali melakukan itu terhadap Nyonya Muda Bagaskara!"Cibir Victor.
"Mama tidak akan menyakiti Maria,Aku jamin,Kita harus segera menyelamatkan nya !"
Victor menggempalkan setir mobil,menahan amarah nya terhadap Calvin.
***
Mark bersama dengan Aros,baru saja keluar dari kantor polisi,mereka telah memeriksa semua cctv yang ada di jalan,namun tidak ada satu pun mobil yang bisa di curigai.
"Kemana Kita harus mencari nya lagi!"Gumam Aros.
"Kita harus kembali ke rumah sakit lagi,seperti nya ada yang Kita lewati!"Ujar Mark,segera masuk ke dalam mobil.
Mark dan Aros melajukan mobilnya ke arah rumah sakit,Aros belum mengetahui kalau Victor telah kembali,bahkan sekarang ia sedang menuju ke lokasi dimana Maria di sekap.
DI TEMPAT LAIN !
Nyonya Flores,bersama dengan Dokter Sania membaringkan Maria di atas ranjang,ia melihat perempuan itu belum sadarkan diri.
"Nyonya !"Panggil Dokter Sania saat melihat Maria mulai menggerakkan tangannya.
"Apa perlu di suntik bius lagi?"
"Tidak perlu biarkan Dia siuman !"
Nyonya Flores mencari ponsel nya,ia baru ingat kalau ponsel milik nya tinggal di kamar inap Calvin.
"Dimana Aku ?" Maria memegang perut nya,ia merasakan perut nya yang keram.
"Kamu ada bersama Kita!"Jawab Nyonya Flores mendekat ke arah Maria.
"Ta..Tante ?"Maria terkejut melihat Nyonya Flores menghampiri nya.
"Lama tidak bertemu,terkahir kali enam bulan lalu,sekarang usia kehamilan Mu sudah masuk usia 8 bulan !"Ucap Nyonya Flores mengelus perut buncit Maria,perempuan ini segera bangun,karena takut Nyonya Flores menyakiti nya.
"Tante,apa yang mau Tante lakukan !"Tanya Maria turun dari tempat tidur.
"Bagaimana Kamu menyakiti Calvin,Aku akan melakukan hal sama kepada suami Mu,bagaimana perasaan Dia jika calon Baby nya mati !"
Tatapan Nyonya Flores yang biasa di kenal dengan lembut,kini berubah menjadi sangar,Maria terkejut melihat perubahan sikap Nyonya Flores.
"Tante,Aku mohon,jangan sakiti Anak Ku,Aku akan melakukan apapun yang Tante perintahkan !"Ujar Maria mencoba memohon kepada Nyonya Flores.
"Bagaimana kalau Aku akan membunuh Mu?"Nyonya Flores meletakan pist*l di kepala Maria,Wanita ini membelalakkan mata nya menatap kearah Nyonya Flores.
"Jangan tatap Aku dengan mata Mu itu !"Teriak Nyonya Flores mencengkram kuat dagu Maria
__ADS_1
"Eekhh..!Tan..Aku mohon,jangan sakiti Anak Ku!Aku akan melakukan apapun yang Tante mau!"
"Tinggalkan Victor,Aku akan membiarkan Anak Mu hidup !"Ujar Nyonya Flores,memberikan sebuah kertas,surat tersebut tertulis surat pernyataan Maria menceraikan Victor.
"Aku tidak mau !" Maria menolak bertanda tangan.
"Kalau Kamu tidak mau,maka pilihan terakhir Anak ini harus mati!" Nyonya Flores menyentuh perut Maria lagi.
"Dokter Sania siapkan obat suntik !" Sambung Nyonya Flores.
"Tidak ..!Aku mohon lepaskan Aku !"
Maria memberontak,memohon kepada Nyonya Flores.Namun,Nyonya Flores tetap membiarkan Dokter Sania untuk menjalankan aksi nya.
"Tunggu !"Teriak Calvin yang baru saja datang.
"Calvin !"
"Victor!"
Maria dan Nyonya Flores,serta Dokter Sania menatap kearah kedua Tuan Muda tersebut dengan tatapan yang gemetar,Dokter Sania juga melirik kearah Dokter Ayu yang ikut bersama dengan Mereka.
"Sayang ..!"Seru Maria yang ingin pergi mendekat ke arah Victor,namun dengan cepat Nyonya Flores menarik nya kemari.
"Kalian berdua jangan ada yang coba mendekat,jika tidak Aku akan menembaknya !"Ujar Nyonya Flores.
"Mah,lepas!yang Kamu lakukan itu salah !"Teriak Calvin kepada Nyonya Flores.
"Mama melakukan ini semua untuk Mu!Dia tinggal bersama Kita,tapi bisa mengandung anak dari Pria lain,untung saja Dokter Sania dapat mengangkat janin nya waktu itu,tapi siapa sangka ia malah kembali ke pada suaminya lagi,dan saat ini ia juga mengandung,mama ingin anak ini mati !" Teriak Nyonya Flores,saat ini emosi nya benar-benar tidak bisa di kontrol.
Tatapan Victor melihat kearah Dokter Sania,seakan -akan ingin segera membunuh Wanita itu.
"Tante,kenapa Kamu melakukan itu,apa salah Ku!" Tanya Maria dalam isak tangis nya
"Suami Mu punya jawaban nya !"
"Nyonya Flores,lepaskan istri saya,katakan apa yang Anda ingin kan Aku akan mengabulkan nya!"Ujar Victor
"Dokter Sania,berikan surat cerai itu kepada Tuan Victor,biar Dia tanda tangan !" Titah Nyonya Flores,Dokter Sania segera memberikan surat tersebut.
"Victor Kamu jangan di tanda tangan!"Teriak Calvin melarang.
"Mas,jangan !"Maria ikut berteriak.
"Cepat !" Teriak Nyonya Flores.
Dugh !
Maria mendorong Nyonya Flores ia segera berlari menghampiri Victor yang ingin tanda tangan.
Dor..!
"Maria awas..!"Teriak Calvin
"Sayang !"Victor juga ikut kaget melihat ke arah Maria yang berlari kearah nya.
__ADS_1
Nyonya Flores melepas tembakan nya kearah Maria.