
Maria turun dari dalam mobil,melihat rumah Bagaskara,Oma yang mengetahui akan ke datangan Maria dan Sulthan,segera keluar untuk menjemput Mereka di depan teras.
"Ayoo ..!"Ajak Victor memegang tangan Maria,namun wanita ini merasa sungkan,takut akan Oma Armani.
"Tapi..Oma ?" Maria melihat ke arah Victor.
"Tidak apa -apa,Oma sudah tau !"
Victor segera menarik tangan Maria untuk ikut masuk bersama dengan nya.
"Oma ..!" Lirih Maria saat melihat Oma yang berdiri di depan pintu.Maria segera melepaskan tangan Victor,lalu mundur dua langkah dari tempat ia berdiri.
Victor memalingkan pandangan nya kearah Maria.
"Sayang ..!"Panggil Oma lalu memeluk Maria.
"Sayang,maaf sebelumnya Oma telah bersikap kasar padaMu,namun tujuan Oma hanya sa-tu menyelamatkan Mu dari keluarga Flores!" Ucap Oma masih memeluk Maria.
"Maria juga minta maaf Oma,karena telah bersikap kasar pada Oma,Maria benar tidak tahu mengenai surat cerai itu,maaf kan Maria Oma!"
Victor tersenyum melihat kedua nya yang begitu akrab,memang Oma sangat menyayangi Maria,bahkan Oma bela-belain untuk menjemput Maria kembali,saat Victor tidak peduli dengan Maria,selalu Oma yang berusaha membawa Maria kembali ke keluarga Bagaskara.
"Sini biarkan Sulthan bersama Oma,Oma akan membawa Dia ke kamar untuk tidur!" Oma mengambil Sulthan dalam gendongan Victor,lalu membawa masuk ke dalam.
Maria berdiri di ambang pintu dan tidak bergerak,Victor melirik kearah Maria.
"Ayoo,Aku antar Kamu ke kamar !" Ucap Victor memegang bahu Maria,wanita ini mengangguk nya sembari tersenyum.
'Ini bukan yang pertama,tapi kenapa disaat di tuntun begini rasanya deg-degan,berasa sedang jatuh cinta !'
Maria melihat kearah Victor yang menarik tangan nya berjalan ke arah kamar.
Ceklek !
Pintu kamar terbuka,Maria tercengang melihat Victor yang membawa nya ke kamar Victor.
"Mulai hari ini Kamu tinggal disini !"Ucap Victor berjalan masuk ke dalam kamar.
"Tapi ini Kamar Mu Mas!" Ujar Maria ikut masuk kedalam,Mendengar Maria memanggil nya dengan sebutan Mas,membuat Victor tersenyum sendiri,lalu berbalik kearah Maria.
"Kenapa senyum- senyum begitu?"Tanya Maria mengerutkan bibirnya.
"Sekarang Kita akan tinggal disini!"
"Haaah !"
__ADS_1
Victor mengendong Maria berjalan kearah ranjang,lalu meletakkannya dengan hati-hati.
"Maaf kan Aku karena telah berbuat salah padamu!" Ucap Victor memegang tangan Maria.Wanita ini terdiam melihat sifat lembut Victor.
"Kamu kenapa diam?"Tanya Victor menyentuh wajah Maria.
Seketika Maria mencubit pipi Victor membuat Pria itu meringis kesakitan.
"Aaawww..!kenapa Kamu mencubit Ku ?" Tanya Victor mengusap Pipi nya yang di cubit Maria barusan.
"Sakit enggak ?" Tanya Maria tanpa merasa bersalah.
"Sakit lah,kenapa Kamu mencubit nya !" Jawab Victor kesal.
"Kalau sakit,berarti Aku sedang tidak bermimpi!" Ucap Maria bangun dari duduknya.
"Haah?"Pria ini menatap kearah Maria sambil berkacak pinggang,"dimana-mana orang itu nyubit diri nya sendiri,bukan nyubit orang !"Sambung Victor lagi.
"He..he..he..,kalau Aku nyubit diri sendiri,itu sakit!"Jawab Maria enteng.
Bugh !
Victor menarik pinggang Maria sehingga membuat Wanita ini jatuh dalam pelukannya.Maria mendongakkan kepala nya menatap kearah Victor.
"Apa yang Kamu rasakan saat ini setelah tahu Kamu masih istri Ku?pasti Kamu sangat senang dan juga bangga kan ?" Ucap Victor dengan sombong.
"idih,apaan sih,siapa juga yang senang,emang apa hebat nya sih jadi istri Mu,paling juga setiap hari diajak berantem,kalau enggak setiap hari lihat kamu marah-marah !" Jawab Maria membulatkan mata nya,melirik kanan dan kiri.
"Katakan lagi !" Ucap Victor mendekatkan wajahnya,membuat Maria memundurkan kepala nya,Victor mempererat kan pelukannya,membuat Maria tidak bisa bergerak.
"Lepas !" Ucap Maria,melihat Pria ini yang semakin mendekatkan wajahnya kearah Maria.
"Kenapa ?" Tanya Victor kepada Maria.
"Kamu menyakiti Ku!" Lirih Maria yang merasakan sakit pada perutnya.
Victor baru sadar kalau Maria baru di operasi sa-tu Minggu lalu.Ia langsung menyuruh Maria untuk duduk di tepi ranjang,lalu menaikan kaki Maria keatas kasur.
"Coba berbaring!" Titah Victor memegang bahu Maria.
"Kamu mau apa?"Maria menahan tangan Victor .
"Aku tidak akan macem-macem,Aku hanya mau melihat luka Mu saja!" Ucap Victor,Maria pun nurut,begitu Victor membantunya untuk berbaring.
Victor mengangkat baju Maria keatas,membuat Wanita ini memejamkan matanya karena malu.
__ADS_1
"Sudah sering lihat pun masih malu !" Bisik Victor menggoda Maria.
"Apaan sih,sudahlah Aku enggak mau di obati lagi,minggir Aku mau duduk!" Ucap Maria.
"Tidur,jangan membantah!" Marah Victor yang belum siap memeriksa luka Maria.
Maria akhir nya nurut saja,dari pada Angry Birds ini marah,lebih baik Dia tidak membantahnya.
"Sejak kapan Kamu memegang obat salah itu ?" Tanah Maria saat Victor sibuk mengoles obat di bekas jahitan Maria.
"Aku sudah lama menyediakan obat ini,tapi tidak punya kesempatan untuk memberikan nya pada Mu!" Jawab Victor,lalu menurunkan kembali dress Maria.
Maria bangkit dari tidurnya dan duduk di tepi ranjang.Victor juga ikut duduk di sebelah Maria,dan menyimpan kembali obat di laci dekat ranjang.
"Kenapa Kamu belum menikah setelah lama berpisah ?"Tanya Maria yang penasaran dengan jawaban nya.
Mendengar pertanyaan Maria membuat Victor melirik kearah Maria,yang duduk di sebelah Victor.
"Tidak ada yang bodoh seperti Kamu,jadi Aku tidak tertarik selain Kamu !" Jawab Victor santai,menggoyangkan kepala nya.
"Maksud Mu,Aku ini bodoh gitu ?" Maria berdiri di depan Victor sambil berkacak pinggang.
"Iya,kalau tidak mana mungkin Kamu mau menikah dengan Aku yang tempramen ini!" Ucap Victor tersenyum kearah Maria.
"Emang Kita masih suami Istri ?"Tanya Maria mengembung pipi nya.
Pak..!
"Aaawww..!"
Victor memukul kedua pipi Maria,Wanita ini reflek mengelus pipinya yang sakit.
"Maria ..!" Panggil Victor berdiri di depan Maria.
"Eeemm..!" Jawab Maria, melihat Victor yang terus menatap ke arah Nya.
Victor melangkahkan kaki nya sehingga membuat ia begitu dekat dengan Maria.
"Jangan pernah pergi lagi dari hidup Ku,Kita akan membesarkan Sulthan bersama-sama,jangan biarkan orang lain merusak kebahagian Kita!" Ucap Victor memegang bahu Maria.
"Bukan Aku yang meninggalkan Mu,tapi Kamu yang meminta Aku untuk pergi !" Jawab Maria.
"Ssstttt...!" Victor menutup bibir Maria dengan jari telunjuk nya.Wanita ini terdiam melihat kearah Victor.
Cup..!Victor mencium bi bir Maria dengan lembut,ia memegang wajah Maria,membuat wanita ini terbawa suasana sehingga ia merasa lebih rileks dari sebelumnya,ia tidak merasa canggung lagi terhadap Victor.
__ADS_1