
Calvin beranjak bangkit dari duduk nya.
"Silahkan duduk !"Ucap Dokter Sania,sementara Maria masih membenarkan dress nya di dalam ruangan sebelah yang di batasi oleh dinding.
Sesaat kemudian Maria keluar,sedikit kaget yang melihat Calvin sudah duduk didepan Dokter Sania.
"Dokter yang meminta saya untuk masuk!" Calvin segera berbicara tidak ingin Maria salah paham.Maria hanya tersenyum,dan segera duduk di sebelah Calvin .
"Tuan,mohon perhatian kondisi istri Anda,kehamilan nya masih terlihat begitu muda,ia juga harus banyak- banyak,mengkonsumsi vitamin dan juga buah- buahan yang bagus untuk ibu hamil,Saya melihat ia sedikit kurus dan kurang bertenaga harus nya ibu hamil yang usia mulai memasuki bulan 6,berat badan juga akan naik!Saya telah menulis resep vitamin untuk nya!"
Maria dan Calvin tercengang mendengar penuturan Dokter Sania,disaat Dokter Sania memberikan resep obat,barulah ia sadar ada yang salah dengan ucapan nya.
"Apakah ucapan Saya ada yang salah ?" Tanya Dokter Sania,yang melihat kedua nya sedikit bingung.
"Dok,Tuan Calvin bukan suami Saya,beliau hanya membantu saya mengantar kesini !"Ucap Maria,Dokter Sania terkejut,namun Calvin segera menjawabnya.
"Dia istri teman saya!jadi saya membantunya untuk membawakan Dia kemari,terimakasih Dok resep nya !" Calvin segera bangkit dari duduk nya yang di susul oleh Maria.
Blam !
Calvin kembali menutup pintu mobilnya,sepanjang jalan Mereka tidak berbicara.
"Tuan,maaf atas kesalahpahaman barusan,saya benar - benar tidak tau kalau Dokter Sania akan berpikir begitu!" Ucap Maria,melihat kearah Calvin.
"Tidak masalah !"Pria ini menyimpulkan sebuah senyuman manis di bibirnya.
Calvin berhenti di sebuah swalayan,Maria melirik kearah pria itu yang langsung turun dari mobil.
Ceklek !
Maria segera turun.
"Kita harus membeli beberapa buah- buahan dan sayuran,mungkin sedikit cemilan untuk ibu hamil !" Ucap Calvin yang berjalan ke pintu masuk,sementara Maria masih berdiri di mobil.
"Ayooo!" Ucap Calvin yang menoleh ke belakang saat melihat Maria masih membatu di tempatnya.
"eeh iya!" Maria menyusul Calvin,dengan sedikit berlari.
"Hati-hati,tidak perlu berlari Aku akan menunggu !" Ucap Calvin dengan lembut.Maria hanya belum terbiasa saja jika harus sebegitu di perhatikan oleh seorang pria asing baginya.
Setelah selesai berbelanja,pelayan swalayan,mengantar belanjaan Mereka ke mobil,Calvin sudah menunggu Maria didalam mobil.
Maria baru hendak masuk ke dalam mobil,Asisten Aros yang baru juga keluar dari swalayan tanpa sengaja melihat kearah Maria,ia hanya bisa melihatnya sekilas,Maria sudah masuk ke dalam mobil.
"Nyo...nya....!Nyonya !" Teriak Asisten Aros saat melihat Maria sudah pergi bersama dengan Calvin.
__ADS_1
"Itu Nyonya Maria,Aku tidak salah lihat,Aku yakin itu Nyonya!Tuan harus tau !" Ucap nya segera masuk ke dalam mobil.
***
Semenjak kepergian Maria,Oma yang baru sadar dari siuman nya li-ma bulan yang lalu,tidak bangkit dari tidur nya,bahkan kondisi nya semakin memburuk,membuat Victor khawatir dan bahkan bisnis nya sempat terganggu.
Perusahaan Bagaskara,D&G sebelumnya peringkat nomer sa- tu di kota ini,tapi semenjak kejadian li-ma bulan yang lalu statistik pemasaran D&G menurun drastis,membuat perusahaan Bagaskara mengalami kerugian yang begitu banyak.
"Oma !" Lirih Victor duduk tepi ranjang.
"Victor mohon,Oma bicara lah,apa yang terjadi hari itu!kenapa Oma tidak mau berbicara !" Sambung nya lagi.
Brak !
Asisten Aros membuka pintu kamar Oma dengan keras,membuat Victor bangkit dan memarahinya.
"Dimana letak sopan santun Mu!" Teriak Victor.
"Tuan,Aku melihat Nyonya Maria !" Ucap Asisten Aros dalam keadaan nafas masih memburu.
Seketika tangan Oma bergerak,Aros melihat nya.
"Oma " Ucap Aros melirik kearah tangan yang di gerakan Oma.
Victor belum menjawab,masih melihat perkembangan dari kondisi Oma.
"Aros panggil kan Dokter kerumah !" Titah Victor,Aros segera beranjak pergi dari dalam kamar Oma .
Tak lama kemudian,Aros kembali dengan Dokter yang ia hubungi barusan.
"Tuan,Dokter Fairuz disini!" Ucap Aros mempersilahkan Dokter Fairuz masuk,Dokter pribadi keluarga Bagaskara.
Dengan izin Victor,Dokter Fairuz segera memeriksa Oma.Setelah pemeriksaan,Victor datang menghampiri Dokter Fairuz.
"Apa yang terjadi?" Tanya Victor kepada Dokter Fairuz.
"Asisten Aros sudah menjelaskan kepada Saya,katanya tangan Oma bergerak,disaat kalian menyebut nama Maria,kalau boleh tau siapa Maria ?" Dokter Fairuz berbalik tanya kepada Victor,Pria ini hanya diam tanpa menjawab lalu melirik kearah Oma.
"Mantan Istri Tuan Victor Dok!" Jawab Aros.
"Dimana Dia?" Tanya Dokter itu lagi.
"Sudah lama menghilang Dok,hari ini tanpa sengaja Aku melihat nya,jadi Aku menceritakan tentang Dia sama Tuan,disitu lah Oma mendengar !"
"Alangkah baik nya jika kalian bisa menemukan Oma,karena setelah Saya periksa tidak ada yang buruk dengan kondisi Oma,hanya saja mental dan hati nya mungkin yang syok,jalan satu- satu nya,bawa perempuan itu kembali kesini!mungkin Oma akan sembuh!" Ucap Dokter menjelaskan panjang lebar kepada Victor,Pria ini hanya mengangguk tanpa menjawab.
__ADS_1
"Aros,antar Dokter Fairuz kedepan!"
Titah Victor mendekat kearah Oma.
"Baik Tuan !"
Aros segera membawa Dokter Fairuz kedepan.
Victor memegang tangan Oma nya yang berbaring tanpa membuka mata.
"Oma,apa yang terjadi?" Tanya Victor masih memegang tangan Oma.
Ceklek !
Mark membuka pintu kamar Oma,melihat Victor ada di dalam.
"Kak,Aku sudah mengetahui,kenapa Oma seperti ini!"Ucap Mark melangkah ke arah Victor.
"Apa yang sedang Kau bicarakan ?" Tanya Victor kepada Mark yang berdiri didepan nya.
"iya!sebelum Oma jatuh pingsan,Grace sekretaris mu datang kemari!entah apa yang Dia bicarakan dengan Oma sehingga membuat Oma pingsan!" Jelas Mark kepada Victor.
"Wanita itu!"Raut wajah Victor terlihat begitu memerah,Mark tahu kalau Victor saat ini sedang marah.
"Kak,Kau mau kemana ?" Tanya Mark saat Victor melangkah keluar dari kamar.
"Aku akan menyelesaikan masalah yang harusnya Aku selesaikan sejak dulu!" Ucap Victor meninggalkan kamar Omanya.
"Grace Kau berdoa saja,semua kali ini Kau bisa lolos!" Gumam Mark yang melihat bayangan Victor sudah hilang.
Begitu tiba di kantor,Victor bergegas masuk kedalam ruangannya,ia baru ingat li-ma bulan lalu Victor menyimpan surat perceraian nya dengan Maria di dalam laci.
Victor segera membuka laci dan benar masih ada surat perceraian itu di dalam laci.Victor segera mencari keberadaan Grace,namun ia tidak menemukan Wanita itu.
"Dimana perempuan itu,harus nya ada di dalam ruangannya !" Gumam Victor kembali keluar dari ruangan Grace,dan berpas - Pasan dengan Aros.
"Tuan !" Aros menundukkan kepala nya.
"Nona Grace mengundurkan diri dari perusahaan Kita dan Dia sudah kembali ke Australia tadi pagi!" Ucap Aros memberitahukan nya kepada Victor.
"Wanita itu sudah tau konsekuensinya secepat ini langsung balik kesana!" Jawab Victor lagi.
"Tuan hari ini ada rapat di kantor pusat,semua CEO akan hadir di acara itu!karena semua orang berharap dapat memenangkan pulau di bagian Utara yang Kita ingin kan li-ma bulan lalu !" Jelas Aros kepada Victor.
"Baik,siap kan berkas untuk pengajuan pulau bagian Utara Kita akan kesana !" Jawab Victor berjalan menuju ruangan milik nya.
__ADS_1