SuamiKu Angry Birds

SuamiKu Angry Birds
55.Pertemuan yang tak sengaja


__ADS_3

Maria segera memalingkan wajahnya,ia melihat kearah Calvin yang saat ini juga sedang menatap nya.Maria tersenyum,Calvin juga ikut tersenyum.


"Maria apakah Aku boleh bertanya kepada Mu?" Tanya Calvin saat Maria sedang melahap makanan yang ada di depan nya.


"Iya!Mas mau tanya apa,tanya lah,jangan sungkan !"Jawab Maria memegang tangan Calvin.


"Apakah Kamu masih berharap untuk bersama dengan Victor?" Tanya Calvin,Maria tersenyum,kali ini Dia langsung ingin menjawab nya tidak ingin berpikir hal itu lagi.


"Jika posisi Ku sendiri,mungkin Aku akan kembali kepada nya,namun sekarang situasinya berbeda,ada Mas disini yang akan menjadi orang di masa depan Ku, jadi untuk apa Aku kembali pada masa lalu yang tidak memberikan kebahagian !"Jawab Maria,pernyataan Maria membuat Calvin percaya,kalau perempuan di depannya tidak akan berkhianat.


"Sekarang Kita tidak perlu membahas itu lagi,sekarang saat nya memikirkan masa depan Kita!"Sambung Calvin lagi,menyuapi sepotong sosis masuk kedalam mulut Maria,wanita ini segera mengunyah nya sambil melemparkan senyuman kepada Calvin.


Dari jauh Victor melihat kearah Mereka,Victor dapat merasakan keakraban mereka berdua begitu dekat.


Calvin mengajak Maria untuk pulang,tidak sedikit mereka memamerkan kemesraan Mereka di depan Victor.Namun, Victor hanya bisa melihat nya saja,tanpa bisa bertindak.


Disaat Mereka mau keluar ruangan VIP,Maria juga mengandeng kan tangan Calvin dengan sengaja,membuat Calvin kaget,namun Pria ini begitu senang,dan membalaskan memeluk pinggang Maria sembari meninggalkan ruangan tersebut.


'Memilih untuk pergi ke Eropa adalah hal yang benar,tidak mungkin lagi mengejar yang bukan milik Kita lagi!'Victor melihat kearah Maria dan Calvin,Pria ini menggempalkan tangannya menahan api cemburu yang membakar dadanya.


"Tuan Victor apa Anda baik-baik saja !" Tanya rekan bisnis yang duduk di sebelah Victor,Aros melirik ke arah Victor,ia tahu apa yang dirasakan Tuan nya saat ini.


"Saya baik-baik saja,mari lanjut membahas proyek nya !" Jawab Victor mengalihkan pembicaraan,agar orang tidak melihat diri nya yang sedang cemburu.


"Tuan Victor,Kami memilih perancang atau desainer arsitektur dari Flores Groups,barusan saya melihat Tuan Muda Flores,karena beliau bersama dengan calon istri Saya tidak berani pergi membahas hal ini bersama dengan nya!" Seru klien ini lagi.


Victor dan Klien nya sedang membahas kan proyek kerjasama mereka,Victor berencana untuk membangunkan sebuah sekolah dasar,dan sekolah itu ia berencana untuk di hadiahkan kepada Anaknya Sulthan.


"Tidak masalah,saya akan membahas kan nya nanti disaat Saya punya waktu!" Jawab Victor.


Aros segera mempersiapkan berkas yang akan di tanda tangani oleh kedua nya.

__ADS_1


***


Begitu sampai di Penthouse,Maria dan Calvin segera masuk ke dalam rumah,Calvin masih mengandeng mesra tangan Maria,sampai mereka melangkah masuk ke dalam.


Ceklek !


Pintu utama terbuka,pelayan sudah menunggu mereka di depan pintu.


"Tuan,Nyonya menyuruh Anda keruang tamu,ada seseorang yang menunggu Nona Maria !" Ucap sang pelayan.


"Baik,Kami akan kesana !" Jawab Calvin menarik tangan Maria berjalan ke arah ruang tamu.


"Mah ada apa?" Tanya Calvin begitu sampai di ruang tamu.


Oma Armani datang ingin bertemu dengan Maria,namun ia malah melihat kearah tangan Maria yang begitu mesra di genggam kuat oleh Calvin,Maria segera menarik nya karena merasa begitu segan di depan Oma.


"Oma !" Sapa Maria saat melihat wanita paruh baya yang duduk bersama dengan Nyonya Flores.


"Oma Armani datang kemari ingin bertemu dengan Maria,ia sekalian ingin bertemu dengan Sulthan !" Seru Nyonya Flores.


"Sulthan ada di kamar !" Jawab Nyonya Flores.


"Oma,mari Saya hantar untuk bertemu dengan Sulthan,Kita juga bisa berbicara di kamar jika ada hal yang ingin di sampaikan !"Ucap Maria tersenyum kearah Oma.


Calvin melihat kearah Maria,namun ia tidak berani untuk meminta ikut bersama,karena disini ada Oma Armani.


"Sayang,ikut mama sebentar,karena ada hal yang mau perlihatkan kepada Kamu !"Ucap Nyonya Flores bangkit dari duduk nya,berjalan kearah Anaknya.


Calvin segera mengikuti Nyonya Flores menuju kamar tamu,sementara Maria menuntun Oma bejalan ke arah tangga naik ke lantai dua,untuk bertemu dengan Sulthan.


Begitu sampai di kamar,Oma segera duduk di tepi ranjang,melihat Sulthan yang sedang tertidur.

__ADS_1


"Ia sangat mirip dengan papa nya !" Ucap Oma membelai wajah Sulthan.Maria hanya bisa tersenyum saja berdiri di depan Oma.


"Oma,Anda ingin minum apa?"Tanya Maria memulai pembicaraan .


"Tidak perlu,Aku kesini hanya ingin melihat cucuKu saja !" Jawab Oma.


"Oh..baik lah Oma,Anda bisa melihat nya Saya akan pergi untuk mandi!" Ujar Maria berjalan kearah kamar mandi,namun Oma kembali memanggil nya.


"Maria !" Panggil Oma Armani lagi,Maria menghentikan langkah kaki nya.


"Iya Omah!" Maria berbalik menoleh ke arah Oma Armani yang duduk di tepi ranjang,lalu bangkit berjalan kearah Maria.


Maria memperhatikan gerak gerik Oma,ia mengikuti langkah kaki Oma yang menuju balkon.


"Ada apa Oma?" Tanya Maria yang melihat raut wajah Oma begitu masam.


"Kenapa Kamu memilih untuk menikah lagi,padahal Kamu sudah memiliki Anak bersama dengan Victor ?" Tanya Oma langsung pada intinya,Maria tercengang,ia sudah tidak ingin membahas ini lagi,karena pertanyaan seperti ini akan mempengaruhi hati nya.


"Oma,Aku sedang tidak ingin membahas hal ini!" Jawab Maria berdiri di tepi balkon melihat kearah langit.


"Kenapa ?apa Kamu tidak ingin memberikan status untuk anak Mu?" Tanya Oma lagi,masih dengan wajah datar nya.


"Status?dulu saat Aku selalu dihina,disalahkan, di maki,emang ada yang mikirin status Aku sebagai istri Nya?dimana Dia saat itu?kenapa sekarang orang - orang ingin sekali memberikan status Ayah biologis kepada Sulthan !"


Jawaban Maria membuat Oma Armani kaget,ia tidak menyangka Maria dpaat berkata seperti itu.


"Tapi Maria Kamu harus tau,kalian masih sah suami Istri,Kalian belum bercerai,dan kamu tidak memegang surat cerai dari Victor,kenapa Kamu sangat yakin kalau kalian telah resmi berpisah!" Ujar Oma Armani,Maria membulatkan mata nya tidak melihat kearah Oma.


"Belum bercerai?harusnya Oma tau itu,Aku telah bertanda tangan di surat cerai,dan memberikan nya kepada Victor,Oma bisa langsung bertanya kepada Dia!" Jawab Maria,masih memalingkan wajahnya dari Oma.


Oma membuka tas nya lalu mengeluarkan map bewarna kuning.

__ADS_1


"Ini maksud Kamu ?"Tanya Oma kepada Maria,itu adalah surat cerai yang Maria berikan kepada Victor sa-tu tahun yang lalu.


Maria melihat kearah surat itu,dan benar saja itu adalah surat yang di siapkan oleh Maria sebelumnya,ia mengambil surat cerai di tangan Oma.


__ADS_2