SuamiKu Angry Birds

SuamiKu Angry Birds
86.Cemburu


__ADS_3

Aros segera memarkirkan mobil nya tepat di depan rumah Bagaskara.Lalu turun membukakan pintu untuk Tuan dan Nyonya Bagaskara,yang baru hari pertama di akui di Negara ini,keluarga kecil ini telah di resmikan di mata publik.


Maria terkejut melihat karangan bunga tulip yang begitu cantik,bahkan rangkaian nya di padukan dengan bunga lavender sangat cantik bahkan begitu sejuk di lihat.


'Kapan Victor menyiapkan bingkisan ini begitu cantik'


Maria segera mendekat kearah bingkisan itu.


"Cantik banget !" Gumam Maria memeluk buket bunga yang besar itu,Victor dapat mendengar ucapan Maria barusan,Pria ini seketika raut wajah nya berubah menjadi masam.


"Sayang,dari mana Kamu tahu,Aku suka banget dengan bunga tulip ?" Tanya Maria melirik kearah Victor,Pria ini mengalihkan pandangan nya kearah Aros,Asisten Aros segera menggelengkan kepala nya.


"Sayang,itu bukan Aku yang kirim !" Seru Victor berjalan lebih dekat dengan Maria,begitu mendengar ucapan suaminya ia segera melepas pelukan buket bunga.


"Coba periksa siapa pengirim nya?"Ujar Victor,Maria segera membuka kertas yang di tinggal di dekat buket.


"*Calvin !"


Pak* !


Kartu ucapan itu segera jatuh ke lantai,setelah Maria membaca nya.


"Siapa yang mengizinkan bunga ini masuk ke dalam halaman Bagaskara!"Teriak Victor dengan begitu kencang,membuat Maria dan Aros kaget.Bahkan Sulthan yang tertidur juga ikut terbangun dan menangis.


"Aaa...Aaaa...."


Sulthan menangis begitu kencang,membuat Oma keluar dan melihat situasi di luar.


"Apa yang terjadi ?" Tanya Oma,Victor segera memberikan Sulthan kepada Oma.


"Oma,bawa Sulthan masuk !"


Wanita tua ini segera membawa cucu nya masuk ke dalam rumah.


"Aros singkirkan bunga ini dari teras rumah sekarang !"Titah Victor dengan datar,Aros segera mendekat,namun Maria melarang nya.


"Mas,Aku suka bunga tulip,enak banget di pandang nya !" Seru Maria memegang tangan Victor.

__ADS_1


"Aku akan membelikan yang baru besok pagi,yang ini harus di buang !" Sahut Victor dengan dingin.


"Tapi Aku mau ini !"Rengek Maria,entah kenapa tiba-tiba bunga tulip ini membuat kesan begitu baik dan lembut kepada Maria,wanita ini bisa merasakan tenang kala melihat bunga ini,perasaan bumil juga ikut tenang dan rileks.


"Tidak bisa!Aku tidak mengijinkan Pria lain mengirim bunga kesini !"Sambung Victor lagi.


'Yang di bilang Victor benar,tapi saat ini kondisi Ku sedang hamil,dan entah kenapa pengen banget melihat bunga tulip malam -malam gini'


Maria dilema,sa-tu pihak ada suami,sa-tu pihak lagi,Dia sedang ingin melihat bunga itu.


"Aros!" Panggil Victor lagi,Pria itu segera menghadap.


"Bawa bunga ini ke taman belakang,kucing sama semut lebih membutuhkan !" Tegas Victor,dengan berat hati Aros segera membawa bunga itu ke taman belakang.


Maria menatap nya dengan sendu,bahkan bunga itu begitu cantik,ia tidak peduli siapa yang mengirim,yang ia tahu bunga itu lagi pengen ia lihat,rasa nya seperti ngidam.


Victor segera melangkah masuk ke dalam rumah,lalu beranjak naik ke lantai atas,Maria mengikuti sang suami dari belakang.


Perasaan ibu yang sedang mengandung begitu sensitif,bahkan itu yang dirasakan Maria saat ini,ia begitu senang melihat bunga tulip,dengan sadis Victor malah membuang nya membuat hati Maria sedih.


Blam !


"Victor sudah menunggu 10 menit dari semenjak shower mati,tapi Maria belum juga keluar dari kamar mandi,padahal Victor sudah siap ingin membersihkan tubuhnya.


" Maria Bagaskara !"Panggil suami dari luar.


Namun,tidak ada jawaban dari dalam."Jika dalam hitungan jari Kamu enggak keluar Aku akan mendobrak pintu nya,dan menyeret mu keluar dari dalam sini!"Ancam Victor.


Ceklek !


Pintu kamar mandi terbuka,Maria sudah memakai baju piyama nya,Victor menatap kearah Maria dengan begitu kesal.


"Apa Kamu begitu sayang pada bunga itu?" Tanya Victor saat melihat Maria keluar dari kamar mandi.


Maria menggelengkan kepada nya,"Terus apa yang membuat Mu begitu sedih?"Tanya Victor lagi.


"Mas,Aku menginginkan bunga tulip sekarang,berikan sa-tu buket bunga tulip kepada Ku sekarang,maka Aku akan menganggap cinta mu tulus!"Ucap Maria tanpa berpikir akibatnya.

__ADS_1


Victor menyempitkan matanya,lalu menatap sang istri dengan tajam,ia memegang bahu Maria.


"Selama ini Aku begitu tulus pada ,Mu,tapi Kamu tidak percaya?"Tanya Victor dengan marah.


Maria menggelengkan kepala nya.Lalu menatap kearah Victor yang sudah begitu marah.


'Kenapa Pria itu bisa tahu bunga kesukaan Maria,kenapa Aku tidak pernah tahu'


Victor kembali duduk di tepi ranjang.Lalu mengambil ponsel nya yang ada di nakas.


Victor mencoba memanggil seseorang yang ingin ia minta tolong.


"Aros carikan Aku satu buket bunga tulip,sekarang !" Titah Victor lalu mematikan panggilan nya.


Maria menatap Victor dengan begitu serius,Pria itu tidak bergeming,hanya diam saja di tepi ranjang,menunggu jawaban dari Aros.


'Mas,Aku hanya menggoda Mu,Aku tidak pernah melihat mu cemburu,kali ini Aku ingin melihat sebesar apa rasa cemburu mu itu,Aku ingin lihat sebesar apa cinta suami Ku Angry Bird '


Maria berjalan kearah ranjang,lalu duduk di tepi ranjang,melirik ke arah Victor,tiba-tiba ponsel nya bergetar ia segera mengangkat nya.


"Tuan,maaf Aku sudah melihat lebih dari 10 buah toko bunga,namun bunga tulip habis!"Seru Aros dengan ragu.


"Carikan lagi,Aku tidak mau tahu,Kamu harus dapat !" Tegas Victor dengan keras,membuat Maria tersentak,baru kali ini ia melihat sang suami yang begitu marah dan juga begitu antusias dengan keinginan nya itu.


"Tuan,ada sa-tu toko bunga,namun bunga tulip sudah ada yang pesan,tulip putih harga lebih dari 100 juta !" Jelas Aros.


"Minta mereka untuk jual ke kita Aku akan bayar 10 kali lipat !" Ujar Victor yang berdiri di depan sang istri.


"Tuan,Aku sudah bernego,namun Mereka tetap tidak mau,katanya biarpun Anda membeli toko ini,tulip nya tetap tidak di jual,bunga itu mau di hadiahkan untuk istri mereka yang sudah meninggalkan,waktu masih hidup istrinya sangat menginginkan bunga tulip!" Jelas Aros,mendengar perkataan Aros membuat Victor tersentak,saat ini Maria begitu menginginkan bunga itu,bisa saja,jika Maria sesuatu akan terjadi kalau ia tidak menuruti keinginan sang istri.


"Cari di tempat lain,Aku tidak mau tahu,Kau harus mendapatkan nya!" Tegas Victor dengan gemetar.


Prang !


Victor melemparkan ponselnya ke lantai membuat Maria kaget.


"Sayang ..!"Panggil Maria mendekat.

__ADS_1


"Kenapa Kau meminta bunga tulip,kenapa tidak bunga lain saja,yang mudah Aku dapati,apa Kamu berniat untuk meninggalkan Ku?" Tanya Victor memegang bahu Maria,Victor menggoyangkan tubuh istrinya dengan kuat,membuat Maria takut dengan tempramen Victor yang kambuh saat ini.


__ADS_2