
Semua orang berada di meja makan,seperti biasa Sulthan ada di atas pangkuan Maria,is sedang menyuapi anaknya.
"Perwakilan Flores adalah Kamu,jadi Kamu mau pergi atau gantikan dengan orang lain ?" Tanya Calvin kepada Maria.
"Tidak perlu Aku akan datang ke acara itu,lagian Aku juga perlu gabung dengan hal seperti itu,harus banyak tau dunia luar jika tidak,Aku tidak akan bisa menjadi pendamping Mu yang baik kelak !" Jawab Maria,tersenyum kepada Calvin.
Kriing...
kriing...
kriing...
Handpone Calvin berdering,Dokter Sania menelpon Calvin,namun Pria ini tidak mengangkatnya.
"Tuan,Asisten Haris disini !"Ucap pelayan yang mengantarkan Haris ke ruang tamu.
"Siapa ?kenapa tidak di angkat ?" Tanya Nyonya Flores,meletakan sendok di tangannya.
"Bukan apa-apa Ma,hanya pekerjaan saja!" Jawab Calvin,melirik kearah Haris.
"Tuan,ini proyek baru yang di kirim kan oleh klien di Jepang,Mereka meminta Anda untuk bertemu disana hari ini !"Jelas Haris kepada Calvin.
"Mendadak begini?" Tanya Calvin balik,Haris mengangguk nya.
"Pesan kan tiket keberangkatan Aku,sekalian pesan kamar hotel disana,begitu sampai Kita bisa langsung pergi untuk pertemuan !" Ucap Calvin berdiri,dan pergi dari ruangan makan,Maria melirik kearah Calvin,ia merasa Calvin menyembunyikan sesuatu.
"Tuan,Dokter Sania menelpon,ia meminta Aku untuk menyampaikan kepada Tuan,jika besok ada jadwal pemeriksaan Anda,ia meminta Anda untuk datang dan jangan terlambat !"Ucap Haris .
"Tidak bisa,besok masih di Jepang,sampaikan kepada Dokter Sania,Aku akan datang padanya saat Aku pulang dari Jepang!" Jawab Calvin berjalan ke arah ruang tamu.
"bereskan semua barang-barang Saya,masukan semuanya dalam koper,jangan ada yang tertinggal !"Titah Calvin kepada pelayan,ia menunggu di ruang tamu,sementara itu,ia mempersiapkan keberangkatan Maria besok pergi ke Washington,karena Maria akan mewakili Flores.
"Tuan,ini koper Anda!" Seorang pelayan memberikan koper kepada Haris.
"Panggil Nona Maria kemari !"Titah Calvin masih sibuk mengetik.
"Aku disini !ada apa ?" Tanya Maria yang berjalan kearah ruang tamu,di dalam gendongan Maria ada Sulthan.
"Aku telah menyiapkan keberangkatan Mu,sementara Kamu bisa titip Sulthan kepada Mama,ia akan menjaga Sulthan!" Ucap Calvin memperlihatkan tiket yang telah di siapkan untuk Maria.
__ADS_1
Maria melihat ke arah layar laptop,benar Calvin telah memesan tiket VIP untuk Maria,dan juga hotel mewah untuk penginapan Dia.
"Kamu mau kemana ?kenapa ada koper ?" Tanya Maria,saat melihat Haris memegang koper milik Calvin.
"Aku akan pergi berbisnis hari ini,mendadak CEO Jepang,mengatur pertemuan Kami!" Jawab Calvin lalu berdiri,menutup laptop nya.
"eemmm!" Maria menganggukkan kepalanya.
"Aku pergi dulu,tunggu Aku pulang,Kita akan menikah,Aku sudah menyiapkan semua nya !" Ucap Calvin lalu bergegas ke pintu utama,Haris mengikuti Calvin dari belakang,sementara Maria hanya bisa melihat kepergiannya saja,tidak ada perasaan sedih di tinggal pacar untuk berbisnis.
Calvin melambaikan tangannya ke arah Maria yang berdiri di teras rumah,Maria hanya tersenyum saja dalam gendongannya masih ada Sulthan.
'Kenapa sudah sedekat ini tapi rasa cinta itu sulit sekali untuk tumbuh,Dia orang yang baik,penyayang,dan juga mampan,namun sudah sejauh ini tidak ada rasa sedikitpun untuk Dia '
Maria berbalik badan untuk masuk ke dalam rumah,Ia melihat Nyonya Flores yang sedang duduk di ruang tamu,menonton televisi.
"Tan,Aku ingin pergi untuk berbelanja bersama dengan Sulthan,banyak sekali keperluan yang harus Kami beli !"Ucap Maria berdiri di depan Nyonya Flores.
"Ayooo pergi bersama !" Jawab Nyonya Flores bangkit dari duduk nya.
"Tidak,tidak,Kami pergi berdua saja,karena pasti lama,Aku ingin membawa Sulthan ke taman Anak-anak !"
"Baik lah,minta sopir hantar kan kalian !" Ujar Nyonya Flores dengan raut wajah yang masam.
Maria segera pergi dari hadapan Nyonya Flores,melihat sopir keluarga Flores yang sudah siap di luar rumah.
****
Victor bersama dengan Aros,juga Oma pergi ke sebuah swalayan untuk membelikan keperluan Mereka.
"Coba kalau ada Sulthan disini,Kita kan bisa pergi bersama !"Sindir Oma yang di duduk di sebelah Victor.
Victor menaikan satu alis nya,lalu melihat iPad di tangan nya.
"Ego itu jangan di pertahan kan!"Sambung Oma lagi,yang melihat Victor tidak merespon dengan ucapan nya.
"Oma cukup,percuma Oma bahas masalah itu,Orang nya juga akan segera menikah!"Jawab Victor,memainkan iPad nya.
"Baru akan menikah kan?Kamu tahu,pernikahan itu tidak bisa berlangsung karena Maria masih berstatus istri Kamu !"Bantah Oma.
__ADS_1
"Aku tahu itu,Aku akan merebut apa yang akan menjadi hak Ku!" Jawab Victor masih fokus pada layar iPad,membuat Aros dan Oma kaget dengan jawaban nya.
'Terimakasih Tuhan,akhirnya rok Tuan Victor kembali kepada dirinya' Aros melirik kearah Victor,Pria itu masih dingin seperti biasanya.
"Oma dukung!siapa Mereka yang berani mengambil hak Kita,Kamu dan Maria belum bercerai,hanya salah paham saja,kesalahan bisa di perbaiki,selama Kamu tidak menghindarinya !" Ucap Oma,memegang bahu Victor.
Mendengar perkataan Oma yang terakhir membuat Victor sadar,kalau selama ini ia telah menghindar dari masalah,ia tidak pernah menyelesaikan masalahnya dengan Maria.
"Tuan,Aku melihat Nyonya masuk ke dalam swalayan itu !"Ucap Aros yang melihat Maria dan Sulthan saat masuk ke dalam swalayan.
"Hentikan mobil nya!" Titah Victor.
"Loh,Kita tidak jadi pergi ke mall ?" Tanya Oma yang kaget.
"Aros Kamu hantar Oma belanja,Aku turun disini!"Ucap Victor membuka pintu mobil.
"Ingat,jangan pertahan kan ego Mu itu!"Teriak Oma dalam mobil,yang melihat Victor berjalan kearah Swalayan.
Nyonya Flores juga baru turun dari taxi,karena merasa curiga dengan sikap Maria pagi ini,Nyonya Flores berniat mengikutinya ke swalayan, terkahir kali Maria masuk rumah sakit,karena Maria menolong Victor.
Nyonya Flores takut jika calon istri Anaknya masih berhubungan dengan mantan nya.
'Aku melihat Maria berhenti disini,bagaimana pun Aku tidak akan membiarkan pernikahan Anak Ku gagal ke dua kali nya!'
Nyonya Flores memakai kaca mata hitam,dan juga penutup kepala,ia segera berjalan masuk ke dalam swalayan.
Maria mendorong trolly swalayan,ia memilih dan memilah barang keperluan nya,dari belakang Victor melihat kearah Maria.
Victor masih saja bersikap acuh,padahal niat nya hari ini ingin mengejar kembali istrinya.
Semua pengunjung swalayan melihat kearah Victor,tidak ada yang tidak kagum pada wajah tampan Victor.
"Waaaw...tampan sekali,ia datang sendiri hari ini,Aku yakin Dia jomblo,ayoo minta berfoto sama Pria tampan itu !"
Dari emak-emak dan juga gadis dan remaja berhamburan berlari kearah Victor,penampilan Dia hari ini mengundang banyak orang untuk meminta foto bersama,apalagi D&G sudah terkenal dimana-mana.
CEO muda yang berstatus duda,siapa yang tidak kenal dengan Victor.Namun,tidak ada yang tahu siapa mantan istrinya.
__ADS_1
Inilah sebab nya Victor malas berbelanja di swalayan,karena pasti banyak wanita yang datang kemari,apalagi melihat Dia disini pasti akan membuat seisi swalayan heboh.