SuamiKu Angry Birds

SuamiKu Angry Birds
95.Marah


__ADS_3

Victor sudah memarkirkan mobil,belum selesai,namun Maria sudah membuka pintu mobil dan berusaha untuk jalan sendiri tanpa menunggu Victor.


Di dalam mobil Victor melihat kearah istrinya yang sedang berusaha jalan kearah teras rumah,jalan nya sedikit pelan membuat Victor kasian,dan merasa sedih melihat kondisi istrinya yang begitu tersiksa,semenjak hamil anak kembar nya.


"Aku baru ingat,tadi berencana untuk membelikan nya minyak urut,Maria pun sudah mau masuk,Aku pergi saja sebentar !" Gumam Victor,kembali menyalakan mesin mobil nya,lalu memutar arah lagi,keluar dari halaman rumah Bagaskara.


Maria yang hendak membuka pintu utama,mendengar suara mobil Victor,ia menoleh dan melihat Victor sudah pergi lagi.


"Kemana Dia pergi,baru juga sampai,bukannya Dia tidak kerja hari ini ?"Gumam Maria dengan kesal,lalu segera masuk kedalam .


Brak !


Maria membanting pintu,Oma dan Mia melihat kearah nya,yang baru saja pulang.


"Sudah pulang ?Sayang bagaimana hasil nya ?"Tanya Oma,Maria hanya diam saja.


"Hasil USG tinggal di mobil,nanti Oma lihat sendiri tunggu Victor pulang!" Jawab Maria,yang biasanya manggil Mas,kini manggil nama,membuat Oma penasaran.


'Ada apa dengan Mereka,Victor juga tidak membantu Maria untuk masuk,pasti sedang bertengkar,dasar anak muda ini !'


Oma menggelengkan kepala nya,lalu melanjut mengobrol dengan Mia istrinya Mark.


Maria masih berusaha untuk naik keatas,meski langkah nya sulit dengan kondisi hamil besar,namun ia masih berusaha untuk sampai ke lantai atas.


Dari luar rumah Bagaskara,terdengar suara mobil Victor yang memasuki halaman rumah.


Ceklek !


Victor masuk ke dalam rumah dengan kantong plastik di tangan,dan juga tas Maria yang ia bawa bersama .


Victor segera masuk ke dalam kamar,lalu melihat Maria yang duduk di tepi ranjang,ia menahan rasa sakit di bagian perut nya.


"Sayang Kamu kenapa ?"Tanya Victor segera menghampiri istrinya.


"Eemm...Aaahh!" Sesekali ia mengelus perutnya,ia mengalami kontraksi palsu karena jalan terlalu jauh.


"Apakah perut nya sakit lagi ?"


"Eemm!"


"Sini baring dulu biar Aku lihat !"


"Iya !"


Victor segera membantu Maria untuk berbaring,dengan sabar Victor mengelus perut Maria,membuat istrinya sedikit tenang.

__ADS_1


"Aku tadi membeli minyak urut,Aku melihat kaki Mu sangat bengkak!"


'Aku sempat curiga padanya,Aku pikir ia pergi menemui istri Kedua nya,padahal hanya membeli minyak urut untu Ku,Maria Kamu bodoh mencurigai Suami Mu!'


Maria tersenyum kearah Victor.


Victor segera mengeluarkan minyak urut,dan mengoles nya di kaki Maria,perlakuan Victor terhadap Maria membuat Nya merasa terharu,orang seperti Victor bisa dengan tulus menyentuh kakinya.


"Sudah,biar Bi Ati saja yang urut!"Saran Maria melihat Victor yang ingin sekali lagi menyentuh kaki nya,ia merasa segan.


"Kenapa?Kamu malu karena Aku bersedia menyentuh Kaki Mu,Maria Kamu harus bersyukur Kamu wanita pertama yang Kaki nya Aku sentuh,biasanya Orang lain yang akan menyentuh Kaki Ku!"Jawab Victor,Maria menaikan sa-tu alis nya melihat ke arah Victor yang sudah selesai memijit.


"Apa perut nya masih sakit?" Tanya Victor yang duduk di tepi ranjang.


"Sudah membaik!"


"Sa-tu Minggu lagi akan di SC,Kamu harus sabar menahan rasa sakit,Cup !"


Victor mencium kening istrinya.


"Besok Kamu akan pergi dinas siapa yang menemani Ku di rumah sakit?"Tanya Maria dengan raut wajah sedih.


"Aku akan kembali sebelum Kamu di operasi,tapi Kamu hanya datang lebih awal dua hari ke rumah sakit,biar Dokter Ayu bisa memantau perkembangan Kamu !" Jelas Victor,ia terus menatap istrinya dan mengelus punggung tangan Maria.


"Ada apa ?"


"Tidak,Sulthan Anak yang kuat,ia tahu Aku sendirian jadi tidak akan menyusahkan Ku!" Jawab Maria santai.


"Maaf kan kesalahan Ku dulu,Aku sudah salah sangka padaMu,jika Aku tidak telat menyadari nya,mungkin Kamu tidak akan menderita !"


"Sudahlah Mas,yang lalu biarlah berlalu,Kamu yang sekarang sudah lebih dari cukup!"


Victor berbaring di dekat Maria,ia memeluk istrinya dengan hangat,tidak ingin kemesraan Mereka saat ini cepat pudar dan berlalu begitu saja,Victor ingin sampai tua bersama.


***


Calvin menatap kearah Nyonya Flores yang duduk di sofa tidak jauh dari ranjang pasien miliknya.


"Mah !" Panggil Calvin,Nyonya Flores segera menoleh.


"Kapan Aku bisa pulang ?"


"Belum bisa,terakhir kali Kamu pulang hampir saja Kita tidak bisa kembali ke rumah sakit,Kamu harus segera di operasi ke ti-ga kali nya !"


"Mah,berhenti berharap,Aku saja sudah ikhlas dengan hidup ini!" Calvin memegang tangan ibu nya.

__ADS_1


"Tidak bisa menyerah,Kita harus bertahan,tidak ada orang lain selain Kamu yang mama punya!"


"Tapi Mah,Aku tidak bisa hanya mengandalkan alat ini terus,dan Aku sudah beberapa kali di operasi namun tidak juga mengurangi rasa sakit "


"Kamu harus sabar dan bertahan !" Ucap Nyonya Flores memegang wajah Anaknya.


"Bagaimana dengan perusahaan Kita?" Tanya Calvin .


Ceklek !


Kamar ruangan Calvin terbuka,Haris datang untuk membawa laporan kepada Nyonya Flores.


"Haris,letakan di atas meja!"Titah Nyonya Flores,Haris segera meletakkan berkas diatas meja yang mau di bahas dengan Nyonya Flores.


"Tuan!"Sapa Haris dengan tersenyum ke arah Calvin,Pria ini juga membalas senyuman Haris.


"Bagaimana ?" Tanya Nyonya Flores duduk di sofa.


"Semua berjalan dengan lancar,bisnis ke Australia di menang oleh perusahaan pesaing Kita yaitu D&G!" Jelas Haris.


"Tidak masalah,hanya bisnis kecil !"


'Kalau Victor ke Australia,berarti disaat operasi di lakukan,bukan kah Maria sendiri disini'


Nyonya Flores melirik kearah anaknya,dan Calvin tersenyum kearah mamanya.


'Mama sudah bekerja begitu keras,tapi Aku malah menyusahkan mama dengan merawat Aku yang sakit-sakitan ini'


"Berapa hari berlangsung nya bisnis di Australia ?"


"Sa-tu Minggu Nyonya!dan itu berlangsung pagi tiga jam malam li-ma jam,dan menurut info disaat menghadiri rapat tidak ada yang boleh menyalakan handpone !"


"Bagus,batalkan semua meeting hari ini,Kita akan mengadakan rapat besar besok !"


"Baik Nya,kalau begitu saya permisi pamit dulu!"


Haris segera keluar dari ruangan Calvin,dan Nyonya Flores mengirim sebuah pesan kepada orang yang membantu menjalankan rencana licik nya.


"Mah apakah semua nya baik-baik saja?" Tanya Calvin yang melihat mama nya sibuk dengan ponsel.


"Semua baik-baik saja,Mama besok akan mengadakan rapat di Flores!"


Ceklek !


"Hallo Nyonya,Saya periksa Tuan dulu ya!" Ucap seorang perawat yang berjalan ke arah ranjang pasien.

__ADS_1


Calvin mengangguk,perawat segera mengecek tekanan darah dan juga memeriksa infus nya.


__ADS_2