SuamiKu Angry Birds

SuamiKu Angry Birds
58.Dilema


__ADS_3

Victor berbalik kearah pintu,ia menyudahi perdebatannya dengan Oma.


"Aku pergi mandi dulu!" Ucap Nya sembari pergi meninggalkan Oma.


"Dasar keras kepala,kedua nya tidak ada yang mau bersatu,sama-sama mau memilih jalan sendiri,padahal kedua nya sama-sama masih cinta!"


Gumam Oma sendiri,saat melihat Victor yang telah pergi.


Sementara Victor yang berada di dalam kamar nya,ia melihat ponsel milik Maria,yang belum Dia kembalikan,di layar ponsel ada foto Maria dan Sulthan,Victor terus saja menatap ke arah foto tersebut.


"Seandainya,masih bersama harusnya ada Aku diantara Mereka berdua!" Gumam Victor,masih menatap layar ponsel Maria.


Tanpa terasa Victor telah menatap begitu lama layar ponsel yang ada foto Maria dan Sulthan,sampai membuat ia ketiduran.


Keesokan pagi nya ..!


Maria sudah bersiap-siap untuk bekerja,hari ini adalah hari pertama ia mengerjakan proyek pertamanya.


Di meja makan Nyonya Flores dan Calvin sedang menikmati sarapannya.Maria baru saja datang bersama dengan Sulthan.


"Mam..mam..mamam...!"Ngoceh Sulthan saat sudah di meja makan.


"Sini,biar Tante yang suapi Dia makan,makan bisa langsung sarapan dan berangkat bersama dengan Calvin ke kantor !"Nyonya Flores mengambil Sulthan dalam gendongan Maria.


"Apa Kamu sudah siap,untuk mengerjakan proyek pertama Mu?" Tanya Calvin saat menyeruput kopi susu yang ada di depannya.


"Semua sudah Aku persiapkan Mas,dari mental dan juga pikiran,Aku tidak akan mengecewakan klien Kita dan juga tidak akan mempermalukan Groups Flores!"Jawab Maria,meletakan sepotong roti dengan taburan keju parut di atas nya,sudah menjadi sarapan setiap pagi untuk Maria.


Calvin meletakan cangkir kopi milik nya diatas meja,lalu ia berdiri dan mengambil berkas yang sudah di siapkan nya tadi saat pergi ke ruang makan.


"Mas,boleh bawa Sulthan ?" Tanya Maria,membenarkan baju formal yang ia pakai.


"Hari ini Kamu akan ke lahan kosong,untuk melihat lokasi,kalau membawa Sulthan bersama takut nya akan menganggu aktivitas Mu!" Calvin mencoba memberi nasehat kepada Maria.


"Biar tinggal bersama Tante saja!" Sambung Nyonya Flores.


"Yasudah,Tan Aku titip Sulthan ya,Cup !" Maria mengecup kening Sulthan,penuh kasih sayang,lalu membelai wajah Anaknya.


"Mama pergi kerja dulu sayang,baik-baik sama Tante ya !" Ucap Maria sambil melambaikan tangannya.


Calvin merangkul pinggang Maria keluar dari ruangan makan,Nyonya Flores yang melihat kebahagian Anak nya ikut tersenyum,sembari mengikuti mereka dari belakang.

__ADS_1


Haris telah menunggu Mereka di mobil,Calvin membuka pintu mobil untuk Maria,lalu ia ikut masuk kedalam,duduk di sebelah Maria.


"Tuan,hari ini ada meeting di restoran Thailand!" Seru Haris,saat mobil sudah keluar dari halaman rumah Flores.


"Apakah Klien Kita yang dari Thailand sudah datang?karena Mereka pernah bilang tidak mau meeting selain di restoran Thailand !"Tanya Calvin menatap kearah Haris yang sedang fokus menyetir.


"Iya Tuan,benar!" Jawab Haris,menganggukkan kepala nya.


"Baik,setelah mengantar Maria kelahan proyek nya,Kita pergi ke restoran itu!" Ujar Calvin.


"Tidak perlu,Aku naik taxi saja,lagian Aku sudah dapat alamat lahan tersebut !" Sambung Maria yang dari tadi mendengar pembicaraan kedua orang tersebut.


"Benar tidak apa-apa?" Tanya Calvin lagi,menyakinkan Maria.


"Benar!Aku enggak apa-apa,turun disini juga bisa!" Ucap Maria saat melihat jalan akan sampai ke Perusahaan Flores.


"Haris,turun kan Aku disini,biar Aku cari taxi untuk pergi ke lahan proyek !" Seru Maria yang tersenyum melihat kearah Calvin.


Haris segera mengerem mobil nya,lalu Maria turun dari mobil,Calvin menurun kan kaca mobil,lalu melihat kearah Maria.


"Hati-hati,jika 20 menit tidak ada taxi,hubungi Aku !" Ucap Calvin.


Maria sudah li-ma menit menunggu taxi,namun sa-tu pun tidak ada yang melintas kearah jalan tersebut,padahal itu dekat sekali dengan Flores.


"Tuan,seperti nya di depan ada Nyonya !" Ucap Aros mengagetkan Victor yang sedang menyiapkan proposal di laptop nya.


Tak !


Victor menatap ke depan,memang benar Maria yang sedang menunggu taxi.


"Berhenti atau langsung lewati saja!" Tanya Aros kepada Victor yang melanjutkan mengetik proposal nya.


"Lewat saja,Kita harus ke lahan!"Jawab Victor singkat.


"Haah!" Aros hanya kaget,lalu melajukan mobil nya dengan begitu santai,berharap Victor akan menyuruh Dia berhenti.


Brruuuummmm...!


Mobil mewah milik Victor,mobil Hennessey Venom GT,melewati tempat Maria berdiri,Victor berpura- pura tidak mengetahui keberadaan wanita itu.


"Berhenti ..!"

__ADS_1


Ckkkiiiiitttt.......!


Victor berteriak,seketika membuat Aros menghentikan mobil nya secara mendadak.


"Tuan"Aros melirik kebelakang,melihat kearah Victor yang fokus mengetik.


"Mundur !" Titah Victor masih tidak melihat kearah Aros.Pria ini masih bingung,ia melihat kearah Victor.


"Masih belum bergerak,apa mau Aku turun kan disini ?" Tanya Nya dengan raut wajah yang marah,tatapan netra nya begitu kuat seakan menusuk pandangan Aros yang dari tadi melihat nya.


"Haah!akan Saya mundur segera!" Aros segera memalingkan wajahnya ke depan,lalu memundurkan mobil yang ia kendarai,berhenti tepat di depan Maria.


Ceklek !


Aros turun dari mobil,sesuai perintah Victor.Lalu pergi menghampiri Maria yang masih menunggu taxi.


"Nona Maria,mari masuk,Saya akan mengantar Anda!" Ucap Aros menyapa,dan meminta Maria untuk ikut bersama.


"Tidak perlu,Saya akan pergi sendiri,lagian arah kita berbeda,Saya akan pergi ke lahan Proyek sekolah!" Jawab Maria,menolak dengan sopan.


Tit...Tit...!


Suara klakson mobil membuat Maria dan Aros kaget.


Victor menekan klakson mobil,karena menunggu begitu lama,tapi Maria belum juga masuk ke mobil.


"Nona,ikut lah dengan saya,jalan Kita searah,Kami juga akan pergi ke lahan Proyek,jika Anda menunggu taxi,itu akan terlambat datang ke lahan proyek !" Aros berusaha membujuk Maria,namun wanita itu masih terlihat ragu.


'Jika Aku tolak,Aku akan terlambat,hari ini hari pertama Aku bekerja,anggap saja ini rejeki di pagi hari !'


"Baik lah,terimakasih sebelumnya!" Ucap Maria tersenyum.


Ceklek !


Aros membuka pintu mobil,Maria kaget melihat Victor yang duduk dengan begitu tenang,kaki nya menyilang,di atas pangkuan masih ada laptop kerja nya,dan tidak lupa kaca mata hitam melekat di mata nya membuat pria ini semakin mempesona.


"Silahkan masuk Nona!" Ucap Aros mengagetkan Maria.


"Haah,Iya!"


Maria segera masuk ke dalam mobil,meski sedikit ragu berdampingan dengan Victor,namun ia melakukan ini demi pekerjaan baru nya.

__ADS_1


__ADS_2