
"Kembar "
"Kembar "
Tanya Mereka serentak,sebelumnya Mereka tidak mengetahui kalau Maria akan mendapatkan bayi kembar.
"Apakah akhir-akhir ini merasakan sakit bagian bekas SC dulu ?" Tanya Dokter Ayu kepada Maria.
"Iya Dok,kadang Aku merasa begitu nyeri bahkan sangat sulit untuk duduk,terasa banget bagian bekas SC sakitnya ngilu gitu!"Jawab Maria yang masih fokus pada layar monitor.
Setelah selesai,Dokter Ayu menantu membenarkan kan baju Maria lagi,Victor membantu istrinya untuk duduk.
Dokter Ayu berjalan ke arah meja nya,Victor masih membantu Maria untuk turun dari ranjang.
"Tuan,istri Anda harus segera melakukan SC lagi!" Saran Dokter Ayu,setelah melihat janin nya kembar,apalagi dengan kondisi Maria.
"Tapi usia nya masih 8 bulan Dok!" Victor melihat ke arah istrinya yang juga ikut terkejut.
"Begini Tuan,ini sudah sering terjadi jika anak pertama dan kedua jarak nya begitu dekat,apalagi usia anak pertama kalau tidak salah baru berusia dua tahun"
"Dok,apakah tidak apa-apa jika di percepat untuk SC ?"Maria terlihat begitu takut,ia telah melewati masa itu dua kali,tapi kali ini ia akan melakukan ke tiga kali membuatnya sedikit tidak tenang.
"Tidak apa-apa,dengan kondisi janin yang begitu sehat,tidak masalah jika di percepat SC,malah Saya takut,jika tidak SC akan memperburuk kondisi ibu! "Jelas Dokter Ayu kembali.
"Baiklah,Dok atur kan jadwal operasi untuk istri Saya yang menurut Anda dihari apa yang bagus!"
"Sa-tu Minggu lagi,datang lah kemari,Aku akan langsung mengatur jadwal nya,dan pada hari itu langsung di rawat tidak perlu kembali kerumah !"
"Sa-tu Minggu sudah kembali saya dari dinas,bisa begini,nanti Saya akan menyuruh Aros untuk membawa istri Saya kemari,sembari menunggu saya pulang,Dia bisa langsung di rawat dulu disini!" Saran Victor,agar ia dapat melihat operasi istrinya meski dalam perjalanan bisnis,dengan syarat jadwal tugas dan operasi tidak bentrok.
"Baik,kalau begitu hari ini saya akan masukan data pasien untuk operasi sa-tu Minggu lagi!"
"Terimakasih untuk layanan nya,Kami permisi dulu!"Ucap Maria dengan sopan.
Victor membantu Maria untuk bangkit dari tempat duduk,ia tetap bersabar menuntun istrinya sampai ke tempat parkir.
"Sayang,Aku haus !" Maria menatap kearah Victor dengan wajah memelas.
Tunggu di mobil,Aku akan mencari air mineral di kantin rumah sakit !" Ujar Victor meninggalkan Maria di mobil.
"Jangan lama-lama !"Pesan Maria.
"Iya !"
Victor segera pergi ke kantin rumah sakit,Maria menunggu suami nya di mobil.
__ADS_1
Dari jauh Dokter Sania melihat ke arah Victor yang pergi ke kantin,Dokter Sania segera pergi menuju ruang inap pasien.
Ceklek !
"Nyonya Flores,bisa kah Kita berbicara!"Seru Dokter Sania,melihat Calvin yang tertidur,Nyonya Flores segera mengikuti Dokter Sania dari belakang.
"Ada apa ?"
"Aku melihat Nona Maria dan Tuan Victor di rumah sakit ini,seperti nya mereka telah kembali dari liburan !"
"Bagus,sesuai rencana Kita dari awal !"
"Nyonya Aku dapat membantu Anda,tapi tolong rahasiakan rencana ini dari Dokter Anwar,Aku tidak ingin suami Ku marah !"
"Tentu,Aku bisa menjaga rahasia Kita!"
Begitu selesai mengobrol,Dokter Sania pun berpamitan pergi untuk melakukan pekerjaan nya yang lain.Sementara Nyonya Flores masih di tempat semula minat Victor yang kembali ke mobil dengan membawakan sebotol minuman.
Ceklek !
"Sayang..!"Victor memberikan minuman mineral yang sudah di buka penutup nya kepada istrinya,ia segera masuk mobil.
Dengan sangat hati - hati ia segera memutar balikan mobil nya.Di dalam perjalanan menuju rumah Bagaskara,Maria menanti sebuah rahasia dari Victor tapi Pria ini tidak bercerita.
"Eeemm,itu ..." Victor tidak melanjutkan ucapan nya namun ia malah menoleh ke istrinya yang duduk tidak benar.
"Sayang,benarkan posisi duduk Mu,ini bisa membuat bekas SC Mu sakit!"
Victor sedikit menurunkan kursi milik Maria,agar wanita ini bisa lebih nyaman.
"Sayang pertanyaan Ku belum di jawab !"
"Dokter Ayu,istri kedua Aros !" Jawab Victor,namun reaksi Maria berbeda dengan Victor yang mendengar jawaban itu dari Aros.
"APA?"Maria berteriak karena terkejut,membuat Victor ikut melihat ke arah nya.
"Kenapa berteriak ?"
"Pria itu punya dua istri?" Maria berbalik bertanya karena memang baru mengetahui nya,selama ini sikap Aros seperti biasa-biasa saja,namun siapa sangka pria pendiam seperti Dia dapat menikah dua perempuan bahkan tinggal dalam satu rumah.
"Mereka tinggal dalam sa-tu rumah !"
"APA?"
"Sayang berhenti berteriak sampai urat leher mu terlihat begitu besar!"
__ADS_1
"Dia hanya Asisten biasa tapi punya dua istri ?"
Maria masih belum percaya apa yang ia dengarkan.
"Apa maksud Mu asisten biasa?gaji Dia di kantor lebih besar li-ma kali lipat dari yang lain,Dia punya bonus tiap Minggu,bonus akhir bulan,bahkan jika Dia membantu Ku untuk menyiapkan keperluan Mu Dia punya bonus juga,Dia punya rumah dua,apartemen ti-ga mobil ti-ga,dimana kurang Dia,belum lagi aset yang lain !" Jelas Victor panjang lebar,Maria malah kaget,membulatkan matanya melihat kearah Victor.
"Dia sudah lama menjadi asisten ku,soal harta jangan di ragukan lagi !"
Sambung Victor.
"Eeem,Dia saja bisa berpenghasilan begitu banyak,jadi berapa penghasilan suamiKu ?" Tanya Maria pada Victor.
"Tidak ada penghasilan!"Jawab Victor santai.
"Bagaimana bisa ?Kamu membohongi Ku !" Maria kembali mengerutkan bibir nya.
"Selama kebutuhan Mu tidak berkurang,jangan tanya berapa gaji Ku,semua gaji ada pada Mu !" Jawab Victor lagi.
"Ya..ya,Tuan Victor Bagaskara!"Jawab Maria meledek.
"Sayang,kalau orang seperti Aros saja bisa punya istri dua,orang seperti Mu pasti juga memiliki istri dua di luar sana!"Ketus Maria.
Ckiiiiittt !
"Aaahhh!" Pekik Maria yang kaget,tiba-tiba saja Victor menghentikan mobilnya.
"Aku ?"Victor berbalik tanya,sambil melihat kearah Maria.
"Iya !"
"Kamu begitu mencurigai Ku,menilai Ku punya istri kedua ?" Tanya Victor.
"Bisa saja kan sayang!"
"Kalau Kamu ijinkan Aku akan menikah sekali lagi,demi menyenangkan istri Ku,dan juga mengabulkan kecurigaan Mu!"Jawab Victor,melihat kearah Maria dengan menaikan satu alis nya.
"Mas..!"Maria menatap kesal ke arah suami nya,lalu mengerutkan bibir nya.
Victor segera melajukan mobil nya,sesekali melirik ke arah Maria yang terlihat begitu kesal,Pria ini tidak meminta maaf atau pun mau membujuk nya.
'Apa-apaan Dia,Aku kan cuma bertanya,tidak sedikit CEO punya istri dua,Aku kan tidak salah hanya curiga saja!'
Maria tidak berbicara apapun lagi,ia juga tidak menatap kearah Victor yang sedang menyetir,bahkan ia tidak merasa haus lagi,minuman yang di beli Victor seketika melayang keluar dari jendela mobil.
Victor melirik kearah Maria,terlihat istrinya yang tidak perduli,namun Victor tahu Maria pasti memikirkan ucapan Victor barusan.
__ADS_1