SuamiKu Angry Birds

SuamiKu Angry Birds
12#kecemburuan Tuan Victor


__ADS_3

Mark melihat kaki Maria yang lecet,Pria ini tahu,sepatu hak yang di gunakan Maria saat pulang tadi telah melukai kaki nya karena berjalan terlalu jauh .


Mark segera mengambil obat oles untuk Maria,dan mengantarkan kepada Nya.


Victor yang baru saja turun dari lantai atas melihat Mark berjalan kearah kamar Maria.Dan mengikuti Mark dari belakang secara diam - diam .


Tok...Tok...Tok..


"Siapa ..?" Tanya Maria dari dalam,tidak membuka kan pintu nya.


"ini Aku ..!"


Maria mengenali suara Mark dan segera membuka kan pintu kamarnya.


Ceklek..!


"Mark,ada apa ?" Tanya Maria saat pintu kamar telah terbuka.


"Boleh Aku masuk..?" Tanya Mark,melihat tanpa jawaban dari Maria lantas Mark bertanya kembali "Aku hanya sebentar,boleh Aku masuk?"


"Masuk lah!" Jawab Maria membiarkan Mark masuk,setelah melihat ke kiri dan ke kanan Maria segera menutup kembali pintu kamar nya.


Blam..!


Victor yang sedari tadi mengintip,kini datang lebih mendekat kearah kamar Maria.


"Apa yang Mereka lakukan di dalam,kenapa harus menutup pintu kamar nya!" Gumam Victor yang kesal,tidak dapat mengetahui apa yang di lakukan Mereka di dalam .


"Maria,Aku melihat kaki Mu lecet,Aku sudah membawakan obat oles untuk Mu,Aku bantu oleskan ya !" Pinta Mark kepada Maria.


"Tidak perlu Aku bisa sendiri..!" Maria menolak dengan ramah.


"Tidak apa - apa Aku bantu!" Mark segera duduk di lantai di dekat ranjang Maria.


"Aku buka dulu ya,Kamu tahan sedikit mungkin ini sedikit perih kalau baru pertama kali,tapi kalau besok di tambah sekali lagi Kamu akan terbiasa,jadi perihnya hilang !" Ucap Mark kepada Maria yang mulai membuka tutup obat.


"Mereka..!berani - berani nya berbuat mes*m di rumah keluarga Bagaskara!" Gumam Victor,mendekatkan kupingnya ke daun pintu,berusaha untuk menguping.

__ADS_1


"Aahhh..." Rintih Maria saat Mark sudah mulai mengoles obatnya,kakinya terlihat luka yang begitu serius karena gesekan sepatu.


"Tahan ya,kalau baru pertama memang sedikit perih,Kamu tahan ya !" Ucap Mark melanjutkan mengoles obatnya lagi.


"Aaah...pelan sedikit,Aku sudah enggak kuat itu sakit sekali..!" Ucap Maria tanpa sengaja mencengkram bahu Mark dengan kuat.


"Apa yang terjadi,kenapa kedengaran nya Mereka sedang melakukan adegan dewasa!" Gumam Victor lagi,yang berusaha untuk tetap tenang di luar.Namun,hati nya sudah meronta- ronta untuk melihat kedalam kamar.


"Akh..!apa yang Kamu lakukan,Kamu mencengkram bahu Ku,itu sakit!" Protes Mark saat Maria mencengkram kuat Bahu Mark yang. masih duduk di lantai.


"Tahan ya ini yang terakhir,sedikit lagi ini sedikit lebih perih ya karena sedikit terbuka..!eemmm..Aaah..akhirnya selesai juga!" Mark menutup kembali tutup obat setelah Mark selesai mengoles obat di Kaki Maria.


"Terimakasih Mark,ini sudah tidak perih lagi,sudah enak kan!" Ucap Maria bangkit dari duduk nya.


"Besok sekali lagi ya,besok sudah tidak perih lagi !" Seru Mark berjalan kearah pintu.


"Sialan..!Apa yang Mereka lakukan..!apa Mereka benar- benar melakukan itu!" Batik Victor masih berdiri di depan kamar Maria tanpa sadar.


Ceklek..! "Kak...!"Panggil Mark saat melihat kalau Victor berdiri di depan kamar Maria,Victor melihat Mark dalam keadaan kemeja yang setengah terbuka kancing,Victor mengintip kedalam kamar Maria,terlihat Maria yang duduk di tepi ranjang,dengan pakaian mandi nya.Membuat emosi Pria ini semakin meletup - letup menahan amarahnya.


"Kak..!"Panggil Mark lagi saat melihat Victor berjalan kearah tangga rumah.


Tap ..Tap..Tap...Langkah kaki besar Victor yang bergema di lantai atas.


Blam..!


Victor membanting pintu kamar nya hingga tertutup dengan kasar.


"Sialan..!kenapa Aku harus memikirkan Wanita itu..!terserah Dia mau dekat dengan siapa,itu juga lebih baik,jadi kami punya alasan untuk berpisah ..!" Gumam Victor,menatap kearah kaca besar yang ada di dalam kamarnya.


Victor mengambil sebotol wine dan membawanya kearah balkon.Duduk di kursi santai, sambil menuangkan minuman kedalam cangkir nya,pembicaraan Mark dan Maria terus saja tergiang - giang di otak Victor.


"Kenapa bayangan dua orang ini terus saja melintas di pikiran Ku !" Gumam nya lagi


prang ...!


Victor membuang botol minuman yang sudah habis,karena kesal mengingat pembicaraan Mark dan Maria yang terus saja mengganggu pikirannya.

__ADS_1


Di lantai dasar di dalam kamar,Maria sedang merapikan ranjang nya,Dia telah mematikan lampu kamar,sudah bersiap - siap untuk tidur.


Braak...!


Suara tendangan pintu kamar yang begitu kuat mengagetkan Maria,dan perempuan ini kembali duduk dari ranjang.


"Siapa?"Tanya Maria saat melihat sebuah bayangan masuk kedalam kamar nya.


Blam..!


Pintu kamar kembali tertutup,Maria semakin ketakutan melihat bayangan hitam itu yang semakin mendekat kearah nya.


Dengan cahaya yang remang,Maria berusaha untuk menenangkan diri,Wanita ini ketakutan setengah mati saat menyadari seseorang telah masuk kedalam kamarnya.


"Siapa..?Siapa disana ..!" Teriak Maria,tapi tidak ada jawaban .


Maria perlahan - lahan turun dari ranjang nya,berniat untuk mengecek kedepan pintu, untuk melihat siapa yang menerobos masuk kedalam kamar malam- malam begini.


"Aaahhhh.....!Siapa Kamu..!" Maria tersentak kaget saat melihat seseorang berdiri di depan nya,wajahnya tidak terlihat begitu jelas,bahkan orang itu berdiri tanpa mengeluarkan suara,jadi Maria tidak mengetahui siapa yang di depannya.


Pria ini terus saja melangkah maju kehadapan nya,Maria juga mundur satu langkah dengan Pria itu maju satu langkah kedepannya.


"Berhenti disana ..!Jika tidak Aku akan berteriak ..!"Ancam Maria,tapi tidak ada respon dari orang itu.


Bahkan Maria telah bertanya beberapa kali,namun pria ini hanya bisa diam membisu di depannya.


Tap..Tap..!


Suara langkah kaki yang semakin lama semakin mendekat kearah Maria.Wanita ini semakin gemetar disaat bertanya tapi Pria di depannya memilih untuk diam saja.


"Aakhh...!" Teriak Maria saat tangan nya di genggam oleh orang ini. "lepas..!Siapa Kamu..!berani masuk ke kamar orang lain ..!" Tanya Maria lagi.


Bugh...! Pria ini mendorong tubuh Maria keatas ranjang,Maria sangat ketakutan,sebelum nya tidak ada yang berani masuk ke kamarnya,entah kenapa hari ini begitu sial,seseorang bahkan dengan gampang dapat masuk kedalam kamar nya.


Pria ini menindih tubuh Maria,nafas Mereka memburu,detak jantung terdengar begitu kencang dari biasanya nya.


Aroma wine yang tercium oleh hidung Maria sangat kental sekali, sehingga membuat nya sedikit pusing dengan aroma minuman tersebut.

__ADS_1


Pria ini mulai membelai rambut Maria,sesekali mencium nya,membuat Maria memberontak.


Pria ini telah mengunci kedua tangan Maria dengan kuat,disaat melihat Maria tidak diam terus saja memberontak,Pria ini berusaha membuka laci nakas untuk mencari dasi milik nya yang biasa tersimpan disana,dalam keadaan tubuh masih diatas Maria.


__ADS_2