
Sinar mentari memantul di dinding kaca,seseorang menyibak gorden yang menghalang cahaya itu masuk ke dalam kamar.
"ma..ma..ma..!"Bayi yang berusia sa-tu itu sedang merangkak di lantai,Nyonya Flores menoleh ke belakang saat mendengar suara Sulthan.
"Sayang,tunggu sebentar ya,Oma harus menggantikan baju Mama Mu dulu!setelah ini Kita makan ya,tunggu suster datang dulu!" Ucap Nyonya Flores berjalan ke arah ranjang tidur Maria.
Nyonya Flores terkejut melihat gerakan tangan Maria,dan juga gerakan bibirnya.
"Calvin ..!"Teriak Nyonya Flores dengan keras,ia yang berada di kamar sebelah pun kaget,memang ruangan nya tidak kedap suara,jadi ia dapat mendengarnya.
"Calvin ..!"Teriak Nyonya Flores lagi.
Ceklek !
"Mah ada apa ?" Tanya Calvin dalam keadaan. handuk masih di pinggang,sementara di tangannya memegang handuk kecil.
"Maria bergerak!cepat hubungi Dokter Sania,Mama ingin tahu perkembangannya!" Ucap Nyonya Flores tidak sabaran,sambil menggendong Sulthan.
"Tunggu!Aku akan hubungi Dokter Sania!"
Calvin segera kembali ke kamar nya, perawat yang biasa merawat Maria baru datang,dan segera masuk ke dalam kamar tidur Maria.
"Nyonya !" Sapa perawat itu dengan ramah.
"Sus,tolong periksa Maria,tadi Aku melihat tangan nya bergerak,dan ini sudah terjadi ke tiga kali dalam bulan ini !"Ucap Nyonya Flores.
"Dokter Sania akan segera datang!"Ucap Calvin menghampiri Mama nya lagi,setelah berpakaian.
"Bagaimana Sus?"Tanya Nyonya Flores,saat melihat perawat telah memeriksa kondisi Maria .
"Nyonya tidak ada yang salah dengan pasien,semua normal,seperti nya ia akan segera siuman!" Perawat memberikan informasi yang membuat Nyonya Flores tersenyum.
"Benar!Aku sudah lama menantikan itu!" Jawab Nyonya Flores duduk di tepi ranjang,memberikan Sulthan kepada Calvin.
Tok..Tok..
__ADS_1
"Maaf Saya terlambat,di jalan sangat macet !" Ucap Dokter Sania dengan ramah.
Nyonya Flores langsung bangkit dari duduk nya dan menyuruh Dokter Sania segera memeriksa Maria.
Disaat Dokter Sania mau memegang tangan Maria,namun ia langsung membuka matanya,menatap kosong ke arah langit-langit.
"Hah!Maria!" Nyonya Flores begitu terkejut,terlihat sekali,disini yang paling bahagia adalah Nyonya Flores,meskipun Calvin terlihat bahagia ia hanya bisa memendam nya.
"Nona Maria!" Panggil Dokter Sania pelan,setelah hari persalinan terkahir kali,ini baru ia melihat Dokter Sania lagi,setelah sa-tu tahun lamanya.
Meskipun terlihat masih bingung.Namun,Maria terus saja melirik ke arah Calvin yang sedang mengendong Sulthan,ia tidak memindahkan pandangannya.
Calvin menyadari kalau Maria sedang menatap Sulthan,ia segera meletakan Sulthan di samping Maria.
"Ma..ma ..ma ..ma.."Ngoceh Sulthan,saat Calvin membiarkannya duduk disebelah Maria.
Tangan Maria bergerak untuk mengelus Sulthan,Calvin dan yang lain menyadari perkembangan dalam diri Maria,meskipun ia tidak berbicara namun orang yang pertama ingin Maria lihat adalah Sulthan.
"Dok,apa yang terjadi?" Tanya Nyonya Flores mengecilkan suaranya.
"Mama dan perawat temani Maria ke rumah sakit,Aku hari ini ada meeting,Sulthan akan Aku bawa bersama,ada Haris di kantor,ia akan membantu Sulthan !" Ucap Calvin.
Nyonya Flores segera meminta Perawat untuk mengambil perlengkapan yang di perlukan Dokter Sania,ia juga membantu Maria untuk bangun,meskipun Maria dalam keadaan bingung,Dokter Sania tidak membiarkan Maria untuk berjalan sendiri sebelum melakukan terapi ulang.
Calvin memberikan Sulthan kepada Nyonya Flores,lalu ia mengangkat Maria dalam gendongannya,Maria menurut saja tanpa menolak atau memberontak,meskipun belum berbicara,ia tetap dapat melihat Calvin dan Nyonya Flores adalah orang yang selama ini merawat nya.
"Hati -hati !"Ucap Nyonya Flores yang melihat Calvin menuruni anak tangga sa-u persatu.
Dengan sangat hati- hati,Calvin meletakan Maria di jok mobil,sopir akan mengantar Nyonya Flores,dan juga perawat untuk menemani Maria terapi di rumah sakit.
"Pak,hati- hati bawa mobil,jangan ngebut,disini ada orang sakti,di ingat ya !" Ingat kan Calvin yang mengkhawatirkan keadaan Maria.
Disaat Nyonya Flores mau masuk dalam mobil,ia memberikan Sulthan kepada Calvin.
Sulthan anak baik,ia sangat penurut,bahkan ia tidak rewel,ia lebih akrab dengan Calvin.
__ADS_1
Haris datang menjemput Calvin untuk pergi ke kantor,ia segera menyapa Calvin nya dengan sopan.
"Tuan,bisa pergi sekarang ?"Ucap Haris yang turun dari mobil.
"Kamu bantu Aku jaga Sulthan sebentar,Aku mau mengambil keperluan Dia,hari ini Dia ikut Kita meeting!" Ucap Calvin memberikan Sulthan kepada Haris.
Sulthan terlihat tersenyum saat di gendong oh Haris.Tak berapa lama Calvin keluar dengan tas yang berisi banyak keperluan Sulthan,membuat Haris kaget.
"Tuan,kenapa begitu banyak!" Tanya Haris
"Buat jaga- jaga agar tidak merepotkan Mu nanti!" Jawab Calvin meletakan tas itu disebelah nya,lalu Haris memberikan Sulthan kepada Calvin.
Tuan,kenapa Anda membawa nya bersama,bukan kah itu akan merepotkan Anda ?" Tanya Haris saat mobil sudah melaju
"Kamu belum mengenal nya,ia sangat penurut dan juga baik,bahkan ia tidak rewel,jadi Aku yakin ia tidak akan menganggu Kita,atau merepotkan Aku !" Jawab Calvin,yang sibuk bermain dengan Sulthan.
"Haris,ada perkembangan apa?apakah Kamu sudah menemukan latar belakang mantan suami Maria ?" Tanya Calvin di sela- sela ia bermain dengan Sulthan .
"Tidak Tuan,tapi seseorang akan mengirim informasi baru untuk Kita,setelah mendapatkan itu,Aku akan memperlihatkan nya kepada Tuan !" Jawab Haris,masih fokus menyetir.
Ckkiitttttt!
Tiba-tiba Haris mengerem mobil nya mendadak membuat Calvin kaget,dan hampir saja Sulthan lepas di tangannya .
"Apa Kau tidak bisa membawa mobil dengan benar!" Teriak Calvin memegang erat Sulthan,ia sangat gugup saat mengetahui kalau Sulthan hampir lepas di tangannya.ia segera memeluk Sulthan.
"Maaf Tuan,tiba-tiba seseorang menyebrang,jadi Aku segera mengerem mobil agar tidak menabrak nya"Ucap Haris masih dalam keadaan takut,melihat Calvin yang begitu begitu peduli terhadap Sulthan .
Haris segera melajukan kembali mobil,mempercepat kecepatannya agar bisa sampai tepat waktu.
Haris melirik jam yang ada di tangannya,memang waktu meeting akan segera tiba,Calvin tidak pernah telah dalam rapat apapun,ia sangat disiplin dalam bekerja.
Haris segera memarkirkan mobilnya,lalu membantu Calvin untuk mengeluarkan semua keperluan Sulthan termasuk stroller baby does milik Sulthan.
Calvin dengan sangat hati - hati meletakan Sultan di atas stroller nya,agar memudahkan Doa untuk membawanya masuk ke dalam kantor.
__ADS_1
Saat Calvin masuk ke dalam perusahaan nya,semua orang melihat kearahnya,tidak satupun yang melewatkan pemandangan itu.Karena selama ini Bos mereka di kenal dengan pria jomblo belum menikah,tiba- tiba membawa anak ke kantor,membuat semua karyawan terkejut dan penasaran tentang baby yang di bawa Calvin ke kantor.