SuamiKu Angry Birds

SuamiKu Angry Birds
14#Salah Paham


__ADS_3

Mentari mulai terbit,ucapkan selamat pagi kepada sang burung yang berkicau ria,beterbangan kesana dan kemari.


Victor memegang kepala nya yang masih terasa pusing,Dia bangkit dan duduk diatas ranjang.Dia baru menyadari kalau dirinya sedang tidak menggunakan pakaian yang lengkap,bahkan tubuhnya hanya tertutup oleh selimut.


"Haaah!" Mata Victor tertuju kearah punggung yang berbaring di sebelah nya,membelakangi dirinya.


"Ma..Maria?" Gumam Victor melihat tubuh Wanita yang masih berbaring di sebelah nya.


Tok..Tok..Tok..


"Tuan,Oma memanggil Anda!" Seru Aros dibalik pintu kamar pengantin Mereka .


"Tunggu Aku akan segera keluar!" Jawab Victor dari dalam kamar.


"Apa yang terjadi..!" Batin Victor membayangkan kejadian semalam,Victor mulai mengingatnya kembali,lalu mengusap kasar wajah dan mengacak- acak rambutnya.


"Ma..Maria!"Panggil Victor,tapi tidak ada jawaban dari Wanita itu,Victor ingin menyentuh bahu Maria,namun seketika tangannya di tarik kembali .


Victor memalingkan wajahnya lagi dari pandangannya,ingin menyibak selimut,Pria ini sadar saat melihat semua pakaian nya berserakan di lantai,termasuk pengaman sen jatana nya.Lalu mengintip dari dalam selimut dan segera terperanjat saat mengetahui kalau diri nya dalam keadaan te lanjang.


Victor mengalihkan pandangannya kearah Sprei putih yang terkena noda merah,ia baru menyadari kalau Dia sudah salah paham dengan Maria sebelumnya,dan memaksa Wanita ini memuaskan hasrat nya.


Victor segera turun dari ranjang,memungut baju mandinya dan CD nya.Victor segera memakai nya kembali dan keluar dari kamar Maria.


Ceklek ..!


"Haaah..!"Victor kaget saat melihat Aros di depannya,wajah Victor kembali terlihat suram.


"Tuan,apa Anda baik- baik saja..!" Tanya Aros yang melihat raut wajah suram tidak seperti biasanya.


"Tidak!hanya sedikit pusing saja,mungkin karena banyak minum!" Jawab Victor meninggalkan Aros didepan kamar Maria.


"Hiks..hiks.."Maria membuka matanya saat menyadari kalau Victor telah keluar dari kamar tidur nya.


Maria duduk di atas ranjang,sesekali menyeringai kesakitan di bagian milik nya.


Maria juga menyadari kalau tubuh nya di penuhi beberapa tanda kepemilikan yang di berikan oleh Victor semalam .


"Dasar bajing*n..!Brengs*k..!" Umpatnya dalam hati,saat melihat pergelangan tangan yang sedikit membiru,dan seluruh tubuh di penuhi luka gigitan.


Maria kembali menutup tubuh nya dengan selimut,berusaha turun dari ranjang,baru salah kaki nya menginjak lantai,tapi sudah merasakan perih yang cukup menyiksanya,kaki nya gemetar,Maria memegang di tepi ranjang,berusaha menstabilkan tubuh nya agar bisa berjalan kearah kamar mandi.

__ADS_1


Sedikit tertatih,Maria melangkah secara pelan,sesekali merasakan perih yang amat dalam lebih dari luka yang ada di sekujur tubuhnya.


"Aakh..!sstt...!" Maria meringis kesakitan,memegang handel pintu kamar mandi lalu mendorongnya untuk membuka.


Maria menyalakan air keran kedalam bathub untuk berendam,menuangkan anti septi kedalam bathub,tidak lupa juga untuk mengecek suhu air biar tidak terlalu panas.


Memasukan satu persatu kaki kedalam bathub, "Aaahhh....!"Suara teriakan didalam kamar mandi,menutup mulutnya dengan kedua tangan,air mata kembali berlinang dari tempat nya membasahi pipi,sungguh sakit yang luar biasa perih nya,seakan seluruh tulang telah ambruk.


Ceklek....!


"Nyonya,ini Saya Ati,Saya ingin membersikan kamar Nyonya..!"


"Iya..!" Jawab nya dari dalam kamar mandi.


Ati segera menuju ranjang,dan melihat bercak darah yang ada di sprei,Ati segara melepaskan sprei itu dan menggantikan dengan yang lain.


Blam..!


Pintu kamar tertutup,Ati sudah kembali keluar dari kamar Maria,berjalan kearah ruang santai,dimana Oma dan kedua pelayannya yang sedang menemani Oma,satu orang memijit kaki Oma.


"Bagaimana ?" Tanya Oma saat melihat Ati menemui nya.


"Benar Oma,tebakan Oma benar,ada bercak darah di sprei milik Nyonya Muda!"


Titah Oma kepada Ati,lalu tersenyum bahagia.


"Akhirnya Aku akan memiliki cucu !"Gumam Oma.


Tadi pagi Aros telah memberitahukan kepada Oma apa yang ia lihat,Aros yakin jika sesuatu terjadi antara Victor dan Maria,jadi Oma berinisiatif menyuruh Ati untuk membersihkan kamar pengantin Mereka.


"Kalian berdua perintahkan kepada koki,untuk memasak sup kepada Nyonya Muda,dan antar kan sarapan ke kamar nya!" Perintah Oma kepada pelayan yang berdiri di sebelahnya .


Setelah menerima perintah dari Oma,Pelayan tersebut segera pergi ke dapur untuk menemui Koki .


***


"Aaahhh..!Dugh..!" Victor memukul dinding kamar mandinya,berdiri di bawah shower.


"Apa yang Aku lakukan!bahkan Aku memaksa Wanita itu ..!" Gumam Victor lagi masih berdiri di bawah shower,darah segar menetes kelantai dari tangan nya yang terluka.


Victor segera membersihkan tubuh nya,melilitkan handuk di pinggang kekar nya berjalan keluar dari kamar.

__ADS_1


Tubuh nya tinggi dan besar,perutnya yang six pack,membuat ketampanan Victor semakin terpancar,terlebih lagi saat rambutnya basah,alisnya yang tebal,kumis nya yang tipis.


Victor berjalan kearah lemari bajunya,menarik laci tersebut lalu mengeluarkan kotak obat miliknya,mengambil perban untuk membalut tangannya yang terluka.


Membuka lemari besar,mengeluarkan kemeja putih dan jas hitam,serta celana bahan untuk di kenakan nya.


Victor berdiri di depan kaca rias membenarkan dasinya,seketika bayangan Maria yang tengah memohon belas kasihan kepada nya terlintas di ingatan Victor,membuat Pria ini menghentikan tangannya yang sedang memasang dasi.


"Aah..Sial!" Gumam nya lagi,setelah itu mengingat ada noda bercak darah di sprei Maria,pasti Maria akan merasakan sakit yang luar biasa atas ulah nya.


Victor gelisah telah melakukan hal itu dalam keadaan mabuk,jika Dia tidak meminum wine tadi malam mungkin Dia tidak berbuat begitu kepada Maria.


Victor menurunkan satu persatu anak tangga rumahnya.Berjalan menuju ruang makan,disana sudah ada Mark dan Oma menunggu Victor.


Pria ini tidak melihat adanya Maria yang makan bersama dengan Mereka,Victor tidak bertanya ataupun ingin tahu keberadaan Maria.


"Maria tidak ikut makan?apa kaki nya masih sakit,padahal semalam Aku sudah memberikan obat luka kepada nya !"Seru Mark yang melihat Victor menarik kursi.


Victor tidak menjawab,Oma melihat kearah tangan Victor yang terluka.


"Tangan Mu ?" Ucap Oma setelah Victor selesai duduk.


"Tidak sengaja tergores "Bohong Victor,tidak ingin Oma nya bertanya lebih lanjut.


"Ati..!" Panggil Oma


"Iya Nyonya Besar..!"


"Sudah Kamu antar sarapan ke kamar Maria ?" Tanya Oma


"Sebentar lagi Oma,sup nya belum masak !"


"Jangan lupa,segera antar sup nya ..!"


"Baik Oma !"


Ati segera mengundurkan diri ke dapur,Mark melanjutkan sarapannya,sesekali melirik kearah Victor.


"Apa yang Kamu lihat ?"Tanya Victor mengagetkan Mark.


"Uhuk...uhuk...Aku tidak melihat Mu,tapi Aku melihat seseorang seperti tidak berada disini,jiwa di tempat lain,sedangkan raga Mu ada disini!" Sindir Mark,Victor memalingkan wajah nya kearah Mark,dengan tatapan kejamnya .

__ADS_1


"Aku sudah selesai sarapan,Aku akan pergi untu pemotretan majalah !" Ucap Mark,lalu mencium pipi Oma dan berpamitan kepada Mereka.


Oma melirik kearah Victor,karena Oma takut sifat dingin yang di miliki cucunya,Dia tidak akan bertanya mengenai hal semalam kepada cucu nya Jika tidak Victor akan marah.


__ADS_2