SuamiKu Angry Birds

SuamiKu Angry Birds
39.Pertemuan pertama setelah berpisah


__ADS_3

Calvin telah mempersiapkan,semua keperluan yang di perlukan saat acara peresmian pertunangan nya dengan Maria.


"Maria,tolong Kamu lihat apakah cincin ini sudah cocok untuk cincin pertunangan Kita,jika belum Aku akan menyuruh Haris untuk menggantikan nya!" Seru Calvin di ruang tamu,memperlihatkan sebuah cincin berlian kepada Maria,ia tersenyum lalu menjawab pertanyaan Calvin barusan.


"Ini terlalu mewah untuk Saya,apa tidak ada yang lebih sederhana saja?"Maria melihat cincin yang di berikan Calvin.


"Ada yang lebih kecil matanya,dan juga cantik,Kamu bisa lihat di kotak satu nya lagi !" Jawab Calvin yang sedang mencari hotel tempat dimana mereka akan melangsungkan acara pertunangan.


"Aku memilih ini saja!"Jawab Maria memperlihatkan kotak cincin kepada Calvin.


"Baik,yang itu letakan bersama dengan set perhiasan lain !" Maria membantu Calvin menyimpan semua barang yang telah mereka pilih.


"Haris suruh mereka masuk untuk memperlihatkan gaun untuk pertunangan!" Titah Calvin.


Beberapa pelayan desainer yang di perintahkan oleh Calvin datang membawakan beberapa set gaun untuk acara pertunangan mereka.


Semua terlihat mewah dan juga berkesan elegan,membuat Maria sulit untuk memilih.


"Pilihlah satu yang menurut Mu bagus diantara yang lain,dan lihat lah Dia yang bisa membuat Mu nyaman!" Ucap Calvin memegang bahu Maria,berdiri di belakang Maria yang sedang melihat gaun.


"Aku lebih suka dengan yang gaun biru muda,dengan jas Mu yang ini seperti nya lebih cocok Tuan !"Jawab Maria mengambil satu set gaun dan memperlihatkan nya kepada Calvin.


"Berhenti memanggil Tuan,sebentar lagi Kita akan bertunangan dan menjadi suami istri,panggil Aku Mas !" Ucap Calvin memegang wajah Maria,membuat para pelayan memalingkan wajahnya.


Maria mengangguk nya lalu menghindar saat Calvin menatap netra Maria.


"Coba lihat hotel ini,Aku memilih tempat ini yang cocok untuk acara pertunangan Kita!" Seru Calvin memberikan satu majalah kepada Maria.


"Bagus,ini saja sudah cukup,yang lain udah di siapkan semua,Aku akan melihat Sulthan!"Maria beranjak pergi.


"Maria,tolong nanti kirim kan file penting ke email Ku,Aku akan pergi ke hotel ini untuk mempersiapkan acara nya !"Teriak Calvin yang melihat Maria telah keluar lalu wanita itu menganggukkan nya.

__ADS_1


***


Calvin bersama dengan Asisten Haris,pergi ke hotel,dan ia telah membuat janji dengan manager dan pemilik hotel itu sendiri.


"Tuan Calvin ya!" Sapa mereka saat melihat Calvin sudah berada di lobi hotel.


"Iya,dimana Manager ?"


"Tuan,silahkan sebelah sini,karena Mereka telah menunggu Anda dari tadi,mereka datang lebih awal dari yang di janjikan !" Jawab Asisten Manager hotel,membawa Calvin ke ruang pertemuan.


Ceklek !


Pintu ruangan terbuka,terlihat di dalam Victor dan Aros yang sedang menunggu Calvin.


"Selamat siang Tuan Victor !" Sapa Calvin dengan ramah,Victor berjabat tangan dengan Calvin,lalu mempersilahkan pria itu untuk duduk.


Handpone Victor berdering,ia terpaksa mengangkat nya,karena yang menelpon Oma Armani.


"Tidak masalah,dengan siapapun juga bisa,saya cuma harap acara nya berjalan dengan lancar !" Jawab Calvin,Victor segera keluar dari ruangan rapat,disana tinggal lah Calvin dan Aros.


"Mari Tuan Calvin ikut saya!" Aros mengajak Calvin untuk melihat ruangan yang akan di gunakan Calvin Besok malam.


Calvin bersama dengan Asisten Haris,segera mengikuti Aros menuju ruangan di lantai dua.


Calvin meminta Aros untuk mendekor kan tempat itu sesuai dengan keinginannya,ia ingin acara nya mewah dan megah,tidak ada yang kurang.


"Tuan,mohon isi data ini,nanti kita akan mendekor Nama Anda dan pasangan Anda,itu akan Kita paparkan di depan hotel dan di samping pintu Ruangan !"Aros memberikan sebuah table kepada Calvin.


"Biarkan Haris yang mengisi ini,mari Kita pilih warna dan nuansa yang cocok untuk acara Saya!"Aros langsung mengajak Calvin untuk masuk ke sebuah ruangan dekor,yang terlihat banyak sekali pilihan warna dan semua nya cantik - cantik.


"Ini unik,sepertinya ini masih baru ?"Ucap Calvin menyentuh sebuah gambar yang ada di dinding.

__ADS_1


"Dekor itu yang si rancang oleh mantan Istri Tuan Victor,belum ada yang di perbolehkan untuk menyewa atau menggunakan dekor itu,semenjak Tuan dan Nyonya berpisah!" Jawab Aros berjalan melewati dekor yang di lihat oleh Calvin .


"Aku mau yang ini,berapapun biayanya Aku akan membayar!" Ucap Calvin begitu antusias,ia ingin memakai dekor yang di dekor oleh Maria sendiri.


"Tapi Tuan,Tuan Victor tidak akan senang,Tuan pasti tidak memperbolehkan nya!" Jawab Aros sedikit gugup.


"Aku akan berbicara dengan Nya,bilang saja untuk hadiah Sulthan,Aku ingin memberikan dekor yang bagus ini untuk keluarga kecil Ku!" Calvin berharap Aros mau membantu nya untuk berbicara dengan Victor.


"Tuan,Saya akan mencoba nya,jika Tuan Victor menolak,mohon Anda jangan tersinggung!"Ucap Aros memberi peringatan.


"Jika Tuan Victor menolak,Kamu bisa menggantikannya dengan dekor yang lain Aku akan menerimanya!" Jawab Calvin meninggalkan ruangan itu.


"Tuan,ini data nya !" Haris memberikan table ke pada Calvin,Pria itu mengambilnya,lalu memberikannya kepada Aros.


"Aku akan memeriksa nya !" Ucap Aros berjalan meninggalkan Calvin dan Haris di ruang rapat,dengan di temani oleh Manager hotel dan Asisten nya,mereka sedang membahas menu dessert yang akan di persiapkan nya.


Sampai nya Aros di ruang Victor,ia meletakan table itu di atas meja,setelah memberikan salinan nya kepada pekerja yang mendekor nya besok.


Aros meninggalkan kembali ruangan Victor setelah ia meletakan table itu diatas meja Victor.


Lalu berpas-pasan dengan Nyonya Flores dan Maria serta Sulthan.


"Nyonya Flores!" Sapa Aros yang melihat Nyonya Flores,sementara Maria masih di belakang Nyonya Flores.


"Aros,dimana Calvin ?" Tanya Nyonya Flores,yang memang sudah kenal dengan Pria ini.


"Tante,Aku mau ke toilet,seperti nya Aku harus menggantikan popok Sulthan !" Ucap Maria berdiri di sebelah Nyonya Flores,Aros melirik nya saat mendengar suara Maria.


'Nyonya Maria!'Aros menatap ke arah Maria,dan juga anak yang di gendong oleh Maria.


Maria hendak pergi dari sana,namun ia sangat familiar dengan wajah yang ada di depan Nyonya Flores,wajah yang sering ia liat sa-tu lalu,dan orang itu juga sering dulu membantu nya.

__ADS_1


Maria menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap kearah Aros.Pria itu juga menatap ke arahnya,dengan rasa yang tidak menyangka,dan juga tidak percaya dapat bertemu dengan Maria tanpa di duga-duga,padahal ia telah lama mencari sosok wanita itu.


__ADS_2