
Victor masih melihat ke arah Aros,lalu Victor mendekat.
PUK !
"Aros hadiah apa yang Kamu kirim ?"
Tanya Victor menepuk bahu Aros,Pria ini gemetar melihat tatapan Victor.
"Bu..bunga mawar merah Tuan !" Jawab Aros ragu.
Kriing...
kring...
Maria menelpon kembali.Victor segera mengangkat nya.
"Belum pulang juga,dalam sa-tu jam bunga ini masih disini,Kamu akan melihat apa yang bisa ku lakukan !" Ancam Maria,dan kembali mematikan panggilan nya.
"Aros Kita harus segera kembali ke rumah Bagaskara!" Ucap Victor berjalan meninggalkan Aros di tempat.
Aros tanpa menjawab segera pergi menyusul Victor yang telah meninggalkan ruangan rapat.
Didalam mobil,Victor terlihat begitu khawatir dengan kondisi Maria,apalagi saat ini ia sedang mengandung membuta Victor tidak bisa tidak memikirkan Nya,walaupun hanya sedetik.
Sampai di kediaman Bagaskara,Victor segera turun dari dalam mobil tanpa menunggu Aros membuka pintu nya.
Victor berlari kearah teras,disana sudah ada Maria yang menunggu nya dengan kesal.
Bugh !
Maria melempar karangan bunga kearah Victor yang ia ambil di karangan besar di teras.
"Apa maksud Mu kirim ini ?" Tanya Maria kesal,menatap kearah Victor.
"Sayang,Aku tidak mengirim ini,tapi Aros yang memilih Aku tahu tukang bunga pasti salah kirim !"Jelas Victor memegang tangan Maria.
"Jangan sentuh Aku!Kamu bahkan mendoakan Aku cepat mati !apa sudah ada perempuan lain di hati Mu,sehingga Kau menyingkirkan Aku !" Teriak Maria lagi,pernyataannya malah membuat Victor bingung.
"Hiks ..hiks...!"Maria duduk di kursi teras,Victor datang mendekat.
"Sayang ..!"Panggil Victor mendekat.
"Jangan sentuh Aku !" Sekali lagi teriak Maria.
"Nyonya,maaf kurir nya salah mengirim karangan bunga,ini tidak salah Tuan,tapi salah saya,karena saya yang pesan !" Ucap Aros menghampiri kedua nya.
Maria melirik kearah Victor yang sedang menatap nya dengan memelas.
Ckkiiittttt !
__ADS_1
Sebuah mobil box berhenti di halaman Bagaskara.
"Tuan,Nyonya Maaf karang bunga nya tertukar !" Seorang kurir menghampiri ke tiga orang tersebut.
"Cepat bawa kembali bunga ini,jika dalam sa-tu detik tidak kalian ambil,jangan harap besok bisa berjualan lagi!" Ancam Victor menatap kesal kearah kurir.
Kurir itu segera memindahkan bunga itu ke dalam box mobil,dan menurunkan bunga mawar merah yang begitu indah untuk Maria.
"Sayang ini hadiah yang Aku pesan untuk Mu!"Ucap Victor memegang bahu Maria,wanita ini melihat kearah Victor.
Victor segera menyeka air mata Maria, dan mengecup kening istrinya.
"Nyonya sekali lagi saya minta maaf!" Ucap Aros,Maria mengangguk nya,lalu Victor meminta Aros untuk kembali ke kantor.
"Sayang terimakasih hadiah nya !" Seru Maria memeluk Victor.
"Hanya peluk saja ?" Tanya Victor menyempitkan matanya.
Cup !
Maria segera mencium pipi Victor,Pria ini tersenyum lalu mendekatkan diri kearah Maria.
Cup !
Victor men ciu m bi bir Maria dengan lembut,sehingga Maria bisa merasakan sentuhan lembut dari bi bir suaminya.
"Aku bantu bawa ke kamar !"Ucap Victor saat melepaskan ciumannya.
Maria mengikutinya dari belakang,Victor segera membawa kerangan bunga mawar ke kamar Mereka,harum nya begitu wangi,membuat Maria lebih tenang dan rileks.
"Ugh..!" Wanita ini memegang perut nya saat sudah berada di kamar.
"Sayang Kamu kenapa ?"Tanya Victor yang panik,segera meletakan karangan bunga di lantai,lalu menghampiri istrinya yang duduk di tepi ranjang.
"Perut Ku sakit,seperti mules gitu sayang!"Lirih Maria sambil memegang perutnya.
"Tadi pagi Kamu makan apa ?"
Victor membantu Maria membaringkan tubuh nya,lalu mengelus perut Maria dengan pelan,dari raut wajah Victor dapat diartikan Pria ini sedang panik sekaligus khawatir.
"Begini lebih baik!"Ucap Maria,ia merasa enakan setelah Victor mengelus perut nya.
"Istirahat lah,biar Aku menjaga disini!" Ucap Victor menarik selimut menutupi tubuh Maria.
"Bagaimana dengan pekerjaan Mu?"Tanya Maria.
"Aku sudah menyuruh Aros untuk membatalkan semua meeting hari ini !" Jawab Victor kembali mengelus perut istri nya.
*Kriing...
__ADS_1
Kriing*...
"Hallo !" Jawab Victor saat panggilan telah terhubung.
"Tuan, Nona Marisa membuat ke gaduhan di kantor,ia mencoba bunuh diri di lantai atas perusahaan,semua orang menyalahkan Kita yang tidak bisa memberi wewenang kepada karyawan !"Jelas Aros dari balik telepon.
"Apa yang di perbuat Wanita itu !" Tanya Victor dengan kesal,berdiri dari duduk nya.
"Tuan,sebelum nya Nona Marisa membuat pernyataan kalau Nyonya orang ketiga,jadi hari ini ia mau buktikan kalau Nyonya benar orang ketiga dan telah membuat Nona Marisa dalam masalah,sehingga ia memilih untuk bunuh diri!" Sambung Aros lagi.
Victor melangkah ke pintu,lalu memutuskan panggilan nya dengan Aros.
"Sayang apa yang terjadi ?" Tanya Maria,saat melihat Victor ingin melangkah keluar dari kamar.
"Sayang,Aku harus kembali ke kantor !
Cup ! Victor berbalik lagi,dan mencium kening istrinya.
"Apa yang terjadi?"Tanya Maria ulang
"Heeemm..!Marisa membuat kekacauan di kantor,ia mengundang banyak wartawan,ia telah membuat keributan disana!"Jelas Victor,berdiri di dekat istrinya.
"Aku mau ikut !" Ucap Maria ingin turun dari ranjang,namun Victor segera melarang nya.
"Jangan sayang,Kamu harus istirahat,semenjak hamil kondisi Mu begitu melemah!" Victor membelai wajah istrinya,meminta Maria untuk tetap tinggal di rumah.
"Sayang Aku pergi dulu,Aku akan segera kembali kalau masalahnya telah selesai !"Ucap Victor,Pria ini segera keluar dari kamar nya,menuju lantai dasar.
Victor segera melajukan mobil nya,menuju kantor,ia ingin segera menyelesaikan masalah disana,agar tidak melebar,Victor takut mempengaruhi D&G.
Victor juga telah menelpon pihak kepolisian untuk menangani kasus ini,ia tidak ingin banyak orang yang salah paham.
Sampai di perusahaan dengan cepat Victor pergi ke lantai atas gedung,semua karyawan telah berkumpul di luar kantor melihat kearah gedung itu,ada Marisa yang berdiri di pembatas tembok perusahaan.
"Aros !" Panggil Victor saat melihat Aros di pintu lantai atas gedung .
"Tuan Kami tidak bisa kesana, Nona Marisa hanya meminta Tuan saja yang sana !" Ucap Aros menunjukan ke arah Marisa.
Victor segera berjalan kearah di mana Marisa berdiri.
"Apa yang Kamu lakukan,turun sekarang!"Titah Victor dengan kesal.
"Aku tidak akan turun,kecuali Kamu mau mengabulkan sa-tu syarat !"Jawab Marisa,masih berdiri di atas tembok pembatas.
"Apa?"Tanya Victor dengan raut wajah yang marah.
"Ceraikan istri Mu,dan Kita menikah !" Seru Marisa dengan percaya diri.
Mendengar ucapan Marisa membuat Victor semakin marah,yang telah menyuruh nya untuk menceraikan istrinya yang sedang hamil .
__ADS_1
"Bagaimana?"Tanya Marisa lagi.Victor belum menjawab ia masih menatap kearah Marisa,sembari menunggu kepolisian datang.