
Begitu tiba di kediaman Bagaskara,terlihat Mark dan Oma telah menunggu Victor pulang.
Aros telah menjelaskan perihal yang terjadi antara Mark dan Victor,Oma pun tidak bisa melarang apapun hukuman yang akan di berikan oleh Victor kepada Mark.
Ceklek !
Victor melangkahkan kaki nya menuju ruang tengah,Oma segera bangkit dari duduk nya saat melintas Victor mengendong Sulthan.
"Victor !" Panggil Oma mendekat kearah nya.
"Dia!" Sambung Oma lagi melihat kearah Sulthan.
"Dia Anak Ku,Sulthan !"Jawab Victor memberikan Sulthan kepada Oma.
"Oeek..Oeek..!" Sulthan tidak mau di gendong Oma,karena Sulthan tidak pernah melihat Oma sebelumnya.Apalagi setelah kejadian kemarin membuat baby ini sedikit trauma dengan orang asing.
"Oma,Dia belum mengenal Anda,jadi masih sedikit takut!" Ujar Victor kembali memeluk Sulthan.
"Tidak apa-apa,Dia sangat tampan,dan mirip dengan Mu waktu Kamu kecil !"Seru Oma menyentuh wajah Sulthan.
Victor menatap kearah Mark,dengan tatapan datarnya.
"Katakan bagaimana Aku harus menghukum Mu?"Tanya Victor melangkah lebih dekat kearah Mark,"Aku tidak akan mendengar penjelasan Mu,melakukan hal ini,apapun itu yang salah Kamu wajib menerima hukuman nya!"Sambung Victor lagi.
Mark tidak menjawab,ia hanya bisa menundukkan kepalanya saja.
"Aros !"Panggil Victor,Asisten nya segera mendekat."Kirim kan Mark ke kantor polisi,biarkan Dia di hukum selama beberapa tahun!Aku tidak keberatan jika Dia dihukum seumur hidup !"Ujar dengan dingin,lalu berbalik meninggalkan Mereka di ruang tengah.
"Kak!"Panggil Mark yang melihat Victor telah naik ke lantai atas."Aku tidak mau di penjara seumur hidup,beri Aku keringanan nya kak !" Teriak Mark lagi,namun Victor mengabaikannya.
"Oma,Aku mohon,maafkan Aku Oma,kali ini saja!" Ujar Mark memohon kepada Oma,namun saat ini Oma tidak bisa berbuat apapun.Karena Mark telah membahayakan cucu satu-satu nya Oma.
Aros dan di bantu oleh beberapa pengawal,masuk kedalam rumah,untuk membawa Mark ke kantor Polisi.
Meskipun Pria ini memberontak,Oma juga tidak dapat membantu nya,bahkan saat ini Oma juga marah dengan kelakuan cucu kedua nya itu.
__ADS_1
***
Maria buru-buru turun ke lantai dasar,menuju pintu utama,saat mengetahui Victor telah berhasil membawa Sulthan kembali,ia memutuskan untuk datang menjemput Sulthan di kediaman Bagaskara.
"Maria !" Panggil Calvin yang baru saja pulang dari kantor nya.
"Mas,Sulthan sudah kembali,Aku akan menjemputnya,Kamu tahu Victor berhasil membawa Sulthan kembali !" Jawab Maria,memegang tangan Calvin.
"Aku tahu,Aku juga mendapat kabar mengenai hal itu,namun tidak tahu kemana pelaku pergi,tidak ada surat kabar yang menyiarkan pelaku!" Seru Calvin menatap kearah Maria,perempuan yang berstatus sebagai tunangan nya,sangat bahagia mengetahui kembali nya sang Anak.Namun,yang membuat Calvin tidak senang ialah,saat ini Sulthan sedang bersama dengan Victor,jika Maria akan menjemput Sulthan,pasti Mereka bakal bertemu lagi.
"Aku ikut !"Pinta Calvin kepada Maria,"Biar kan Aku mengantar nya !" Sambung Calvin lagi,lalu membuka pintu mobil untuk Maria.
"Baiklah!" Jawab Maria yang sedikit ragu,namun tidak bisa menolaknya.
Sepanjang jalan,Maria mengukir kan kebahagian nya dari sudut bibirnya,yang sudah tidak pernah di lihat Calvin dalam beberapa hari ini.
Namun,hari ini Maria sangat bahagia telah memperlihatkan kebahagian nya kepada Calvin,atas kembali nya sang Anak.Namun,keraguan Calvin mulai menghantui nya,jika Maria masih sangat mencintai Victor,maka posisi nya di samping Maria akan terancam gagal menikah.
'Jika itu terjadi,maka Orang yang seharusnya takut adalah Aku'Calvin terus memandangi wajah Maria yang fokus melihat kedepan .
"Kenapa terus menatap Ku?" Tiba-tiba suara Maria mengagetkan Calvin.
"Tentu Aku bahagia akhirnya Aku dapat melihat Sulthan lagi!" Maria memalingkan wajah nya yang tersenyum kearah samping.Calvin terus fokus menyetir,sampai di depan gerbang rumah besar Bagaskara.
"Aku akan masuk!" Ucap Maria membuka sabuk pengaman.
"Kita masuk sama-sama,Aku juga sekalian berterimakasih !" Sambung Calvin,Maria hanya mengangguk kepala nya saja,ingin menolak namun takut membuat Calvin cemburu.
"Ayooo !" Seru Calvin,sengaja memegang tangan Maria,Wanita ini terkejut namun tidak dapat menolaknya.
Ting..
Tong..
Ting..
__ADS_1
Tong..
Ceklek !
Pintu utama terbuka,bi Ati yang membuka pintu,sebelum dapat melihat dengan jelas,bi Ati sudah kaget duluan saat melihat Maria di depan pintu.
"Nyo..Nyonya Muda,Anda kembali ?" Tanya Bi Ati yang gugup,membuat Maria tersenyum.
"Boleh kah Aku masuk ?" Tanya Maria,saat melihat Bi Ati yang masih melamun.
"Boleh,si..silahkan masuk Nyonya,Aku akan panggilkan Tuan !"Jawab Bi Ati,mengantar Maria keruang tamu,sementara ia segera menuju lantai atas untuk memanggil Victor.
Tok..Tok...Tok..
Bi Ati telah mengetuk pintu begitu lama,namun tidak ada jawaban dari Victor,Karena sudah menunggu 20 menitan di bawah,Maria tidak sabar segera ingin menyusul nya keatas.
"Bi,apa Tuan tidak menjawab?"Tanya Maria,Bi Ati mengangguk nya.
"Biar Saya saja,Bi tolong buatkan jus untuk teman Saya ya!"Ujar Maria sambil tersenyum.
Setelah mendengar perintah dari Maria,Bi Ati segera turun ke lantai bawah,untuk menyiapkan minuman untuk tamu,namun saat Bi Ati melewati ruang tengah,sudah ada Oma yang menemani Calvin.
"Terimakasih,karena telah membantu merawat Cucu Saya selama ini "Ucap Oma,dengan datar tanpa ekspresi.
"Itu sudah tanggung jawab Saya,sebagai calon suaminya Maria !" Jawab Calvin dengan percaya diri,namun Oma tidak menggubrisnya.
"Anda masih muda,dan juga tampan,bahkan sangat kaya,kenapa Kamu tidak mencari Wanita single,kenapa harus ibu dengan sa-tu anak ?" Cibir Oma,tapi kali ini Oma mengembangkan senyuman nya kearah Calvin.
Mendengar mulut Oma yang pedas itu,membuat Calvin tercengang.
"Cinta itu tidak bisa dipaksakan,dengan siapa Kita nyaman maka Kita akan bertahan,biarpun Wanita itu seorang janda,dan lagi pula Saya telah lama mengenal nya,saat ia masih dalam keadaan hamil,bahkan Mama saya sangat senang dengan kehadiran Maria!" Jawab Calvin,sambil menyeruput jus yang di sediakan bi Ati.
"Kadang nyaman di Kita,tidak nyaman di pasangan,itu juga harus di pertimbangkan !" Sambung Oma lagi,masih dengan gaya nya yang santai dan elegan.
"Saya menikahkan Maria dengan Victor karena memang saya mengenal nya dengan sangat baik,ia juga menantu kesayangan Saya!"Oma melirik kearah Calvin yang menatap nya,memperhatikan Oma saat berbicara.
__ADS_1
"Namun apa Kamu tahu,status Maria saat ini bukan lah janda,Mereka masih sah suami istri di mata hukum,karena tidak ada surat cerai tidak antara Mereka !"Sambung Oma lagi.
Calvin baru menyadari nya,kalau Maria belum bercerai dengan Victor,bukan kah itu membuat ia semakin takut akan keputusan nya,jika seandainya Maria kembali apa Victor,orang yang kalah tetap hanya dirinya.