SuamiKu Angry Birds

SuamiKu Angry Birds
73.Malam Telah Tiba


__ADS_3

Maria membuka mata,ia baru sadar kalau ia telah tertidur begitu lama,tapi ia serasa baru tidur sebentar saking nyenyak nya.


"Kepala Ku !"Gumam Maria yang merasa sedikit pusing.


Ceklek !


Pintu kamar terbuka,Maria melihat Victor yang datang menghampirinya.


"Sayang sudah bangun ?" Tanya Victor yang membawa Sulthan bersama nya.


"Iya,tapi kepala Ku sedikit pusing!" Jawab Maria memijit pelan kepala nya.


"Berbaring lah,biarkan Aku mengoles aroma terapi,bagus ini sakit kepala !" Seru Victor meletakan Sulthan di dalam box baby,tapi tidak lupa memberikan sebuah mainan agar anak nya tidak rewel.


"Victor meletakan kepala Maria diatas pa ha nya,lalu mengoles minyak terapi dengan begitu lembut,Pria ini memijit pelan-pelan kepala Maria yang pusing.


"Apa begini sudah mendingan?" Tanya Victor dengan tangan masih memijit Maria.


"Iya lumanyan,ini lebih berasa lega setelah di pijit !"Jawab Maria,Victor membantu istrinya untuk duduk,ia langsung menyimpan kembali minta terapi tersebut di dalam laci nakas.


"Apa Sulthan telah tidur ?" Tanya Maria,melihat kearah box baby.


"Sudah,Aku sudah memberi ia susu formula yang bisa Kamu kasih,makanya Aku tidak membangunkan Mu!" Jawab Victor,lalu berdiri melepaskan kaos nya,ia berjalan kearah kamar mandi.


Terdengar suara air yang jatuh dari shower,Victor sedang melakukan ritual mandinya,ia ini sedang membersihkan tubuhnya.


Maria juga ikut turun dari ranjang,berjalan kearah balkon,diluar terlihat sudah gelap,berarti Maria telah tidur begitu lama.


Tok..Tok..Tok..


"Tunggu !" Sahut Maria saat mendengar suara ketukan kamar nya.


Ceklek !


Seorang pelayan berdiri di depan kamar Maria.Di tangan nya ada nampan berisi dengan banyak hidangan yang telah di siapkan untuk Maria.


"Nyonya,ini menu makan malam Anda,Tuan menyuruh Saya untuk membawa nya ke kamar !" Ucap seorang pelayan yang lebih Tua dari Maria.

__ADS_1


"Siapa nama bibi ?"Tanya Maria kepada wanita itu.


"Saya Bi Nani,saudara nya Bi Ati,Dia sedang mengambil cuti,anaknya baru melahirkan !" Jawab Bi Nani.


"Baik Bi Nani,sini nampan nya biarkan saya saja yang membawa nya masuk,Anda boleh kembali ke bawah,sudah waktu nya untuk istirahat !" Ujar Maria mengambil nampan di tangan Bi Nani.


"Baik Nya,Saya permisi!"


Bi Nani bergegas pergi dari hadapan kamar Maria,wanita ini membawa nampan masuk ke dalam kamar.


Victor yang baru saja keluar dari kamar mandi,dengan handuk masih melilit di pinggang,ia sedang mengeringkan rambut nya dengan handuk kecil di tangan.


"Sayang,ayoo makan sama !"Ajak Maria yang duduk di sofa,dengan mengambil makanan yang ada di nampan.


"Aku sudah makan,Kamu makan saja,setelah itu baru mandi,Aku akan ke ruang baca,jika ada perlu,cari Aku disana!" Pungkas Victor berjalan kearah pintu kamar.


"iya"Jawab nya singkat saat Victor akan


menutup pintu kamar,Pria itu hanya tersenyum lalu menutup pintu kamarnya kembali.


Di ruang baca,terlihat Aros sedang menunggu Victor yang mengambil file penting yang ia simpan di rak buku nya.


"Tuan,hari ini Nona Marisa juga datang ke kantor,ia memberikan kontrak lama yang pernah terputus kepada Ku,ia ingin melanjutkan kontrak itu!" Ucap Aros yang berdiri di depan meja Victor.


"Tolak saja!" Jawab nya tegas,tapi mengejutkan Aros.


"Tuan,saya tau,itu masalah pribadi Anda,namun ia mengancam akan membongkar kan kejadian masa lalu di depan publik,itu akan mempengaruhi perusahaan Kita,apalagi saat ini ada Nyonya disini,apa itu tidak akan membuat nya berpikir macam-macam ?" Aros terlihat sedikit gugup saat menyampaikan pendapatnya kepada Victor.


"Kamu tau,kejadian itu telah di rencana kan oleh keluarga Flores,mereka sengaja menjebak Ku pada masa itu, agar keluarga Octanius tidak mau melanjutkan pernikahan Aku dengan Maria.Namun,saat itu Aku dan Marisa benar tidak terjadi apa-apa,bahkan pada saat itu juga Aku telah membawanya kerumah sakit,dan dokter telah memeriksanya,hasil visum nya menunjukkan pada malam tersebut Aku dan Marisa,benar tidak terjadi apa-apa di dalam kamar hotel !"Jelas Victor panjang lebar.


Prang ...!


Segelas susu hangat jatuh ke lantai,pecahan kaca bahkan mengenai kaki Maria,wanita ini telah berdiri begitu lama di depan ruang baca,ia mendengar semua pembicaraan Victor dan Aros.


"Maria!"Victor bangkit dari duduk nya.


"Nyonya !" Aros juga kita melongo saat mengetahui kalau Maria ada di belakang nya.

__ADS_1


"Aku tidak mendengar apapun!" Ucap Maria,lalu berjongkok ingin membersihkan pecahan gelas,tanpa sengaja,pecahan kaca menggores tangannya.


"Aros besok Kita bicarakan lagi,Kamu sudah bisa pulang,letakan berkas yang mau Aku tanda tangan di atas meja!"Titah nya berjalan kearah Maria.


"Baik,Tuan,saya permisi !" Victor mengangguk nya,Aros segera pergi dari ruangan baca Victor.


"Apa yang Kamu lakukan,pecahan gelas itu sudah melukai jari Mu!" Ucap Victor menarik tangan Maria untuk berdiri.


"Luka di jari ini tidak sebesar dengan luka di hati!"Jawab Maria lirih,dengan pandangan tertunduk,namun bibir nya tersenyum.


Tik ..Tik..


Air mata Maria tanpa sadar terjatuh,Victor menyadari itu.


"sayang,kenapa Kamu menangis?ini tidak seperti yang Kamu pikirkan,itu hanya masa lalu,dan itu benar hanya sebuah jebakan saja !" Ucap Victor memegang bahu Istrinya.


Victor memegang dagu Maria,lalu mengangkat wajah Maria untuk melihat ke arah nya.


"Lihat Aku,itu terjadi sudah lama,sebelum Kita menikah !" Sambung Victor lagi,memegang kedua bahu istrinya.


"Ada beberapa kejadian masa lalu yang kadang bisa datang mengusik di masa depan!" Ucap Maria dengan isak tangis,Victor bingung apa sebenarnya yang membuat Maria begitu sedih.


'Masa lalu,bahkan sekarang wanita itu telah kembali,dulu ada Grace sekarang ada Marisa,nanti siapa lagi yang tidak ku ketahui,datang lagi wanita lain'


Maria menatap lekat ke wajah Victor,tanpa sadar darah di jari tangan nya sudah menetes begitu banyak.


"Sayang,ayoo,Aku akan mengobati luka Mu dulu,nanti baru lanjut bicara lagi!" Victor membawa Istrinya masuk dalam ruang baca,dan Maria segera duduk di sofa yang ada di ruang baca.


Victor membawa kotak P3K untuk Maria,ia segera membersihkan darah di jari Maria,lalu mengoles salap setelah itu baru membalut nya.


"Lain kali jangan seperti ini lagi,apapun yang terjadi biarkan orang lain yang membersihkan pecahan gelas itu,Kamu di larang menyentuh Nya,mengerti !"


Victor menatap ke arah Maria,lalu mengecup jari yang telah di perban,membuat Maria tersenyum.


Maria menyentuh wajah suaminya,membuat Victor tersenyum kearah Nya.


"Apa masih ada wanita lain yang mungkin tidak ku ketahui ?" Tanya Maria,Mendengar ucapan Istrinya,membuat Victor berdiri dan mengerutkan dahinya.

__ADS_1


__ADS_2