
Victor telah menyiapkan semua keperluan nya.Di depan teras sudah ada dua koper besar milik Victor.Maria duduk di kursi,Victor sedang menghubungi Aros untuk menjemputnya.
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Aros datang juga untuk menjemput Victor.
"Tuan,maaf tadi di jalan macet!"Aros segera mengambil koper milik Victor.
"Sayang ...!" Panggil Maria yang mengulurkan tangannya,Victor segera meraih tangan Maria dan mendekati istrinya.
"Ada apa ?kenapa wajah Mu bersedih ?"
Victor berlutut di depan Maria.
"Jangan lama-lama,begitu selesai langsung pulang !"
"Bagaimana kalau Kamu ikut bersama saja !" Victor terlihat tidak bisa meninggalkan istrinya yang sedang hamil.
"Tidak bisa,dua hari lagi Aku harus ke rumah sakit, Dokter Ayu meminta Ku untuk datang lebih awal "
"Pokoknya sebelum Kamu di operasi Aku sudah kembali !" Victor membelai wajah istrinya,menyeka air mata yang tiba-tiba jatuh.
"Sayang,Aku harus pergi sekarang,tunggu Aku pulang,Aku mencintai Mu !"
"Aku juga mencintai Mu !"
Cup !
Mereka berdua bercium*n begitu lama,Victor tidak ingin melepaskan cium*n nya dengan Maria,namun ia harus segera pergi,supaya tidak ketinggalan pesawat.
"Aku pergi dulu !" Ucap Victor segera melepaskan tangan Maria.
"Hati-hati,begitu sampai segera hubungi Aku !"
Maria berdiri di teras sambil melambaikan tangan nya ke arah Victor,mobil Victor sudah berlalu dari halaman rumah Bagaskara.
"Kak !"Panggil Mia yang baru saja keluar.
"Mia!" Maria tersenyum ke arah istrinya Mark.
"Aaaahh....!" Maria memegang perut nya yang sakit,Mia segera membantu Maria.
"Mia,tolong panggil sopir,Aku harus segera ke rumah sakit !"
"Baik,tunggu sebentar !"
Mia membantu Maria untuk duduk di kursi,lalu Mia pergi untuk memanggil sopir.
Oma sudah pergi mengantar Sulthan untuk pergi ke taman kanak-kanak.
"Nyonya ..!"Seorang sopir bersama dengan Mia membantu Maria untuk masuk dalam mobil.
"Aku akan menelpon Mark !" Ucap Mia,segera menghubungi suami nya.
"Mia tolong berikan Aku ponsel,Aku ingin mengirim pesan untuk Victor!"
Mia segera mengambil ponsel milik Maria yang ada di dalam tas nya.
"Sayang,Aku sudah di perjalanan ke rumah sakit,minta Aros untuk menghubungi istri nya,Aku mengalami kontraksi palsu lagi,jadi Aku akan pergi lebih cepat ke rumah sakit !"
Setelah mengetik,Maria segera mengirim nya kepada Victor,namun tidak ada balasan atau panggilan dari sang suami.
__ADS_1
"Ugh..!" Maria kembali mengelus perutnya.
"Kak,Mark akan segera menyusul,ia pergi menjemput Oma dan Sulthan !"
Mia melihat kearah Maria yang sedang menahan rasa sakitnya.
"Kak,apa itu sakit ?"Tanya Mia lagi.
"Semua wanita akan merasakan saat yang begini,jadi Kamu akan tahu bagaimana rasa nya saat Kami mengandung !"
Maria tersenyum,ia memegang tangan Mia,sesekali rasa sakit itu hilang,kadang muncul begitu tidak tertahan kan,bahkan Maria tanpa sengaja meneteskan air matanya .
Sang sopir segera memarkirkan mobilnya,Mia membantu Maria untuk berjalan kearah ruangan Dokter Ayu.
Dokter Ayu yang baru saja selesai melakukan operasi,ia kaget melihat Maria yang sudah tiba di rumah sakit.
"Nyonya,kenapa Anda datang lebih awal?" Tanya nya membantu Maria menuju ruangan nya.
"Aku merasa kontraksi palsu,mungkin disini lebih aman !" Jawab Maria yang menahan rasa sakit.
Mia membantu Maria untuk berbaring di atas ranjang pasien.
"Dok,Anda manggil Saya?"Seorang perawat masuk dalam ruangan Dokter Ayu.
"Panggil teman lain,bawa hospital bed kesini!"Ujar Dokter Ayu,perawat tersebut segera pergi.
Dokter Ayu memasang infus di tangan Maria,lalu mengantikan baju Maria dengan baju pasien.
"Mia tolong periksa ponsel Ku apa Mas Victor menelpon?"
"Tunggu sebentar!"
Ceklek !
Oma yang baru saja datang bersama dengan Mark,Oma mendekati Maria yang masih berbaring di atas ranjang.
"Dok,apa yang terjadi ?" Tanya Oma.
"Hanya kontraksi palsu,terpaksa SC harus di percepat !"
"Kapan mau di SC?"
"Dua hari lagi!"
Oma segera mengambil ponsel untuk menghubungi Victor,namun tidak ada jawaban,bahkan nomer nya tidak dapat di hubungi.
"Kenapa Victor tidak bisa di hubungi?" Tanya Oma kepada Maria.
"Aku sudah mengirim pesan kepada nya,namun belum ada balasan!"
Beberapa perawat masuk ke dalam ruangan Dokter Ayu,Mereka membantu Maria,untuk pindah ke ranjang yang lain.
Mereka segera mendorong Hospital bed Maria menuju ruangan inap.Dokter Sania yang baru saja keluar dari kamar Calvin,melihat kearah Oma dan juga Maria.
"Dok,apa itu Nyonya muda Bagaskara?"Tanya Dokter Sania.
"Iya!Dia mengalami kontraksi palsu,jadi SC nya harus di percepat !"
Jawab Dokter Ayu,Ia segera pergi berlalu dari hadapan Dokter Sania.
__ADS_1
Ceklek !
Maria sampai di dalam ruangan,di tangannya ada ponsel,tapi tidak ada pesan yang di balas oleh Victor.
Maria bukan khawatir dengan dirinya,tapi sekarang malah kepikiran dengan Victor yang dari semenjak pergi,sampai sekarang belum mengabari nya.
"Oma,apa ponsel Victor sudah aktif?" Tanya Maria kepada Oma.
"Belum,Mark sudah menghubungi Aros,mungkin sebentar lagi Aros akan sampai kesini!"
Ceklek !
Aros masuk ke dalam ruangan inap Maria,ia membawa semua keperluan Maria yang di pesan oleh Mark.
"Aros,apa Victor ada menghubungi Mu?" Tanya Maria begitu melihat Aros.
"Saat ini belum,tapi Tuan sudah sampai di Australia,mungkin Tuan masih sibuk"Jawab Aros.
"Yang penting ia sudah sampai,nanti begitu membuka ponsel pasti menelpon kemari!" Ucap Maria sedikit lega.
"Oma,bawalah Sulthan untuk kembali ke rumah,Aku disini di temani Dokter Ayu sama Aros saja!" Seru Maria.
"Benar Nyonya Tetua,biarkan Aku saja yang menjaga Nyonya!"
"Aku dan Mia juga pulang dulu,besok pagi Kami kembali lebih cepat!" Mark juga ikut pamit sekalian mengantar Oma pulang.
"Aros Aku titip Maria,jika ada sesuatu hubungi Aku!"
"Baik Nyonya !"
Mark dan yang lain segera pergi dari ruangan Maria,di dalam ruangan hanya tinggal Aros bersama dengan Dokter Ayu.
Kriing...
Kriing...
Handpone Maria berdering,ia segera melihat,ternyata Victor yang menelpon nya.
"Sayang ..!"Panggil Victor begitu tahu panggilannya telah terhubung.
"Mas!kenapa baru ngabari Aku ?"Tanya Maria saat Victor memanggilnya.
"Sayang maaf,Aku baru sampai di hotel,tadi begitu sampai Aku langsung ke tempat meeting!bagaimana keadaan Mu,apa semua nya baik-baik saja,kalau enggak Mas langsung pulang saja!"
Victor begitu cemas membaca pesan yang di kirim oleh Maria.
"Mas,Aku sudah di rumah sakit,semua nya baik-baik saja,SC nya di percepat,mungkin akan di operasi dua hari lagi!"
"Aku akan pulang besok malam!"
"Bukan kah,bisnis nya sa-tu Minggu sayang!"
"Aku akan berkorban sedikit,Aku akan membatalkan bisnis ini!Sayang Aku tutup dulu ada sesuatu yang harus Aku selesaikan sekarang!"
"Baiklah sayang Miss you!"
"Miss you sayang,cup !"
Maria segera memutuskan panggilannya,lalu melirik kearah Aros yang sedang menjaga nya.
__ADS_1