
Ceklek !
Pintu toilet terbuka,Nyonya Flores membenarkan riasan nya lalu keluar.Namun,sampai di depan pintu ia terkejut,karena wanita yang tadi mengendong Sulthan sudah tidak ada di depan toilet.
Nyonya Flores bergegas untuk menemui Calvin dan juga Maria yang masih dalam ruangan acara pertunangan.
Maria yang melihat Nyonya Flores yang panik,ia segera menghampiri,meninggalkan Calvin bersama dengan rekan bisnisnya.
"Tante ada apa ?dimana Sulthan ?"Tanya Maria yang tidak melihat Sulthan ada di dalam gendongan Nyonya Flores.
"Maaf Maria,Tante salah,Tante ceroboh,Tante tadi ke toilet,terus Sulthan Tante titipkan ke seorang wanita yang menumpahkan minuman ke baju Tante!Dia juga ikut ke toilet begitu Tante keluar,Tante tidak melihat adanya wanita itu !" Hiks ..Hiks
Mendengar pernyataan Nyonya Flores membuat Maria shock,dan tubuhnya ambruk ke lantai,ia masih tidak membayangkan anaknya hilang.
Calvin segera menghampiri Maria dan Mama nya,semua para tamu undangan melihat kearah Mereka bertiga yang sedang panik .
"Ada apa ?"Calvin membantu Maria berdiri.
"Sulthan hilang Mas!Sulthan hilang,dimana Anak Ku!" Ucap Maria yang di peluk oleh Calvin.
"Mah,kenapa bisa Sulthan hilang ?"Tanya Calvin
"Mama juga tidak tau,Mama hanya menitip Dia sebentar lalu masuk ke toilet,begitu keluar wanita tersebut dan Sulthan hilang !" Jelas Nyonya Flores masih sesenggukan menahan tangis.
"Tuan !" Panggil Haris yang baru saja datang.
"Kemana saja Kamu!periksa semua cctv,seseorang telah membawa Sulthan pergi!" Titah Calvin dengan nada tinggi membuat semua para tamu undangan melihat ke arah mereka.
Victor yang baru saja sampai di hotel nya,lalu bergegas masuk ke dalam ruangan,padahal ia berpas-pasan dengan orang yang membawa Sulthan pergi di tempat parkir,namun Victor tidak memperhatikannya,ia saat ini sedang memikirkan untuk menggagalkan pertunangan Calvin dengan Maria.
"Maria ! "
Panggil Victor yang berdiri tidak jauh dari tempat mereka,kedatangan Victor yang tiba-tiba mengejutkan para tamu undangan,meskipun semua nya tamu,Victor pernah menikah,tapi sebelumnya tidak ada yang tahu banyak kalau Maria istri Victor.
Maria menatap kaget kearah Victor yang tiba - tiba saja ada di depannya,melepaskan pelukan Calvin.
__ADS_1
Calvin sendiri tidak kaget melihat Victor ada disana,bagaimana pun ini hotel Victor,wajar saja jika ia datang ke acara pertunangan itu.
"Apa yang terjadi ?"Tanya Victor yang melihat semua orang terlihat panik,Maria masih terdiam,ia baru pertama kali bertemu dengan Victor dan ia jelas menghindar tatapan mata dengan Pria itu.
Victor melirik ke arah jari manis Maria,cincin pertunangan telah tersemat di jari nya,sebuah senyuman terpaksa di ukir oleh Victor di sudut bi birnya.
Tap ..Tap..Tap..
"Tuan Aku sudah memeriksa cctv,dan ini rekaman terakhirnya !" Ucap Haris yang baru saja datang,Victor merasakan semua orang mengabaikan nya.
Haris memperlihatkan layar tablet kepada Calvin,Maria dan juga Nyonya Flores Mereka berempat melihat layar kecil itu,benar seorang wanita membawa Sulthan pergi.
Hotel milik Victor di jaga dengan begitu ketat,penculik tidak bisa masuk ke ruang cctv untuk mematikan cctv,sehingga meninggalkan jejak nya.
"Haris kerahkan semua bawahan Ku ke arah Utara dan Selatan,dan juga blokir semua akses menuju bandara,jangan biarkan penculik ini keluar dari Negar ini!" Ucap Calvin memerintah ke pada Asisten nya.
Victor baru menyadari sesuatu telah terjadi,sebelum nya ia berpikir Maria menangis karena terharu telah di lamar oleh Calvin,namun pemikiran Victor itu salah.
"Apa ada yang mau menjelaskan kepada Saya apa yang terjadi ?" Tanya Victor kepada mereka berempat.
"Tuan !" Aros baru datang,menghampiri Victor.
"Tuan,Sulthan menghilang,seseorang membawa nya pergi !Sulthan Anak Anda !"
Pernyataan Aros membuat Victor kaget,dan membulatkan matanya,ia melihat kearah Maria yang juga menatap nya.
"Katakan,apa itu benar,apa benar Sulthan Anak Ku ?" Tanya Victor mencengkram kuat lengan Maria,membuat Nyonya Flores tersentak,mendengar ucapan Victor,namun berbeda dengan Calvin yang memang sudah tahu.
"Bukan!Dia anakKu!" Jawab Maria menghempaskan tangan nya yang di pegang oleh Victor.
"Kamu !" Victor melangkah lebih dekat kearah Maria,namun Calvin menghadangnya .
"Tuan Victor jaga sikap Anda,Dia calon istri Saya !" Ucap Calvin.
"Ayooo Kita pergi!"Sambung Calvin lagi menarik lengan Maria dan juga membawa Nyonya Flores bersama .
__ADS_1
"Aros siapkan mobil untuk Kita pergi,sekalian kirim kan beberapa pengawal untuk mencari Sulthan di seluruh kota !"Titah Victor pergi meninggalkan ruangan acara pertunangan.
Manager hotel mengurus sisa yang ada di dalam ruangan,dan membubarkan semua tamu,setelah Calvin dan Maria pergi.
*Brruuummm ..
Bruummm*..
tit ..tit..tit..
"Kemana Kita membawa Anak ini ?" Tanya Wanita itu melepaskan pakaian nya tadi mengantikan dengan jas mantel panjang milik nya.
"Kita harus bersembunyi,seperti nya Calvin atau Victor telah mengetahui nya !" Jawab wanita di sebelahnya yang sedang menyetir.
"Airin,cepat sedikit,jangan sampai mereka mengejar Kita!"Sambung Wanita yang mengendong Sulthan.
"Kak,Kau tahu ini adalah jalan pintas yang Kita ambil,tapi Aku masih heran,kenapa Victor mantan Mu itu bisa menikah dengan Maria,yang sekarang malah bertunangan dengan Calvin,yang harusnya disana kan Aku?" Tanya Airin lagi kepada Kakaknya yang bernama Grace.
"Aku terpaksa kembali ke Australia sa-tu tahun lalu untuk menghindari Victor,jika tidak mungkin Aku sudah di bunuh nya saat Mereka tau Aku penyebab Oma nya koma !" Jawab Grace,melihat kearah Sulthan yang tertidur.
"Dia sangat mirip dengan Papa nya, coba saja kalau itu Anak Mu,dengan Kak ipar!" Ucap Airin lagi.
"Diam!nyetir saja yang benar!" Ketus Grace yang kesal.
"Kau sendiri sudah bertunangan tapi tidak bisa mengambil kembali posisi itu,malah membiarkan orang lain merebutnya!"Cibir Grace kepada Airin.
"Apakah ini waktu yang tepat untuk bertengkar ?"tukas Airin yang melirik kearah Grace.
"Semua perlengkapan baby sudah Aku bawa,setelah sampai ke tujuan Kita akan mengantikan popoknya !" Seru Grace memeriksa popok Sulthan yang sudah penuh.
Mobil tersebut melaju dengan kecepatan yang tinggi,mengindari semua pemeriksaan di jalan,karena Airin dan Grace memilih jalan pintas,jalan hutan yang jarang di tempuh oleh orang.
Namun,pada waktu yang sudah habis di lewati jalan hutan itu,satu mobil beserta beberapa pengawal suruhan Victor berdiri di persimpangan jalan,menghadang mereka.
Airin mengetahui hal itu,memperlambat kan jalan mobilnya,lalu melirik kearah Grace.
__ADS_1
Ckkkkiiiittttt !
Airin mengerem kan mobil nya sedikit jauh dari mobil yang menghadang mereka,lalu Airin merogoh ponselnya,begitu juga Grace.