SuamiKu Angry Birds

SuamiKu Angry Birds
84.Morning honey


__ADS_3

Cit..Cit..Cit..


Maria mencoba membuka matanya,ia segera mengucek matanya.Namun,di sisi lain Victor sudah berbaring di sebelah Maria menompang kan kepala nya dengan satu tangan.


"Pagi sayang Cup..!" Ucap Victor sambil mendaratkan sebuah cium*n di pipi sang istri,Maria segera menoleh ke samping melihat Victor dengan senyuman bodohnya di pagi hari.


"Mas,Kamu enggak ke kantor?" Tanya Maria yang kebingungan, melihat sang suami masih di atas kasur.


"Enggak,Aku mau disini saja,bersama dengan istri Ku ini!" Jawab Victor sambil memeluk istrinya yang membuat ia begitu gemes,apalagi melihat keadaan Maria yang hanya berbalut dengan selimut saja.


"Lepas!" Pekik Maria,yang merasakan sesuatu begitu mencekik nya,tangan kekar Victor melingkar di leher Maria,membuat wanita ini tidak bisa bergerak.


"Maaf maaf sayang,habis Kamu begitu menggemaskan!"Ucap Victor kembali mencubit pipi Maria.


"Mas !"Teriak Maria dengan kesal segera bangkit dari duduk nya,ia lupa saat ini dirinya tidak mengenakan apapun.


"Maria ..."Seketika membuat mata Victor melotot melihat kearah Maria,wanita ini belum sadar akan diri nya.


"Sayang ..!"Panggil Victor dengan manja,baru lah Maria sadar kalau saat ini Victor sedang menggoda nya,ia langsung melihat ke bawah,seketika menarik selimut dan menutupi tubuhnya.


Puk !


"Dasar mes*m !" Ketus Maria dengan kesal,sembari melempar bantal kearah Victor,lalu meraih piyama nya di lantai dan segera mengenakan nya.


"Sayang,mandi sama !"Teriak Victor yang masih duduk di atas ranjang.


"Tidak !" Sahut Maria yang sudah sampai di kamar mandi,Victor hanya bisa tersenyum geli melihat sikap istrinya.


Victor menatap layar ponsel milik nya, ada panggilan masuk dari Aros.


"Hallo !"Victor segera meraih celana pendek nya,lalu berjalan ke arah balkon dengan panggilan masih terhubung.


"Tuan,Aku sudah menyiapkan semua bukti,tapi Tuan Calvin telah memblokir semua kerjasama Kita,ia memutuskan semua kontrak dengan D&G,bahkan ada kerjasama yang membuat kita rugi besar,salah satu nya pembangunan apartemen!"Jelas Aros,Victor belum menanggapi penjelasan dari nya,namun Aros masih menunggu.


"Tuan !" Panggil nya lagi,Victor sedang melihat Maria yang sibuk mengibas- ngibas rambut nya yang basah,istri nya yang sedang mengantikan pakaian menjadi tontonan yang menyenangkan buat Dia.


"Tidak masalah,Aku bisa mengatasi nya!" Jawab Victor langsung memutuskan panggilan nya.


"Sayang!"Ucap Victor memeluk Maria dari belakang,ia segera mengambil handuk di tangan Maria dan meletakan nya di balkon di tempat jemuran.


"Duduk disini!" Sambung Victor lagi,menyuruh Maria duduk di depan meja rias.

__ADS_1


Victor segera mengeluarkan hairdryer untuk mengeringkan rambut Maria.


Maria hanya tersenyum melihat Victor dari pantulan kaca,Pria ini begitu lembut mengeringkan rambut istrinya.


Setelah selesai ia segera menyimpan hairdryer di laci,lalu bergegas keluar dari kamar,Maria masih menatap Victor dengan heran,kemana pria itu pergi.


Ceklek !


15 menit berlalu Victor kembali dengan celemek masih terpasang di tubuh nya,ia membawakan sarapan untuk Maria,Wanita ini tersenyum.


"Kenapa ?"Tanya Victor yang melihat Maria hanya tersenyum saja.


"Tidak,Aku pikir Mas tidak bisa memasak selain masak telur !" Cibir Maria.


Victor meletakan nampan berisi sarapan di atas meja,lalu memanggil Maria untuk mendekat.


"Kamu makan saja dulu,Aku mau mandi sebentar !" Ucap Victor mengusap kepala istrinya,lalu membuka celemek,dan masuk ke kamar mandi.


Maria melihat telur rebus,sa-tu mangkuk kecil buah-buahan,dan juga ada dua potong roti dengan selai srikaya,roti nya sengaja di panggang oleh Victor agar menggugah selera bumi yang sa-tu ini.


Segelas susu khusus ibu hamil juga Victor sedia kan,ia tidak ingin anak-nya keruangan nutrisi.


"Sudah siap makan?" Tanya Victor yang sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.


"Mas mau kemana?"Tanya Maria saat melihat sang suami mengeluarkan jas nya.


"Mau pergi ke kantor,ada urusan mendadak!"Jawab Victor sembari mengenakan kemeja nya.


"Hari ini Aku mau pergi untuk pemeriksaan kehamilan !" Ucap Maria yang masih melihat ke arah Victor.


"Nanti minta sopir untuk mengantar Mu sayang,setelah pekerjaan Ku selesai,Aku akan menyusul,datang lah ketempat Dokter Ayu!" Seru Victor mengusap kepala Maria,lalu mengecup nya.


"Baiklah,Aku bisa pergi sendiri sayang!" Jawab Maria tersenyum,lalu bangkit dari duduk nya,mengantar sang suami menuju lantai dasar.


"Tuan !" Sapa Aros,yang menunggu Victor di dekat tangga.


"Ada apa ?" Tanya Victor,tangah Maria masih mengalung di lengan sang suami.


"Tuan..sesuatu terjadi di D&G!"Jawab Aros sesekali melirik kearah Maria.


"Ada apa,katakan dengan jelas!"Sambung Maria yang melihat gelagat Aros.

__ADS_1


"Semua investor membatalkan kerjasama mereka,katanya Tuan Victor membunuh pacar demi pelakor !"Jawab Aros dengan menundukkan kepalanya.


"Saya istri sah,buka perempuan itu!dan Kami memiliki bukti!" Bantah Maria seketika.


"Nyonya memang benar,namun opini publik lebih kuat dari bukti yang Kita perlihat,makanya banyak investor yang mengundurkan diri!"Sambung Aros lagi.


"Tidak masalah,dengan tidak ada nya investor, D&G masih bisa bertahan !"Seru Victor menepuk pelan tangan istrinya yang masih mengalung di lengan nya.


"Mas,Aku mau ikut ke kantor,Aku akan membantu Mu !" Ujar Maria,memaksa untuk ikut bersama dengan Victor.


"Bukannya tadi Kamu mau ke rumah sakit sayang ?"Tanya Victor yang melihat ke arah istrinya.


"Kita pergi setelah pekerjaan Mu siap sayang!"Jawab Maria begitu bersemangat.


"Baik lah,Aros siapkan mobil !"Titah Victor.


"Baik Tuan !"


Aros segera pergi meninggalkan kedua orang tersebut.Oma yang baru saja keluar dari kamar nya,meminta Maria untuk menjaga Sulthan sementara waktu.


"Kamu mau kemana ?" Tanya Oma


"Mau pergi ke kantor Oma,ada apa?" Maria kembali bertanya kepada Oma.


"Oma mau pergi terapi,Oma titip Sulthan ya !"


"Baiklah Oma,Aku akan membawanya bersama !" Sambung Maria lagi.


Setelah berpamitan,Maria dan Victor segera keluar dari ruang Bagaskara menuju mobil,disana sudah ada Aros yang menunggu mereka.


Sepanjang perjalanan Victor menerima panggilan dari berbagai perusahaan mengenai kasus nya yang sedang trending topik,Maria memperhatikan suami nya yang begitu intens.


"Papapapaapa...!" Ucap Sulthan menarik jas Victor,Maria segera melepaskan tangan Sulthan agar tidak menganggu Victor yang sedang menelpon.


"Biarkan saja sayang !"Ujar Victor melihat kearah Maria,Victor segera mengambil Sulthan,dan memangku nya,sambil teleponan dengan beberapa klien.


"Nyonya ini bukti yang akan Kita putar nanti !"


Aros memberikan iPad berisi bukti -bukti kejahatan Marisa dan Calvin kepada Maria.


"Aku akan memeriksa nya!"

__ADS_1


Victor melirik kearah istrinya yang sedang melihat Vidio Dia dan Marisa,vidio ti-ga tahun lalu,dimana saat itu belum ada Maria di kehidupan Victor.


__ADS_2