SuamiKu Angry Birds

SuamiKu Angry Birds
37.Khawatir


__ADS_3

Di dalam ruangan VIP,Calvin menatap layar laptop nya dengan serius,ia melihat situasi yang menegangkan lapangan golf.


Ia segera keluar dari ruangan VIP berniat untuk menolong Maria.Namun,langkah nya terhenti saat melihat Maria memukulkan bola terakhirnya,mimik wajah Maria begitu tenang,Tuan Handoko terlihat begitu santai,namun sebaliknya malah Calvin yang terlihat tegang.


Pria ini langsung melangkah maju,dan berdiri di samping Haris.


"Tuan !"Panggil Haris saat melihat Calvin sudah di sebelahnya.


"Kenapa tidak beristirahat,disini terlalu panas,mohon Anda untuk kembali ke ruang VIP,jika tidak akan berpengaruh pada kesehatan Anda !" Ucap Haris memberi pengertian kepada Calvin.


Maria memukul bola terakhirnya,dan bola itu terbang dengan begitu bagus,Maria yakin kali ini ia akan menang,benar saja bola nya tepat sasaran,babak terkahir di menang kan oleh Maria dengan nilai lebih tinggi dua angka.


Akhirnya membuat Calvin lega,lalu berdiri di sebelah Maria.


"Kamu menang !" Ucap Nya memegang tangan.Maria tersenyum kearah Calvin,namun Tuan Handoko terlihat marah dan murung,merasa di permalukan oleh seorang wanita.


"Tuan jangan lupa perjanjian Anda sebelumnya !"Seru Maria melihat kearah Tuan Handoko.


Pria tua itu terlihat kesal ke arah Maria,namun ia tidak bisa bertindak di depan Calvin,itu bisa membuat perusahaan nya dalam masalah.


Calvin menyuruh Haris untuk merekam Tuan Handoko saat mengelilingi lapangan golf.Sementara Calvin mengajak Maria untuk kembali ke rumah,karena Calvin merasa tubuh nya sedang tidak sehat.


"Maria Kamu bisa menyetir ?"Tanya Calvin kepada Maria.


"Bisa Tuan,saya bisa menyetir !" Jawab nya,Calvin segera memberikan kunci mobil kepada Maria,lalu Maria mengambilnya,dan membuka pintu mobil,ia duduk di kursi kemudi,namun sedikit membuat nya gugup.


"Kenapa ?ayooo nyalakan mobilnya!" Titah Calvin yang duduk di sebelah Maria.


Maria masih terlihat gugup,ia belum menyalakan mobil.


"Tidak apa-apa santai saja!Kamu pasti bisa ?" Ucap Calvin memegang tangan Maria,Wanita ini bukan tidak bisa menyetir hanya saja terlihat gugup saat menyetir di sebelah Calvin.


Dengan rasa percaya diri,Maria menyetir mobil milik Calvin,di sepanjang jalan,Calvin terus menatapnya,ia melihat kearah Maria dan sesekali tersenyum.


*Kriing...

__ADS_1


Kriiing*...


Ponsel milik Calvin berdering,seseorang menelpon nya .


"Hallo !" Jawab Calvin saat ia sudah mengangkatnya.


"Tuan Calvin maaf,Saya. menganggu Anda,Minggu ini saya tidak bisa menerima Anda untuk datang kerumah saya,karena ada proyek di Australia,saya harus kesana!" Ucap Seseorang di balik handpone.


"Tidak masalah,Kita bisa bertemu di lain tempat!" Jawab Calvin dengan ramah,Maria sesekali melirik kearah Calvin yang sedang berbicara dengan ponsel nya.


"Tuan Victor !" Panggil Calvin.


Ckkkiiiiitttt !


Maria kaget saat mendengar nama Victor,ia segera mengerem mobilnya mendadak membuat ponsel di tangan Calvin terjatuh.


"Maaf -maaf "Ucap Maria panik,dan langsung menunduk mengambil ponsel Calvin,Maria kaget melihat nama yang tertera di panggilan masuk.


Calvin mengulurkan tangannya,meminta ponsel yang di tangan Maria.Wanita ini segera memberikan ponsel nya kepada Calvin.


"Kamu tidak apa-apa ?" Tanya Calvin melihat Maria yang ketakutan dan panik.


"Aku..Aku tidak apa -apa !" Jawab Maria gugup,namun ia tidak bisa menyetir mobil lagi.


"Kamu kenapa ?" Calvin kembali bertanya,saat melihat Maria tidak melajukan mobilnya.


"Bisa enggak gantian nyetirnya Aku merasa tidak enak badan!"Ucap Maria melirik kearah Calvin,namun pria ini terlihat heran,dan ingin bertanya kepada Maria.


"Apa Kita perlu ke rumah sakit ?"Tanya Calvin,namun Maria menggeleng nya segera,mereka langsung bertukar tempat duduk .


Blam !


Calvin menutup kembali pintu mobil nya,lalu menyalahkan mobil,Calvin melihat kearah Maria yang masih melamun.


"Maria!" Panggil Calvin saat mobil sudah melaju .

__ADS_1


"iya "Jawab nya singkat menoleh ke arah Calvin.


"Boleh kah Aku bertanya tentang masa lalu ?"Calvin terlihat begitu serius melihat kearah Maria.


"Eemm boleh !"Jawab Maria tanpa ragu,tidak ingin membuat pria ini curiga.


"Siapa orang yang pernah mengisi hati Mu pertama kali ?"Pertanyaan Calvin membuat Maria terdiam.


'apa Calvin menyadari sesuatu,hingga ia mempertanyakan persoalan masa lalu'Maria masih belum menjawab nya,ia masih berpikir.


"Kalau Kamu tidak bisa jawab,tidak masalah lupakan saja pertanyaan Ku tadi,namun Aku berharap sekarang hanyalah Aku yang ada di dalam hati Mu !" Sambung Calvin lagi,masih fokus menyetir.


"Aku akan menjawab nya,bagaimana pun di antara Kita tidak akan ada rahasia,jika ingin melanjutkan masa depan bersama !"Jawab Maria dengan tersenyum membuat Calvin sedikit lega.


"Kami berdua menikah karena di jodohkan oleh kedua keluarga,demi keuntungan bisnis,perlahan-lahan rasa itu sempat muncul,namun semenjak Papa Ku meninggal,dan ibu tiri Ku mengambil alih perusahaan Aku menyadari tidak seharusnya Aku berjuang untuk bisnis yang hasilnya di nikmati oleh orang lain !" Maria terlihat begitu tenang,namun sebaliknya dengan Calvin,ia takut kejujuran Maria membuat nya kecewa.


"Aku menyadari Aku hamil,saat Nyonya Flores menolong Ku di rumah sakit,dengan hari yang sama pula,Aku di usir oleh mantan suami Ku di rumah sakit,atas tuduhan yang tidak ku lakukan !"Sambung Maria lagi,ia masih menghela nafas nya,berharap Calvin tidak kecewa dengan kejujuran Maria.


"Pria itu adalah Tuan Victor Bagaskara !"


Ckkkiiiiitttt !


Kini Calvin yang kaget mendengar nama mantan suami Maria,pria itu adalah rekan bisnis Calvin,yang bahkan sudah sangat dekat,Calvin juga menyadari kalau Victor sangat mirip dengan Sulthan saat pertama kali mereka bertemu.


"Victor Bagaskara ?Groups D&G ?" Calvin melihat ke arah Maria dengan tatapan ingin penjelasan yang memuaskan hati.


"Iya!"Jawab Maria singkat,kali ini ia memilih untuk memalingkan wajahnya.


"Sulthan sudah pernah bertemu dengan Victor ,pantesan saja Aku merasa kalau mereka berdua terlihat sangat mirip dan Bahkan begitu familiar,tidak menyangka kalau Mereka Ayah dan anak !"Seru Calvin melihat ke arah Maria.


"Di..dimana Sulthan bertemu,apakah Tuan Victor tahu kalau Sulthan Anak ku?" Tanya Maria dengan panik.


"Tidak!tapi seharusnya akan segera tau kalau ia dapat memperhatikan Sulthan lebih lama,karena wajah ayah dan anak itu sangat mirip seperti foto copy!"Calvin terlihat sedang menahan kecewanya,namun di tutupi dari hadapan Maria.


"Tuan,Aku mohon ,jangan biarkan Tuan Victor dan sulthan bertemu,karena Aku tidak ingin ia merebutnya dari Ku!"

__ADS_1


Maria memegang tangan Calvin,berharap Pria ini dapat membantu nya dalam bersandiwara.


__ADS_2