SuamiKu Angry Birds

SuamiKu Angry Birds
93.USG,ibu hamil.


__ADS_3

Di ruangan makan,terlihat Victor yang sedang membantu Maria menarik kursi untuk nya.


"Kak ipar sini,biar Aku bantu Kamu ambil sarapan nya !"Ujar Mia.


"Tidak perlu Aku akan menyuapi nya !" Jawab Victor seketika membuat suasana begitu hening.


"Mia,Dia sudah terbiasa begitu "Sambung Maria tersenyum kepada nya.


"Kak,Aku butuh pekerjaan,bisa Kah Aku bekerja di kantor Mu?" Tanya Mark,tiba-tiba membuat Victor menatap istrinya,Oma juga menatap kearah Victor.


"Kebetulan besok Aku akan dinas,Kamu bisa membantu Aros di kantor!"Jawab Victor tanpa melihat kearah Mark.


"Sayang,cepat habis kan sarapan Mu,Kita harus ke rumah sakit !"Ujar Victor,yang sedang menyuapi Maria.


"Sabar,Aku juga harus mengunyah kalau langsung di telan nanti dedek bayi nya keselek bagaimana?"Maria mengerut kan bibirnya membuat Victor tertawa geli.


"Mana ada dedek bayi keselek,ia saja enggak makan yang Kamu makan sayang,ia hanya perlu minum saja !"Jawab victor yang masih tersenyum.


"Emang dedek bayi minum sayang,kan enggak juga,waktu Sulthan dulu enggak gitu!"Maria menatap kearah Victor,kedua orang ini sibuk berdebat berasa masih berlibur di Swiss sehingga melupakan orang yang ada di meja makan sedang memperhatikan Mereka.


"Apa yang kalian debat kan.Nutrisi yang ada di dalam darah akan diserap oleh jaringan pembuluh darah yang mengandung suplai darah bayi,darah berisi nutrisi ini kemudian akan mengalir melalui tali pusar ke tubuh bayi"Jelas Oma panjang lebar,Maria bersama dengan Victor,membulatkan mata nya mereka saling tatap satu sama lain.


"Sia-sia dong makan banyak,yang ada aku gemuk!" Protes Maria.


"Mana sia-sia itu kan nanti menjadi asupan untuk baby!" Sambung Oma,Oma masih sibuk menyuapi Sulthan seperti biasanya .


"Sayang Aku kenyang!" Ujar Maria bangkit dari duduk nya,namun tanpa sengaja kaki nya tersandung.


"Aaahh !"Pekik Maria, seketika Maria tidak dapat mengimbangi tubuhnya.


'Jangan jatuh please!'


Deg..


Deg..


Bugh !


"Makanya hati-hati,tunggu Aku siap kenapa?ini malah langsung jalan sendiri,kalau Aku enggak cepat menangkap nya bagaimana ?"Victor begitu marah saat melihat istrinya akan jatuh.


"Maaf sayang,ini karena perut Aku terlalu perut dengan tubuh Ku yang kurus ini!" Jawab Maria menyalahkan perut buncit nya.


"Kamu sendiri yang ceroboh,malah nyalahin Anak Ku"Ujar Victor membantu Maria untuk berdiri dengan benar.

__ADS_1


"Oma,Aku pergi bawa Maria dulu untuk periksa sekalian USG !" Sambung Victor lagi.


"Hati -hati !"


"Eeemmm!Mark,Kamu langsung ke kantor,disana sudah ada Aros!"


"Baik Kak !"


"Mia Aku titip Sulthan ya " Sambung Maria.


"Iya kak!" Jawab Mia tersenyum.


"Pelan-pelan !" Ingatkan Victor lagi,


"Awas jatuh !"Victor membantu Maria keluar dari ruangan makan.


"Jalan nya enggak perlu cepat-cepat enggak ada yang ngejar!" Maria mengerutkan bibir nya mendengar omelan suaminya uang begitu cerewet.


"Kenapa bibir nya begitu,tidak senang Aku perhatian ?"Tanya Victor yang mulai sensi dengan Maria.


"Mas,kenapa sih,semenjak Aku hamil kok mas lebih seperti perempuan,cerewetnya minta ampun,bahkan ngalah -ngalahin Aku kalau ngomel,kadang mas juga lebih cerewet ketimbang Aku,padahal yang hamil Aku ?"Maria bertanya kepada suaminya karena melihat sikap Victor yang kian hari semakin seperti perempuan sensitif banget.


"Mas juga enggak tau,tiba-tiba merasa lelah melihat kondisi Mu yang begitu,kadang tengah malam mas terbangun hanya untuk melihat kondisi perut Mu!" Jawab Victor membuka pintu mobil untuk Maria .


"Bagaimana duduk nya nyaman tidak ?"Tanah Victor sebelum menyalakan mesin mobil.


"Nyaman Mas,kan mobil ini udah mas modif supaya biar ngerasa di dalam rumah sendiri,padahal Kita sedang di dalam mobil"


"Mobil ini khusus mas beli untuk membawa mu kemana-mana saat sedang hamil !"


Victor segera melajukan mobilnya kearah rumah sakit.Sebelumnya ia telah menghubungi Dokter Ayu,karena mereka akan segera datang ke rumah sakit.


Sampai disana,tanpa sengaja Victor melihat Dokter Ayu bersama dengan Aros sedang melepaskan pelukan satu sama lain,Aros juga terlihat tersenyum kepada Dokter Ayu.


"Mas!"Panggil Maria,yang melihat suami nya tidak memegang tangannya setelah membuka pintu mobil.


"Bukan kah itu Aros mas?"Tanya Maria lagi yang berdiri di sebelah Victor.


"Ia,kenapa Dia disini,mereka juga terlihat akrab,tunggu sebentar Aku akan bertanya kepada Aros !"Victor segera pergi menghampiri Aros yang hendak masuk mobilnya.


"Aros !" Panggil Victor,Aros segera menoleh yang tidak asing dengan suara tersebut.


"Tuan,kenapa Anda disini?"Aros bertanya yang melihat Victor tiba- tiba ada di rumah sakit.

__ADS_1


"Saya membawa Maria,Kamu kenapa disini ?"Tanya Victor kepada Aros.


"Mengantar istri untuk bekerja !" Jawab nya spontan membuat Victor kaget.


"Maksud Saya istri kedua Tuan,he..he..!" Aros terlihat begitu malu,saat ketahuan oleh Victor.


"Sudah berapa lama?"


"Baru ti-ga bulan,mereka tinggal dalam sa-tu rumah Hesti juga menerima Dokter Ayu dengan baik!"


"Yasudah,Mark akan ke kantor tolong bimbing Dia,Aku masih belum bisa ke kantor,atur jadwal perjalanan bisnis Ku besok ke Australia!"


"Baik Tuan!"


Victor segera berbalik dan menghampiri istrinya lagi.


"Bagaimana?"Tanya Maria yang penasaran .


"Kita periksa dulu ya !"


Victor segera membawa Maria ke arah ruangan Dokter Ayu,kebetulan Dokter Sania juga baru sampai ke rumah sakit,dan melihat Maria bersama dengan suaminya memasuki ruangan Dokter Ayu.


"Tuan,Nyonya !silahkan duduk !" Sapa Dokter Ayu dengan begitu ramah.


"Terimakasih Dok!" Jawab Maria yang sedikit bersusah hendak duduk di kursi.


"Apakah pagi ini ada jawab untuk USG?"Tanya Victor begitu pantat sudah menempel di kursi.


"Ada,kalau mau langsung USG,mari langsung berbaring di atas ranjang,biar sekalian saya periksa !"


Victor segera membantu Maria untuk berbaring diatas ranjang.Dengan sangat hati-hati,Victor menaikan kaki Maria yang terlihat begitu bengkak,pantas saja ia susah jalan.


"Tensi darah normal,Hb juga normal,tidak ada masalah,tolong angkat sedikit baju nya!"Titah Dokter Ayu kepada Victor,Dokter Ayu segera memberikan kain untuk menutupi paha Maria.


Terlihat Dokter Ayu mengoles kan cairan Ultrasonic jelly keatas perut buncit Maria,lalu menyuruh kedua nya untuk melihat kearah layar monitor.



"Haaah?"


Dokter Ayu begitu kaget melihat layar monitor ada dua nyawa disana,yang selama ini tidak mereka ketahui.


"Waaah,beruntung sekali,Kalian Bayi nya sehat,bayi nya kembar,berjenis kelamin perempuan !" Ucap Dokter Ayu,Maria dan Victor kaget.

__ADS_1


__ADS_2