
Maria menoleh kearah sumber suara yang ribut,namun ia tidak terlalu memikirkan hal itu,ia memilih untuk melanjutkan berbelanja.
Dugh !
"Aaahh..!"
Seseorang menabrak trolly milik Maria.
"Apa-apaan sih,menabrak orang,punya mata tidak !" Maria marah karena hampir saja ia dan Sulthan jatuh.
Pria yang menabrak Maria segera menarik tangan Maria,dan juga trolly nya untuk bersembunyi.
"Eehhh..apa-apa ini,lepas!"Pekik Maria dengan kesal.
"Ssstttt...!diam,nanti Mereka tau!" Ucap Pria tersebut menutup mulut Maria.
"Victor ..?" Gumam Maria.
"Iya ini Aku !" Jawab Victor kesal,karena baru saja di kejar sama Emak- emak yang memaksa ingin berfoto dengan Dia.
Sudah sa-tu Minggu tidak bertemu,tapi malah dalam keadaan begini.Maria segera mendorong trolly nya meninggalkan Victor sendiri.
"Kenapa Kau pergi ?" Tanya Victor memegang trolly.
"Kenapa Aku tidak boleh pergi,Kamu bisa pergi meninggalkan Aku di rumah sakit !" Jawab Maria,Victor menaikan alisnya,melihat tingkah Maria yang ke kanak-kanakan.
"Bukan kah ini Aku seperti membujuk istri yang sedang marah?"Ucap Victor,melihat kearah Maria .
"Si..siapa yang istri Kamu ?"Maria segera pergi meninggalkan Victor yang memegang trolly.
"Aaaaa...Oekk..Oeek.."Tiba-tiba Sulthan menangis,membuat Victor panik yang baru pertama kali melihat Sulthan menangis,terkahir kali Victor melihat Anak nya menangis saat di culik oleh Grace.
"Apa yang terjadi,kenapa Kau mencubit nya !" Marah Victor kepada Maria.
"Siapa yang mencubit Nya!" Jawab Maria,ia mencari tempat untuk bisa menyusui Sulthan.
"Terus kenapa Dia menangis,sini biar Aku yang gendong!"Victor merebut Sulthan dalam gendongan Maria,membuat Sulthan semakin kencang nangisnya.
"Aaaaaa...Oek...Oek...!"
"Kenapa nangis nya semakin kencang !" Tanya Victor yang bingung.
"Dia haus,Aku harus mencari tempat untuk menyusui Sulthan!"
"Sini ...!"
Victor menarik tangan Maria,membawa Maria ke ruangan tunggu.
"Kamu masuk lah kedalam,Kamu bisa menyusui Sulthan di dalam,Aku menunggu Mu disini !" Ucap Victor.
__ADS_1
Maria segera masuk ke dalam,setelah mengambil Sulthan dalam gendongan Victor.
"Benar tebakan Ku,Mereka pasti berjanji bertemu disini !"Gumam Nyonya Flores,melihat kearah Maria dan Victor yang berdiri di depan ruangan tunggu.
"Aku harus mencari cara supaya mereka tidak kembali bersama!"
Nyonya Flores pergi meninggalkan Swalayan itu,lalu bergegas menuju tempat parkir.
Ceklek ..!
Victor melihat Sulthan yang telah tertidur dalam gendongan Maria.
"Sudah tidur ?"Tanya Victor
"Ia,sudah kenyang!" Maria segera pergi untuk membayar belanjaan nya.
"Tunggu biar Aku saja!" Victor menarik kembali Trolly yang di tangan Maria.
"Aku saja!"Jawab Maria menolak.
"Dia Anak Ku,biar Aku saja !" Victor kembali menarik trolly di tangan Maria,akhirnya Maria mengalah membiarkan Victor yang bayar belanjaan nya.
Maria tersenyum melihat sikap peduli Victor kepada Anaknya.
"Ayoo...!"Victor memegang bag belanja,lalu keluar dari swalayan.
Victor merangkul Maria,wanita ini melirik kearah pria yang lebih tinggi dari nya,ia tersenyum.
"Tan..Tante !" Maria terkejut melihat Nyonya Flores ada di tempat parkir.
"Ayoo pulang..!"Nyonya Flores,menarik tangan Maria yang di rangkul oleh Victor.
"Tunggu !"Victor menarik tangan Maria.
Victor memberikan bag belanja kepada Maria,wanita ini segera mengambilnya.
Melihat Nyonya Flores yang memaksa Maria,membuat Victor marah.
"Tunggu,Nyonya Anda tidak bisa kasar seperti itu kepada Nya!" Victor menghadang mereka .
"Jangan ikut campur,ini urusan keluarga Kami !"Jawab Nyonya Flores.
"Anda lupa,Dia masih istri Saya,jelas Saya keberatan !melihat sikap Anda yang kasar!"Ucap Victor dengan tegas.
Perkataan Victor membuat Nyonya Flores kaget,dan Maria juga ikut terkejut.
"Maria apa-apaan ini ?"Nyonya Flores terlihat marah kepada Maria.
"Tante ini tidak seperti yang Anda pikirkan,ini hanya salah paham saja!Ayoo kita pulang dulu!" Ucap Maria meredakan kemarahan Nyonya Flores.
__ADS_1
"Maria ..!"Panggil Victor lagi,Maria tidak menjawab ia segera masuk ke dalam mobil.
Maria tidak ingin terjadi perdebatan antara Nyonya Flores dan Victor,karena bagaimana pun masalah ini harus di selesai kan dengan baik-baik.
"Maria apa maksud perkataan Tuan Victor tadi !"Tanya Nyonya Flores begitu sampai di rumah Flores.
Akhirnya Maria menceritakan permasalahan yang sebenarnya,ia menceritakan kalau Dia dan Victor belum resmi bercerai,oleh sebab itu Victor masih punya hak atas dirinya.
"Bagaimana bisa,Kamu dan Calvin akan segera menikah!"Tegas Nyonya Flores,
"Tan,bisa tidak pernikahan ini di batalkan ?"Rilih Maria kepada Nyonya Flores.
"Tidak bisa!ini akan membuat keluarga Kami malu,Kamu lupa banyak biaya yang telah Kami keluar kan untuk merawat Sulthan dan Kamu,apa ini balasan Kamu ?" Nyonya Flores tidak ingin membatalkan pernikahan Calvin dan Maria.
Sifat asli Nyonya Flores terlihat begitu jelas di depan Maria,akhirnya Wanita tua ini bersikap begitu tegas di depan Maria untuk pertama kalinya.
"Tante,Anda tidak bisa memaksa dengan siapa Aku menikah,tapi Aku dengan Victor benar belum bercerai,bagaimana pun Dia masih suami Ku!" Tegas Maria.
Kedua wanita ini terus saja berdebat,didalam rumah,semua pelayan kaget melihat sikap Nyonya Flores yang tiba-tiba begitu marah.
"Jika Kamu tidak ingin menikah dengan Calvin,kenapa Kamu menerima nya?apa Kamu hanya ingin menyakiti Anak Ku saja ?" Nyonya Flores mencengkram kuat tangan Maria,lalu Menggoyangkan tubuh Maria yang berdiri di depan Nyonya Flores.
Semua orang tua akan melakukan hal yang sama yang di lakukan Nyonya Flores,namun memaksa seseorang untuk menerima orang yang tidak di cintai nya,itu akan membuat ia tersiksa,terlebih lagi pernikahan ini tidak akan membuat kedua belah pihak bahagia.
Ting tong...
Ting..Tong...
Suara bel rumah Flores berbunyi,Nyonya Flores melirik kearah pintu utama.
"Siapa yang datang ?"Gumam Ia berjalan kearah pintu utama.
Ceklek ..!
"Tuan Victor ?"
Victor langsung menerobos masuk kedalam rumah Nyonya Flores,bersama dengan pengacara yang ia bawa.
"Siapa yang mengijinkan Mu masuk?" Tanya Nyonya Flores yang melihat Victor duduk di sofa.
"Nyonya silahkan duduk Kita akan membahas permasalahan ini!" Sambung pengacara yang di bawa oleh Victor.
"Saya Aditya,pengacara Tuan Victor,saya datang kemari ingin menuntut Anda atas kasus penculikan!" Ucap pria itu memberikan selembar kertas kepada Nyonya Flores.
"Apa - apaan ini,kalian memfitnah?"Ucap Nyonya Flores yang membantah atas tuduhan pengacara Victor.
"Anda tau selama ini kalau Maria adalah istri Tuan Victor,tapi Anda dan Tuan Calvin sengaja menyembunyikan nya dari keluarga Bagaskara!" Sambung Aditya lagi.
Maria kaget mendengar pernyataan pengacara Victor.
__ADS_1
"Tante,apa itu benar ?" Tanya Maria,memegang tangan Nyonya Flores yang memegang surat tuntutan dari Victor.