SuamiKu Angry Birds

SuamiKu Angry Birds
101.Keajaiban


__ADS_3

Maria masih mendekap erat tubuh mungil itu,bahkan Dia tidak melepas pelukan walaupun hanya sa-tu detik.


"Oek...Oek..Oek....!"


"Haah!"


Tangisan baby mengejutkan Maria dan juga Victor,bahkan seisi ruangan terlihat kaget.


Maria segera melihat bayi yang ia peluk sedari tadi,benar saja bayi nya menangis,tangan nya bergerak,saat Maria terdiam,bayi itu menatap kearahnya,meskipun pandangan nya belum jelas,namun netra mata bayi girl membuat Maria bahagia.


"Sayang...Cup!cup!"


"Puji Tuhan,ini suatu keajaiban !"Ucap Dokter Ayu yang tidak percaya.


Victor terlihat begitu bahagia,saat mendengar tangisan baby girl yang berada dalam dekapan ibunya.


"Sayang,kekuatan seorang ibu itu lebih nyata dari apapun!"Ucap Victor memegang bahu Istri nya.


"Selamat Tuan,atas kelahiran baby twin !"Seru Aros mendekat,yang dari tadi hanya berdiri di ambang pintu saja.


"Kak,selamat,boleh kah Aku mengendong ponakan baru Ku ?"Mark sedikit ragu saat melihat netra Victor.


"Boleh,Dokter Ayu berikan Baby nya kepada Paman Mark!"Jawab Victor melihat kearah Dokter Ayu.


"Sayang kira-kira nama apa yang cocok untuk anak Kita ya ?"Tanya Victor duduk di sebelah Maria.



"Anaya dan Shanaya bagaimana sayang ?"Tanya Maria balik .


"Boleh sayang,nama nya cantik !"


Cup,Jawab Victor sembari mengecup pucuk kepala Maria.


"Dok,kapan Istri saya boleh pulang ?" Tanya Victor


"Hari ini juga sudah bisa pulang,kalau memang ingin pulang,nanti Saya yang akan ke rumah,dan kondisi Nyonya Maria juga sudah membaik,Obat yang di berikan kepada Nyonya Maria adalah yang terbaik"


Dokter Ayu mendekati ranjang Maria,lalu mengecek tensi darah nya,ia ingin memastikan kalau Maria sudah dalam kondisi baik -baik saja.


Ceklek !


Saat pintu ruangan Maria terbuka,semua mata tertuju kearah pintu.


"Dokter Ayu !" Panggil Dokter Anwar,Wanita itu melirik,lalu mengangguk nya.

__ADS_1


"Saya permisi sebentar,dan akan segera kembali !" Seru Dokter Ayu,lalu segera pergi menyusul Dokter Anwar.


"Dok,ada apa ?"Tanya Dokter Ayu,begitu mereka sampai di luar ruangan Maria.


"Eeemm,Dok,kondisi Nyonya Flores sangat memprihatinkan,seperti nya jiwa nya terganggu,bahkan sepanjang waktu hanya nama Anaknya yang disebut!" Jelas Dokter Anwar.


"Mungkin itu karma!"Tegas Dokter Ayu,Wanita ini lembut,namun untuk kejahatan seseorang ia tidak pernah berkompromi nya,apalagi menyangkut pasien nya,yang akan membuat Dia dan Suaminya dalam masalah.


"Terus,bagaimana dengan Dokter Sania ?"Tanya Dokter Ayu,menatap tajam kearah Dokter Anwar.


"Tuan Victor tidak mau mencabut laporannya,Dokter Ayu,bantu lah Kami,hanya Anda yang bisa membantu Kami saat ini,mohon bujuk lah keluarga Bagaskara agar mencabut laporannya!"Pinta Dokter Anwar,dengan wajah iba nya.


"Mengenai hal itu maaf,Aku tidak bisa bntu,karena Kami tidak mau melibatkan diri dalam hal itu,maaf saya permisi !"


Dokter Ayu segera kembali ke ruangan Maria,dari bilik pintu Aros mencoba mendengar semua percakapan mereka.


Aros menatap istrinya dengan datar,Dokter Ayu sangat mengerti dengan perubahan wajah Suaminya.


"Sus,bantu persiapkan kepulangan Nyonya Maria ya !"Titah Dokter Ayu,serta menulis resep obat untuk Maria,lalu memberikan kertas tersebut kepada Victor.


"Mark,bantu Aku menebus obat ini!"


"Baik!"


Mark memberikan baby girl kepada Victor yang sekarang di beri nama Anaya sang kakak dan adik bernama Shanaya.


Kini di dalam ruangan hanya tinggal Victor dan Maria,serta kedua baby nya.


Kini kehidupan Mereka telah lengkap,memiliki Anak perempuan dan juga Laki-laki.


Di tempat lain !


Nyonya Flores mendapat tekanan jiwa yang begitu berat,jiwa nya terganggu,bahkan ia selalu berhalusinasi kalau Calvin datang untuk melihat nya,ia sering berbicara sendiri,kondisi nya semakin buruk,bahkan Dokter dan pemimpin rumah sakit berencana untuk mengirim Nyonya Flores ke rumah sakit jiwa untuk di rehabilitas.


Kini Nyonya Flores menjadi tanggung jawab Victor,saat mengetahui tentang kondisi Nyonya Flores,Victor tidak datang untuk melihat nya,tapi ia segera mengirim Nyonya Flores ke rumah sakit jiwa,agar ia segera sembuh,dan dapat keluar dari masa lalu nya yang buruk.


***


Oma Armani menunggu kedatangan Baby Anaya dan Shanaya ke kediaman Bagaskara.Mereka menghias sebagian ruangan untuk menyabut kedatangan Mereka,bahkan Oma mengundang tamu-tamu nya ke rumah Bagaskara.


Sulthan yang berusia dua tahun sudah mengerti kalau dirinya sekarang akan memiliki dua orang Adik Perempuan sekaligus.


"Bi Ati,tolong hidangkan semua makanan ke ruang tamu,biarkan mereka menikmati nya,sembari menunggu Victor dan Maria sampai !" Titah Oma,lalu melirik kearah Mia yang duduk melamun saja.


"Sayang Kamu kenapa ?"Tanya Oma,duduk disebelah Mia.

__ADS_1


"Aku tidak apa-apa,hanya tidak enak badan saja!"Jawab nya,lalu tersenyum.


Ting..tong..ting..tong..!


"Itu pasti Mereka !"Ucap Oma,bangkit dari duduk nya,Oma segera berjalan kearah pintu utama,sementara Mia masih duduk di tempat nya semula,wajah nya lesu,bahkan ia terlihat tidak bergairah.


Ceklek !


"Oma..!" Seru Mark yang berdiri di depan pintu,Oma mengintip kesamping mencari sosok Victor dan Maria.


"Dimana cucu kembar Oma?"Tanya Oma dengan wajah kecewa.


"Ada mereka disana !" Mark menunjuk ke arah mobil yang terparkir agak jauh dari teras.


"Oma akan kesana!"Ucap Oma,ingin menghampiri mereka,namun Mark melarang nya.


"Oma disini saja,biar mereka yang kesini!"


Benar saja,Victor mengendong Maria berjalan kearah teras,sementara baby Anaya di gendong oleh Dokter Ayu,dan Baby Shanaya di gendong oleh Aros.


"Itu Mereka !"


Oma mengembangkan senyuman bahagia nya,ia tidak sehat seperti dulu lagi,namun mendengar cucunya sudah lahir membuat ia kuat seperti saat muda dulu.


Victor menurunkan Maria di depan Oma,lalu Oma dengan bahagia memeluk Maria.


"Sayang,terimakasih banyak,Kamu telah membuat kebahagiaan Oma berkali lipat !" Ucap Oma Armani memeluk Maria.


"Oma,Aku adalah menantu Bagaskara,dan memberi keturunan adalah tugas Ku!" Jawab Maria membalas pelukan Oma.


Mark melihat kearah Mia yang hanya duduk saja,bahkan tidak menyambut Mereka pulang.


"Berikan salah satu nya kepada Oma!"


Aros segera memberikan Shanaya kepada Oma,Sulthan juga tidak terlihat,namun Anak itu sedang sibuk bersama dengan tamu-tamu lain.


"Ayo,masuk kepada Kita berdiri di luar !"Ucap Mark.Mereka semua segera masuk kedalam,Mark ingin menghampiri istrinya yang sedang duduk,belum juga Mark memanggil Mia,tubuh wanita ini merosot ke lantai.


Bugh !


Mia terjatuh ke lantai,membuat semua orang kaget,terlebih lagi Mark yang melihat Mia pingsan.


VICTOR DAN MARIA HIDUP BAHAGIA DENGAN KE TIGA ANAKNYA,BAHKAN MEREKA BERENCANA UNTUK TINGGAL DI AUSTRALIA,UNTUK MENGEMBANGKAN BISNIS MEREKA.SEMENTARA NYONYA FLORES,KINI MENJADI TANGGUNG JAWAB AROS.


KISAH MARK DAN MIA ADA DI SEASON BERIKUT NYA,EKSTRA BAB! TO BE CONTINUE.

__ADS_1


BONUS BAB UNTUK KISAH MEREKA.


__ADS_2