
Maria memegang handel pintu,menghela nafas nya dalam-dalam.
"Eeemmmm..huuufft!" Maria mengelus dada nya.
Ceklek !
Maria membuka pintu kamar,mengintip kedalam kamar,sebelum ia membuka dengan lebar pintu kamar tersebut.
"Eehh..!" Maria tertegun melihat pemandangan di depannya,di atas ranjang,Victor bersama dengan Sulthan yang tidur telanj*ng dada.
Maria melangkah masuk ke dalam kamar,melihat Mereka lebih dekat.Maria tersenyum saat melihat gaya tidur Victor dan Sulthan sama,dari gerak kaki dan tangannya juga sama posisi nya.
'Memang benar Ayah dan Anak,memiliki sifat yang sama !' Maria duduk di tepi ranjang,menyentuh wajah Victor.
"Terimakasih,telah menyelamatkan Sulthan,Kamu telah membawa kembali kebahagian Ku!" Gumam Maria,membelai wajah Victor yang tertidur.
"Aaahh .!"
Bugh !
Victor menarik tangan Maria,dan memeluk wanita itu,dalam tidur nya,membuat Maria kaget,dan tidak bisa bergerak.
Maria berusaha untuk melepaskan pelukan nya,namun Victor malah mempererat kan pelukan.
"Biarkan Aku memeluk Mu sebentar !"Bisik Victor di telinga Maria.Yang mengetahui keberadaan Maria.
"Sejak kapan Kamu tau Aku disini!" Tanya Maria yang masih dalam posisi di peluk Victor.
"Saat Bi Ati mengetuk pintu Aku sudah bangun!"Jawab nya.Maria hanya bisa berdiam,sementara Victor tidak mau melepaskan pelukan nya.
"He..he..he..he..he..!"Sulthan tertawa kecil melihat kearah Victor dan Maria.
"Eeh...lepas,Sulthan bangun !"Maria mencoba melepaskan pelukan nya.
Maria segera membenarkan pakaian nya yang berantakan,lalu duduk di tepi ranjang,mengambil Sulthan yang tersenyum ke arah Maria.
"Mam..ma...ma..ma..tu..tu..!" He..he..Ucap Sulthan,melihat kearah Maria.Membuat Sulthan begitu gemas,Victor segera mencubit pipi Sulthan yang tidak tahan dengan kelucuan Anaknya.
"Oek...Oek...Oek..!"Sulthan menangis karena di cubit oleh Victor.
"Cup ...cup..cup Sayang!mimik cucu dulu ya!" Ucap Maria menenangkan Sulthan.
__ADS_1
Maria melihat kearah Victor,meminta pria itu untuk pergi.Namun,Victor malah berbaring diatas ranjang,dan memejamkan matanya.
"Bisa enggak keluar dulu !"Ucap Maria yang melihat Victor tidak bergerak di tempat tidur.
"Tidak mau !"Jawab nya masih memejamkan matanya.
"Kamu susui saja Sulthan,Aku akan pergi mandi !" Seru Victor turun dari ranjang.Sambil menyusui Sulthan,Maria memperhatikan kamar Victor yang sudah lama tidak ia lihat,kamar nya masih sama saat terakhir kali Maria meninggalkan rumah Bagaskara.
Pandangan nya tertuju kearah bantal,dibawah nya terdapat selembar foto.Maria mengambil nya,Maria terkejut saat melihat foto Maria yang waktu pertama kali ikut syuting bersama dengan victor.
Ceklek !
Pintu kamar mandi terbuka,Maria cepat-cepat menyimpan kembali foto tersebut.Ia segera merapikan bajunya,dan berdiri di tepi ranjang.
"Aku akan keluar,Calvin menunggu Kami di ruang tamu !" Seru Maria,membuat raut wajah Victor masam.
"Pergilah!Aku akan menyusul !" Ucap nya berbalik menghadap lemari baju.
"Apa mau Ku bantu pilihkan baju!"Tawar Maria keceplosan.
Victor membalikkan tubuhnya kearah Maria,Victor langsung menolaknya.
"Tidak perlu,Aku hanya memakai kaos saja !"Tolak nya segera mengeluarkan Kaos hitam milik nya.
Disana sudah ada Oma yang sedang berbincang - bincang dengan Calvin.Maria tersenyum,lalu berjalan kearah Oma,Sulthan merentangkan tangannya kearah Calvin,meminta di gendong oleh Calvin.Pria ini segera bangkit menghampiri Sulthan.
"Biar Aku gendong "Ucap Nya mengambil Sulthan dalam pelukan Maria,adegan itu membuat Oma Armani merasa iri,sedangkan ia belum pernah bisa mengendong Sulthan,sementara Calvin bukan Ayahnya namun bisa sedekat itu dengan nya.
"Maaf merepotkan !" Seru Maria melepaskan pelukan Sulthan kepada Calvin.
"Tidak masalah,Dia kan anak Ku juga !" Jawab Calvin tersenyum,namun Maria merasa canggung di depan Oma.
"Dimana Victor?" Tanya Oma saat Maria duduk di sebelah nya.
"Sedang berganti pakaian,baru siap mandi !" Jawab Maria tersenyum kearah Oma,membuat Calvin melirik kearah Maria.
Suasana terlihat semakin canggung,apalagi Oma yang terus saja melirik kearah Sulthan dan Calvin.Maria juga merasa tidak enakan terlalu berlama di rumah Bagaskara.
Tap..
Tap..
__ADS_1
Tap...
Suara langkah kaki,Victor yang baru saja turun dari tangga.Melihat Victor yang turun menemui mereka,Calvin segera bangkit dari duduknya.
"Tuan Victor !"Sapa Calvin tersenyum,lalu mengulurkan tangannya."Terimakasih telah membantu Kami menyelamatkan Sulthan !" Sambung Calvin,Victor yang mendengar ucapan Calvin melihat Pria itu dengan raut wajah yang masam.
"Tidak perlu sungkan-sungkan,sudah sepatutnya Aku menyelamatkan AnakKu sendiri !"
Jawab Victor mengabaikan Calvin,berjalan kearah sofa dan duduk di depan Oma.
Maria mencoba mencairkan suasana yang canggung,ia segera mengajak Calvin untuk kembali pulang.
"Kalau begitu,Kami pamit dulu,sekali lagi terimakasih banyak !" Ucap Maria mengulurkan tangan nya kearah Victor.
Pria itu segera menjabat tangan Maria,lalu tersenyum datar.Maria juga memeluk Oma dan berpamitan.
Victor mengantar Maria dan Calvin sampai ke teras rumah,Victor menatap ke arah Sulthan yang ada dalam gendongan Calvin.
"Sering-sering main kesini ya sayang !" Ucap Oma menyentuh wajah Sulthan.
Mobil Calvin telah berlalu dari halaman rumah Bagaskara.Namun,pandangan Victor masih fokus melihat kearah pintu gerbang.
"Jika masih Sayang kenapa tidak di pertahankan ?apalagi sekarang ada pewaris keluarga Bagaskara sama Maria!" Pungkas Oma menyentuh bahu Victor.
"Mereka akan segera menikah,Maria telah memutuskan nya!" Jawab Victor berbalik untuk masuk.
"Bagaimana dengan Sulthan?apa Kamu tidak ingin mengambil hak asuh nya?" Tanya Oma lagi.
"Tidak,Aku tidak bisa memisahkan Sulthan dari ibunya !" Jawab Victor singkat.
"Apa kamu tidak memikirkan masa depan Sulthan,sekarang Mereka bisa peduli sama Sulthan,tapi kelak jika Mereka punya Anak sendiri,Anak dari Calvin dan Maria,Sulthan pasti akan terlupakan,saat itu lah datang penyesalan dalam diri mu!"
Pernyataan Oma,membuat Victor terperangah,lalu memikirkan hal yang baru saja di katakan Oma.
"Tapi Aku tidak bisa mengajukan hak asuh Sulthan dalam pengadilan,dari segi apapun Kami telah lama berpisah,dan Maria telah memberikan surat cerai nya kepada Ku !" Jawab Victor.
"Dia memberikan surat cerai kepada Mu,namun Kamu belum menyetujui nya,dan bertanda tangan,pengadilan belum memutuskan itu,jadi saat ini kalian masih berstatus Suami Istri!"
Lagi-lagi pernyataan Oma membuat Victor goyah,Ia sudah berjanji pada Maria tidak akan mengambil Sulthan,namun apa yang dikatakan Oma ada benarnya juga.
"Untuk saat ini,Kita jangan dulu mengusik nya,nanti jika sampai kejadian seprti ini terulang lagi,Aku akan mengajukan hak asuh untuk Sulthan!"Seru Victor berjalan masuk kedalam rumah.
__ADS_1
'Bagaimana pun Aku harus bisa membawa cicit Ku kembali kesini !'
Oma Armani ikut menyusul masuk kedalam rumah,saat melihat Victor sudah berlalu kedalam rumah .