
Victor keluar dari kamar nya,lalu merogoh ponsel yang ada disaku,ia segera menekan tombol kontak,memilih nama Aros untuk di hubungi nya.
"Hallo Tuan !" Jawab Aros seketika,tidak membiarkan Victor menunggu lama untuk memanggil dirinya.
"Aros carikan sate kambing,salad buah,Nasi kucing,burger,kebab,omelet dan juga American pancake,tolong Kamu bawa ke rumah Bagaskara dalam waktu 15 menit!" Ucap Victor
"Tuan,bisa tolong ulangi sekali lagi,Saya belum mencatat nya,takut ada yang ketinggalan!" Tanya Aros gugup.
"Lakukan sekarang,Aku tidak akan mengulangi nya,jika ada yang kurang Kamu akan tau akibatnya !" Ancam Victor lalu mematikan panggilannya.
Victor menyimpan kembali ponsel di saku nya,lalu ia turun ke lantai dasar,untuk pergi ke mini market mencari roti tawar yang di pesan kan istrinya.
Victor juga harus mencari minuman pepaya dingin,kelapa muda dan juga jus melon,Pria ini memijit kepala nya karena pusing mengingat makanan yang begitu banyak,untung ada Aros yang bisa membantu nya.
Victor melihat jam di tangan nya,ia telah pergi selama 10 menit dari rumah,di dalam mobil sudah ada semua pesanan yang di minta oleh Maria,Victor segera pulang .
Mobil Victor sampai di dalam halaman rumah Bagaskara,Victor segera masuk ke dalam rumah,tak lama Aros juga datang dengan berbagai macam makanan yang di pesan oleh Victor.
Ceklek !
Victor masuk ke dalam rumah tapi tidak mendapati ada nya Maria di dalam kamar,Victor baru mengetahui kalau Maria sedang duduk di balkon.
"Sayang ..!"Panggil Maria.
"Sayang Aku pulang !" Jawab Victor meletakan semua makanan dan minuman di atas nakas,lalu Maria masuk kembali dalam kamar.
Tok Tok Tok !
"Siapa ?" Sahut Victor yang mendengar suara ketukan pintu.
"Saya Tuan !"
Ternyata Aros yang datang membawakan pesanan Victor sebelum nya.
Ceklek !
"Masuk !" Ucap Victor membuka pintu,Aros segera masuk membawakan semua makanan ke dalam kamar,meletakan nya diatas meja sofa.
"Tuan ini kucing nya !" Seru Aros memberikan seekor kucing Scottish Fold kepala Victor,Pria ini menyempitkan mata nya melihat kearah Aros.
Maria juga ikut membulatkan matanya.Lalu menatap kearah Victor.
__ADS_1
"Sayang...ini ?" Tanya Maria menunjuk ke arah kucing yang di gendong Aros.
"Kenapa Kamu beli ini ?" Tanya Victor kepada Aros.
"Tapi Tuan Anda bilang Nasi kucing,ini kucing nya,dan nasi ada di dalam bungkusan itu!"Jawab Aros melihat ke arah bungkusan makanan.
"Puufffftt!!" Maria tertawa melihat kearah Asisten dan Bos yang salah tangkap dengan ucapan nya.
"Aku menyuruh Mu beli nasi kucing yang isi nya mini,bukan nasi dan kucing !" Ujar Victor kembali memijit kepala nya lalu menatap kearah istrinya.
"Maaf Nyonya,Aku salah dengar !Aku akan membawa kucing nya pergi !" Ucap Aros berbalik badan.
"Tunggu !" Panggil Maria menghentikan jalan Aros.
"Sekalian bawa ini semua keluar dari kamar,Aku sedang tidak mood untuk makan makanan ini!" Sambung Maria lagi,Victor kaget melihat kearah Maria,menaikan sa-tu alisnya.
"Sayang maksud Kamu apa ?" Tanya Victor memegang tangan Maria.
"Mas,Aku tidak ingin makan,Aku ingin minum pepaya dingin saja,yang lain Aku tidak ingin lagi!" Jawab nya lirih,lalu duduk di sofa.
"Aros bawa keluar semua makanan ini,sekalian bawa pergi kucing ini!" Titah Victor lalu duduk di sebelah Maria.
"Jadi apa yang mau Kamu makan?"Tanya Victor membelai rambut istrinya,meskipun sudah sangat kesal malam-malam di paksa cari makanan begitu banyak,tapi satu pun tidak di makan nya.
"Aku ..?"Victor kaget melihat kearah Maria,Wanita ini segera menganggukkan kepala nya.
"Tapi Kamu tahu,Aku tidak bisa masak ?" Victor segera berdiri,dan menoleh kearah istrinya sambil berkacak pinggang.
"Tidak masalah Ayoo Kita belajar bersama-sama !"Ucap Maria menarik tangan Victor untuk turun ke bawah .
"Tunggu,Kamu sedang apa,pelan-pelan!"Cetus Victor saat Maria menarik tangan nya paksa.
"Tenang saja Aku tidak apa-apa,oke !"Jawab Maria melihat kearah Victor,Mereka berdua berjalan ke arah dapur,disana ada dua orang pelayan yang sedang menyusun belanjaan Mereka tadi.
"Tuan !" Sapa mereka menundukan kepala nya.
"Kalian semua boleh keluar,Kami akan menggunakan dapur untuk masak!" Titah Victor yang berdiri berdampingan dengan Maria.
"Tapi Tuan,Anda mau apa biarkan Kami saja yang masak "Ujar mereka yang masih berada didalam dapur.
"Tidak perlu silahkan keluar !" Titah Victor lagi,dengan tatapan dingin nya,kedua pelayan itu segera pergi meninggalkan dapur dalam keadaan bingung,Maria yang melihat suami nya begitu antusias sangat senang dan tersenyum.
__ADS_1
Victor segera menarik lengan kemeja nya ke atas,dan ia membuka kulkas,mengambil beberapa telor dan juga sayuran yang akan mereka gunakan.
"Sayang sini Aku bantu!"Ujar Maria mengambil mangkuk berisi telur untuk di kocok lepas sama Dia.
"Tidak perlu,Kamu duduk saja disini dengan benar,dan tunggu Aku siap masak !"Pungkas Victor mengajak Maria duduk di kursi.
Maria hanya nurut saja,tapi dalam hati nya ada perasaan tidak enak,ia merasa kalau sesuatu akan terjadi.
Maria memandang keseriusan Victor dalam memasak,Pria ini sudah sampai ke tahap yang akan memotong sayuran yang akan di gunakan.
"Sayang,motong nya enggak seperti itu !"Protes Maria saat melihat potongan sayuran yang begitu besar-besar.
"Kamu lihat saja jangan protes,lihat hasilnya!" Ketus Victor dengan kesal.
Maria yang melihat hanya bisa tersenyum,ia menggelengkan kepala nya.
'Semoga saja ia tidak meledakkan dapur ini !'
Maria merebahkan kepala nya diatas meja,sambil menunggu Victor selesai masak.
Victor dengan cepat menyelesaikan pekerjaan nya,ia juga mengocok telur dengan begitu cepat.
Maria mengucek mata nya yang tanpa sadar tertidur di atas meja,ia melihat di sekitar ruangan yang di penuhi dengan asap.
"Uhuk...uhuk...uhuk..Sayang ..!"Panggil Maria yang melihat kearah tempat dimana Victor berdiri,Pria ini sedang mengibas-ngibas tangan nya,seluruh ruangan di penuhi asap.Maria segera menghampiri Victor.
"Kenapa Kamu kesini,ayooo Kita keluar!" Ucap Victor mengajak Maria untuk meninggalkan dapur.
"Tuan apa yang terjadi ?" Tanya kedua pelayan tersebut.
"Bereskan dapur !" Titah Victor yang pergi bersama dengan Maria ke ruangan makan.
"Kamu duduk disini dulu,ini minum dulu!" Ujar Victor memberikan segelas minuman kepala Maria.
"Sayang wajah Mu"Maria kaget melihat wajah Victor yang acak-acakan akibat gumpalan asap di dapur tadi.
"Ha ..ha..ha...Kamu lucu !"Maria tertawa melihat keadaan suami nya.
"Apa yang Kamu ketawa kan,ini juga karena Kamu meminta Aku untuk masak !" Victor terlihat kesal,ia duduk di depan istrinya.
"Tuan,Nyonya,dapur nya sudah beres,ini masakannya sudah Kami bawa ke sini!" Ucap salah satu pelayan,dengan piring di tangan yang berisi martabak telur.
__ADS_1
"Buang saja Bi,tidak ada yang mau makan,makanan gosong !" Cetus Victor melipatkan kedua tangan nya di dada.
"Jangan,Aku mau !"Jawab Maria seketika,membuat Victor kaget lalu menatap kearah nya.