
Victor masih berdiri di tempat nya semula,lalu sa-tu menit kemudian berbalik ingin meninggalkan Marisa.
"Victor ..!"Panggil Marisa yang ingin mengejar Victor,namun tanpa di duga kaki nya terpeleset sehingga membuat ia jatuh ke bawah.
"Aaahhhhhh....!"
Mendengar teriakan Marisa,Victor berbalik,lalu melihat tubuh Marisa yang melayang,Pria ini segera berlari untuk menangkap nya.
"Marisa ..!" Teriak nya ingin menolong,namun sayang nya Victor terlambat,tubuh Marisa telah terjun bebas ke bawah.
"Tuan!"Panggil Aros yang datang bersama dengan polisi.
"Kami akan memeriksa korban,Tuan bisa ikut Kami untuk memberi keterangan mengenai kasus ini !" Ucap Polisi tersebut,Victor segera berjalan mengikuti Mereka dari belakang,dengan di temani oleh Aros.
Victor melihat tubuh Marisa yang terjatuh kebawah,kepala nya pecah mengeluarkan banyak darah,sehingga membuat Marisa meninggal di tempat kejadian.
"Aku tidak menyangka Tuan Victor dapat membunuh orang !"
Beberapa kata-kata cibiran yang keluar dari mulut karyawan Victor,Aros segera menghentikan mereka.
"Kembali bekerja !"Teriak Aros,semua karyawan membubarkan kerumunan,dan polisi membereskan mayat,serta mengambil beberapa foto sebagai barang bukti.
Aros meminta untuk menemani Victor ke kantor polisi,tapi Victor melarang nya,ia meminta Aros untuk mengambil rekaman cctv yang ada di lantai bawah,dan membawanya ke kantor polisi.
"Lakukan apa yang ku perintahkan,sekalian hubungi pengacara !" Ucap Victor sedikit berbisik kepada Aros.
"Baik Tuan,Aku akan melakukan apa yang Anda perintahkan !"
Victor segera masuk ke mobil polisi,dan pergi bersama dengan Mereka,sementara Aros kembali ke dalam kantor,menyiapkan semua barang bukti yang di minta oleh Victor.
PERUSAHAAN FLORES !
Calvin terlihat begitu bahagia saat mengetahui Victor di bawa oleh polisi,namun ia merasa kesal,karena kematian Marisa,tidak ada lagi orang yang akan membantu nya kelak.
"Haris kirimkan bebepa foto lama tentang Marisa dan Victor kepada perusahaan berita,Kita harus mengiring opini untuk memanaskan suasana nya !" Seru Calvin bangkit dari kursi nya.
"Baik Tuan,saya permisi !" Haris pergi meninggalkan ruangan kerja Calvin .
Tanpa disadari,setetes demi setetes darah mulai menetes dari lubang hidung Calvin.
'Eemm..Aku harus bisa kembali pada rencana Ku,sebelum penyakit nya tambah parah!'
__ADS_1
Calvin meninggalkan ruangan nya,untuk pergi kerumah sakit,ia berencana untuk menemui Dokter Sania.
RUMAH BAGASKARA !
Di rumah Bagaskara,tanpa sengaja Maria melihat berita di televisi,yang menyiarkan tentang kematian Marisa yang di sebabkan oleh Victor.
Disaat Marisa terjatuh Victor ada di tempat kejadian,dan posisi Victor dapat di artikan sebagai pembunuh oleh orang yang melihat nya,karena hanya Victor yang berada di lantai atas dengan Marisa,Victor sengaja mendorong Marisa supaya ia dapat menyingkirkan wanita ini.
Berita yang di tonton oleh Maria membuat diri syok,ia segera bergegas ke pintu utama untuk pergi ke kantor polisi.Namun,disaat Maria membuka pintu ia kaget dengan kedatangan Mark kerumah Bagaskara.
"Mark ?" Ucap Maria dengan takut.
"Kakak ipar,lama tidak bertemu,apa Kamu sendiri di rumah?"Tanya Mark dengan senyuman bahagia di wajahnya.
"Kenapa Kamu bisa bebas?" Tanya Maria yang ketakutan,lalu memundurkan kakinya.
"Aku bertemu dengan orang baik,ada seseorang yang membantu Aku untuk bebas,Kak ipar,lama tidak bertemu,Kamu terlihat begitu cantik !" Goda Mark,yang melangkah maju kearah Maria.
'Dirumah tidak ada orang,mana pelayan sudah pergi berbelanja,yang lain juga temani Oma!Aku harus segera menghubungi Victor '
Maria membalikan tubuhnya untuk mengambil ponsel di atas meja tamu,namun dengan cepat Mark berlari kearah ponsel .
"Berikan ponsel Ku!" Teriak Maria,namun Mark tidak memperdulikan nya ia membaringkan tubuh nya diatas sofa.
"Aku akan memberikan ponsel ini kepada Mu kak ipar,tapi Kamu harus mematuhi perkataan Ku!" Seru Mark melirik kearah Maria,melihat wanita itu secara intens.
"Mark,Kamu pergi dari sini,jangan sampai Victor melihat Mu jika tidak ia akan membunuh Mu!" Ancam Maria,Mark masih tidak peduli.
"Victor?ia tidak akan kembali,karena ia dituduh membunuh karyawan nya sendiri!Kak ipar coba Kamu lihat televisi,ada berita panas,antara Suami Mu dan wanita itu,Aku yakin kali ini Victor tidak akan kembali kerumah,Ia akan menginap disana!" Cibir Mark,Maria melihat kearah televisi,kasus beberapa tahun lalu telah di putarkan kembali,atas permintaan Calvin,Pria itu telah menyusun banyak rencana.
"Mending Kak ipar turuti apa yang jadi keinginan Ku,jangan biarkan Aku menunggu lama !" Sambung Mark lagi,mengedipkan matanya kearah Maria.
Maria segera berlari ke lantai atas menuju kamarnya,disaat ia mau mempercepat kan gerakan nya ia sadar kalau saat ini dirinya tengah hamil,dan kandungan nya lemah,ia tidak ingin anaknya dalam masalah,terpaksa ia hanya bisa naik sa-tu persatu anak tangga,dan itu membuat Mark menangkap nya.
"Kak Ipar !"Panggil Mark menarik lengan Maria,mereka berseteru diatas tangga.
"Lepas,Kau tidak punya hak memegang tangan Ku!" Teriak Maria memberontak.
"Lepas?apa kata Mu?lepas ?"Mark menatap tajam kearah Maria,lalu menyeret paksa wanita itu keatas.
Maria berusaha berpegangan di tembok tangan namun tenaga Mark lebih kuat dari nya.
__ADS_1
"Mark lepas,apa yang kau lakukan!" Teriak Maria lagi,Mark berhasil membawa dirinya naik keatas.
Plak !
Maria menampar wajah Mark,Pria itu terdiam lalu menatap kearah nya,netra nya memerah,emosi nya meluap.
"Kau berani menampar Akun?"Tanya Mark kepada Maria.
"Aku yang mencintai mu,bukan Victor,Aku yang selalu ada untuk mu !"Teriak Mark terhadap Maria,membuat wanita itu ketakutan.
Mark segera menyeret tubuh Maria masuk kedalam kamar nya,Maria berpegangan di pintu tapi dengan kuat Mark menariknya.
"Aahhh!" Maria memegang perut nya,ia merasakan sesuatu.
"Kamu kenapa ?"Tanya Mark.
"Lepas,Kau membuat Ku kesakitan!"Pekik Maria lagi.
Bugh !
Mark mendorong tubuh Maria keatas ranjang,namun wanita ini merasakan sesuatu yang begitu sakit di bagian perutnya.
"Aku tau,Kau sedang hamil kan?" Tanya Mark kepada Maria,wanita ini terkejut,tapi tidak menjawab nya.
"Tidak apa -apa Aku akan membuat anak ini pergi dalam waktu li-ma menit dari sekarang,dan akan di gantikan dengan anak Ku kelak !" Bisik Mark kepada Maria.
"lepas!" Pekik Maria sekali lagi,saat Pria ini memegang kuat tangan Maria.
"Tolong...tolong...!" Teriak Maria dengan keras,namun Mark malah menertawakan nya.
Ha..Ha..ha..
"Teriak dengan keras,tidak akan ada yang menyelamatkan Mu!" Ucap Mark sembari membuka baju nya.
"Apa yang mau Kau lakukan,lepaskan Aku!" Maria terlihat memberontak namun tenaga nya kalah dengan Mark.
Mark segera menarik baju yang di kenakan Maria,sehingga membuat baju Dia robek,dan terbuka.
"Victor....!"
Teriak Maria,saat Mark ingin mencumbu nya dan menjelajahi le her Maria yang berada di bawah nya.
__ADS_1