
Melihat dirinya di permalukan Pak Toni menyimpan dendam kepada Maria,ia ingin membalaskan Perbuatan Maria saat ada kesempatan.
Mereka duduk di bawah tenda,semua minuman dan cemilan telah di sediakan sesuai dari arahan Victor.
Aros menyiapkan kursi Victor kembali berdampingan dengan Maria,mau tidak mau,senang tidak senang,kedua nya harus duduk di kursi yang di siapkan oleh Victor,di depan Orang terpaksa harus bersikap profesional.
Karena rok Maria yang pendek,Victor takut jika ia duduk di depan yang lain,semua mata akan tertuju kepada nya.
"Ambil kan jas saya yang tadi di mobil ini terlalu panas !" Ucap nya melepaskan jas milik nya,lalu meletakkannya diatas paha Maria tanpa melihat kearah Wanita ini.Aros segera pergi ke mobil,dan mengambil jas yang tadi di simpannya.
Maria mengetahui kalau Victor sengaja memberi Dia jas miliknya,agar Maria dapat menutupi pahanya.
Semua orang memperhatikan penjelasan yang di jelaskan oleh Victor,dan juga ia meminta agar sekolah itu cepat selesai,dan meminta Maria untuk menyiapkan desain nya dalam waktu sa-tu Minggu.
'Sa-tu Minggu ?bukan kah itu waktu untuk menyiapkan pernikahan Mu ?' Maria tidak langsung menjawabnya ia masih berpikir sejenak.
"Kenapa apa Kamu tidak sanggup?baru kali ini Groups Flores mengecewakan kerjasama nya!" Victor langsung memalingkan wajahnya kearah lain.
"Aku sanggup,akan Aku selesaikan dalam waktu sa-tu Minggu sesuai dengan permintaan Tuan Victor !"Maria mengulurkan tangannya kepada Victor,Pria ini tercengang melihat sikap Maria,lalu Mereka berjabat tangan,Maria tersenyum ke arah Victor,ia bersikap profesional dalam bekerja tidak ingin melibatkan masalah pribadinya.
"Terimakasih sudah bekerjasama dengan baik !"Ucap Victor kepada Maria,namun raut wajahnya tetap saja begitu datar.
Maria menganggukkan kepala nya,tanpa menjawab.Aros membubarkan semua orang,sementara pertemuan telah berakhir .
Victor meminta Aros untuk segera kembali ke kantor,karena masih ada meeting yang lain.
"Nona Maria,apa Anda mau ikut sekalian dengan Kami?"Ajak Aros,saat Victor sudah di dalam mobil.Tanpa sadar Maria masih memegang jas milik Victor,ia lupa mengembalikannya kepada Victor.
"Aku akan menunggu taxi!" Jawab Maria menolak dengan sopan.
"Tapi di sekitar sini akan sulit menemukan taxi,karena tempat ini belum lama beroperasi jadi belum begitu ramai orang yang tau!" Aros terpaksa mencari alasan lain,agar Maria masih mau ikut kembali bersama dengan Nya.
"Aku sudah merepotkan Anda kedua kalinya !"Ucap Maria yang sedikit sungkan.
"Tidak masalah,Tuan Saya tidak keberatan memberi Anda tumpangan sekali lagi!" Ucap Aros yang sudah membuka pintu mobil dari tadi,mendengar ucapan Aros,Victor langsung menatap pria itu dengan tatapan kejam nya.
Maria segera masuk,dan duduk berdampingan lagi dengan Victor,membuat ia harus bisa menjaga image nya kali ini,tadi pagi ia telah menimbulkan kesalah pahaman antara Mereka berdua.
Tanpa sadar Maria memegang jas milik Victor di tangannya,tidak mengembalikan nya kepada pemilik,padahal Pria itu dari tadi melirik kearah Maria,namun wanita ini tidak sadar akan hal itu.
__ADS_1
"Nona Maria,ini langsung pulang atau mau ke perusahaan Flores dulu ?" Tanya Aros yang sedang menyetir.
"Kalau boleh Aku mau singgah di swalayan sebentar,mau membelikan susu untuk Sulthan,dan Pampers banyak kebutuhan nya yang sudah habis!" Jawab Maria melihat kearah Aros.
'Tuan,ini kesempatan Anda untuk menunjukan hal baik kepada Nyonya !'Aros melirik kearah Victor,namun Pria itu tidak peduli akan hal itu.
"Kenapa Dia minum susu formula,memang nya Kamu tidak menyusui Dia?"
Maria tercengang mendengar ucapan Victor,Pria ini terlalu tidak bisa menahan diri hal seperti itu juga di tanyakan kepada Maria,membuat Wanita ini mengerutkan bibir nya.
"Apa itu penting?mau Dia minum susu formula,atau Asi yang penting Dia sehat!Kamu tau apa tentang Dia ?"Jawab Maria,menatap tajam ke arah Victor,Pria itu juga memandang lekat kearah Maria.
'Haaadeeehhh,Angry Birds ini tidak bisa menahan diri ' Aros menggelengkan kepalanya melihat sikap kedua nya,yang sama-sama keras kepala.
"Kenapa Kamu harus marah,Aku kan hanya bertanya,apakah Aku salah?Dia anak Ku,apapun yang Dia makan Aku berhak tau!" Pungkas Victor lagi,tidak mau kalah dengan Maria.
"Kalau Kamu peduli,kenapa tidak Kamu saja yang menyiapkan keperluan Dia,kenapa mesti Orang lain!" Ketus Maria lagi,membuat Victor tidak bisa menahan diri untuk berdebat dengan Maria.
"Orang lain?Dia calon suami Ku,dan juga Ayah sambung untuk Sulthan,siapa yang Kamu maksud orang lain ?" Tanya Maria lagi,dengan raut wajah yang kesal.
"Seperti nya bukan Sulthan yang membutuhkan sosok Ayah,tapi Kamu yang butuh sosok pria,apa Kamu tidak bisa menahan nya,untuk tidak menikah?"Ucap Victor tegas,melihat kearah Maria.
"Iya Kita berbeda,Kamu terlalu murahan,hanya karena tidak bisa menahan hasrat Mu,Kamu langsung menerima lamaran Pria lain !"
Plak ...!
Perkataan Victor membuat Maria sakit hati,reflek tangan nya melayang kearah pipi Victor.
"Aros berhenti..!"Titah Maria yang sudah tidak bisa menahan diri lagi.
"Tapi ...!" Aros melirik melihat kearah Victor yang terdiam setelah di tampar Maria.
"Kalau Kamu tidak berhenti Aku akan melompat!"Ancam Maria yang mencoba membuka pintu mobil.
Ckkkiiiiiittttt.....!
Aros segera menepi kan mobilnya,Maria juga langsung turun dari mobil Victor.
Blam !
__ADS_1
Maria membanting pintu mobil,Aros melihat raut wajah Victor yang begitu suram,dari spion Aros melirik Maria yang berjalan kearah belakang.
"Tuan,Anda tidak mengejar nya?" Tanya Aros yang melihat Victor melihat ke spion .
"Tidak perlu!Dia bukan anak kecil lagi !" Jawab Victor dengan tegas.
"Tuan,jika Anda terus begini,Anda tidak akan bisa menciptakan kesan baik di depan Nyonya!"Seru Aros,namun Victor masih terdiam.
"Tuan,lihat lah di depan Nyonya, ada segerombolan Pria jahat,Aku yakin Nyonya tdiak akan bisa menghadapi Mereka"Sambung Aros lagi.
"Bukan urusan Kita!jalan kan mobil nya !" Ucap Victor menaikan kaca mobil.
Maria yang turun dari mobil Victor dengan keadaan kesal,setiap Mereka bertemu selalu saja terjadi perdebatan yang tak berujung.
"Dasar Pria,mulut nya macam perempuan,tidak bisa mengalah dengan Wanita !" Gumam Maria dengan kesal,tanpa sengaja menendang kaleng minuman hingga mengenai sekelompok pria.
Dugh !
"Aaah,siapa yang melempar kaleng !" Teriak Pria bertato diantara ke empat pria yang lain.
"Bos,Wanita itu yang menendang nya !" Sambung yang lain.
"Heii,Kau..!"Pria bertato itu berjalan ke arah Maria."Boleh juga ini,untuk makanan Kita hari ini !"Sambung Pria itu,berdiri tepat di depan Maria.
Maria tidak merespon ia segera pergi,namun jalan nya di hadang oleh mereka semua,sehingga membuat ia tidak bisa pergi dari sana.
"Mau kemana ?"Tanya Pria bertato,yang memegang tangan Maria.
"Lepas!" Teriak Maria dengan kesal.
"Kalau tidak Mau ?"Pria itu menantang Maria,dengan cepat Maria menginjak kaki pria itu lalu menendang nya.
Dugh ! "Uukkhhh...!"
Bugh !
"Pegang Dia,berani menginjak Kaki Ku,akan ku patahkan kaki Mu!" Ucap Pria bertato tersebut dengan kesal.
Dugh!
__ADS_1
Maria segera berlari setelah mendorong salah satu pria yang tadi menghadangnya,jurus andalan nya segera keluar,ia harus segera kabur,tidak ada gunanya melawan li-ma Pria tersebut yang bertubuh besar.