SuamiKu Angry Birds

SuamiKu Angry Birds
61.Di kejar Preman


__ADS_3

Maria terus berlari,di kejar oleh li-ma orang preman yang tadi menghadang nya.


Bugh !


Maria menabrak seseorang saat berlari.


"Lepaskan wanita itu,jangan ikut campur !" Teriak Pria bertato tersebut.


"Karena ini terjadi di depan Ku,tentu ini jadi urusan Ku !" Jawab Victor menarik tangan Maria untuk berdiri di belakang nya.


Maria menarik ujung jas Victor,Pria ini melirik kearah Maria."Hati-hati,Mereka terlalu banyak,badannya juga besar!"Bisik Maria mendongak kan kepala nya keatas.


"Apa Kamu sedang mengkhawatirkan Aku?"Tanya Victor kepada Maria.Wanita ini segera melepaskan tangannya.


"Si..siapa yang khawatir!"Jawab Maria mengerutkan bibir nya.


"Kondisi kan bibir Mu kalau tidak Aku akan ci..um nya !"Bisik Victor,Maria segera menutup mulut nya dengan kedua tangannya.


"Hiiiyyaaaakkkk...!"


Dugh !


"Awas ..!"Teriak Maria,yang melihat tongkat baseball melayang kearah Victor.


Victor menghadang tongkat baseball tersebut dengan tangannya.Lalu ia berbalik menatap kearah Preman itu dengan tatapan mengerikan.


Victor segera melayangkan kaki nya kearah ke ti-ga preman secara bersamaan.


Dugh ! Dugh ! Dugh !


Bugh !


"Uuukkkhhh..!" Mereka semua terjatuh,sisa dua orang yang masih berdiri memegang pisau di tangannya.


"Sialan ..!" Gumam Pria itu bergerak mendekati Victor,sebuah pisau dengan ketajaman mata yang luar biasa mengarah kearah Victor.


"Awas..!" Pekik Maria menghadang pisau tersebut.


*Jleb..!


"Aagggrhh* !"


"Maria ..!" Teriak Victor memegang tubuh Maria di depannya.Pisau tersebut menusuk perut rata Maria,Wanita ini kaget membulatkan matanya,menatap kearah mereka.


Wiiiw....wiiw...wiiw...

__ADS_1


"Polisi cepat lari!" Ucap Mereka serentak yang mendengar suara sirine polisi.


"Maria,bertahan lah,Aku akan membawa Mu kerumah sakit !" Ucap Victor memangku tubuh Maria yang penuh darah.


"Heh,Kamu Pria sialan,bisa khawatir juga ya !"Ucap Maria dan tersenyum kepada Victor.


"Kamu boleh mengatakan apapun kepada Ku,setelah Kamu sembuh,tapi sekarang kamu harus bertahan dulu,jangan coba-coba untuk mati,Aku tidak akan membiarkan Mu pergi lagi!" Teriak Victor mengendong Maria ke dalam mobil.


"Pria sialan,Kamu mendoakan Aku cepat mati ya !"Pak,Maria menyentuh wajah Victor,kini wajah nya ternoda dengan darah di tangannya Maria.


"Jangan banyak bicara,Kamu harus selamat !" Ucap Victor membawa Maria masuk dalam mobil.


"Aros ke rumah sakit !"Titah Victor,ia masih memangku Maria dalam keadaan panik.


"Bertahan lah!" Ucap Victor,"Ingat Sulthan,Kamu harus bertahan demi Dia !"Sambung Victor lagi.


Darah yang keluar dari bekas tusukan pisau sangat banyak,membuat Maria begitu lemas.


"Terimakasih !" Ucap Maria tersenyum kearah Maria.


"Sudah ku katakan jangan berbicara!Kamu akan baik-baik saja !" Victor begini panik,melihat ke sasaran Maria yang mulai hilang.


"Aros cepat!"Teriak Victor lagi,membuat Aros gelagapan,menancapkan gas nya,padahal itu sudah yang paling cepat selama ia menyetir.


"Victor ..ukhh!" Maria memegang perut nya.


"Jangan katakan itu,Kita akan merawat Sulthan bersama-sama,bertahan lah!Aku tidak akan membiarkan Mu pergi!"Ucap Victor memegang tangan Maria,Pria ini mengecup tangan Maria berkali-kali.


"Maria Kamu harus bertahan,Kamu harus tau,Aku tidak bisa hidup tanpa Mu,Aku masih bisa tahan melihat Mu bersama dengan yang lain,tapi Aku tidak bisa tahan Kamu pergi selama nya!jadi jangan mencoba untuk pergi dari hidup Ku!"


Ungkapan hati Victor yang selama ini ia tahan,akhirnya ia katakan juga dengan sejujurnya kepada Maria.


"Aku sudah menunggu kejujuran hati Mu,selama setahun,akhirnya Kamu mau juga mengalah dan mengatakan itu,Angry Birds terimakasih sudah mencintai Ku begitu dalam!" Jawab Maria tersenyum kearah Victor,lalu tangannya yang menyentuh wajah Victor terjatuh.


"Maria ...Maria !" Victor panik melihat Maria tidak sadarkan diri denyut nadi nya melemah.


"Aros kenapa Kau berhenti ?" Tanya Victor kepada Aros,yang tiba-tiba menghentikan mobilnya.


"Tuan di depan sangat macet,Kita tidak bisa menerobos nya,tapi rumah sakit tidak jauh lagi!" Seru Aros melihat ke depan,memang begitu macet.


"Aku akan turun,Kamu menyusul lah nanti!" Ucap Victor membuka pintu mobil,Victor segera mengendong tubuh Maria,Pria ini tidak menyerah begitu saja,dengan sabar ia berjalan melewati mobil-mobil yang berhenti di jalan,sehingga membuat kemacetan begitu panjang.


"Uukkh..!Haaah...!" Victor berhenti,sebentar berjalan lagi sampai di depan pintu gerbang rumah sakit.


Security yang melihat Victor,segera manarik kursi roda yang ada di sebelah pos nya,memberikan itu kepada Victor.

__ADS_1


"Tuan gunakan ini !"Ucap Pria itu lebih tua dari Victor.


"Terimakasih pak!"


Victor segera mendorong tubuh Maria ke dalam rumah sakit.


"Dokter ..!Dokter. ..!tolong..!" Teriak Victor bak kesetanan menelusuri lorong rumah sakit,beberapa perawat yang mendengar suara teriakan Victor segera berlari menghampirinya.


"Tuan lewat sini !" Mereka mendorong kursi roda milik Maria ke ruang operasi,Victor mengangkat tubuh Maria,lalu membaringkan nya di hospital bed.


"Tuan,mohon tunggu di luar,biarkan Dokter memeriksanya!" Ucap Perawat tersebut.


"Kami perlu melakukan tindakan operasi,tolong urus prosedurnya di resepsionis!" Sambung Dokter yang baru saja datang .


"Tidak,Aku mau disini,selamatkan Dia,jika tidak ..!" Victor mencengkram kuat kerah baju Dokter Pria yang di depan nya.


"Tuan,mohon bersabar,Aku akan melakukan yang terbaik,tunggu lah di luar!" Ucap Dokter tersebut mencoba melepaskan cengkraman Victor.


Dengan rasa yang bersalah,dan pasrah,Pria ini langsung keluar dari ruangan operasi,dan menunggu Maria dari luar.


"Tuan,bagaimana Nyonya ?" Tanya Aros yang baru saja datang,dengan nafas yang masih memburu.


"Dokter sedang melakukan tindakan operasi kepadanya "Jawab Victor duduk di depan ruangan.


"Apa perlu menghubungi Tuan Calvin ?" Tanya Aros kepada Victor.


"Tidak perlu,setelah operasi saja Kita kabari Dia !"Jawab Victor menutup wajah dengan kedua tangannya.


Victor bangkit dari duduk nya,lalu mondar mandir di depan ruangan,ia tidak peduli dengan baju nya yang sudah kotor dengan noda darah,ia masih setia menunggu operasi itu selesai.


'Maria bertahan lah,Aku tidak akan membiarkan Mu kali ini pergi dari kehidupan Ku,Aku akan menebus kesalahan Ku!'


Sesekali Victor menatap lampu yang berada diatas pintu ruangan operasi.


Pip...!


Lampu Merah berubah menjadi hijau,pertanda oeprasi selesai.


Ceklek !


Pintu ruangan operasi terbuka,terlihat Dokter yang mengoperasi Maria melepaskan masker di wajahnya,lalu menatap kearah Victor dengan wajah masamnya.


Victor menatap Dokter dengan curiga,ia takut kabar buruk yang akan di berikan oleh Dokter yang mengoperasi Maria barusan.Membuat Victor tidak sanggup mendengarkan nya.


"Tuan,maaf ..!Kami telah berusaha,namun ternyata Kami tidak bisa menyelamatkan nya !"Ucap Dokter tersebut dengan wajah lesu nya.

__ADS_1


Victor kaget bak di sambar petir mendengar pernyataan Dokter.


__ADS_2