
Maria membuka map berwarna kuning,yang ia ambil dari Oma Armani.Maria melihat dengan seksama dimana salahnya surat ini.
"Kamu belum bertanda tangan !"Ujar Oma,membuat Maria kaget.
"Bagaimana bisa ?Aku telah mengajak secara baik-baik untuk berpisah dengan Victor,setelah itu ia menyetujui nya Aku memberikan surat ini kepada Nya !"Pungkas Maria membenarkan perkataan Dia sebelumnya.
"Memang Dia menyetujui nya,tapi Kamu tidak bertanda tangan di surat ini,setelah memberikannya kepada Victor,Kamu langsung pergi meninggalkan Dia di dalam ruangan nya,coba Kamu ingat kembali!" Oma Armani berkata dengan se jujur nya,Victor memang telah lama mencari Maria,ia tidak pernah menyiarkan di televisi,karena ia tidak ingin membuat kesehatan Oma semakin memburuk saat ia mengetahui hilang nya Maria.
Sejenak Maria mengingat kejadian sa-tu tahun yang lalu dimana saat ia memberikan surat cerai kepada Victor.Pada hari yang sama Maria mengambil surat cerai di notaris yang ia bayar,namun ia segera menemui Victor di ruangan nya,sampai ia lupa untuk bertanda tangan di surat tersebut.
Bugh !
Tubuh Maria lemes,tubuh nya ambruk ke lantai.Oma melihat ke arah Maria yang memegang surat cerai tersebut.
"Jika Kamu ingin membatalkan pernikahan Mu,masih belum terlambat" Ujar Oma Armani,mendengar perkataan Oma,Maria segera bangkit dari duduk nya.
"Aku tidak akan mundur dari pernikahan ini,Oma Aku mohon pada Mu,berhenti untuk mengusik kehidupan Ku,Aku telah banyak melewati masa sulit saat Aku mempertahankan Sulthan,Aku telah banyak menderita akan hal itu,jadi kali ini biarkan Aku memilih jalan hidup Ku sendiri !" Ucap Maria,menangkup kedua tangannya kearah Oma.
"Apa Kamu tega memisahkan Sulthan dari Ayah biologis nya?" Tanya Oma kepada Maria.
"Oma tau,sejak Sulthan lahir,Calvin telah menjadi Ayah nya,bahkan Pria itu meluangkan banyak waktu untuk merawat Sulthan,kalian tidak pernah tau,apa yang terjadi sa-tu tahun yang lalu!"Ucap Maria menundukkan pandangannya.
Oma Armani menghela nafas,melihat sikap Maria yang keras kepala,Oma juga tidak bisa memaksa Maria dalam hal ini,karena sebagian kesalahan ada pada Victor nya sendiri,dulu disaat Mereka bersama Victor tidak pernah memperlakukan Maria sebagai istrinya yang sah,bahkan ia sering mengabaikan kehadiran Maria di hidup nya.
"Aku akan pulang,ini juga sudah malam !" Ucap Oma meninggalkan Maria di balkon,Maria segera menyusul Oma,melihat wanita paruh baya itu duduk di tepi ranjang,membelai dan mencium wajah Sulthan,tanpa terasa Oma meneteskan air matanya.
'Sayang,Aku sudah berusaha menyatukan ayah dan ibu Mu,namun mereka berdua bagaikan minyak dan air sangat sulit disatukan !'
Oma menatap lekat pada wajah Sulthan yang sedang terlelap.
__ADS_1
"Aku akan pulang,jaga Sulthan baik-baik,karena ia pewaris keluarga Bagaskara,ia sesuatu terjadi kepada nya,Aku tidak akan segan-segan merebut hak asuh Dia !" Ancam Oma lalu pergi meninggalkan Maria dan Sulthan.
Brak !
Bahkan Oma membanting pintu kamar Maria,Calvin dari ujung lorong melihat ke arah Oma Armani yang pergi dalam keadaan sedih dan juga raut wajah yang masam.
Calvin berjalan kearah kamar Maria,ia ingin menemui wanita ini dan bertanya apa yang terjadi.
Tok..Tok..Tok...!
"Masuk !" Sahut Maria di dalam kamar,ia menyeka air mata nya pelan,lalu berbalik melihat orang yang datang menemui nya.
"Are you oke?" Kata-kata pertama yang terucap oleh Pria ini saat melihat mata sembab Maria.
Wanita ini mengangguk pelan,lalu tersenyum.
"Mas,apa yang membawa Mu kemari,apa semua baik-baik saja ?" Tanya Maria duduk di tepi ranjang,menepuk pelan punggung Sulthan.
"Iya!"Jawab Calvin berdiri di depan Maria,"Apa yang di katakan Oma Victor ?" Tanya Calvin kepada Maria,Wanita ini terdiam tanpa menoleh kearah Calvin.
"Tidak ada Dia hanya datang untuk menjenguk Sulthan,bagaimana pun Sulthan cucu Oma satu-satu nya !" Jawab Maria,lalu bangkit dari duduk nya berdiri di depan Calvin.
"Nanti Kita juga akan memberikan Sulthan Adik,dan Dia akan punya teman bermain!" Ucap Calvin sengaja memancing Maria,ia ingin tahu bagaimana tanggapan Wanita ini.
Maria tersenyum kecut,lalu ia mengangguk pelan,"Mas,terimakasih sudah menerima Aku dengan Sulthan selama ini!" Ucap Maria,ia ingin mengalihkan pembicaraan Calvin,karena Maria merasa kalau Calvin terlihat curiga dengan kedatangan Oma,sebelum nya Oma tidak pernah ikut campur dalam masalah pribadi Victor ataupun Maria.
'Sengaja mengantikan topik,Maria apa Kamu sebegitu takut nya,tidak ingin bercerita apapun pada Ku?'Calvin menyentuh pipi Maria,ia berinisiatif untuk mencium Maria,namun wanita ini menghindar nya.
"Mas,Aku belum mandi,Aku merasa gerah,boleh Kah Aku mandi dulu?"Tanya Maria kepada Calvin.
__ADS_1
"Mandi dulu,setelah mandi Kita bertemu di ruang tengah,Mama menunggu Mu juga!" Jawab Calvin menyentuh pipi Maria.
"Baik Mas!"
Calvin,segera pergi meninggalkan Maria di dalam kamar,melihat Sulthan yang masih terlelap,Maria segera bergegas ke kamar mandi,untuk membersihkan tubuhnya.
Sa-tu jam kemudian,Maria turun menemui Calvin dan Nyonya Flores di ruangan tengah.
"Mas,Tante ..!"Sapa Maria,mengendong Sulthan yang masih tidur untuk menemui kedua orang itu.
"Masih tidur ?" Tanya Nyonya Flores .
"Iya,masih tidur!" Maria meletakan Sulthan di dalam box baby,lalu ia segera duduk di sofa di sebelah Nyonya Flores yang sedang menonton televisi.
"Maria ini proyek pertama Kamu,mereka meminta kamu untuk mendesain kan sekolah dasar,Mereka meminta warna yang terang agar anak-anak lebih bersemangat untuk bekerja!"Ujar Calvin memberikan map berwarna biru.
Maria segera melihat nya,lalu membaca semua sponsor dan pemilik sekolah dasar tersebut.
"Victor?"Gumam Maria.
"Kenapa ?apa ada masalah dengan berkas nya ?" Tanya Calvin .
"Tidak,tapi kenapa Mereka mau mengambil jasa arsitek Kita,bahkan banyak arsitek lain yang terkenal,kenapa memilih saya sebagai pemula?" Tanya Maria bingung.
"Aku yang rekomendasi kan Kamu kepada Pak Toni,karena Dia sponsor nya,Aku juga baru lihat proyek itu atas nama Victor,kebetulan sekali!" Ucap Calvin,Nyonya Flores melirik kearah Anak nya.
"Kalau Kamu keberatan,tidak apa - apa di tolak saja,lagian kan Kamu bisa memilih berkas yang lain,masih banyak berkas di kantor Calvin,Kamu bisa memilih mana yang Kamu suka!" Saran Nyonya Flores.
'Bagaimana bisa Aku membiarkan Maria semakin dekat dengan mantan suaminya,jika Dia menerima tugas ini itu artinya,secara tidak langsung akan membuat kedua nya lebih banyak berinteraksi dan bertemu!'
__ADS_1
Nyonya Flores melihat kearah Maria yang sedang mempertimbangkan tugas pertama nya,yang ia dapat secara tidak gratis.
DUKUNG MARIA & VICTOR,TINGGALKAN VOTE KALIAN DAN KOMENTAR,DUKUNG MARIA & CALVIN,TEKAN BERI HADIAH DAN KOMENTAR KALIAN !😘