SuamiKu Angry Birds

SuamiKu Angry Birds
11# Angry Birds


__ADS_3

Setelah seminggu selesai syuting,semua kru film dan artis sudah bersiap - siap untuk kembali ke kota,setelah melakukan syuting beberapa hari ini sungguh melelahkan bagi semua orang.


"Tuan Victor,Saya ikut dengan Anda ya untuk pulang,sopir pribadi Saya tidak datang menjemput !" Ujar Jennifer yang berusaha mencari kesempatan untuk mendekati Victor.


"Maaf Nona Jennifer,Kami sudah cukup orang,Anda bisa mencari mobil yang lain saja !" Jawab Mark membantu Aros memasukan koper kedalam mobil.


"Maria sini,pulang bareng Kami dan Kru lain ..!" Tio segera menarik lengan Maria sebelum Wanita ini menjawab nya.


Victor melihat kearah Maria yang ikut pergi dengan Tio,sekali lagi membuat Pria ini kesal.


Didalam mobil suasana terasa begitu panas,sedangkan Aros telah memperbesarkan AC mobil nya.Tapi masih terasa begitu panas,sehingga keringat bercucuran di pelipisnya.


"Mati sudah !" Batin Aros,masih fokus menyetir,sekali - kali melirik kearah spion melihat raut wajah Victor yang kian memanas.


"Fokus nyetir nya!apa Kamu mau membuat Kita mati semua di jalan !" Teriak Victor membuat Mark dan Aros kaget,lebih - lebih Aros tersentak mendengar teriakan Victor.


Mark menoleh ke belakang,melihat Victor yang duduk menyilangkan kaki nya,menatap kearah spion mobil yang ada diluar melihat keberadaan mobil milik Tio.


"Kenapa enggak hentikan saja,kalau memang merasa khawatir !" Ujar Mark melihat ponsel nya.


"Bicara sekali lagi Aku turun kan !" Ancam Victor kepada Mark,memang sebelum nya tidak ada orang yang berani berbicara seenak Mereka kepada Victor.


"Aros naikan kecepatan mobilnya,kenapa jalan nya seperti kura - kura?"Tanya Victor saat melihat mobil Tio menyalip mobil milik Victor,padahal tadi Victor yang meminta pelan kan mobil nya agar bisa melihat mobil Tio.


Ciiiiitttt...!Aros mendadak ngerem mobil nya membuat Mark dan Victor terbentur kedepan .


"Ada apa ?" Tanya Victor


"Maaf Tuan,tiba- tiba ada mobil yang melintas di depan Kita !"


Disaat Mereka tengah sibuk membenarkan tempat duduk,mobil Tio sudah hilang dari bayangan mata Victor,sekali lagi membuat Pria ini marah,tapi lebih bisa menahannya.


***


Maria bersama dengan kru lain,berhenti di sebuah cafe,karena Tio dan pak Martin mengajak Mereka untuk minum,tidak terkecuali Jennifer juga ikut.


"Nona Maria mau minum apa ini daftar menu nya !" Ujar Tio memberikan daftar menu.


Jennifer langsung merebut nya " Yang harus Kamu tawarin pertama itu Aku,disini Aku artis Mu bukan Dia !" Ucap Jennifer melihat daftar menu.Yang lain cuma bisa diam sementara Maria sudah terbiasa dengan suasana seperti ini.

__ADS_1


"Tio,seperti nya saya harus segera kembali ke rumah,karena ini sudah sangat sore !" Ucap Maria bangkit dari duduk nya.


"Tapi Kita belum memesan makanan ?"


"Tidak apa - apa lain kali saja !Saya pulang duluan permisi ya !"


Maria segera keluar dari cafe tersebut.


Mobil Victor saja sampai ke kota nya,dan melewati cafe yang di singgahi Maria,Aros juga tanpa sengaja melihat Maria yang sedang menunggu taxi diluar cafe.


"Tuan,seperti nya Saya melihat Nyonya Maria" Seru Aros yang masih fokus menyetir.


"Hentikan mobilnya !"Titah Victor tiba- tiba,membuat Aros segera mengerem mobilnya,alhasil kepala Mereka terbentur lagi.


Victor menurunkan kaca mobil nya dan menyuruh Maria untuk naik.


"Naik..!" Titah Victor dengan suara nya yang berat.


Ceklek ..!Maria segera masuk kedalam mobil tanpa membantah,karena ia sadar tidak memiliki ongkos untuk naik taxi.


"Apakah cukup menyenangkan dapat makan bersama dengan Pria asing ?" Tanya Victor tanpa menoleh kearah Maria.


"Masih tidak mau mengaku ?"


"Kenapa harus mengaku,Aku tidak melakukan perbuatan yang salah,kenapa Aku harus di berikan pertanyaan begitu !" Jawab Maria memalingkan wajahnya.


"Haaadeehhh..! dua Orang ini selalu saja berantem kalau bersama !" Batin Mark pura - pura tidak mendengarkan .


"Meskipun di luar rumah Kita ini orang asing,tapi Kamu juga harus ingat kalau Kamu ini istri Aku,sebagian Orang tau itu..!hanya saja Mereka tidak memperhatikan itu !" Pungkas Victor tidak mau di salahkan oleh Maria,jika telah ikut campur urusan pribadi nya.


"Oke,oke Tuan Victor yang terhormat ! berhenti menanyakan masalah pribadi Saya,karena Saya sendiri juga tidak mempermasalahkan kemana Anda pergi,jadi tolong jangan ikut campur urusan pribadi Saya !" Ucap Maria dengan lantang sampai menutup kedua tangan nya di depan Victor.


"Kakak ipar memang hebat!berani membuat Kakak marah !" Batin Mark


"Ck..!"Berdecak kesal,lalu memalingkan wajah nya."Hentikan mobilnya !" Titah Victor mengagetkan Aros,sekali lagi ngerem mendadak.


"Turun ..!" Ucap Victor menatap penuh amarah kearah Maria.


"Kamu ..!" Dengan sedikit kesal Maria segera turun dari mobil.

__ADS_1


Jalan ini tidak jauh lagi dari kediaman Bagaskara,tapi Victor sengaja memberi pelajaran kepada Maria agar lebih menghargai nya lagi.


Brak..!Maria membanting pintu mobil,Victor hanya bisa memalingkan wajahnya yang masih marah.


"Jalan ..!" Titah Victor kepada Aros,Pria ini segera melajukan mobilnya kearah rumah Bagaskara.


"Sialan Kau Tua Bangka .....!" Teriak Maria saat mobil Victor telah hilang dari bayangan nya.


"Kak,enggak salah Kamu turunin Maria di jalan,kalau Oma tau bisa marah Lo nanti !" Mark menoleh kearah Victor.


"Diam ...!"


Seketika Mark diam tidak berani menjawab perkataan Victor,Pria ini tempramen nya sungguh buruk,dimana saja berada selalu saja marah - marah.


Maria berusaha berjalan kaki pelan- pelan,untuk mencapai ke kediaman Bagaskara,Dia yakin kalau itu sudah tidak jauh lagi.


Sepanjang jalan Maria mengutuk Victor,memaki nya,mengucapkan hal - hal buruk kepada nya.


"Aku sumpahin,hidupMu akan sial selalu,Kau akan jatuh cinta kepada Wanita yang Kau benci !"


"Haaachhiiiichh...!" Victor merasa hidung nya yang gatal dan terus saja bersin.


Jedderrrr....!


Suara petir di siang bolong mengagetkan Maria.


"Cepat sekali Tuhan telah mengabulkan nya "Gumam Maria terus berjalan menelusuri jalan tersebut.


"Kaki Ku pada lecet - lecet semua karena berjalan terlalu jauh !" Gerutu Maria yang baru saja masuk ke dalam halaman rumah Bagaskara.


Maria melihat Oma yang sedang duduk di taman,Wanita ini segera masuk secara diam - diam untuk menjauh dari Oma.


"Maria ...!" Panggil Mark mengagetkan dirinya.


"Hah..!Kau mengagetkan Ku..!" Jawab Maria melihat kearah Mark yang berdiri di belakang nya.


"Sedang apa Kau disini ?sembunyi - sembunyi begitu ?" Tanya Mark penasaran dan mengintip dari celah pintu.


"Kau sedang menghindari Oma?" Sambung Mark lagi yang melihat Oma duduk di taman .

__ADS_1


Maria hanya menganggukkan kepala nya,lalu berbalik berencana untuk masuk ke kamar,Maria telah melepaskan sepatu hak nya dan menentengnya di tangan,karena kaki nya lecet - lecet Dia tidak bisa memaksa untuk memakai itu.


__ADS_2