
"CALVIN ..!!"Teriak Nyonya Flores,melihat Calvin yang dengan sengaja menghadang peluru yang akan menebus punggung Maria.
Maria berlari kearah suami nya,Victor dengan sigap memeluk nya,ia berbalik saat Maria akan memeluk nya.Namun,siapa sangka Calvin malah berdiri di belakang mereka.
"Aaakkkhh!"
Tubuh Calvin terpental dan jatuh ke lantai,Nyonya Flores berlari kearah Calvin.
"Calvin!"Maria juga ikut menghampiri Calvin yang berada di belakang nya.
"Maria..!" Panggil Calvin mengulurkan tangan nya,Maria menoleh kearah Victor,Pria ini mengangguk,mengiyakan istrinya boleh mendekat.
"Maria,maaf kan Mama Ku,Kami banyak salah padamu,maafkan Aku !"Ucap Calvin menahan rasa sakit nya.
"Kamu harus bertahan,Kita pasti bisa menyelamatkan Mu,Kita akan ke rumah sakit,Dokter Ayu bantu Kami membawa Tuan Calvin!"Titah Maria yang memangku Calvin,Victor masih berdiri di tempat nya,ia belum pernah melihat Maria sepanik dan khawatir begitu terhadap orang lain.
"Lepas,Kalian jangan menyentuh AnakKu!"
Nyonya Flores mendorong Maria,Victor segera memegang bahu istrinya.
"Mah,sudahi permusuhan ini,apa yang Mama dapat dari perbuatan Mama ini,ikhlasin saja semua yang terjadi,Aku dan Maria tidak berjodoh!"Calvin menyentuh wajah Nyonya Flores.
"Bodoh,apa yang Kamu katakan,Kamu tetap Anak Ku,dan Dia menantu Ku,ha...ha...ha..ia Dia menantu keluarga Flores,Kamu akan sembuh ya pasti sembuh !" Teriak Nyonya Flores di iringi dengan gelak tawa nya,namun air mata nya tetap menetes membasahi wajahnya.
"Mah,cukup,Aku...su..dah,tidak kuat lagi!"
Calvin menatap ke arah Maria dan Victor.
"Victor,Aku titip Mama Ku,jangan kirim Dia ke penjara,tolong rawat Dia !"
Belum sempat Victor menjawab,Calvin telah menutup matanya,tangan yang semula hangat, menyentuh wajah Nyonya Flores,kini berubah menjadi lebih dingin.
Tangan Calvin terjatuh ke lantai,saat ia menghembuskan nafas terakhirnya.
"Calvin!Calvin...!"
Nyonya Flores,menggoyangkan tubuh Anaknya,namun Calvin tidak juga membuka matanya.
__ADS_1
"Kalian lihat,ia akan menjadi pengantin Pria paling bahagia,ia akan segera menikah setelah Kami kembali ke rumah,hiks ..hiks..Sayang,bangun,Mama akan mengiring kan seorang wanita ke samping Mu!bangun Sayang ...!"
Tangisan Nyonya Flores membuat Maria terpukul,Wanita ini membenamkan wajahnya ke dada sang suami,bagaimana pun Calvin pernah menjadi orang baik yang menolong nya.
"Sayang..hiks hiks...Calvin sayang !"
Maria kembali melihat kearah Nyonya Flores yang masih memangku Calvin.
"Dokter Ayu,bawa Maria ke mobil,Aku akan membantu membawakan mayat Calvin,Dokter Sania bantu bawa Nyonya Flores !"Titah Victor,mereka segera bertindak sesuai yang di perintahkan Victor.
"Kenapa Kau menyentuh Ku,Aku ingin Anak Ku,Dia akan menikah dan punya Anak!lepas !"Teriak Nyonya Flores, memberontak ingin melepaskan tangan Dokter Sania.
Jiwa Nyonya Flores sedikit terguncang,setelah apa yang ia alami,kematian Calvin di sebab kan oleh sikap bodohnya sehingga membuat Anak satu-satu nya mengalami hal seburuk itu.
Victor segera menyetir mobilnya,membawa semua orang pergi dari sana menuju rumah sakit.
"Aagggrh!"Maria men desah saat perut nya sakit,Dokter Ayu membantu Maria,agar Istri Victor lebih tenang dan tidak panik.
"Kita harus segera melakukan operasi,takut nya ini bayinya tidak bisa di selamatkan lagi!" Ujar Dokter Ayu.
Dokter Ayu segera mengetik sebuah pesan untuk suaminya.Tak lama kemudian Aros membalasnya,Aros sedang berada di rumah sakit,mengetahui Maria telah di temukan ia segera memberitahukannya kepada Aros.
"Aaaggrhh!Sayang...!"Maria meremas baju nya,merasakan kontraksi yang luar biasa sakit nya,bahkan ia tidak dapat mengucapkan kata-kata apapun saat Dokter Ayu bertanya.
"Aku akan mencoba untuk membantu Nyonya,tolong rileks ya!"
Dokter Ayu segera memijit pelan perut Maria,Wanita ini berhenti mende sah,ia merasakan perut nya kembali normal.
"Ini sudah biasa di rasakan ibu hamil,dalam li-ma menit sekali merasakan ini!Tuan,usahakan lebih cepat lagi,karena Kita harus segera melakukan tindakan operasi nya"
"Sayang sabar ya,Aku akan berusaha lebih cepat lagi!"
Victor segera menancap gas nya,menaikan kecepatan mobil nya.
Setelah perjalanan begitu jauh,akhirnya Victor berbelok kearah rumah sakit,ia segera memarkirkan mobil tepat di depan lorong rumah sakit,membuat semua suster dan pengunjung lain menatap kearah mobil Mereka.
Dari jauh Mark bersama dengan Aros,di ikuti oleh dua orang perawat yang sedang mendorong Hospital bed kearah mereka.
__ADS_1
Victor segera mengendong Maria dari dalam mobil dan membaringkan tubuhnya diatas hospital bed.
"Sayang bertahan ya,Kita akan segera ke ruangan operasi !" Ucap victor memegang tangan Maria.
Kedua perawat itu mendorong hospital bed milik Maria kearah ruangan operasi.
Dokter Anwar di mintai untuk memeriksa Nyonya Flores yang jiwa nya sedikit terganggu,sementara Dokter Ayu bersama dengan dua perawat nya menuju ruang operasi.
"Sayang ..!"Panggil Maria,saat genggaman tangan nya akan lepas dengan Victor.
"Dokter,biarkan suami saya masuk!"Lirih Maria melihat kearah Dokter Ayu.
"Tidak bisa Nyonya,orang lain tidak boleh masuk selain pasien!"
"Dok,biarkan Saya menemani istri Saya,Aku mohon,biarkan Aku disamping nya!"
Victor memegang sisi hospital bed.
"Baiklah Tuan,silahkan menggantikan baju anda dengan baju ini!"
Victor segera memakai baju yang di berikan oleh Dokter Ayu.
Sampai di dalam ruangan,Victor membantu Maria untuk duduk, agar Dokter Ayu bisa menyuntik Anestesi kepada pasien.
"Sayang tahan ya,mungkin ini sedikit menyiksa Mu!" Bisik Victor yang memeluk Maria,bagian punggung belakang terbuka,Dokter Ayu segera menyuntik Anestesi kepada Maria.
"Ugh!"De sah Maria,tangan nya melingkar di pinggang Victor,ia sedikit meremas pinggang suami nya saat jarum suntik itu menebus kulit nya .
Lebih sakit lagi saat mereka memasang selang untuk air kencing,itu membuat Maria sebelum nya menahan tangisnya.Namun Victor berhasil membuat Maria kuat,dan selalu menyemangati nya.
"Sayang..Cup ..cup ..cup !"Victor mencium kening Maria beberapa kali,kini kondisi Maria memiliki kesadaran hanya 20% saja,pandangan nya sayu,bahkan Maria tidak dapat melihat dengan jelas kearah Victor.
"Tuan,baring lah Nyonya Maria,Dia sudah tidak apa-apa,Kami akan segera mengoperasi nya !" Ujar Dokter Ayu mempersiapkan alatnya.
Dua orang perawat dengan sigap menemani dan membantu Dokter Ayu selama operasi,Victor tidak pernah melepaskan tangan nya dari tangan Maria,ia terus mengelus puncak kepala istrinya.
Jantung Victor berdegup begitu kencang,bahkan saat ini ia merasakan bumi berhenti berputar,namun ia merasa hanya jantung nya yang berdetak begitu kencang.Darah nya mendidih,Kaki nya gemetar saat suara sayatan demi sayatan terdengar di telinga Victor.
__ADS_1