SuamiKu Angry Birds

SuamiKu Angry Birds
88.Kesiangan


__ADS_3

Ruangan Makan Bagaskara !


Di meja makan tidak sa-tu pun ada yang berbicara,hari ini Mereka bangun begitu terlambat,bahkan cuaca sudah masuk siang hari.


Ting Tong !


"Seperti nya ada yang datang,Aku akan membuka pintu !" Ucap Maria,hendak meninggalkan meja makan.


"Habisi dulu sarapan nya,biarkan bi Ati yang membuka pintu !" Victor memegang tangan Maria yang ingin meninggalkan meja makan.


Maria pun kembali duduk di kursi nya,Oma tidak mengeluarkan suara,ia fokus menyuapi Sulthan,semakin hari Baby Sulthan semakin pintar.


"Nyonya,ada surat untuk Anda !" Ujar Bi Ati memberikan sebuah amplop kepada Maria,Victor melirik kearah istrinya,ia curiga dengan isi amplop tersebut.


"Berikan pada Ku!"Cetus Victor,Maria menoleh kearah suaminya.


"Biar Aku yang lihat !" Maria segera merebut amplop itu di tangan Bi Ati,lalu menyimpannya di sebelah piring."Aku melihat nya setelah sarapan !" Sambung Maria lagi,Bi Ati segera pergi ke dapur.


'Apa isi nya,siapa yang mengirim itu,kenapa untuk Maria,kalau urusan pekerjaan nya seharusnya untuk Ku'


"Aku sudah siap sarapan,Mas Aku menunggu Mu di teras!"Ujar Maria bangkit dari duduk nya dan membawa amplop itu bersama.


Victor mengangguk nya,lalu melihat kearah istrinya yang keluar dari ruangan makan.


"Oma Aku berangkat kerja dulu!"Ucap Victor,Oma tersenyum lalu melanjut menyuapi Sulthan.


Ceklek !


Pintu utama terbuka,Victor melihat istrinya yang sedang menangis.


"Sayang apa yang terjadi ?" Tanya Victor memegang bahu Maria,Wanita ini menoleh ke arah Victor,dengan matanya yang merah akibat menangis.


"Sayang kenapa Kamu menangis?" Tanya Victor lagi yang panik,lalu mengambil kertas di tangan Maria.


'Ini,bukannya hasil pemeriksaan Maria sebelumnya,kenapa ada disini,siapa yang mengirim nya,ini kan harusnya ada pada Dokter Anwar'


Victor menatap kearah istrinya,lalu duduk di sebelah Maria.


"Sayang,apa Kamu marah?"Tanya Victor dengan ragu,Maria menggelengkan kepala nya.


Lalu Victor segera memeluk istrinya,


"Aku sengaja menyembunyikan ini dari Mu,Aku tidak ingin Kamu sedih,bagaimana pun Kita tidak bisa pertahan kan janin itu,nyawa Mu lebih penting,lagian Kamu kan sekarang sedang mengandung !" Ucap Victor,mendengar ucapan Victor,Maria segera mengelus perut nya yang masih rata.


Victor menyeka air mata nya,saat Aros sudah menghampiri mereka.


"Jangan menangis lagi,semua akan baik-baik saja!" Ucap Victor,lalu melirik kearah Aros yang berdiri tidak jauh dari mereka.


"Aros,selidiki siapa pengirim surat ini ke rumah Bagaskara,segera beritahu Saya!" Titah Victor kepada Aros,tatapan nya yang begitu tajam membuat Aros menelan ludahnya.


'Pagi-pagi sudah membuat Tuan begitu marah,siapa lagi kalau bukan Tuan Muda Flores'


Aros menganggukkan kepala nya lalu berjalan kearah mobil,dari belakang Victor mengikuti Aros.

__ADS_1


Maria melambaikan tangan nya kearah Victor sambil tersenyum,Victor membalas senyuman istrinya,sampai mobil berlalu dari halaman Bagaskara.


"Ini pasti ulah orang itu !"Gumam Maria,lalu bergegas masuk ke dalam rumah,mengambil tas di kamar nya,saat ia ingin pergi,Oma memanggil nya.


"Maria !"


Wanita ini menoleh,melihat Oma yang sedang mengendong Sulthan.


"Kamu mau kemana ?" Tanya nya yang tidak seperti biasanya Maria keluar tanpa pamit.


"Oma Aku akan pergi sebentar !" Jawabnya lalu berpamitan.


Ia tidak menggunakan sopir,lebih memilih untuk naik taxi.


"Maaf Nona Kita mau kemana ?" Tanya sopir taxi tersebut.


"Pak Kita ke perusahaan Flores!"Jawab Maria melihat ponsel di dalam tas nya.


"Dimana ponsel Ku?" Gumam nya,ia mencari namun tidak menemukan adanya ponsel.


"Pasti ketinggalan !" Sambung nya lagi,tapi tetap menyuruh sopir taxi untuk jalan.


D & G PERUSAHAAN !


Victor sedang berdiskusi dengan Aros,mengenai yang terjadi tadi pagi dirumah Bagaskara.


"Tuan,hasil pemeriksaan itu di kirim oleh Tuan Calvin,tempo hari ia ke rumah sakit HK untuk mengambil hasil pemeriksaan kesehatan nya!" Pungkas Aros memberikan selembar kertas kepada Victor.


"Benar Tuan,menurut laporan yang Saya dapat,Tuan Calvin akhir-akhir ini sering kerumah sakit,tapi Mereka tidak tahu untuk apa!"Jawab Aros.


"Selidiki,untuk apa Dia kesana,bahkan disini tertulis hampir tiap bulan Dia ke rumah sakit !"Ujar Victor lalu menyimpan kertas itu.


Aros segera pergi meninggalkan ruangan Victor,Pria ini mengeluarkan ponsel nya untuk menghubungi Maria.


"Ia sedang apa ya,baru juga tinggal sebentar udah berasa rindu!"Gumam Victor melihat foto di wallpaper nya .


Tut..Tut..Tut..


Victor sudah menelpon beberapa kali,namun ponsel Maria tidak ada yang menjawab.


"Kemana Dia ?" Gumam Victor,dengan kesal,lalu berdiri dari kursi nya.


Tok..Tok..Tok..


"Masuk !"Sahut Victor dari dalam berdiri di depan dinding kaca ruangannya nya.


Ceklek !


"Letakan saja berkas di atas meja saya,nanti akan saya lihat !" Cetus Victor tanpa melihat siapa yang datang.


Bugh !


Seseorang memeluk Victor dari belakang.Membuat pria ini kaget,lalu berbalik untuk melihat.

__ADS_1


"Jennifer ?" Victor kaget melihat Jennifer datang ke kantor nya setelah menghilang dua tahun lalu.


"Kak ipar!atau Aku harus memanggil Mu dengan sebutan sayang?"Goda Jennifer,jari nya menyentuh dada Victor.


plak !


Dugh !


Victor segera menepis jennifer dan membuat wanita ini terjatuh.


"Siapa yang menyuruh Mu untuk datang kemari?" Tanya Victor dengan marah.


"Kenapa Aku tidak boleh kemari,sedangkan istri Mu bisa pergi ke tempat Pria lain!"Jawab Jennifer dengan lantang.


"Apa maksud Kamu ?" Tanya Victor dengan mencengkram kuat dagu Jennifer.


"Aakh..Akhh le..pas!"Jennifer menarik kuat tangan Victor yang mencengkram dagu nya.


"Kamu lihat sendiri !" Jennifer mengeluarkan ponsel nya,lalu memperlihatkan foto Maria yang masuk ke kantor Flores,tanpa sengaja Jennifer melihat nya saat ia melewati tempat itu.


'Pantesan saja,Aku menelpon nya tidak di angkat,rupanya Dia datang menemui Pria itu,untuk apa Maria kesana !'


"Kamu sudah lihat,dua tahun menghilang tinggal bersama dengan Pria lain,siapa sangka cinta itu tumbuh karena sering bersama !" Jennifer mulai memprovokasi Victor.


Jennifer berdiri di depan meja kerja Victor,wanita ini dari dulu mencoba menggoda Victor,namun disaat lamaran datang kerumah Octanius,malah Dia menolak dan Maria yang menerima nya.


"Kamu keluar dari ruangan Ku,jangan biarkan Aku menyeret mu dari sini !"Titah Victor dengan tegas.


"Jangan terburu-buru,Aku bisa saja pergi sekarang,tujuan Ku bukan untuk menggoda Mu,hanya saja Aku membantu Mu,Orang terkaya di Negara ini dan juga tampan tapi malah di selingkuhin oleh istrinya!"Cibir Jennifer.


Victor menatap wanita ini dengan marah,Jennifer tahu tempramen Victor yang buruk tapi dengan sengaja memprovokasi nya.


"Keluar..!!"Teriak Victor dengan keras,Jennifer tersentak mendengar nya.


"huuuh..!"Dengan kesal Jennifer pergi meninggalkan ruangan Victor.


Blam !


Pintu tertutup,diluar Aros melihat Jennifer yang keluar dari ruangan Victor.


"Itu Nona kedua Octanius,Adik nya Maria"Gumam Aros,lalu segera masuk kedalam ruangan Victor.


Ceklek !


"Aku sudah menyuruh Mu pergi,apa Kau tidak mendengar !"Teriak Victor,lalu melihat ke arah pintu,Aros yang juga kaget mendengar teriakan Victor.


"Ada apa ?" Tanya Victor yang kembali duduk di kursi nya.


"Tuan ini data Tuan Calvin,semua nya sudah lengkap disini !" Jawab Aros meletakan kertas itu di atas meja Victor.


Victor segera mengambil nya dan melihat hasil pencarian Aros.


JANGAN LUPA VOTE YA,BERI HADIAH,MAU TAMAT INI 😍

__ADS_1


__ADS_2