
Maria telah kembali ke kediaman Flores,ia melihat Calvin sedang duduk di ruang tamu.
"Kamu baru kembali ?"Tanya Calvin kepada Maria,yang baru saja masuk ke dalam rumah.
"Iya!"Jawabnya singkat.
"Kenapa Kamu datang menemui Dia?apa Kamu berharap untuk kembali padanya?" Tanya Calvin dengan suara datar,terlihat sekali aura dingin dari raut wajahnya.
"Aku tidak berharap kembali kepadanya,tapi Aku berharap Anak Ku kembali kepada Ku,Aku tidak mungkin mengorbankan orang lain demi kembali nya Sulthan"Jawab Maria,berdiri di depan tangga.
"Kamu tau,Aku bisa membawa Sulthan kembali kesini,tanpa harus membuat Victor terlibat dengan masalah ini!" Seru Calvin berjalan kearah Maria .
"Iya,dengan Kamu menikah dengan Airin?Kamu tau Tante tidak suka dengan Airin,Aku tidak bisa membuat Tante tertekan setiap hari,mengetahui Anaknya menikah dengan perempuan yang ia tidak suka !"Jawab Maria dengan lantang.
"Kenapa Kamu sangat peduli dengan Aku dan Mama,bagaimana dengan Kamu sendiri ?apa Kamu hari ini tidak merasa kalau Kamu sendiri,baru saja mengorbankan perasaan Mu demi Aku ?" Tanya Calvin lagi.
"Mas cukup,Aku tidak ingin berdebat dengan hal yang tidak seharusnya Kita permasalahkan,Aku capek,Aku mau istirahat !"Jawab Maria melangkah menaiki anak tangga.
'Bagaimana bisa Kamu mengorbankan diri Mu demi kebahagian orang lain,sedangkan Kamu sendiri terluka' Calvin terus menatap kearah Maria yang sudah sampai di lantai atas.
"Ada apa ?" Seseorang mengejutkan nya.
"Mama ?" Panggil Calvin berbalik ke arah Nyonya Flores.
"Apa yang Mama katakan kepada Maria,sehingga Wanita itu bersikeras mempertahankan hubungan Kami?" Tanya Calvin kepada Nyonya Flores.
"Mama tidak mengatakan apapun,Mama hanya tidak ingin Kamu menikah dengan Airin,Mama tidak menyukai wanita itu,Mama juga berharap Kamu menikah dengan Maria!" Jawab Nyonya Flores.
"Dengan siapa Aku menikah,Aku yang putuskan,Mama berhenti ikut campur masalah pribadi Aku,Mama bukan telah memaksa Maria saja,tapi Mama juga telah melupakan perasaan Dia !"Ucap Calvin lalu pergi meninggalkan Nyonya Flores .
Karena keegoisan Nyonya Flores,ia telah memaksa Maria untuk mempertahankan hubungan nya dengan Calvin.Padahal Maria sendiri tidak menyukai Pria itu,bahkan sampai saat ini yang Maria cintai hanyalah Victor Ayah biologis nya Sulthan.
***
*Prang...!
Prang....!
Prang* ...!
Victor membuang semua botol wine yang tersusun rapi diatas rak minuman,Aros datang menghampiri Victor.
"Tuan,Aku sudah mendapat informasi keberadaan Grace,Mereka ada di villa keluarga Tuan!" Ucap Aros memperlihatkan selembar foto kepada Victor.
"Sudah Ku katakan,Mark pasti terlibat !"Victor terlihat begitu marah,sepupunya sendiri bisa bekerjasama melawan dirinya,kali ini Victor tidak akan melepaskan orang yang telah menculik Anaknya.
"Tuan,apa ada perintah?" Tanya Aros,sebelum ia pergi.
"Suruh Orang menjemput Oma dan Mark di Australia,Aku sendiri,yang akan menghukumnya !" Jawab Victor dengan raut wajah yang memerah.
__ADS_1
"Baik Tuan,saya permisi !" Aros segera pergi meninggalkan Victor didalam ruangan nya.
Blam !
Pintu tertutup rapat,Victor segera mengambil mantel jas nya,lalu pergi menuju villa untuk menjemput Sulthan.
Beberapa mobil lain mengikuti nya dari belakang,Victor tidak membawa Aros bersama dengan nya,ia hanya pergi sendiri.Mengurus Dua wanita sendiri juga bisa pikirnya.
Victor sampai di depan villa milik keluarga nya,ia segera turun,dan mengetuk atau menekan bel pintu,ia langsung menerobos masuk kedalam villa.
Victor melihat suasana sangat sepi,bahkan tidak ada seorang pun yang berada di villa ini.
'Apa mereka sudah mengetahui,kalau Aku akan datang kemari ?'
Victor segera menaiki tangga menuju lantai atas.
"Oek..Oek..Oek..!" Victor mendengar suara Sulthan menangis,ia segera berjalan menuju kamar yang paling ujung.
Brak !
Victor menendang dengan kuat pintu kamar,terlihat Grace dan Airin yang berdiri di balkon kamar villa.
"Berikan Sulthan kepada Ku!" Titah Victor mendekat kearah Mereka.
"Berhenti,jika Kamu lebih dekat,Aku akan membuang Sulthan ke bawah !"Ancam Grace yang memegang Sulthan.
"Ha..Ha..Ha..Kamu berani mengancam,Kamu pikir Aku takut?" Jawab Grace lagi,mengambil ancang-ancang untuk melemparkan Sulthan kebawah.
"Apa mau Mu?" Tanya Victor dengan kesal,sudah berapa hari ini Mereka bermain-main dengan Victor,membuat emosi pria ini meledak.
"Gampang saja,tanda tangani surat nikah Kita,maka Aku akan melepaskan Sulthan!" Ucap Grace.
"Mimpi !"Jawab Sulthan mengabaikan ucapan Grace.Lalu berjalan kearah Grace.
"Kamu salah,telah bermain-main dengan Ku,Kamu tau Aku,sudah lama Aku ingin bertemu dengan Mu,tidak ku sangka Kamu datang sendiri kesini!" Ucap Victor semakin dekat dengan Grace.
"Berhenti,Aku bilang berhenti !"Teriak Grace,namun Victor masih mengabaikan nya.
Grace terus saja mundur,Airin semakin panik melihat raut wajah Victor yang sudah memerah,bahkan aura pembunuh keluar dari dalam diri nya.
"Kalau Kamu mendekat,Aku akan melepaskan Sulthan ke bawah!" Ancam Grace kepada Victor.
"Kak,Aku enggak mau terlibat!Aku mau pergi!" Ucap Airin yang ketakutan,lalu pergi meninggalkan mereka di balkon.
Victor sengaja tidak mengejarnya,karena sudah ada pengawal yang menunggu Airin di bawah.
"Berikan Sulthan !" Pinta Victor lagi,mengulurkan tangannya,namun Grace masih mempertahankan Sulthan di tangannya.
Sweater yang di kenakan Sulthan terlepas,sehingga membuat Sulthan jatuh.
__ADS_1
"Aahh!" Grace kaget melihat Sulthan jatuh.
"Sulthan ...!" Teriak Victor berlari kearah balkon.
Untung saja para pengawal menangkap Sulthan tepat pada waktunya.Namun,meskipun begitu membuat Sulthan tidak berhenti menangis jatuh dari ketinggian dua lantai.
"Aaaaa...Oek..Oek...Oek...!"
Victor yang mendengar suara Sulthan membuat emosi nya meledak,bahkan seakan-akan kupingnya mengeluarkan asap.
"Grace !" Teriak Victor menatap kearah Wanita itu.
"Katakan,Kau mau mati dengan cara apa ?" Tanya Victor mendekat ke arah Grace,dengan senyuman licik di wajahnya.
Grace gemetaran melihat wajah asli Victor,sebelumnya ia tidak pernah melihat Pria itu begitu marah,tapi hari ini Grace baru menyadari telah menganggu Pria yang salah .
Krak !Krak !
Bunyi suara jari jemari Victor,Grace menelan ludah nya, melihat kearah Victor yang sudah di kuasai oleh amarah.
Tap..
Tap...
Tap...
"Bos !" Panggil pengawal yang baru saja,membawa Sulthan,melihat anak nya belum diam dari tangisan,Victor segera mengendong nya.
"Berikan padaKu,Kalian bereskan wanita ini!"Titah Victor,
"Victor,lepaskan Aku,biarkan Aku pergi,Aku ngaku salah !" Teriak Grace.
"Kalian bisa memanggang atau mengulitinya nya,atau pisahkan daging dari tubuhnya,ambil organ nya,Wanita itu sekarang milik Kalian!"Sambung Victor lagi,menatap kearah Grace penuh dengan kebencian,aura pembunuh yang keluar dari tubuh Victor membuat Grace membisu.
"Tidak !Victor jangan tinggalkan Aku !" Teriak Grace,namun Victor mengabaikan nya dan meninggalkan wanita itu di dalam kamar.
"Oekk..Oekk..!"
Victor menatap kearah Sulthan,"Sayang,Papa disini,berhenti menangis ya Cup !"
Victor memeluk Sulthan,dan menenangkan nya.
Sampai diluar villa,terlihat pengawal yang sedang memegang Airin,wanita itu memberontak.Namun,tenaga pengawal itu lebih kuat dari Airin.
"Bos !" Sapa mereka menundukan kepalanya.
"Aku serahkan Wanita itu kepada kalian,terserah kalian mau kalian bawa kemana,asal Aku tidak melihat Mereka lagi!" Ucap Victor lalu berjalan kearah mobil.
Melihat Sulthan sudah tenang,Victor segera menyalakan mobilnya,untuk membawa Sulthan kembali.
__ADS_1