
Melihat mobil Calvin sudah kembali dari kantor,Maria segera menyambutnya dengan ramah,Wanita ini akan bangkit mulai hari ini,menerima sosok Pria yang akan menjadi pendamping masa depannya.
'Meskipun Aku tidak mencintai nya,namun Aku bisa menerima nya sebagai Ayah Sulthan!'
Maria membuka pintu utama,Calvin sudah berada di depan pintu,baru saja mau menekan bel namun Maria sudah membukakan pintunya.
"Maria !" Panggil Calvin yang kaget melihat wanita ini di depan pintu,tidak seperti biasanya.
"Mas,sini tas nya Aku bawain!" Sahut Maria mengambil tas di tangannya,Calvin segera melepaskan tas itu untuk Maria.
"Ayooo,Aku bantu siapkan air hangat untuk mandi!" Ucap Maria merangkul lengan Calvin,semakin membuat Pria ini takut,kalau Maria melakukan ini atas perintah seseorang.
"Maria apa yang Kamu lakukan,kenapa Kamu tiba-tiba bersikap begini?"Tanya Calvin memegang bahu Maria,Pria ini sedikit bingung.
Maria tersenyum "Aku baik-baik saja,kapan Kita melihat gaun pernikahan Kita !" Tanya Maria,semakin membuat Calvin bingung.
"Itu Kita bicarakan nanti,Aku mau mandi dulu,dimana Sulthan !" Tanya Calvin kepada Maria.
"Ada di ruang tengah bersama Tante !" Jawab nya,Calvin dan Maria segera melangkah masuk,dan pergi kearah tangga.
"Kamu temani mama dulu,Aku akan pergi untuk mandi!" Ucap Calvin,yang tidak terbiasa di dekati oleh Maria,karena kali ini Maria yang berinisiatif membuat nya sedikit canggung.
"Baik lah,Aku menunggu di bawah,setelah siap mandi,cepat turun untuk makan malam !"Jawab Maria lalu pergi menuruni satu persatu anak tangga.
'Semoga saja ini benar ketulusan Kamu Maria,Aku ingin Kamu bahagia bukan terpaksa ?'Calvin menatap kearah Maria yang menuruni anak tangga,lalu ia berjalan kearah kamar nya untuk mandi.
***
Aros mengantar Victor ke bar.Namun,Victor melarang Aros untuk menemani nya di dalam,ia ingin masuk sendiri,tanpa di ikuti oleh Aros.
"Tuan,apa perlu saya temani !" Ucap Seorang wanita cantik,yang selalu menemani pria untuk minum,ia adalah wanita penghibur di bar tersebut.
Victor menganggukkan kepala nya,lalu menunjukan gelas kearah wanita itu,Wanita tersebut segera menuangkan Vodka ke dalam gelas Victor.
"Tuan perkenalkan Saya Amel,malam ini Saya akan menemani Tuan untuk minum,Anda bisa meminta apapun kepada saya !" Ucap Amel tersenyum kearah Victor,memegang bahu pria itu.
"Jika Saya meminta Mu untuk mati,apa Kau bisa mengabulkan nya !" Ucap Victor dengan dingin,dan tatapan nya sangat tajam.
"Hah!Tuan Saya akan pergi sekarang,saya tidak akan menganggu Anda lagi !" Sambung Amel dan pergi meninggalkan Victor.
Melihat Amel sudah pergi,Victor segera melanjutkan minum nya,ia telah menghabis kak lebih dari li-ma botol Vodka dan Wine,semua jenis minum telah ia coba,sehingga kadar alkoh*lnya sangat tinggi,membuat ia mabuk.
Aros yang merasa Victor tidak kunjung keluar ia segera menjemput nya kedalam bar,ia mendapati Victor yang tengah mabuk,meletakan kepala nya diatas meja.
"Tuan,mari pulang,Anda sudah sangat mabuk" Ujar Aros memegang lengan Victor.
"Kau pergi saja,Aku tidak ingin kembali,untuk apa Aku kembali,jika hanya ada kesepian yang perlahan membunuh Ku !" Jawab Victor,pernyataan Victor membuat Aros kaget.
'Tuan,apa perlu separah ini Anda sudah menyakiti diri sendiri'Aros mematung di samping Victor.
"Aros katakan,dimana letak salah Ku,dan kurang Ku,Aku punya segalanya,dari uang dan juga wajah,Aku juga tidak kalah dari Pria lain,tapi kenapa Dia tidak memilih Ku!" Ucap Victor melantur kemana-mana.
"Tuan,Anda tidak salah,hanya saja Anda telat menyadarinya!" Jawab Aros.
Prang !
Victor membuang botol minuman yang ada di meja nya. "Kapan Aku telat,Aku sudah lama menunggu nya,namun ia yang tidak pernah kembali !" Seru Victor,tidak mau di salahkan.
'Anda punya sifat keras kepala Tuan!'Aros hanya bisa berkata dalam hati,tidak mampu mengutarakan nya,jika tidak Victor akan membunuh nya saat ini juga.
"Du..dua botol la..lagi !"Teriak Victor kepada Bartender.
"Tuan,Anda tidak bisa terlalu banyak minum,kesehatan Anda sedang tidak baik-baik saja,mohon ikut Saya untuk pulang !" Ucap Aros membujuk Victor.
"Aku tidak akan pulang,kalau Wanita itu datang kemari,Aku baru akan pulang !" Teriak Victor lagi.
"Tuan itu tidak mungkin,bagaimana bisa ?" Tanya Aros yang bingung,tidak mungkin memanggil Maria ke tempat ini,karena pasti wanita itu tidak akan datang.
"Maka jangan paksa Aku untuk pulang !" Teriak nya.
*Prang !
Prang* !
"Hah!Tuan !"
Victor melempar botol minuman ke seluruh bar,membuat pengunjung lain terkejut,dan pergi meninggalkan ruangan itu,mereka memilih untuk mengambil ruang yang lain.
__ADS_1
Biasa nya Victor akan memilih ruang VIP,namun hari ini ia ingin menikmati minumannya seperti seseorang yang sedang patah hati.
"Tuan Ayoo,Kita pulang dulu !" Ajak Aros lagi.
Bugh!
Victor,mendorong tubuh Aros sampah jatuh ke lantai,Pria ini hanya bisa menatap kearah kearah Victor dengan menghela nafas nya.
'Apa yang harus ku lakukan,baru kali ini Aku melihat Tuan begitu hancur!'
Aros sudah kehabisan ide,ia segera mengambil ponsel milik nya.
Aros tidak memiliki nomer Maria,ia segera menelpon Calvin,ia tidak tahu harus melakukan apa lagi untuk membawa Victor kembali ke rumah Bagaskara.
Tut...Tut...Tut ..
Aros tidak punya pilihan lain,selain menghubungi Calvin.
"Hallo,Aros !" Panggil Calvin,saat panggilan telah terhubung.
"Tuan bisa kah Saya berbicara dengan Nona Maria !" Ucap Aros sedikit ragu.
"Apakah ada hal penting ?" Tanya Calvin dengan datar .
"Ada Tuan,ini mengenai Oma Armani!"
Aros telah berada di dalam mobil,namun Victor masih berada di dalam bar.
"Tunggu,Aku akan memanggil nya di kamar !" Ucap Calvin dengan berat hati.
Lima menit berlalu,Aros masih setia menunggu jawaban dari Maria.
"Hallo,Aros ini Saya !"Seru Maria masih berdiri di samping Calvin .
"Nyonya,bisa kah Anda membantu Saya,Oma sakit,ia meminta untuk menjemput Anda,jika tidak ia tidak mau di bawa kerumah sakit!"Ucap Aros,sedikit berbohong.
"Apa yang terjadi ?apakah Oma baik-baik saja!" Panik Maria,Calvin memegang bahu Maria.
"Oma tiba-tiba sakit,bisa kah Saya Menjemput Nyonya,nanti jika Oma sudah di rumah sakit,Saya hantar Anda kembali ke rumah !" Jelas Aros,berharap Maria setuju.
"Mas,bisa kah Aku datang kerumah Bagaskara sebentar,Oma Armani sedang sakit,ia meminta saya untuk melihatnya,nanti setelah mereka membawa Oma kerumah sakit,Aku akan segera pulang!"Tanya Maria kepada Calvin,Pria itu menyempitkan mata nya,tidak langsung menjawab.
"Aku akan mengantar nya!" Jawab Calvin.
"Tidak perlu,Aku ingin menitip Sulthan pada Mu Mas,biarkan Aku di jemput Aros!" Sambung Maria lagi.
"Baik lah,kalau itu keputusan Mu!" Jawab Calvin,meskipun sedikit ragu,ia tetap harus merelakan Maria untuk pergi melihat Oma Armani,Calvin tidak mau di cap Pria egois,membatasi kebebasan Maria.
"Hallo,Aros,jemput lah Aku sekarang !" Ucap Maria,
"Baik Nya!"
Aros segera menjemput Maria di kediaman keluarga Flores.Aros memikirkan alasan untuk menjelaskan kepada Maria,karena Oma baik-baik saja,ia ingin mengajak Maria untuk menjemput Victor.
Sa-tu jam berlalu,Aros sudah sampai di kediaman Bagaskara,terlihat Maria dan Calvin yang menunggu Aros di depan teras.
"Tuan Calvin !" Sapa Aros,saat melihat Calvin bersama dengan Maria.
"Mas Aku pergi dulu,titip Sulthan Mas !"Ucap Maria berpamitan.
"Hati-hati Cup !" Calvin mencium kening Maria,membuat Maria canggung di depan Aros.Namun Pria ini segera membalikan tubuh nya kearah lain.
Blam !
Aros menutup pintu mobil,Maria memilih untuk duduk di depan.Mereka segera keluar dari halaman rumah Flores.
"Nyonya ..!" Panggil Aros saat mereka sudah jauh dari kediaman Flores.
"iya !" Maria melirik kearah Aros yang sedang menyetir.
"Maafkan Aku,sebenarnya,Oma baik-baik saja!Aku telah membohongi Anda !" Ucap Aros,melihat kearah Maria.
"Apa maksud Mu,kenapa Kau suka sekali bermain-main dengan nyawa orang!" Marah Maria,karena merasa di bohongi oleh Aros.
"Kamu tau,Aku tinggalkan Anak Ku demi melihat Oma,tapi Kamu malah membohongi Ku!" Sambung nya lagi.
"Nyonya dengarkan Aku,Aku juga terpaksa!Aku sangat butuh bantuan Anda!" Aros melirik kearah Maria penuh iba,Pria ini benar-benar tidak tahu lagi Aros meminta maaf yang bagaimana agar Maria memaafkan nya.
__ADS_1
"Apa yang terjadi,katakan dengan jujur,jika tidak Aku tidak akan pergi!" Ancam Maria dengan kesal,menatap Aros penuh amarah.
Akhirnya Aros mengatakan yang sejujurnya tentang apa yang telah terjadi,Aros menceritakan dari awal hingga akhir tanpa ada yang ia kurangi,ia takut kalau Maria marah.
"Apakah sudah sering seperti ini ?"Tanya Maria kepada Aros lagi,saat pria ini memarkirkan mobilnya di depan bar.
"Tidak,Tuan seperti ini hanya karena saat ia merasa telah hancur saja,Nyonya,apa Anda tau,Tuan sangat mencintai Anda,ia hanya terlambat menyadari nya saja,sejak Nyonya pergi,tuan selalu mencari Anda kemana-mana !" Jelas kan Aros,membuka pintu mobil untuk Maria.
Terlihat dari raut wajah Maria yang tertekan dengan pernyataan Aros.
"Saya tau,Saya telah lancang,namun Nyonya Anda harus tau itu !" Sambung Aros lagi,langsung berjalan masuk ke dalam bar.
Maria melihat kearah meja,dimana Victor berada,ada pelayan bar yang sedang membereskan pecahan kaca di lantai.
"Tuan ayoo pulang !" Ajak Aros,membantu Victor untuk bangun.
"Sudah ku katakan Aku tidak akan pergi dari sini,kalau wanita itu tidak datang !" Teriak nya dengan keras,semua orang melihat kearah Victor.Maria yang melihat nya juga ikut menggelengkan kepala nya.
"Victor,Kamu harus pulang,banyak orang yang melihat Kamu!" Ucap Maria membantu Aros memegang Victor.
Mendengar suara Maria,Victor mendongakkan kepala nya.
"Kamu,Ha..Ha..Ha...ini pasti mimpi,mana mungkin Kamu kesini,bukan kah Kau sudah ada pria lain !" Teriak Victor dengan keras,Maria terdiam mendengar ucapan Victor,semua orang menggosipkan Mereka.
"Kamu mau pulang atau enggak,kalau enggak Aku tinggalkan !" Ucap Maria lagi dengan marah,"Aros bantu Aku memapah tubuhnya !" Sambung Maria yang tengah kesal.
Tanpa ada jawaban,Aros dan Maria membantu Victor untuk keluar,Aros segera membuka pintu mobil,dan meletakan Victor di jok belakang,setelah itu Maria ikut masuk.
"Nyonya,kita akan kemana,kalau pulang kerumah,takut nya Oma akan kepikiran melihat Tuan yang seperti ini!" Seru Aros sudah duduk di kursi kemudi.
"Jadi bagaimana ini?"Tanya Maria yang melirik kearah Victor yang tanpa sadar.
"Aku punya ide,bagaimana kalau membawa nya pulang ke hotel,kan itu milik Tuan,jadi tidak masalah !" Jawab Aros,Maria tidak menjawabnya.
'Tuan Aku sudah membantu Anda,itu terserah Anda selanjutnya mau bagaimana !'
Aros melirik kearah Victor yang terlelap.
"eeemm,baiklah!"Jawab Maria seketika,membuat Aros tersenyum.
Aros segera melajukan mobil nya kearah hotel milik keluarga Bagaskara,dalam hati Aros sangat senang telah membantu Tuan nya ia berharap besok tidak ada lagi kejauhan antara keduanya.
Ckiiitttt !
Mobil nya berhenti di depan hotel,Maria mengejar nafasnya sekali lagi.
"Nyonya langsung masuk saja,Aku akan pulang melintas Oma,Aku akan menjemput Tuan besok pagi !" Ucap Aros
"Bagaimana cara membawa nya ke dalam ?" Tanya Maria lagi.
"Tunggu manager hotel datang,mereka akan mengantar Tuan ke kamarnya!"
Maria menganggukkan kepala nya,lalu menatap Victor dengan perasaan kesal,baru kali ini melihat orang yang begitu menyebalkan.
Suasana hotel begitu ramai,semua mata tertuju kearah Maria dan Victor,namun tidak ada yang berani komentar,saat melihat pemilik hotel yang mereka bantu bawa ke kamar.
"Nona,semoga malam Anda menyenangkan !" Ucap Manager hotel,lalu menutup kembali pintu kamar hotel.
"Huuuffff,..!Menyusahkan !" Gumam Maria duduk di tepi ranjang,Victor dalam keadaan yang tidak sadarkan diri berbaring diatas ranjang.
"Haah!"Victor memeluk pinggang Maria dari belakang,membuat Maria kaget.
"Kamu benar disini,Aku pikir Aku hanya mimpi !" Ucap Victor dalam keadaan masih memeluk Maria.
"Lepas,apa yang Kamu lakukan "Ucap Maria berbalik .
Victor segera mendorong Maria,dan jatuh di bawah tubuh nya,victor dalam keadaan linglung menatap Maria.
Cup ..!Victor mencium lembut bi bir Maria,membuat wanita ini membulatkan matanya.
"Jangan lepaskan,biarkan Aku menikmati nya,jika tidak Aku kan mati!" Ucap Victor ngaur.Maria hanya pasrah melihat keadaan Victor yang sedang mabuk.
'Huuuff,untung saja,tidak sadarkan diri,jika tidak Aku akan membunuh Mu,mengambil kesempatan dalam kesempitan '
Maria begitu pasrah,saat Victor memainkan li dah di dalam rongga mulutnya,ciuman Victor begitu lembut membuat Maria hanyut dalam kelembutan victor.
Hallo,tinggalkan vote kalian,beri hadiah,dan dukung kita ya,up tiap hari 😘
__ADS_1