
Sampai di kamar Victor menurunkan Maria,tepat di sudut kamar bukan di sisi ranjang,itu membuat Maria bingung,lalu memiringkan kepala nya melihat ke arah Victor yang membelakangi nya.
Victor melepaskan jas nya lalu membuang ke lantai,Maria menaikan sa-tu alis nya,lalu ia melonggarkan dasi nya,membuangnya ke lantai.Barulah ia membuka kancing kemeja atas beberapa biji.
"Mas ..!"Panggil Maria,Victor berbalik menatap kearah nya.
"Lain kali jangan seperti ini,ini sangat berbahaya,ingat Kamu tidak boleh ada disaat orang sedang berkelahi karena itu bisa membahayakan Kamu dan janin Mu mengerti!"
Marah Victor kepada Maria,Wanita ini terkejut,ia tadi tidak melihat Victor marah akan hal ini,rupanya Victor menunggu sampai rumah baru bisa memarahi Maria.
"Tapi....!"
Maria menghentikan ucapan nya saat Victor mengakat tangannya,menyuruh Maria untuk berhenti bicara.
"Mulai hari ini Kamu tidak boleh keluar kamar,makanan akan di antar oleh Bi Ati ke kamar,Kamu juga tidak menyusui Sulthan,jadi tidak perlu keluar kamar,sa-tu lagi Aku tidak mau mendengar kata bantahan !"Sambung Victor dengan nada tegas.
"Mas,bagaimana bisa Kamu begitu kejam!"Protes Maria,Victor menaikan alisnya.
"Kejam?"Victor menatap tajam kearah Maria.
"Kalau sesuatu terjadi dengan calon baby Kita dan Kamu,apa Kamu masih anggap Aku kejam,Aku begini karena Aku tidak mau sesuatu terjadi dengan Mu dan calon Anak Kita!"Ketus Victor.
"Mas,Kamu....!"Lagi -lagi Maria memotong ucapannya.
"Tetap berdiri disana,Kamu di hukum sudah melanggar peraturan,keluar rumah tanpa ijin Ku,pergi ke Flores juga tanpa ijin Ku,hari ini Nyonya Flores mengancam Kita juga atas kesalahan Mu!"
Victor melemparkan kata-kata untuk menyudutkan Maria berkali-kali.
"Mas!"Teriak Maria yang sudah kesal.
"Dilarang berteriak,Kamu enggak ingat yang ku bilang di mobil tidak boleh stres!"Sambung Victor.
"Bagaimana Aku tidak stres,dan Aku tidak berteriak,Kamu tidak membiarkan Aku menjelaskan nya!"Ketus Maria dengan kesal,menatap tajam Suaminya.
"Semua penjelasan sudah ada,dan Aku sudah melihatnya,Kamu datang ke Flores,dan itu membuat kekacauan lebih parah hari ini!" Ucap Victor lalu berjalan kearah tempat tidur,ia mengasingkan Maria.
Kali ini Victor marah karena hampir saja calon baby Mereka terjadi sesuatu.Sebenarnya ia tidak mau menghukum Maria,tapi ia tidak bisa membiarkan Maria melupakan kejadian yang baru saja terjadi.
"Mas,Kamu membiarkan Aku disini,menghukum Ku apa membunuh Ku !" Teriak Maria sekali lagi,Victor langsung terperanjat dari kasur saat sedang tidur.
__ADS_1
Victor menatap tajam ke arah Maria,Wanita ini juga menantang Victor.
"Ini dingin,Kamu membuat Ku mati kedinginan disini!"Lirih Maria menundukkan kepala nya.
Victor segera menurunkan kaki nya,lalu berjalan kearah Maria.Victor segera mengendong Maria menuju ranjang,wanita ini memalingkan wajahnya.
"Masih tidak mau melihat Ku?" Bisik Victor,"Kalau tidak mau melihat Ku,biar Ku buat Kamu berteriak memanggil nama Ku!"Ancam Victor,Maria langsung menatap nya dengan tajam,dan mendorong tubuh Victor.
Bugh !
Maria segera membaringkan tubuhnya,lalu membelakangi Victor,ia menarik selimut tanpa memperdulikan pria pemarah itu.
Dari belakang Victor memeluk Maria,tangan kekar nya melingkar di pinggang Maria,wanita ini tidak menolak atau pun memberontak nya.
Cup!
Victor menci um le her Maria,"Jadilah Anak yang patuh ya,jangan bertingkah,ingat Kamu sedang mengandung!Aku enggak mau kalian kenapa-kenapa,kalau enggak Aku tidak akan bisa memaafkan diriku,sekarang kamu tidur ya,Aku menemani Mu disini !"
Perkataan Victor membuat Maria tenang,ia segera memejamkan matanya.Victor dengan sabar menjaga dan menemani istrinya yang tertidur.
Setelah kejadian hari ini,Victor bersama dengan Maria berencana untuk berlibur panjang,untuk menghilangkan stres,atau bersembunyi sementara dari publik.
Victor telah meminta Aros untuk menyiapkan semua kebutuhan nya,dari Apartemen untuk tinggal sementara dan juga tiket penerbangan semua di urus oleh Aros.
***
RUMAH SAKIT !
Nyonya Flores berdiri di sebelah anaknya,melihat selang infus yang terpasang di tangan Calvin,selang oksigen di hidung nya membuat Nyonya Flores begitu khawatir.
"Sayang..!"Panggil Nyonya Flores mendekat,Calvin tersenyum kepada ibunya.
"Kenapa Kamu tidak pernah bercerita?"Tanya Nyonya Flores,mengelus lengan anaknya.
"Mah!kenapa Kau menangis,Aku belum mati !" Ucap Calvin tersenyum.
Dugh !
"Uhuk..uhuk,Ma sakit !" Ketus Calvin kesal,saat Nyonya Flores memukul dada nya.
__ADS_1
"Jangan bicara begitu,Mama hanya punya Kamu saja,kapan Kamu akan melakukan operasi !" Tanya Nyonya Flores
"Operasi belum tentu berhasil,karena tidak ada pendonor ini hanya operasi biasa saja!"Jawab Calvin,menatap langit-langit kamar pasien.
"Meskipun operasi,meringankan sakit Mu,Kamu juga harus bisa menjalani operasi ini,Mama belum siap untuk kehilangan Mu!" Ujar Nyonya Flores.
"Mah,jangan menangis,Aku akan baik-baik saja!" Jawab Calvin lagi,ia masih bisa tersenyum di depan Nyonya Flores.
"Kamu istirahat dulu,Aku akan bertemu dengan Dokter Sania!" Ucap Nyonya Flores,lalu pergi meninggalkan Calvin di dalam ruangannya.
Ceklek !
"Nyonya Flores!"Dokter Sania bangkit dari duduknya menyapa Nyonya Flores.
"Silahkan duduk !"Sambung nya lagi.
"Terimakasih !"Nyonya Flores segera duduk di depan Dokter Sania.
"Dokter Sania,Anda sudah lama menjadi Dokter pribadi keluarga Flores,tapi kenapa Anda berani mengambil resiko menyembunyikan penyakit Tuan Muda Flores!"Ujar Nyonya Flores menatap lekat kearah Dokter Sania,Wanita ini gemetar mendengar ucapan Nyonya Flores.
"Maafkan Saya Nyonya,Tuan Muda Flores yang melarang saya,bahkan mengancam Saya!"Jawab Dokter Sania,ia mengeluarkan hasil pemeriksaan Calvin selama beberapa kali.
"Apakah Calvin pernah berniat untuk mempunyai Anak dengan Maria?"Tanya Nyonya Flores,Dokter Sania mengangguk nya,bahkan Dokter Sania telah mengatur tanggal cantik untuk pernikahan Calvin dan Maria di masa subur,agar segera mendapat momongan,sesuai rencana Calvin.
"Seandainya Kamu memberitahukan ini kepada Ku,mungkin saat ini Mereka telah bersama,ini Kalian malah menyembunyikan itu dari Ku!"Ketus Nyonya Flores dengan kesal.
"Nyonya Flores,selama ini Tuan Calvin telah melakukan yang terbaik untuk perencanaan pernikahan mereka,tapi malah terjadi hal yang tidak di duga,Ia tidak tahu kalau Tuan Victor akan datang mengacau semua rencana nya!bahkan Nona Maria sempat mengandung Anak kedua dari Suami nya,saat ia tinggal dengan Anda!"
"Aah!" Dokter Sania kaget,ia baru saja mengingat kalau Dia telah keceplosan memberitahu Nyonya Flores mengenai kehamilan Maria sebelumnya.
"Dokter!apa ada yang Anda sembunyikan dari saya selain penyakit Calvin ?"Tatapan Nyonya Flores tidak dapat di hindari oleh Dokter Sania,Perempuan ini menundukkan pandangannya.
"Dokter Sania tolong jelaskan dari awal,banyak yang tidak Saya ketahui mengenai hal ini!"
Dokter Sania menghela nafas nya,ia berpikir sejenak,mungkin sudah waktunya ia memberitahukan semua kepada Nyonya Flores.
Akhirnya Dokter Sania menceritakan semua yang ia ketahui mengenai hal yang di lakukan oleh Calvin.Dan itu sontak membuat Nyonya Flores kaget,mendengar semua cerita dari Dokter Sania.
Setelah mengetahui semua perjuangan Calvin,Nyonya Flores berjanji akan memberi keadilan untuk anaknya,bahkan ia berjanji akan membawa Wanita itu untuk Calvin suatu hari nanti.
__ADS_1