
Sudah sa-tu Minggu Maria menjalin hubungan Calvin,kini status nya sebagai tunangan Calvin.
Pria ini mengajak Maria untuk bekerja di kantornya,sebagai sekretaris.
Disaat Calvin mengandeng tangan Maria masuk ke dalam kantor,semua orang melihat kearah Maria.Mereka baru kali ini melihat Calvin membawa Wanita ke kantor nya.
Calvin memperkenalkan Maria kepada semua karyawannya,ia hanya memperkenalkan Maria sebagai sekretarisnya,karena Maria tidak ingin semua orang tahu hubungan Dia.
"Ini ruangan Mu,jika butuh apa-apa Kamu bisa memanggil Aku atau Haris,ia akan membantu Mu!" Seru Calvin mengajak Maria masuk kedalam ruangannya.
"Terimakasih Tuan!" Jawab Maria sopan.
"Haris ambil kan file untuk di kerjakan Maria ada di ruangan saya !" Haris segera pergi,meninggalkan mereka berdua di dalam ruangan.
"Apa Kamu menyukai ruangan ini?"Tanya Calvin melihat ke arah Maria.
"Ruangan nya bagus,dan juga rapi saya suka,sekali lagi terimakasih Tuan,sudah memberikan saya pekerjaaan !" Jawab Maria tersenyum dengan ramah.
"Berhenti memanggil saya Tuan,panggil saja Saya Calvin biar Kita berdua lebih akrab lagi!" Calvin memegang tangan Maria,namun Maria belum terbiasa begitu dekat dengan Calvin.
Ceklek !
"Tuan,ini fil ....!"Haris mematung sejenak saat melihat Bos nya dan Sektretaris sangat dekat ,"maaf saya lupa mengetuk pintu !" Ucap Haris yang memergoki Calvin dan Maria sedang berpegangan tangan.
"Haris !" Panggil Calvin,Pria itu melirik kearah bos nya,netra Calvin seakan -akan ingin memakan Haris saat itu juga,telah mengganggu moment nya.
"Letakkan file nya diatas meja Maria,lalu Kita ruang Meeting !" Titah Calvin,Haris segera berjalan kearah meja Maria.
"Tuan,hari ini tidak ada meeting adanya pertemuan dengan klien di lapangan golf" Ucap Haris,Calvin segera melirik kearah Maria.
"Hari ini Kamu tidak perlu bekerja,Kamu temani saya pergi ke lapangan golf Kita pergi bertiga!"Ucap Calvin,Maria hanya bisa mengangguk,karena tidak ingin mengecewakan bosnya di hari pertama kerja.
"Siapkan mobil !" Titah Calvin,Haris segera keluar dari ruangan Maria.
Calvin dan Maria saling pandang sa-tu sama lain,saat Haris sudah keluar.
__ADS_1
Maria hanya bisa memalingkan wajahnya saat Calvin menatap nya.
"Kita pergi sekarang ?" Ajak Calvin menarik tangan Maria,wanita ini merasa sedikit risih di gandeng oleh Calvin,namun sebaliknya,Calvin malah senang dapat memegang tangan Maria,ia sudah menunggu saat -saat begini sudah begitu lama.
***
Sampai di lapangan golf,Calvin dan Maria serta Haris turun dari dalam mobil,disana sudah ada Asisten Tuan Handoko yang menunggu kedatangan mereka.
"Tuan Flores,Tuan Handoko ada di ruang VIP!" Ucap Pria yang seumuran dengan Calvin.
"Hantar Kami kesana !" Mereka langsung mengikuti Asisten Tuan Handoko,menuju ruang golf.
"Tuan,Mereka sudah datang "Ucap Asisten Tuan Handoko.
Tuan Handoko segera bangkit dari duduk nya dan berjalan ke arah Calvin.
"Selamat atas proyek baru Tuan Calvin,senang bekerjasama dengan Anda !" Ucap Tuan Handoko mengulurkan tangannya.
"Terimakasih,senang bekerjasama dengan Anda juga!" Calvin berjabat tangan dengan Tuan Handoko.Lalu Tuan Handoko menoleh kearah Maria,ia juga mengulurkan tangan dengan kepada Maria,Wanita ini sedikit ragu,namun tidak ingin membuat Calvin malu,ia segera menerima tangan Tuan Handoko.
Tuan Handoko langsung mencium punggung tangan Maria,membuat wanita ini kaget dan segera menarik nya,namun pegangan Tuan Handoko begitu kuat.
"Senang bertemu dengan Nona cantik !" Ucap Tuan Handoko,mengelus tangan Maria.
Plak !
Calvin menepis tangan Tuan Handoko yang masih memegang tangan Maria,membuat Maria dan Tuan Handoko terkejut.
"Maaf Tuan Calvin,sambil membahasakan pekerjaan bagaimana kalau kita bermain golf sa-tu ronde dulu ?"Ajak Tuan Handoko.
"Tidak masalah,ayoo Kita main!" Calvin menarik tangan Maria agar berpindah di sebelah nya.
Maria melihat kearah Calvin,dengan raut wajah yang sudah memerah,ia tahu kalau Calvin sedang menahan amarah nya.
Di lapangan golf,Maria menemani Calvin bermain,ia menantang Tuan Handoko,ia ingin mengalahkan Pria tua itu.
__ADS_1
"Nona Maria,Saya ingin menantang Anda,jika Anda kalah sa-tu malam dengan saya,dan jika saya kalah,Anda busa minta apapun dengan saya!" Ucap Tuan Handoko
"Tuan,Anda salah paham,pekerjaan saya hanya sebagai sekretaris Tuan Calvin,jadi saya tidak akan peduli dengan keinginan Tuan !" Jawab Maria,lalu ingin pergi dari tempat itu.
"Kamu jangan naif,semua pekerja atau pebisnis pasti begitu,Sekretaris yang ikut dengan bos nya,pasti harus mengikuti perkataan klien,bukan begitu Tuan Calvin ?"Tanya Tuan Handoko,Calvin tidak menjawab,namun terlihat wajahnya yang memerah.
"Baik!Saya terima tantangan Anda,jika saya yang menang,Anda harus keliling lapangan ini tanpa menggunakan pakaian lengkap Anda! "Ucap Maria dengan kesal,lalu berjalan ke arena main golf.
"Maria apa yang Kamu lakukan,Aku bisa membantu Kamu untuk tidak menuruti perkataan nya!" Ucap Calvin melarang Maria untuk bermain.
"Bukankah,Tuan Calvin sudah tau dari awal,kenapa Aku mau ikut kesini,kalau diajak untuk bahan taruhan!"Jawab Maria beranjak pergi.
"Tunggu!Maria Kamu salah paham,Aku tidak bermaksud begitu !" Calvin berusaha melarang Maria,namun wanita ini sudah siap-siap untuk main.
Mereka langsung bermain di ronde pertama, Tuan Handoko yang menang,semetara Maria kalah,Calvin melihat itu merasa panik,dan tidak bisa berdiri dengan tenang.
Permainan sudah berjalan 10 menit,saat ini Tuan Handoko memimpin angka tertinggi.Pria tua itu melirik kearah Maria,namun Wanita ini masih terlihat santai,main golf bukan lah hal sepele,karena sebelumnya ia sudah pernah memainkan berbagai macam permainan.
"Kalau Kamu mau menyerah sekarang belum terlambat !" Ucap Calvin mendekat kearah Maria.
"Tuan jangan terlalu meremehkan saya,Saya yakin Saya bisa menang !" Jawab Maria lagi,membuat Calvin memijit kepala nya yang tidak sakit.
"Haris!" Panggil Calvin yang merasa sedikit pusing,Calvin memiliki riwayat penyakit yang tidak bisa berlama-lama terkena papar sinar matahari.
"Iya Tuan!"Haris datang mendekat.
"Hantarkan saya ke ruang tunggu,Aku ingin beristirahat,Kamu pantau terus Maria,jangan biarkan Pria tua itu main curang,Kamu pegang ponsel saya,nanti saya hubungkan kamera nya ke laptop!" Titah Calvin,Haris segera mengantar Calvin ke ruang tunggu.
Maria melirik kearah Calvin yang pergi,namun ia tetap kekeh untuk menang,ia ingin menunjukan kepada semua orang tidak selama nya sekretaris itu rendah .
"Anda mau berhenti sekarang,sebelum terlambat!" Ucap Tuan Handoko mendekat.
"Saya belum siap kalah,jadi masih ingin berlanjut!"
Terlihat sekali angka kemenangan masih di pimpin oleh Tuan Handoko,Maria mencari cara lain,dan memikirkan skill baru yang akan di mainkan nya.
__ADS_1