SuamiKu Angry Birds

SuamiKu Angry Birds
40.Pertemuan pertama


__ADS_3

Maria berbalik melihat lagi ke arah Aros,lalu Calvin datang bersama dengan Haris.


"Mah !"Panggil Calvin yang membuat Maria juga menoleh kearah sumber suara.


"Kamu sudah siap?seperti nya Sulthan lapar?Maria baru saja ingin mengantikan popoknya !" Jawab Nyonya Flores,lalu mereka berempat pergi meninggalkan Aros,setelah Haris berpamitan.


Maria menoleh ke belakang sekali lagi,Aros juga melihat nya,Maria tersenyum,meskipun belum bisa menyapa nya setidaknya Maria masih bisa tersenyum kearah Pria itu.


"Tuan Victor,pasti senang mengetahui Nyonya Maria baik-baik saja!namun kenapa Aku merasa kalau ini adalah pertemuan yang lebih menyakitkan dari perpisahan sebelumnya?lebih lagi Nyonya sudah menikah dan punya anak !"Aros bergumam diri di depan ruangan,lalu berbalik badan untuk kembali ke kantor.


Calvin menyadari kalau Maria barusan telah melihat Aros dan juga Aros sudah mengetahui kalau Maria lah istri dari Calvin.


"Apa semua baik- baik saja ?" Tanya Calvin saat melihat Maria menggantikan popok milik Sulthan.


"Semua baik-baik saja,hanya saja Aku tidak punya waktu menyapa nya,Mas juga tau Kami baru saja bertemu,mungkin ada banyk pertanyaan yang ingin Aros tanyakan !" Jawab Maria setelah selesai membereskan Sulthan,lalu duduk disebelah Calvin dengan memangku Sulthan.


"Kamu akan lebih kaget jika Kamu bertemu dengan pemeran yang lebih penting !"Ketus Calvin,terlihat dari pandangan Maria,jika Calvin sedikit kesal.


"He..he..saat ini pemeran utama ada di depan Ku,dan lebih penting,kenapa harus menunggu pemeran yang lainnya !" Jawab Maria sedikit membuat Calvin canggung,karena telah membaca raut wajahnya yang kesal.


"Ayooo Kita pulang,karena masih banyak yang harus Kita siapkan !"Seru Calvin mengambil alih untuk mengendong Sulthan.


"Bukankah,semua sudah di bereskan oleh Haris,apa lagi yang akan Kita kerjakan?" Tanya Maria ikut bangkit dari duduknya.


"Kita akan mempersiapkan diri Kita untuk besok malam !"Jawabnya keluar dari dalam kamar hotel,kamar yang akan di dekor nanti untuk malam pertunangan Mereka.


Nyonya Flores telah menunggu lama mereka di parkiran,sementara Maria dan Calvin baru saja keluar dari dalam hotel menuju tempat parkir.


Ceklek !

__ADS_1


Maria membantu membuka pintu mobil,membuat Calvin tertegun harus nya itu di lakukan oleh Haris,namun Maria yang berinisiatif membukanya.


Mereka duduk di belakang,karena Nyonya Flores sudah duluan mengambil posisi di depan.Sulthan juga tertidur didalam pangkuan Calvin,Sulthan sudah merasa nyaman sejak baby di rawat oleh Calvin dan juga ibunya.


Maria belum kembali ke rumah sa-tu tahun lalu di belikan oleh Calvin,semenjak ia siuman dari koma nya,karena Nyonya Flores khawatir jadi meminta Maria untuk tinggal bersama dengan nya.


"Tuan,semua berkas dan persiapan telah kelar,semua sudah beres,cincin nya sudah siap,acaranya besok malam jam 9:00 PM"Seru Haris saat memutar balikan mobilnya kearah jalan pulang.


"Hantar dulu Mama sama Maria,setelah itu kita pergi rapat di kantor xxx,karena ada saham yang akan di jualan oleh mereka Aku ingin membelinya!"Ucap Calvin masih setia memangku Sulthan.


"Baik,Tuan Aku sudah menyiapkan semua berkas nya !"


Maria melirik kearah Calvin, yang mungkin sudah merasa pegal karena telah lama mengendong dan memangku Sulthan.


"Biarkan Aku saja !" Ucap nya pelan,sambil mengambil Sulthan diatas pangkuan Calvin.


"Hati-hati,jangan biarkan ia bangun !" Jawab nya melepaskan pegangan nya.


Mobil Mereka memasuki halaman rumah,di depan rumah terlihat Airin yang sedang menunggu.


Mereka segera keluar dari dalam mobil,yang tadi Calvin berencana untuk langsung pergi,namun ia terpaksa turun,tidak ingin Airin membuat kekacauan.


Airin mengenakan dress yang pertama kali di beli oleh Calvin,hanya sama persis saja,bukan yang di beli Calvin dulu,dress yang di beli Calvin dulu telah lama ia buang karena tidak suka model nya.Tapi sekarang,demi untuk mendekati Calvin ia sengaja membeli barang tiruan dan membuat Calvin menyadari walaupun sempat berpikir kalau Airin masih menyimpan barang itu.


"Kalian baru kembali?" Tanya Airin yang melihat mereka berjalan kearahnya.


"Seperti yang Kamu lihat?ada hal apa kemari ?"Tanya Nyonya Flores.


"Mah,Kalian masuk dulu,biarkan Aku saja yang mengurusnya!" Timpal Calvin memegang bahu Nyonya Flores.

__ADS_1


"Baik lah!jangan lupa pesan Mama!barang yang sudah jatuh meskipun baru li-ma menit tidak pantas di pungut kembali !"Cibir Nyonya Flores melirik kearah Airin,lalu mengajak Maria untuk masuk.


"Sepertinya Tante masih sangat marah kepada Ku !" Seru Airin,yang menyadari kebencian ibunya Calvin.


"Kamu tau Mama Dia tidak akan senang dengan wanita yang lebih memilih karir dari pada keluarga,tentu ini salah Mu,bukan salah nya !" Jawab Calvin.


"Berikan Aku kesempatan sekali lagi,Aku yakin Aku bisa memperbaikinya!" Airin memegang tangan Calvin,pria ini melirik dengan rasa jijiknya,lalu menepis tangan itu.


"Haris kita berangkat sekarang !" Calvin berjalan kearah mobil,turun dari teras nya,Airin ingin menghalanginya,namun ia tersandung di tangga teras dan jatuh ke dalam pelukan Calvin.


"Kamu!"Calvin menatap tajam kearah Airin yang berada dalam genggaman nya.


"Mas,Ponsel Mu ketinggalan !" Ucap Maria berdiri di ambang pintu,dan melihat Airin dalam pelukan Calvin.


Calvin segera melepaskan tangan nya,lalu berjalan kearah Maria.


"Terimakasih ya Cup !" Calvin mencium kening Maria,lalu segera turun dari teras dan menuju mobil,Haris segera membuka pintu mobil dan melirik kearah Airin yang masih berdiri disana.


Maria tersenyum,lalu masuk kedalam,ia tahu tidak harus cemburu atau curiga sikap Calvin barusan telah memberi penjelasan kepada nya.


"Tuan Calvin !" Airin menarik lengan Calvin,namun pria ini menepis nya.


"menjauh!" Calvin menepisnya sehingga membuat Airin terjatuh.


"Jauhi Aku dan keluarga Ku,jangan sampai Aku melihat Mu di sekitaran sini lagi!" Ingat Calvin dengan tatapan tajam nya membuat Airin gemetar lalu berhenti untuk memanggil Calvin.


"Haris Kita langsung ke kantor!" Titah Nya


"Baik Tuan !" Jawab Haris lalu menyalakan mobilnya.

__ADS_1


"Calvin,hari ini Kamu bisa mengabaikan Aku,tapi ingat suatu saat Kamu akan mengejar Ku kembali !"Ucap Airin menggempalkan tangannya lalu berbalik masuk kedalam mobil nya yang di parkir tidak jauh dari halaman rumah Calvin.


Dari dalam rumah Maria mengintip dari jendela rumah,sebenarnya Maria tidak ingin bermusuhan dengan Airin,tapi ia juga tidak bisa membiarkan masa lalu Calvin kembali,jika ia ingin bersama dengan Calvin di masa depan.


__ADS_2