
Seperti biasa Victor berangkat kerja bersama dengan Aros,Pria ini duduk di belakang sopir,dengan kaki menyilang,diatas pangkuan ada sebuah laptop kerja milik Nya.
Disebelah tempat duduk terletak iPad yang sedang menunjukan statistik perkembangan perusahaan D&G.
"Tuan,hari ini akan ada kedatangan Nona Marisa ke kantor,ia kali ini datang sendiri,untuk memberikan dokumen kerjasama nya"Jelas Aros.
"Kamu yang tangani,Aku hari ini ada meeting dengan Flores!"Jawab Victor menutup laptopnya.
"Nyonya masih bekerja di Flores?" Tanya Aros yang melihat Maria tadi pagi sudah rapi dengan baju formalnya.
"Iya,ia akan segera mengundurkan diri setelah proyek terakhirnya selesai!" Victor mengambil iPad nya lalu melihat statistik perusahaan yang semakin hari semakin naik.
"Aros selidiki kasus ti-ga tahun lalu,Aku ingin segera mendapatkan buktinya,sebelum Calvin bertindak!"Sambung Victor lagi.
"Baik Tuan!"Jawab Aros fokus menyetir.
"Tuan,seperti Aku melihat Nyonya di depan Mall itu !" Sambung Aros melirik kearah Mall yang mereka lewati.
"Berhenti!" Titah Victor seketika,Aros segera mengerem mobilnya.
Ceklek !
Victor turun dari dalam mobil,dan mengikuti Maria,yang sedang menemani klien nya.
"Nona Maria tolong bantu saya memilih baju,karena nanti malam saya ada perjamuan !" Seru seorang pria dewasa yang lebih tua dari Victor.
"Baik,mari ikut saya!" Jawab Maria dengan sopan,ia selalu menemani klien dengan sopan,tidak pernah membuat klien kecewa.
Calvin sengaja mempersulit kan Maria pagi ini,karena jika orang tahu,istri seorang CEO menjadi pendamping klien,maka dengan begitu nama Victor akan menjadi trending topik.
"Bagaimana,kalau Anda menemani saya untuk datang ke tempat perjamuan ?" Ucap Pria itu lagi.
"Maaf Pak Anton,disini saya hanya bekerja sebagai pendamping Anda!"Tolak Maria dengan sopan.
"Tidak masalah,jika Saya berharap lebih,biasanya yang menemani klien Mereka akan setuju apa yang di minta oleh klien nya !" Ujar Pak Anton,klien Flores.
"Apa maksud Anda berharap lebih kepada istri saya !"Ucap Victor merangkul bahu Maria,pak Anton yang sudah mengenali Victor langsung menciut.
"Tu..Tuan Victor,kenapa Anda disini !" Tanya Pak Anton gagap.
__ADS_1
"Kenapa Anda gagap,bukannya tadi sangat bersemangat menggoda istri saya ?"Tanya Victor lagi.
"Mas,kenapa Kamu disini ?" Tanya Maria melihat kearah suami nya.
"Tadi lewat,Aku mau meeting ke Flores!"Jawab Victor belum melepaskan tangan nya dari bahu Maria.
"Tuan victor kalau begitu saya permisi dulu!"Seru pak Anton.
Victor tanpa menjawab,ia mengajak Maria untuk ikut bersama.
"Kenapa Kamu mau menemani Pria mes*m itu !" Cetus Victor saat sudah keluar dari mall.
"Itu bukan keinginan Ku,tapi kantor yang menyuruh Aku menemani klien hari ini!" Jawab Maria,Victor membuka pintu mobil untuk istrinya.
"Sayang,kamu itu desainer,menemani klien itu bukan tugas Mu,jika ini ada hubungan nya dengan pekerjaan Mu baru bisa di bilang ini tugas Mu !"
Victor tidak ingin istrinya menemani pria lain yang tidak berkaitan dengan pekerjaan nya.
"Iya,Aku sudah menolaknya,tapi kantor tidak menerima,jadi Aku terpaksa menemani nya !" Jawab Maria.
"Sudah di tidak apa-apa,hari ini Aku bantu Kamu untuk resign dari pekerjaan,mending kerja di kantor Ku jadi sekretaris Ku !" Sambung Victor lagi dengan senyuman di bibir nya.
Aros memarkirkan mobil nya,lalu membuka pintu untuk Victor.
"Kamu bisa kembali ke perusahaan,soal Marisa Kamu yang tangani,setelah Aku selesai,urusan wanita itu juga sudah selesai disana,jangan biar kan ia menemui Aku atau punya kesempatan untuk menganggu Ku!"Ucap Victor memberikan pekerjaan kepada Aros,disebelah Victor ada istrinya yang sedang melihat kearah Victor berbicara begitu serius.
"Baik,Tuan,apa perlu Kami jemput ?" Tanya Nya lagi.
"Tidak perlu Kami akan pulang naik taxi saja!"Jawab Victor memegang tangan Maria,lalu meninggalkan Aros di tempat parkir.
"Mas,bisa lepaskan tangan Ku,ini sudah di Flores, nanti kalau orang lihat bagaimana?"
Maria melihat kearah suaminya,tiba-tiba berhenti mendengar perkataan istrinya.
"Kenapa?apakah orang lain tidak boleh tau kalau kita suami istri ?Kamu bukan tunangan Calvin,tapi istri Ku !"
Victor tidak mau melepaskan tangan Maria,ia tetap akan memegang nya,sampai mereka masuk ke dalam kantor,semua karyawan melihat ke arah Maria.
"Itu bukan nya tunangan Bos ya ?"
__ADS_1
Bisik orang yang melihat kearah Maria dan Victor,Pria ini segera berhenti saat mendengar gosip dari mulut Mereka.
"Mulai sekarang Wanita ini adalah istriKu,jadi berhenti untuk bermimpi bilang kalau Dia tunangan bos kalian !"Ucap Victor dengan tegas,membuat Maria membulatkan matanya.
'Astaga,apa yang Dia lakukan di kantor orang lain !'
Maria menundukan kepala nya melihat tingkah suaminya itu.
"Wah,kebetulan sekali bertemu di meeting siang ini,tidak disangka ya suami istri dapat kembali bersamaan ke kantor !" Cetus Calvin dengan kesal yang melihat Victor bergandeng tangan dengan Maria.
Calvin melirik jari manis Maria,tidak memakai cincin tunangan Mereka lagi,bahkan ia tidak terlihat seperti saat lagi tadi datang ke kantor.
"Apakah meeting nya sudah di mulai ?"Tanya Victor yang masih merangkul istrinya.
"Tuan Victor mari ikut saya,meeting nya akan segera di mulai !"Ujar Haris asisten Calvin,yang dari tadi berdiri di sebelah nya.
"Ayooo sayang ! "Victor membawa Maria bersama dengan nya,Maria hanya bisa tersenyum melihat sikap cemburu suaminya.
Calvin yang melihat kedekatan mereka hanya bisa mengepalkan tangan nya saja.
'Aku akan mengambil kembali Dewi keberuntungan Ku !'
Calvin juga berjalan kearah ruangan Meeting,tiba-tiba ia memegang dada nya,terasa begitu sesak.
"Ugh..!"
Haris yang melihat Bosnya sedang kesakitan ia segera menolong Calvin.
"Tuan,mari saya antar keruangan dulu untuk istirahat !" Ucap Haris memegang bahu Calvin,Pria ini mengangguk nya.
Sampai di dalam ruangan CEO,ia segera memberikan obat kepada Calvin,lalu Calvin melihat hasil pemeriksaan Minggu lalu.
"Anda harus segera mendapatkan perawatan intensif Tuan,jika tidak ini akan berbahaya bagi kesehatan Anda!" Pungkas Haris menutup kembali obat Calvin .
"Aku tahu,kita akan pergi kerumah sakit setelah pemeriksaan!"
Jawab Calvin,lalu bangkit dari tempat duduk nya berjalan kearah pintu.
Ia membenarkan jas nya,dan juga raut wajahnya,biar tidak terlihat seperti orang yang sedang menahan rasa sakit.Haris hanya bisa menghela nafasnya saat melihat Bos nya begitu,sebelum nya ia selalu berjuang untuk sembuh disaat Maria ada di dekat nya,namun sekarang,sikap Calvin kembali dingin seperti dulu.
__ADS_1