
Setelah memikirkan begitu lama,akhirnya Maria memutuskan untuk menerima nya.
"Karena Mas yang sudah rekomendasi kan Aku,maka Aku tidak akan mengecewakan Mas,Aku menerima nya!" Jawab Maria,sembari tersenyum ke arah Calvin.
"Aku percaya Kamu bisa,besok Kita sudah bisa langsung pergi ke kantor bersama !" Jawab Calvin.
"Kapan Kalian akan mendaftar pernikahan kalian,bukankah seharusnya kalian sudah bisa pergi ke kantor departemen catatan sipil ?"Tanya Nyonya Flores.
"Besok!"Tegas Calvin,Maria melirik ke arah Calvin dengan ragu, "Besok Aku akan pergi bersama dengan Maria,sebelum ke kantor kami akan pergi mendaftarkan pernikahan Kami dulu!" Jawab Calvin,Pria ini mengembangkan senyum nya ke arah Maria,calon istri nya.
'Besok,bukan kah terlalu cepat,bagaimana cara menolak nya !' Maria berfikir sejenak,namun ia tidak dapat menolak nya,karena disini ada Nyonya Flores,ia pasti akan bertanya alasan kepada Maria,sementara Maria tidak memiliki alasan lain,selain Dia belum bercerai.
"Bagaimana menurut Mu Maria ?" Tanya Calvin,sudah berpindah tempat duduk,kini Calvin duduk di sebelah Maria.
Maria kaget melihat Calvin sudah di dekat nya,"Semua terserah Mas saja,Aku akan mengikuti saja!" Jawab Maria sedikit ragu.
"Kemana kalian akan pergi berbulan madu ?" Tanya Nyonya Flores.
"Aku belum memikirkan itu !" Jawab Maria,seketika membuat ibu dan Anak itu saling pandang sa-tu sama lain.
"Tenang saja Mah,Aku dan Maria telah memutuskan untuk pergi ke Swiss,disana ada 21 tempat terindah yang akan Kami kunjungi bersama,dan pada saat itu Kami pergi,Mama jangan sampai menganggu Kami dengan mengatakan kalau mama rindu kepada Kami !"Ha..Ha..Ha.. Ujar Calvin sambil tertawa.
Calvin sengaja berbicara seperti itu agar ibunya tidak terus melemparkan pertanyaan kepada Maria,yang akan membuat wanita ini tidak nyaman.
"Baik,tenang saja,Mama tidak akan menganggu honey moon kalian,disini ada Sulthan yang akan menemani Mama !" He...he.. Nyonya Flores tertawa kecil,saat melihat Calvin tertawa begitu lepas,baru kali ini ia dapat melihat anaknya yang tertawa begitu bahagia,sebelumnya ia selalu bersikap dingin kepada siapapun,semenjak kematian Ayahnya.
"Tapi tanya dulu pemeran Wanita nya mau ikut atau enggak ?" Sindir Calvin sambil melihat ke arah Maria.
"He..he..he..,tentu Aku akan ikut,tidak mungkin kan Kamu berbulan madu sendiri!"
__ADS_1
Calvin dapat menangkap perkataan Maria,lain di mulut lain di hati,Wanita itu pandai menyimpan perasaan nya.
"Sudah!sudah..!"Ucap Nyonya Flores yang bangkit dari duduk nya,"Sudah waktu nya tidur,Maria bawalah Sulthan ke kamar,kasian ia tidak bebas tidur di sini!" Sambung Nyonya Flores lagi,yang berpamitan untuk istirahat.
"Iya Tan,Aku akan segera ke kamar!" Jawabnya membereskan berkas pekerjaan pertamanya.
"Tunggu sebentar!"Ucap Calvin saat melihat Maria hendak berdiri.
"Ada apa ?" Tanya Maria,menoleh kearah Calvin.
"Besok adalah hari pertama Kamu bekerja di proyek Victor,boleh kah Aku minta Kamu agar tidak terlalu dekat dengan Dia,Aku cemburu!"Ucap Calvin mengerutkan bibirnya,lalu merengek sepeti bayi, "Please....!boleh ya !" Sambungnya lagi.
"Heeemmmm..huuufff!"Maria menghela nafas panjang,melihat kelakuan Calvin yang seperti anak-anak.
"Yang Atur pekerjaan Mas,yang cemburu juga Mas,aneh!"Ketus Maria,melanjutkan membereskan berkas miliknya.
"Aku janji,Aku akan jaga jarak!" Sambung Maria tersenyum,lalu menyentuh pipi Calvin,sembari berjalan ke arah box Sulthan.
"Terimakasih,Kamu memang Wanita terbaik!" Ucap Calvin memeluk Maria dari belakang,yang sedang berdiri di depan box Sulthan,Maria memegang erat pinggiran box,pelukan Calvin membuat ia tidak nyaman.
"Iya!" Jawab Maria singkat,berharap Calvin segera melepaskan pelukan nya,karena Maria tidak bisa langsung menolak nya.
Cup! Calvin mengecup bahu Maria,lagi-lagi membuat Wanita ini tertekan "Kamu naiklah ke atas untuk istirahat,berkas ini akan Aku bawa ke ruang kerja!" Ucap Calvin melepaskan pelukannya.
Maria segera mengambil Sulthan di dalam box,lalu bergegas naik ke lantai dua,Maria tidak menjawab ucapan Calvin selain mengangguk pelan.
Blam !
Maria menutup pintu kamar,lalu meletakan Sultan di atas ranjang,Maria duduk di tepi ranjang,memikirkan surat cerai yang ia berikan kepada Victor,pada kenyataan nya belum ia tanda tangan,sedangkan surat itu sudah begitu lama nya.
__ADS_1
'Bagaimana cara nya Aku bisa menjelaskan kepada Calvin perihal perceraian ini,yang sebenarnya,Kami belum bercerai!'
Maria mengusap kasar wajah nya,ia harus berpikir cara untuk menyampaikan kepada Calvin hal yang sebenarnya.
***
Victor yang mengetahui Oma nya pergi ke kediaman Flores,langsung datang menemui Oma di kamarnya.
Ceklek !
"Victor !"Gumam Oma yang melihat Victor membuka pintu kamar nya.
"Apakah kesehatan Oma akhir -akhir ini begitu sehat?"
Tanya Victor dengan raut wajah yang datar,dan ucapannya yang dingin,membuat Oma Armani begitu salah di depannya.
"Apa yang terjadi ?" Tanya Oma balik kepada Victor yang melangkah kearah nya,Oma sedang duduk di sofa yang ada di kamar,ia sedang melihat foto moment dimana Dia dan Maria bersama.
"Hari ini Oma datang menemui Dia untuk apa?" Tanya Victor berdiri di depan Oma,dengan sa-tu tangan di masukan ke dalam saku celana,Victor masih mengenakan jas setelan nya,Dia belum sempat berganti pakaian.
"Tentu saja untuk menemui cucu Oma,jika menunggu Maria membawa nya kemari,itu hanya mimpi saja,lebih baik langsung datang kesana,Kita punya hak atas Sulthan,Kamu papanya !" Pungkas Oma,lalu berdiri di depan Victor.
"Kenapa Kamu menyusun rencana keberangkatan ke Eropa hari Kamis?" Tanya Oma kepada Victor.Pria ini terdiam,Victor telah menyusun 50% kepergiannya ke Negara Eropa,sisa 50% lagi untuk menyelesaikan bisnis nya di Negara ini .
Oma menatap kearah Victor yang belum menjawab pertanyaan nya,"Apa Kamu sedang menghindari sesuatu ?atau Kamu belum bisa move on?"Sambung Oma lagi,pertanyaan demi pertanyaan Oma lemparkan kepada Victor,saat ini ia sedang di intimidasi oleh Oma.
"Aku tidak lari dari kenyataan,hanya saja,waktu yang di rancang oleh Aros sudah terjadi beberapa bulan yang lalu,kalau soal kenapa hari Kamis itu hanya kebetulan saja!" Jawab Victor berbalik berjalan kearah pintu kamar Oma.
"Sudah di atur bebepa bulan lalu,atau beberapa jam lalu,tepatnya hari ini ?" Ucapan Oma,membuat Victor mengurungkan niat nya untuk keluar dari kamar Oma.
__ADS_1
"Oma,berhenti untuk ikut campur,Oma sehat saja Aku sudah senang,Aku akan mencari pendamping hidup yang lebih baik dari Maria,Aku yakin pilihan Ku bisa membuat Oma senang !" Ucap Victor menyakinkan pendapatnya.
"Berkorban demi perasaan Ku,lalu Kamu menderita,gitu maksud Mu?" Oma selalu tidak puas dengan jawaban Victor,jika belum mendengar ucapan sesungguhnya dari dalam hati Pria ini.