SuamiKu Angry Birds

SuamiKu Angry Birds
62.Kenyataan yang pahit.


__ADS_3

Victor mencengkram kuat kerah baju Dokter,ia tidak terima perkataan Dokter yang sebelumnya.


"Itu tidak mungkin Dia baik-baik saja,Aku telah membayar mahal,tapi kalian tidak bisa melakukan apapun ?" Pungkas Victor dengan marah.


"Tuan tenang !" Aros berusaha menenangkan Victor,namun pria ini menepis tangan Aros.


Ceklek !


Pintu ruangan operasi terbuka,beberapa perawat mendorong Hospital bed Maria keluar dari ruangan operasi.


"Maria..!bangun,Aku tau Kamu bisa mendengar kan Aku,cepat bangun ..!" Teriak Victor,menggoyang kan tubuh Maria yang tak sadarkan diri,tangannya dingin semakin membuat Victor ketakutan.


"Tuan,tenang dulu,pasien masih belum siuman,ia masih dalam pengaruh obat bius mohon Tuan sedikit tenang!" Ucap Dokter yang berdiri di sebelah Victor.


"Maksud Dokter?" Victor melirik ke arah Dokter tersebut,yang masih berdiri di sebelah nya.


"Pasien sudah melewati masa kritis,dan sekarang Dia baik-baik saja,Dia hanya perlu beristirahat,nanti saat Dia siuman semua akan baik-baik saja!" Jelas Dokter kepada Victor.


"Sus,Silahkan bawa pasien ke ruangan inap nya!" Sambung Dokter lagi,perawat langsung mendorong Hospital bed Maria ke arah ruangannya.


"Jadi maksud Dokter tadi aqp?bilang tidak bisa menyelamatkan nya,tolong jelaskan kepada Saya!"Tanya Victor yang mulai bingung.


"Mari ikut Saya,nanti akan Saya jelaskan mengenai kondisi pasien" Ucap Dokter itu,mengajak Victor untuk ikut ke ruangan nya.


"Tuan,Anda bisa langsung ke ruangan Dokter,biar saya yang melihat Nyonya di ruangan nya!" Ucap Aros,Victor segera pergi menyusul Dokter yang mengoperasi Maria tadi.


"Tuan Victor silahkan duduk!" Ucap Pria yang bernama Anwar itu.


"Dok,tolong jelaskan kepada saya mengenai hal yang tadi,saya masih belum mengerti apa maksud perkataan Dokter sebelumnya "


"Begini,disaat pasien sampai ke rumah sakit,kondisi nya sangat memprihatinkan,terlebih lagi kondisi nya yang lemah"Ucap Dokter itu,lalu mendorong sebuah kertas hasil pemeriksaan pasien.


"Ini ..?" Victor melihat kearah Dokter Anwar.


"Pasien kehilangan janinnya,karena akibat tusukan yang begitu dalam,dan juga dengan kondisi nya yang lemah !jadi sampai disini janin tidak bisa di selamatkan lagi,janin berusia sa-tu Minggu itu telah di angkat saat di operasi!"

__ADS_1


Jelas Dokter Anwar membuat Victor tercengang,terlebih lagi Dia kaget mendengar kata-kata janin.


"Apakah Dia hamil?" Tanya Victor kepada Dokter Anwar.


Dokter mengangguk nya "Iya,usia kehamilannya baru sa-tu Minggu,tapi janin itu telah di angkat saat operasi tadi,untuk sementara,jangan terlalu memaksa pasien untuk beraktivitas yang berat,karena kondisi nya masih lemah !" Sambung Dokter Anwar.


"Dok,tolong rahasiakan soal janin yang tidak bisa di selamatkan ini,jangan sampai pasien mengetahui nya,tolong jaga rahasia ini demi kejiwaan pasien agar tidak tergoncang !" Pinta Victor kepada Dokter Anwar.


"Baik,jika itu demi pasien saya bisa menjaga rahasia ini!" Jawab Dokter Anwar.


"Kalau begitu saya permisi dulu!"


"Baik silahkan !"


Victor segera keluar dari ruangan Dokter,lalu duduk di kursi tunggu,ia melihat hasil pemeriksaan Maria.


'Jika malam itu terjadi sesuatu,berarti anak yang di kandung Maria adalah anak Ku,tapi karena ke egoan Ku,membuat Maria kehilangan Anaknya !'


Victor meremas kertas yang ada di tangannya,lalu ia berdiri menemui Maria di dalam ruangan inap,meskipun perasaan nya hancur saat ini mengetahui calon bayi nya baru saja di angkat,tapi Victor harus terlihat tegar di depan Maria.


Ceklek !


"Aros bagaimana dengan Maria ?" Tanya Victor yang baru saja datang .


"Nyonya Baru saja siuman!" Jawab Aros,Victor mendekat kearah ranjang Maria,Wanita ini tersenyum melihat Victor,namun berbeda dengan Victor yang mencoba menyembunyikan kesedihannya.


"Apa yang sakit,katakan pada Ku,Aku akan memanggil Dokter !" Ucap Victor yang ingin pergi,tapi Maria segera menarik tangan Victor.


"Tidak ada yang sakit,ada kamu disini semua akan baik-baik saja !" Jawab Maria tersenyum,melihat sikap Victor dan Maria yang mulai akrab membuat Aros senang.


"Nyonya...Aah maksud Saya,nona Maria,apa ada yang ingin Anda makan,biarkan saya mencari nya diluar !" Ucap Aros,saat melihat keceriaan di wajah Maria.


"Kata Dokter Dia akan bisa makan,makanan yang di sediakan di rumah sakit !" Sahut Victor melirik kearah Aros.


"Kalau begitu Saya pamit dulu,biarkan Tuan yang menemani Anda !" Sambung Aros lagi bergegas pergi meninggalkan ruangan Maria.

__ADS_1


Cup!tanpa sadar Victor mengecup dahi Maria,membuat wajah Maria bersemu merah karena malu,baru kali ini Victor memperlakukan nya begitu lembut.


"Kamu harus istirahat yang cukup,supaya kondisi Mu cepat membaik!"Ucap Victor duduk di samping ranjang Maria.


"Iya !" Jawab Maria tersenyum,Victor segera memalingkan wajahnya.


"Jangan lihat Aku begitu,Aku tidak akan tahan melihat senyuman Mu !" Gumam Victor,namun Maria dapat mendengar nya.


"He..he..coba sini lihat Aku,Aku mau melihat wajah Mu yang lucu itu,orang seperti Kamu bisa malu juga ?" Ledek Maria mencoba memegang wajah Victor,namun pria ini terus menghindar.


"Jangan menggoda Aku ya,Kamu tidak akan tau,apa akibat nya menggoda Pria yang normal seperti Aku !" Bisik Victor memegang tangan Maria yang ingin menyentuh wajahnya tadi.


"Memang nya apa yang bisa Kamu lakukan,Haah ?" Maria menatap kearah Victor,pandangan Mereka bertemu satu sama lain,dan sangat begitu dekat,sehingga mereka berdua dapat merasakan deru nafas yang mereka keluarkan secara bersamaan.


Victor mendekatkan wajahnya lebih dekat lagi,sehingga batang hidung Mereka tertabrak,membuat kedua nya semakin dekat.Victor menyentuh bibir Maria dengan tangan nya ingin menci um Maria.


Ceklek !


Pintu ruangan terbuka,membuat kedua nya kaget,Victor segera terperanjat,dan langsung berdiri.


"Calvin ..!" Gumam Maria saat melihat orang yang baru saja datang.


"Apa yang terjadi ?kenapa bisa begini?" Tanya Calvin memegang tangan Maria,Calvin langsung berdiri di depan Victor,membuat pria ini mundur.


Maria melirik kearah Victor yang sudah berdiri di ambang pintu,sebelum pergi Victor melirik kearah Maria,dan tersenyum,ia segera pergi meninggalkan Maria bersama dengan Calvin di dalam ruangan.


Dugh..!


Victor menonjok dinding rumah sakit saat sudah di luar ruangan.


'Aku sudah merelakan Dia menikah dengan orang lain,tapi kenapa begitu melihat Dia di perhatikan oleh Pria lain membuat Aku sakit '


"Tuan..!"Panggil Aros yang baru saja datang entah dari mana.


"Kita pulang !" Seru Victor pergi meninggalkan ruangan Maria,dengan tangannya yang terluka.

__ADS_1


Didalam ruangan Maria tidak begitu nyaman berada di dekat Calvin,setelah seharian bersama dengan Victor.


__ADS_2