SuamiKu Angry Birds

SuamiKu Angry Birds
76.Kembali nya sang pelakor


__ADS_3

Di dalam ruangan meeting perusahaan Flores,Maria duduk berdampingan dengan sang suami,Calvin memimpin rapat.


Sesekali Calvin melihat ke arah Maria,seharusnya ia yang menemani Calvin rapat seperti biasanya.


"Maria tolong bagikan berkas ini kepada semua yang hadir pada rapat siang ini!" Titah Calvin,menyodorkan berkas ke samping.


Victor menahan nya,ia memegang tangan Maria,sehingga wanita ini tidak bisa bergerak.


Calvin melihat lagi ke arah Maria,Wanita itu menundukkan pandangan nya.


"Kenapa ?" Tanya Calvin,semua staf yang hadir saling melirik satu sama lain.


"Tuan Calvin,Anda sudah salah menyuruh orang,Maria sudah resign dari Flores,jadi Dia bukan karyawan Flores lagi!" Cetus Victor menatap kearah Calvin .


"Apa yang terjadi ..?"


Semua orang berbisik,menggosipkan kepada Calvin dan juga Victor.


"Semua nya mohon tenang,Tuan Calvin belum menerima surat pengunduran diri dari Nona Maria,jadi wajar kalau Tuan Calvin tidak tahu!" Sambung Aros mengambil berkas di sebelah Calvin,lalu membagikan kepada karyawan yang hadir pada rapat.


Calvin langsung melanjutkan meeting nya,meskipun ada rasa canggung tapi Calvin tetap melanjutkannya.


"Baik lah rapat sampai disini saja !"


Calvin mengakhiri rapat nya,semua karyawan meninggalkan ruangan meeting kecuali Victor dan Maria.


"Maria,Kamu tau,yang berhenti bekerja di tengah - tengah kontrak akan di kenakan denda sebesar 100M,jika tidak maka akan ada hukum yang bertindak,paling sedikit penjara 10 tahun !" Jelas Calvin bangkit dari duduk nya.


"Apa ?100M tapi sebelumnya Mas tidak bilang ada denda di kontrak ?"Ujar Maria yang kaget.


"Panggil nama saja,tidak perlu mas -mas!hanya Aku yang bisa Kamu panggil Mas !" Bisik Victor kepada Maria.Maria tersenyum,lalu menganggukkan kepala nya.


"Iya 100M,selesaikan saja dulu kontraknya,jangan berhenti di tengah jalan !" Sambung Calvin lagi dengan percaya diri.


"Tuan Calvin,seperti nya Anda lupa,kalau Maria adalah istri saya,100 M akan saya tansfer ke rekening Anda,saat ini juga !"Seru Victor dengan tegas,Maria melirik ke arah suaminya.


"Sayang,ini terlalu banyak,tidak apa-apa kalau Aku menyelesaikan kontrak nya dulu!" Maria memegang tangan Victor.


"Lebih dari itu pun akan Aku keluarkan untuk membawa istri Ku kembali!" Jawab Victor,lalu mengambil ponselnya,dan mentransfer uang kepada Calvin .


"Sudah Saya transfer 200M,sisa nya untuk mengurus Anak dan istri Saya selama ini,Tuan Calvin,selain rekan bisnis,antara Kamu dan istri saya tidak ada hubungan apapun !"Ucap Victor dengan tegas,lalu pergi meninggalkan ruangan meeting Calvin.


Blam !

__ADS_1


Pintu ruangan meeting tertutup.


Brak !


Calvin mengebrak meja,karena merasa telah di hina oleh Victor.


'Kenapa selalu Dia yang menjadi unggul,harusnya kali ini Aku yang menang,Aku akan merebut kembali Maria!'


Calvin segera mengambil ponsel yang ada di atas meja nya,lalu menelpon Marisa.


"Hallo Calvin !" Jawab Marisa,terdengar suaranya yang begitu bising di balik ponsel.


"Bagaimana ?apa Kamu sudah di D&G,jika sudah langsung selesaikan rencana Mu,jangan biarkan Mereka terlalu lama bersama!"Ucap Calvin dengan kesal.


"siap,Aku sudah punya rencana,Kamu tunggu saja kabar baik dari Ku!" Jawab Marisa mematikan panggilannya.


Victor dan Maria keluar dari ruangan meeting semua karyawan Flores melihat kearah mereka,apalagi Victor sepanjang jalan mengandeng tangan Maria.


"Sayang,lepas,malu di lihat orang,Kamu dari tadi mengandeng Ku terus !"Bisik Maria yang mulai canggung di perhatikan oleh banyak orang .


"Kenapa ?Kamu kan istri Aku !" Jawab Victor mengabaikan orang lain.


"Kita pulang naik taxi,ada tempat lain yang ingin Kamu pergi ?Tanya Victor merangkul bahu istrinya,dari lantai ti-ga kantor Calvin melihat kearah Victor dan Maria.


"Tidak,Aku ingin langsung pulang !" Jawab Maria,Mereka segera masuk ke dalam taxi.


"Kenapa tidak meminta sopir untuk menjemput,jadi Kita tidak perlu naik taxi ?"


Maria melihat kearah Victor.


"Tidak kepikiran kesitu,Aku hanya tau memikirkan Kamu saja!" Goda Victor,meletakan kepala nya di atas bahu Maria.


Tak berselang berapa lama,taxi yang di naiki oleh kedua orang tersebut,berhenti tepat di depan perusahaan,Victor dan Maria segera turun.


Saat hendak masuk ke dalam perusahaan nya,Victor tanpa sengaja berpas-pasan dengan Marisa.


"Victor ..!"


Bugh !


Marisa memeluk Victor dengan sengaja,Maria menaikan sa-tu alis nya melihat kearah sang suami.


Dugh ! "Aah!"

__ADS_1


Victor mendorong tubuh Marisa,hingga terjatuh ke lantai.


"Kita tidak akrab sebelum nya tolong jaga jarak!apalagi di depan istri Saya!" Ucap Victor menarik Maria dalam pelukannya.


"Eeh...tunggu !Victor bagaimana bisa?sedangkan Kita begitu akrab,Kita pernah tidur sa-tu ranjang sebelumnya !" Teriak Marisa,ia sengaja memancing karyawan di D&G.


'Yes,pasti istrinya Victor marah,dan meminta cerai' Marisa menatap kearah mereka berdua.


Plak ..!


Sebuah tamparan melayang di pipi Marisa.


"Nona jaga ucapan Anda,siapa yang Anda maksud tidur seranjang dengan Anda?apa suami Saya ini?apakah selera suami Saya menurun ketika saya hamil ?" Cetus Maria dengan tegas,perkataan Maria membuat Marisa kaget.


'Bagaimana bisa,kata Calvin Maria wanita lemah,dan gampang di tindas!'


Marisa melihat kearah semua karyawan yang mencemoh dirinya.


"Sayang Kamu hamil ?" Bisik Victor yang kaget mendengar ucapan Maria.


"Tidak,Aku hanya berbohong saja!" Jawab Maria setengah berbisik.


"Kamu baru datang dua tahun sesudahnya,tapi Aku sudah datang sa-tu tahun lebih awal dari Kamu !" Ujar Marisa masih memegang pipi nya yang di tampar oleh Maria.


"Apa maksud Kamu saya orang ketiga di antara kalian ,jika benar tolong perlihatkan buku nikah kalian kepada Saya,jika benar ada maka saja akan mundur !"Ucap Maria dengan tegas.


'Sial,bagaimana ini !'


Marisa menggigit jari nya,melihat kearah Maria.


"Sayang ayoo kita masuk,jangan pedulikan Wanita gila ini yang tidak ada urusan dengan Kita!"Victor menarik tangan Maria untuk masuk ke dalam ruangan nya.


"Tunggu,Aku pasti akan perlihatkan kepada Kamu,kalau Kamu memang orang ke tiga!" Teriak Marisa dengan keras,semua karyawan saling tatap satu sama lain.


"Bubar!"Teriak Victor,seluruh staf langsung bergegas pergi meninggalkan lobi kantor.


Victor menatap kearah Marisa dengan tatapan tajam nya,ia juga memperingati wanita itu agar menjauh dari keluarga Nya.


Ceklek !


Victor membuka pintu ruangan nya,Maria duduk di sofa yang ada di dalam ruangan Victor.


"Sayang,maaf ya Aku sudah membuat Kamu terlibat dalam masalah ini!"Ucap Victor duduk di sebelah Maria.

__ADS_1


"Tidak masalah,Aku sudah menantikan waktu ini cukup lama!"


Jawab Maria tersenyum ke arah Victor.


__ADS_2