SuamiKu Angry Birds

SuamiKu Angry Birds
38.Ke ikhlaskan hati


__ADS_3

Calvin tersenyum kearah Maria,Pria ini yang biasanya dingin bersikap begitu cuek,namun hari ini setelah mengenal Maria sebagai wanita pilihannya,ia menyadari betapa penting nya kepercayaan dalam sebuah hubungan .


Calvin juga akan berterus terang terhadap Maria atas masa lalu nya ,karena Calvin tidak ingin masa lalu dapat mengusik masa depan nya .


Setelah pulang dari lapangan golf,Maria terlihat khawatir,apalagi Victor rekan kerja Calvin,bagaimana pun mereka pasti akan sering bertemu,dan status Maria saat ini adalah tunangan Calvin,dan sebagai sekretarisnya Maria pasti akan sering mengikuti Calvin kemana ia pergi.


Nyonya Flores,datang mendekat kearah Maria yang sedang membereskan meja makan,ia memanggil Maria.


"Biarkan pelayan saja yang membereskan nya,Kamu main dengan Sulthan saja!"Ucap Nyonya Flores dengan senyum ramah nya,karena ia telah tahu hubungan Maria dengan Anaknya.


"Dimana Sulthan ?"


Tanya Maria yang menyimpan piring kotor di wastafel.


"Panggil Aku Mama,sebentar lagi Kamu juga kama menjadi Anakku !"Jawab Nyonya Flores memegang bahu Maria.


"Sulthan ada di kamar Kamu seperti nya sedang bersama dengan Calvin !"Sambung Nyonya Flores.


"Aku akan melihat nya,sekalian membawa susu !"Ucap Maria lalu beranjak pergi meninggalkan dapur.


Maria segera naik ke lantai atas untuk bertemu dengan Sulthan,saat Maria memegang handel pintu ia teringat ada Calvin di kamar nya jadi ia memutuskan untuk mengetuknya lebih dulu.


Tok..Tok..Tok..


"Masuk !"Sahut nya dari dalam


Ceklek !


Calvin tidak tahu kalau yang datang Maria,tadi juga ia meminta Nyonya Flores untuk membuatkan minum untuk Sulthan.


"Maria !" Panggil Calvin yang hanya berbalut handuk di pinggangnya,Calvin segera bangkit dari tidur nya.


"Aku membawakan susu untuk Sulthan !" Jawab Maria berjalan dekat kearah ranjang.

__ADS_1


Calvin turun dari ranjang,Maria naik ke atas ranjang,memberikan susu yang ia bawa tadi untuk Sulthan terlihat Anaknya yang haus.


Calvin masih di dalam kamar,membuat Maria tidak leluasa bertindak,padahal ia ingin berbaring sebentar di sebelah Sulthan,namun karena ada Calvin disebelah nya ia memilih untuk menunda nya sementara.


"Maria !" Panggil Calvin lagi,yang melihat Sulthan sudah tertidur.


Maria menoleh ke arah Calvin dan tersenyum.


"Bisa kah Kamu bantu Aku untuk memberikan minyak obat di tubuh Ku !" Ucap Calvin dengan ragu,takut Maria menolak nya.


"Baik,bawa lah obat nya kemari,Aku akan membantu Tuan"Jawab Maria,Calvin segera melangkah keluar menuju kamarnya.


Beberapa menit kemudian Calvin kembali lagi membawakan sebotol minyak terapi untuk dirinya.Ia meminta Maria mengolesnya,itu bisa membuat tubuh ia lebih hangat,memang sebelumnya ia merasa tubuhnya sedang tidak baik-baik saja.


Calvin duduk di depan Maria,ia segera membuka botol minyak,aromanya sangat hangat,bisa membuat kita lebih rileks.


Perlahan-lahan Maria mengolesnya dengan lembut membuat Calvin tersenyum.


"Apakah begini cukup !" Tanya Maria saat ia mengoles dan sedikit memijitnya.


"Sudah cukup !"Ucap Calvin lalu bangkit duduk di tepi ranjang.


"Maria !" Panggil Calvin yang duduk di sebelah Maria


"Eeemm !" Wanita ini menoleh kearah Calvin.


"Seandainya Victor tau Sulthan anaknya bagaimana ?" Tanya Calvin tiba-tiba,membuat Maria tidak bisa membuka mulutnya,ia takut akan salah jawab dan melukai hati Calvin,namun sejujurnya,Maria masih sangat mencintai Victor,hanya saja,Maria tidak tahu bagaimana dengan hati Victor yang sebenarnya.


"Aku tau,sejauh apapun Kamu pergi dan mencoba menyembunyikan Sulthan dari Victor,namun suatu saat Aku yakin Victor akan mengetahui nya,setelah Victor tau,bagaimana nasib hubungan Kita?"Tanya Calvin lagi.


"Apa Tuan meragukan kepercayaan Ku?" Tanya Maria kepada Calvin.


"Aku tidak meragukan kepercayaan Mu,namun Aku takut kehadiran orang di masa lalu Mu,mempengaruhi hubungan Kita!"Jawab Calvin memegang wajah Maria.

__ADS_1


Cup !Cup !


Calvin mencium bi bir Maria,ia berusaha untuk yakin kalau orang di depan nya benar mencintai nya,bukan hanya karena tidak tega menolak,lalu menjadi kan dirinya sebagai pelarian.


Disaat Calvin memegang bahu Maria,dan merebahkan nya,Maria sadar dan menghindar.


"Maaf Aku tidak bisa mengontrol diriku!" Ucap Calvin berdiri,Maria membenarkan kembali bajunya,lalu Calvin beranjak pergi.


"Jika Kamu belum siap,Kamu masih punya waktu untuk menolak,karena jika Kamu memaksa itu hanya akan menyakiti hariMu!" Seru Calvin lalu pergi meninggalkan kamar Maria.


'Maaf Tuan Calvin,Aku belum bisa menerima Mu,sepenuh hati Ku,namun Aku akan berusaha,dan belajar untuk mencintai Mu!'


Maria mengelus pipi gembul anaknya yang sangat tampan,semakin di perhatikan anak itu,semakin mirip dengan Victor,bahkan sangat mirip,sehingga membuat Maria tidak begitu mudah untuk melupakan Pria itu,ia malah sering memimpikan Victor akan datang kembali,merebut yang seharusnya menjadi miliknya,itu satu alasan yang membuat ia takut Haris bertemu dengan Victor.


Blam !


Calvin menutup pintu kamar nya,ia duduk di tepi ranjang,Calvin pun semakin dilema,ia mengambil sebuah map berwarna coklat,itu adalah hasil pemeriksaan penyakit nya.


Calvin sudah lama menyembunyikan itu dari Nyonya Flores,dan bahkan kini ia juga menyembunyikan penyakit nya dari Maria,calon istrinya.


"Bahkan Aku tidak punya kesempatan untuk hidup bersama dengan orang yang Ku cintai!kenapa takdir mempertemukan Kita,lalu takdir juga memisahkan Kita !" Ucap Calvin membayangkan wajah Maria yang terus melintas di pikiran nya.


Calvin memasukan kembali map itu di dalam laci,ia tidak ingin Nyonya Flores tahu tentang penyakit nya itu,karena ia tidak ingin membuat mamanya bersedih,hanya Calvin saat ini yang di miliki Nyonya Flores setelah suaminya meninggal.


DI KEDIAMAN BAGASKARA !


"Maria,dimana Kamu?Aku masih menunggu Mu kembali,harusnya Kita hidup bersama,menjalani hubungan yang harmonis,bukan pertengkaran yang membuat Mu semakin jauh dengan Ku,bahkan kini terpisah" Gumam Victor menatap selembar foto milik Maria.


Takdir telah memisahkan Victor dengan Maria,karena keegoisan dan keras kepala nya membuat orang yang ia cintai pergi untuk selama nya dari kehidupannya,saat ini ia hanya mampu menunggu sosok wanita itu untuk kembali,namun kenyataan sudah sa-tu tahun lebih ia pergi tidak kunjung kembali.


Victor tetap yakin,takdir yang memisahkan Mereka,maka takdir pula yang akan mempertemukan mereka kembali,sampai saat ini Victor masih setia menunggu Wanita itu untuk pulang kembali ke dalam pelukannya.


"Aku yakin Kamu ada di dekat Ku,meskipun Aku tidak bisa menyentuh Mu,saat ini Kamu pasti sedang memikirkan Aku !"

__ADS_1


Victor meletakan foto Maria diatas dadanya,sampai ia terlelap dalam tidur nya.


__ADS_2