SuamiKu Angry Birds

SuamiKu Angry Birds
77.Satu Bulan kemudian


__ADS_3

Sa-tu Bulan berlalu,kini kehidupan Maria dan Victor lebih baik lagi,meskipun ada sedikit gangguan yang selalu datang menghampiri kehidupan Mereka.Namun,kedua nya selalu berusaha untuk menyelesaikan nya bersama-sama.


Maria sedang membantu merapikan jas milik suami nya,terlihat Sulthan yang tertidur di atas ranjang,ia juga sudah siap dengan pakaian rapi nya.


"Eemm..hueek..huueek..!" Maria merasa mual tiba-tiba,kepala nya juga ikut pusing.Dia segera berlari masuk ke kamar mandi,Victor menyusulnya.


"Sayang ..!Kamu enggak apa-apa ?" Tanya Victor dari luar.


"Aku enggak apa-apa,tunggu Aku di meja makan,Aku akan segera turun !"Sahut Maria dari dalam kamar mandi.


Victor segera membawa Sulthan bersama dengan nya,lalu memberikan Sulthan kepada pelayan,Oma mengambil nasi bubur untuk cucu nya,lalu dengan senang ia menyuapi Sulthan.


"Dimana Maria?"Tanya Oma yang tidak melihat Maria di meja makan.


"Ada di kamar,nanti menyusul,tadi kata nya kepala nya pusing barusan juga mual-mual mungkin masuk angin !" Jawab Victor meletakan sepotong roti diatas piring nya,ia mengambil segelas susu hangat.


"Nanti hamil ?" Ketus Oma.


Prang ..!


Gelas di tangan Victor jatuh karena kaget dengan ucapan Oma.


"Bagaimana bisa,ia sudah tespack li-ma hari lalu,dan itu gagal !karena selalu mengeluh pusing dan tidak enak badan,tapi disaat ia tespack hasil nya gagal !"


Victor terlihat kebingungan,tapi ia perlu memastikan kalau itu benar.


Seorang pelayan datang membersihkan pecahan gelas,dan juga mengambil gelas yang berisi susu lain untuk Victor.


Victor melanjutkan sarapan nya,Victor sudah menunggu beberapa menit di meja makan,tapi Maria belum juga menyusul,membuat Dia khawatir.


"Kenapa Maria belum juga turun ?"Gumam Victor meletakan sisa roti diatas piring,meminum sedikit susu hangat lalu bangkit dari duduk nya.


"Oma,Aku akan melihat Maria di kamar !" Seru Victor lalu bergegas naik tangga menuju kamar tidur nya.


Ceklek !


Victor membuka pintu kamar,ia melihat istrinya yang duduk di tepi ranjang,dengan wajah lesu.

__ADS_1


"Ada apa ? kenapa tidak turun ke bawah ?" Tanya Victor mendekat ke arah Maria.


"Aku sedang tidak ingin makan!" Jawab nya lirih


"Kenapa ?"Victor memegang bahu istrinya,"Apa kah Kamu sakit?atau Kita langsung ke rumah sakit saja!"Sambung Victor lagi.


"Aku tidak apa-apa,hanya saja setelah muntah beberapa kali Aku merasa lemas!"Jawab Maria,dengan raut wajahnya yang pucat ia menatap kearah Victor.


"Kamu pucat sekali,Ayo Kita ke rumah sakit !" Ucap Victor membantu Maria untuk bangun dari duduk nya.


"Kepala Ku sakit,bagaimana kalau memanggil Dokter kesini saja,Aku tidak bisa berjalan lagi,hueeek ...huueekk..!" Maria segera berjalan ke kamar mandi lagi,saat merasakan mual mulai menyerang nya lagi.


"Sayang ..!" Victor menyusul Maria di dalam kamar mandi,lalu memijit pelan tekuk Maria,lalu membersihkan mulut Maria,mengendong istrinya ke arah ranjang.


"Kamu tunggu disini,Aku akan menelpon Dokter pribadi Oma !" Ucap Victor berjalan keluar dari kamar.


Maria segera membaringkan tubuhnya,merasa suhu tubuh nya yang dingin,ia segera mematikan AC,dan juga menyelimuti diri nya dengan selimut yang begitu tebal.


Maria telah menunggu Victor selama 30 menit di dalam kamar, dengan udara yang begitu panas,tapi Victor belum juga datang.


Ceklek !


"Kenapa panas sekali!" Gumam Victor melihat kearah AC yang mati,dan juga jendela kamar tertutup dengan gorden yang begitu panjang.


"Kenapa Kamu matikan AC,ini terlalu panas!" Ujar Victor mengambil remote AC,dan menyalakan nya kembali.


"Aku kedinginan,Aku mematikan AC,seperti nya lebih baik !"


Maria berbaring kembali,saat Dokter Ayu datang mendekat.


"Tuan bisa lebih tenang,biar kan saya yang memeriksa Istri Anda !" Ucap Dokter Ayu.


Victor melihat kearah Maria yang begitu khawatir,ia takut sesuatu terjadi dengan istrinya,apalagi raut wajah Maria yang memerah dan juga pucat.


"Bagaimana Dok?" Tanya Victor saat Dokter Ayu bangkit dari duduk nya.


"Eem...!" Dokter Ayu tidak langsung menjawab,Dia hanya menulis resep obat untuk di tebus oleh Victor di apotik.

__ADS_1


"Dok,katakan apa yang terjadi ?jangan membuat Kami kebingungan begini?" Tanya Victor lagi.


Dokter Ayu melirik kearah Maria lalu tersenyum,seketika ia memalingkan pandangannya kearah Victor.


"Selamat ya Tuan,istri Anda hamil!untuk memastikan nya,Anda bisa langsung ke rumah sakit untuk USG!ini baru pendapat saya,belum akurat bisa saja salah !"Jelas Dokter Ayu dengan senyuman di wajahnya.


"Sayang ..!" Tanpa memperdulikan Dokter Ayu,Victor segera memeluk Maria.


"Sayang kamu hamil,sekarang Kita akan memiliki anak kedua !" Ucap Victor dengan bahagia beberapa kali ia mengecup kening sang istri.


"Tuan,selain berita bahagia ini,saya juga punya kabar buruk!" Ujar Dokter Ayu,membuyarkan kebahagian Victor .


"Bisa katakan dengan jelas,jangan main teka-teki !" Ketus nya dengan tegas.


"Begini Tuan,Nyonya Maria baru melakukan operasi sa-tu bulan lalu,Saya takut itu akan berpengaruh dengan perkembangan janin,saya hanya berharap Anda berdua dapat lebih berhati-hati,terlebih lagi saat...."


Dokter Ayu tidak melanjutkan ucapan nya lagi,tapi Maria seketika mengerti.


"Terimakasih Dokter,Saya akan berbicara dengan suami Saya yang overdosis!" Jawab Maria dengan tersenyum,lalu Dokter Ayu berpamitan untuk pergi.


"Sayang,tunggu sebentar Aku akan mengantar Dokter Ayu ke bawah !"


Cup ,Victor sekali lagi mengecup kening Maria,lalu pergi meninggalkan wanita ini di kamar,tak lama Oma datang bersama dengan Sulthan.


Ceklek ..!


"Oma!"Lirih Maria saat melihat Oma bersama dengan Sulthan.


"Selamat ya sayang,atas kehadiran Anak kedua Kalian,Oma selalu doakan yang terbaik,untuk cucu Oma,semoga Kamu sehat sampai lahiran !" Cup,Oma mencium kening Maria,Wanita tua ini sangat bahagia akan memiliki cicit lagi dari istri cucu nya.


"Oma,terimakasih,sudah menjadi orang tua yang baik untuk Aku dan Victor,Oma juga sangat baik selama merawat Sulthan,Maria tidak kekurangan kasih sayang sedikit pun !" Ucap Maria memegang tangan Oma,lalu mencium nya beberapa kali sebagai bentuk rasa terimakasih nya.


"Sayang ..!" Panggil Victor yang baru saja kembali ke kamar.


"Aku membawakan sarapan untuk Mu!" Sambung nya lagi,melangkah masuk ke dalam kamar,dengan nampan di tangan yang sudah ada makanan.


"Aku tidak ingin makan!" Lirih Maria,melihat makanan membuat nya tak selera.

__ADS_1


"Makan lah sedikit,agar Kamu tidak sakit,apalagi sekarang Kamu sedang hamil!" Ucap Victor dengan lembut membujuk sang istri.


Maria mengangguk nya lalu membuka mulut,Victor dengan sabar menyuapi Maria makan,padahal ia harus segera ke kantor,ada rapat dadakan ,Aros telah menghubungi Victor berkali-kali namun pria ini mengabaikan nya.


__ADS_2