SuamiKu Angry Birds

SuamiKu Angry Birds
100.Wellcome baby twin Girls


__ADS_3

"Oek..wuuaaaaa...oek..oek!"Dokter Ayu mengambil Baby yang terutama,setelah memotong tali pusar,ia memberi bayi itu kepada perawat untuk di bersihkan.


Dengan sigap Dokter Ayu mencoba membantu yang satu nya lagi,namun bayi yang kedua tidak menangis,bahkan tidak bergerak,detak jantung nya melemah,bahkan kadang seakan tidak berdetak sama sekali.


"Apa yang terjadi"tanya perawat tersebut.


"Bayi nya lemah,tidak menangis,bahkan detak jantung nya lemah,bantu bersihkan,Aku akan memeriksa nya setelah menyelesaikan ini!"Titah Dokter Ayu,ia segera membereskan Maria,dan menjahit luka nya kembali.


"Dok,kenapa bayi saya yang satu nya tidak menangis ?"Tanya Victor,Dokter Ayu selesai membereskan Maria,ia segera memindahkan semua alat yang Mereka gunakan barusan.


"Tuan,tetap disini sebentar lagi pasien akan siuman,saya melihat Nyonya Maria,kesadarannya sangat kuat !"


Dokter Ayu pergi meninggalkan Mereka.Ia akan mencoba memeriksa bayi tersebut,bahkan melakukan segala hal agar bayi itu menangis.


"Sus,tolong pindahkan pasien ke ruangan inap nya,setelah ia sadar Kita akan mengantar bayi kesana !"


"Baik Dok!"


Victor yang masih setia menemani dan menjaga istrinya,seseorang suster datang menghampiri nya.


"Mari saya bantu pindahkan Nyonya Maria ke kamar inap nya!" Ujar seorang perawat,mencoba mendorong hospital bed Maria.


"Sus,bagaimana dengan baby saya sa-tu lagi,kenapa saya belum mendengar suara tangisan nya?" Tanya Victor panik,ia ikut membantu Suster tersebut untuk mendorong hospital bed.


"Baby nya sudah di tangani oleh Dokter Anak,dan mereka akan melakukan yang terbaik !"


Ceklek !


Mereka secara bersamaan membuka pintu ruangan inap untuk Maria,Victor membantu Suster untuk mendorong hospital bed nya ke dalam.


Victor menunggu Maria siuman,ia duduk begitu cemas,sambil memikirkan Baby -baby nya yang baru lahir,tapi belum melihat wajah Mereka sama sekali.


Di dalam ruangan operasi,Dokter Ayu masih membantu Baby satu nya lagi,namun usaha nya sia-sia,baby itu masih belum juga menangis atau membuka matanya.


"Dok,bagaimana ini?"Tanya seroang suster yang mengendong baby lain.


"Ini sudah sejam,namun belum juga ia membuka mata atau menangis!" Jawab Dokter Ayu.

__ADS_1


"Seperti nya tidak ada harapan Dok"Seru Suster itu lesu,melihat kearah baby yang ada di tangan Dokter Ayu.


"Sepertinya !"Air mata Dokter Ayu tanpa sengaja terjatuh,menetes mengenai baby girl.


Suana menjadi begitu dingin,dan juga sunyi,Dokter Ayu masih berusaha untuk membuat bayi itu menangis,bagaimana pun ia yang bertanggung jawab dengan operasi tersebut.


Sudah mencoba nya sekali lagi namun tetap tidak berhasil,Dokter Ayu memutuskan untuk mengantar kedua baby tersebut ke ruangan Maria.


Sesekali Dokter Ayu menyeka air mata nya yang tak kuat melihat kearah baby mungil yang ada dalam gendongan nya.


"Bunda !" Panggil Aros,saat melihat Ayu berjalan menuju ruangan Maria.


"Kenapa bersedih ?"Tanya Aros yang belum mengetahui kondisi baby yang baru saja lahir.


Ceklek !


Pintu ruangan terbuka,ke empat mata tertuju kearah pintu,Maria yang baru siuman melihat kearah Dokter Ayu penuh rasa bahagia,akhir nya yang di tunggu - tunggu datang juga ke ruangan nya.


Suster memberikan baby yang ia gendong kepada Victor,satu baby lagi ada di tangan Dokter Ayu .


"Nyonya..!"Panggil Dokter Ayu tertahan.


"Kenapa ?"Maria menatap kearah Dokter Ayu,Wanita ini terdiam,Maria di buat bingung dengan diamnya Dokter Ayu,lalu melirik kearah bayi nya.


"Apa ia masih tidur ?"


Tanya Maria,Dokter Ayu menggelengkan kepalanya.


Maria menatap tajam ke arah Dokter Ayu yang menggeleng pelan kepalanya,lalu pandangan nya beralih ke arah baby,ia melihat Anaknya terdiam,tidak membuka mata,tubuh nya kaku,membuat Maria meneteskan air mata nya.


Victor mengendong baby nya sangat berhati-hati,bahkan baby itu lebih mungil dari Sulthan,beratnya juga lebih rendah,membuat Pria ini sedikit takut saat mengendong nya.


"Sayang ..!"Panggil Victor yang melihat Maria menangis,ia mendekati istrinya.


Maria tidak melihat kearah suami nya,namun sebalik nya ia mengulurkan tangannya ke arah Dokter Ayu,ia meminta untuk mengendong Anaknya satu lagi.


Dokter Ayu segera memberikan baby girl di gendongannya kepada Maria.

__ADS_1


"Sayang ...bangun,Mama ingin melihat mata Mu,bangun sayang ..."Bisik Maria pelan di telinga Anak itu,namun masih juga Baby nya belum membuka mata.


"Sayang bangun ..hiks !"Panggul Maria lagi.Victor menyerahkan Baby satu lagi nya kepada Dokter Ayu,ia segera duduk di sebelah Maria,memegang bahu istrinya.


"Sayang ..!"Panggil Victor pelan.


Maria tidak menjawab,bahkan juga tidak menoleh kearah suaminya,tangan nya gemetar memegang baby mungil nya.


"Sayang,siapa nama yang cocok untuk anak-anak Kita ?"Tanya Maria,bibir nya tersenyum, namun mata nya tidak dapat berbohong, kalau sekarang ia sedang tidak baik-baik saja .


"Sayang,Are you oke ?" Victor menarik kepala Maria dalam pelukan nya.


"Hiks ..hiks..Aaaaaaaa!"Teriakan Maria membuat Victor terpukul,ia belum pernah melihat Maria histeris seperti saat ini,bahkan itu sangat membuat dada Victor sesak.


"Dok,apa yang terjadi?" Victor menatap Dokter Ayu.


"Tuan,Kami sudah melakukan semua hal,namun baby juga tidak mau membuka mata,ia tidak menangis detak jantung yang semula lemah,kini malah tidak terasa lagi,tubuh nya dingin !" Dokter Ayu menunduk kan kepala nya.


Victor kaget,ia memeluk Maria,namun air matanya menetes satu demi satu,meskipun ia berusaha menyembunyikan nya,tapi air mata tersebut tidak dapat di kompromi.


Victor memeluk kedua nya,Baby girl masih dalam pelukan Maria,Victor mendekap kedua nya penuh hangat.


"Sayang,ikhlas,mungkin Tuhan belum memberi kesempatan untuk Kita merawat kedua -duanya" Ucap Victor lirih.


"Sayang,apa yang Kamu katakan ia akan baik-baik saja!"Jawab Maria,ia mengangkat baby nya kearah Victor,baby di tangan Maria yang sudah pucat dan juga dingin,wajah nya mungil,layak nya bidadari.


Cup..Cup..Cup..!


Berulang kali Victor mengecup pucuk kepala Maria,ia berusaha membuat Maria tegar,karena bagaimana pun ia tidak ingin membuat Maria bersedih.


"Sayang bangun hiks...hiks...sayang bangun,mama belum sanggup kehilangan Mu !Aaaaaaaaaa"Suara tangisan Maria bergema di dalam ruangan inap milik nya,Aros beserta Mark juga masuk dan melihat pemandangan yang pilu itu.


Mark juga ikut sedih melihat keponakan baru nya dalam keadaan kaku yang tidak bernyawa.


"Aku akan membawa nya pulang bersama,jangan ada yang pisahkan Kami !"Ucap Maria masih memeluk erat tubuh mungil baby girl.


Victor tidak tahu harus berkata apa,ia juga sedih melihat keadaan Maria saat ini.

__ADS_1


__ADS_2