SuamiKu Angry Birds

SuamiKu Angry Birds
19# Saling Tatap Muka


__ADS_3

Ceklek !


Pintu ruangan terbuka,Maria segera bangkit dari duduk nya saat melihat Victor masuk kedalam ruangan nya.


"Ehem!"Victor berdehem saat sudah sampai di depan meja kerja Maria.


"Itu tadi enggak seperti yang Kamu pikirkan !" Sambung Victor lagi.


"Memang nya Saya memikirkan apa?"Tanya Maria yang kebingungan.


"Ya Aku enggak mau Kamu salah paham,dan melapor kepada Oma,Kamu sediri tau Oma tidak akan senang kalau ada Grace di kantor ini!" lanjut Victor lagi.


"Tuan,seperti nya Anda sudah salah paham,Saya sama sekali tidak ingin terlibat dalam asmara Anda!terserah Anda berhubungan dengan siapapun,tapi tolong jangan libatkan Saya dalam masalah Tuan,Saya hanya bersikap sebagai istri Anda disaat ada Oma saja,selebih nya Kita hanya sebatas karyawan dan bos !" Perkataan Maria membuat Victor tercengang


Pria ini menyempitkan matanya,melihat kearah Maria,Victor tidak percaya Maria dapat mengeluarkan kata- kata yang begitu tegas kepada nya.


"Baik lah kalau Kamu berpikir begtu!ingat perjanjian awal Kita berdua,Aku menikahi Mu karena bisnis,dan Kamu juga begitu menikah dengan Ku karena bisnis!"Victor balik tegas kepada Maria,dengan tenang Maria menanggapi nya.


"Tentu Tuan Victor,anda tidak perlu takut soal pendirian Saya,karena Saya bisa memegang janji Saya sendiri !" Jawab Maria dengan tenang,bahkan sempat mengukir senyuman di wajahnya.


"Saya akan pergi untuk makan siang,Kamu bisa meminta Aros untuk mengajak Kamu makan siang!" Ucap Victor membalikkan tubuh nya kearah pintu.


"Tuan Victor tidak perlu takut akan hal itu,jika Saya merasa lapar,Saya akan mencari seseorang untuk menemani Saya makan!" Balas Maria lagi masih terlihat senyum kearah Victor.


Victor menggempalkan tangan nya lalu pergi meninggalkan ruangan Maria.


"Hiks ..!pernikahan karena bisnis?Dia mendapatkan keuntungan banyak,sedangkan Aku selain kerugian apa yang Ku dapat kan ?" Gumam Maria menundukkan kepala nya,Air mata nya jatuh seketika,apa lagi mendengar perkataan Victor barusan,Dia mungkin bisa tegar di depan Pria itu,tapi setelah Victor pergi apa Dia masih bisa membohongi perasaannya.


Ceklek !


Pintu ruangan Maria kembali terbuka,Maria menyeka air mata nya,lalu mendongakkan kepala nya saat melihat Aros masuk kedalam ruangan Dia.


"Nyonya,eh maksud Saya Nona,ini makan siang Anda,Tuan Victor menyuruh Saya untuk mengantarnya kepada Nona!" Seru Aros meletakan nya diatas meja Maria,lalu menatap intens kearah Maria.


"Nona Maria,apakah Anda menangis?atau ada sesuatu yang terjadi dengan pekerjaan Anda? ceritakan kepada Saya,maka Saya akan membantu nya !" Sambung Aros lagi.


"Tidak ada !" Maria tersenyum kearah Aros "Boleh tinggalkan ruangan Saya,Saya ingin makan siang !" Sambungnya lagi dan kembali duduk.


"Baik,Saya permisi !"


Maria kembali tersenyum dan menganggukkan kepala nya,Aros mengundurkan diri dari ruangan Maria .


"Heh..!Aku sudah tidak bisa menebak Pria itu,barusan sangat hati - hati dengan apa yang akan Aku pikir mengenai dirinya dengan Wanita itu!sekarang mengantar makanan untuk Ku?sungguh menarik !" Gumam Maria melanjutkan pekerjaan nya,dan mengabaikan makan siang yang barusan di bawa oleh Aros.

__ADS_1


***


Jam pulang kantor pun tiba,Maria sudah berdiri di tempat parkir,menunggu Aros dan juga Victor.


Victor dan juga Aros baru saja keluar dari dalam kantor dan menuju tempat parkir .


Maria melirik kearah Mereka,tiba- tiba Grace juga menyusul Mereka dan langsung mengandeng tangan Victor.


"Kita akan pergi rapat kan?Aku satu mobil dengan Kamu ya !" Ucap Grace mengandeng kan tangan Victor .


Aros segera membuka pintu untuk Victor.


"Kamu pulang naik taxi,Aku masih ada rapat diluar !" Ucap Victor lalu segera masuk kedalam mobilnya.Maria mundur tiga langkah dari depan mobil Victor tanpa menjawab.


Grace langsung masuk kedalam mobil,dan duduk di sebelah Victor menyenderkan kepala nya di bahu Pria tersebut,Maria yang melihat nya hanya bisa menggempalkan tangan tanpa mengeluarkan kata sepatah pun.


Disaat mobil Victor sudah melaju,Maria hanya bisa menatap nya dengan kesal.


Criiiittt...!


Sebuah mobil berhenti didepan Maria,membuat Maria kaget.


"Kak ipar ayoo naik !" Ujar seseorang yang ada didalam mobil,itu adalah Mark,sepupunya Victor.Maria segera masuk ke dalam mobil Mark,dan ikut pria ini untuk pulang .


"Tuan Victor pergi rapat,jadi menyuruh Ku untuk pulang duluan !"Jawab Maria tersenyum kearah Mark .


"Kak ipar bagaimana kalau Kita pergi minum ?"Tanya Mark kepada Maria lagi.


"Tapi Aku enggak bisa minum!"Jawab nya sejujur adanya.


"Kak ipar ......"Mark masih fokus menyetir


"Kenapa dari tadi Kamu memanggil Ku kak ipar,panggil saja Aku Maria,Kita seumuran !" Maria tetap tersenyum kepada Mark .


"Apa bisa ?kalau kakak tau Dia akan marah!"


Mark melirik kearah Maria.


"Kenapa Kalian semua takut kepada Nya?"


Maria cukup penasaran dengan sosok Victor.


"Dia itu Pria dingin dan juga kejam,kalau satu kesalahan yang Kita perbuat Dia akan mengingat nya terus sulit untuk memulai hal baik lagi dengan Nya,Dia egois,Dia hanya takut kepada Oma,Semenjak orang tua Nya meninggal Dia tinggal dengan Oma !" Jelas Marak panjang lebar,tapi Maria hanya mangut - mangut saja .

__ADS_1


"Kita sudah sampai ayoo turun !" Sambung Mark lagi,dan membuka pintu .


mobil.


"Aku tidak bisa minum,kan sudah Ku katakan !" Ujar Maria yang masih di mobil.


"Kamu bisa meminum jus,disini banyk jus nya juga,Kamu jangan takut bar ini milik Bagaskara!" Jawab Maria membuka kan pintu mobil Maria.


"Baiklah,hanya sebentar !"


"Oke,ayooo!"


Mereka berdua segera masuk kedalam Bar,dan Maria benar baru kali ini masuk ke tempat seperti itu.Walaupun tergolong cukup kaya dulu ya Dia tidak pernah datang ke tempat ini,karena kesibukannya habis dengan belajar saja.


"Tuan Muda kedua,Silahkan ke ruangan ini !" Ucap Manager bar yang melihat Mark .


"Aku biasa pakai yang itu,Kami kesana saja,Ayoo Maria !" Mark menarik lengan Maria.


"Tapi Tuan,Di dalam ....."


"Alaahh..!Aku mau yang ini saya !"


Mark mengabaikan manager.


Ceklek !


Pintu ruangan VVIP terbuka,didalam nya ada Aros,Victor dan juga Grace,dan beberapa klien Victor lainnya,dengan di temani Wanita bar beberapa orang .Pandangan Maria tertuju kepada Victor yang sedang duduk di pojok di atas pangkuannya ada Wanita malam yang sedang memegang gelas minuman.


"Eehhh !"Mark kaget dengan orang yang di dalam,tapi Maria mematung di pintu saat melihat pandangan yang memang tidak pernah ia lihat.


"Kita salah ruangan,permisi !" Sambung Mark lagi.


Blam !


Mark kembali menutup pintu tersebut,Maria hanya terdiam saja.


"Aku salah ruangan,Ayoo Kita kesana saja,ke tempat pramutama bar saja"Mark kembali menarik lengan Maria.


"Sa-tu jus sa-tu wine !" Titah Mark kepada Bartender .


"Aku mau wine sa- tu !" Ucap Maria


"Eeh ! Tapi Kamu bilang Kamu tidak ingin minum,seharusnya jangan !" Mark melarang Maria yang ingin minum.

__ADS_1


__ADS_2