
Calvin masih mencoba mengintip dari balik ruangan yang di batasi kain gorden,Calvin segera melangkah untuk melihat pasien yang di dalam.
"Maria !" Panggil Calvin menyibakkan kain gorden, Victor seketika menutup tubuh istrinya yang dalam keadaan masih mengangk*ng.
"Siapa yang memberi ijin kepada Mu untuk melihat istriKu!" Pekik Victor lagi,menarik tangan Calvin untuk keluar dari ruangan Dokter Ayu.
"Mas..Mas..!"Panggil Maria,namun Victor tidak menoleh nya.
Dugh !
Dugh !
Tanpa menunggu aba-aba Victor sudah melayangkan dua pukulan ke wajah Calvin,dan itu membuat Dokter Sania kaget yang kebetulan baru keluar dari ruangannya.
"Berhenti !" Ucap Dokter Sania mencoba melerai pertikaian tersebut.
"Tuan,apa yang Kamu lakukan ?"Tanya Dokter Sania yang melihat hidung Calvin mengeluarkan darah,seketika Pria itu pingsan diatas pangkuan Dokter Sania.
"Tolong,perawat,tolong ada yang pingsang !" Teriak Dokter Sania,seorang perawat mendorong ranjang pasien ke arah Calvin,lalu membawa nya ke ruangan Dokter Sania untuk di periksa.
Victor hanya menatap nya dengan dingin,ia tidak merasa bersalah,apalagi Victor sudah tahu,mengenai penyakit Calvin,mereka telah berhasil menyelidikinya.
Victor segera masuk ke dalam ruangan Dokter Ayu untuk melihat istrinya.Ia melihat Maria yang sudah duduk di tepi ranjang.
"Sayang,apa Kamu sudah baikan?Tanya Victor sembari membelai wajah Maria.
"Mas,Kamu apakan Calvin ?" Tanya Maria tiba-tiba,pertanyaan Maria membuat raut wajah Victor berubah seketika.
"Kenapa Kamu sangat khawatir pada Pria itu,apa karena ia memeluk Mu barusan,jadi Kamu langsung jatuh hati pada nya ?"Tanya Victor dengan tegas,netra nya tidak menunjukan ada penyesalan dengan ucapannya itu.
Plak !
Maria langsung menampar Victor,merasa ucapannya itu sudah merendahkan dirinya,Victor kaget,dan juga menatap kearah Maria dengan wajahnya yang suram.
"Heeh!"Senyuman kecewa mengembang di sudut bi bir Victor,ia segera berbalik,namun Maria menahan nya.
"Mas ...!"Panggil Maria,memegang tangan Victor.Pria ini tidak menoleh,Ia hanya diam.
Bugh !
__ADS_1
Victor langsung mendekap tubuh istrinya.Membuat Maria kaget,lebih-lebih pelukan nya begitu erat.
"Aku yang salah,Aku seharusnya tidak berkata begitu sayang !" Ucap Victor,masih memeluk Maria,membuat Wanita ini kebingungan,barusan sikap nya begitu kasar,ini lembut lagi.
"Sayang maaf!" Victor menatap wajah Maria lalu mencium sang istri dengan begitu lembut.
"Ayoo Kita kembali"Sambung Victor lagi,ia tidak ingin berlama-lama di rumah sakit,apalagi Calvin juga akan di rawat di rumah sakit yang sama dengan Maria.
"Dokter Ayu,Aku akan membawa pulang Maria,jika terjadi sesuatu Aku akan menghubungi Mu segera"Ucap Victor,Dokter Ayu mengangguk nya lalu berpesan agar Maria,rajin menggunakan obat yang barusan Dokter Ayu berikan.
"Tuan,isi obat penguat kandungan gunakan satu hari sekali sa-tu biji,ini sisa ti-ga lagi!"Ujar Dokter Ayu,memberikan obat itu kepada Victor.
"Baik Dok!"Victor menyimpan obat tersebut.
Maria segera turun dari ranjang,ia tidak ingin di gendong Victor,jadi berusaha untuk jalan sendiri.
Ceklek !
Pintu ruangan Dokter Ayu terbuka,Maria melihat Nyonya Flores yang datang ke arah nya.
"Kamu ..!" Ucap Nyonya Flores,mendekat ke arah Victor.
"Jika terjadi sesuatu dengan Anak Ku,Aku bersumpah akan menghancurkan D&G!" Tegas Nyonya Flores,ia menatap kearah Victor dengan tatapan penuh kebencian.
"Ini semua gara-gara Kamu,kalau Kamu tidak datang ke Flores,Calvin tidak akan mengalami hal ini!" Nyonya Flores menunjuk ke arah Maria,wanita ini terdiam,Nyonya Flores segera berlalu pergi meninggalkan dua orang tersebut.
"Mas,apa yang terjadi ?" Maria menatap kearah suaminya.
"Aku akan menceritakan di mobil,ayoo Kita pulang !"Victor segera mengendong istrinya.
"Mas,apa yang Kamu lakukan,semua orang melihat Kita!" Bisik Maria yang menahan malu,wajahnya bersemu merah.
"Biarkan saja orang lain melihat,apa peduli Ku,Kamu istri Ku,Aku berhak melakukan apapun pada Istriku!"Jawab Victor melanjutkan jalan nya.
Ceklek ! Aros membuka pintu mobil,Victor segera meletakan Maria di jok belakang sopir,ia juga ikut masuk dan duduk di sebelah Maria.
"Ke rumah Bagaskara !"
"Baik Tuan !"
__ADS_1
Aros segera memutar balikan mobil nya menuju jalan pulang.
"Mas apa yang terjadi ?"Tanya Maria,melirik ke arah Victor yang duduk di sebelah nya.
Victor menoleh kearah Maria,dari tadi Maria bertanya apa yang terjadi di rumah sakit.
"Tidak apa-apa,Aku hanya memukul Dia dua kali terus pingsan,hidung nya mengeluarkan darah !"Jawab Victor santai.
"Hanya Mas bilang?Mas sudah hampir membunuh orang!"Seru Maria menatap ke arah Victor, "Jangan lakukan itu,Anak Kita belum lagi lahir Mas sudah mau menjadi pembunuh !" Sambung Maria begitu khawatir.
"Aku hanya memberi ia pelajaran saja,karena ia sudah berani menganggu istriKu!"Jawab Victor tanpa bersalah.
"Terserah Mas sajalah,pokoknya Aku tidak mau Mas melakukan hal itu lagi!Aku tidak mau melihat Mas di penjara,pokok nya mas harus bisa nahan diri !Ugh ..!"
Maria memegang perut nya lagi,merasakan sesuatu yang sakit.
"Berhenti berteriak,Kamu tidak boleh stres atau memikirkan hal-hal yang tidak penting !"Cetus Victor segera memegang perut Maria dan mengelus nya,ia menurunkan jok agar Maria lebih santai.
Maria merebahkan kepala nya diatas bahu Victor,Pria ini segera mengelus nya dengan lembut.
Ckkiittttt !
Aros sudah memarkirkan mobil nya di halaman rumah Bagaskara,Victor segera mengendong Maria masuk ke dalam rumah,ia berjalan menuju ruangan makan.
"Kamu duduk disini,Aku akan ke dapur untuk mengambil makanan!"
Maria mengangguk saja,ia tahu kalau dirinya belum makan apapun dari tadi.
"Ini roti tawar sama segelas jus,habisi ini lalu Kita ke kamar,dan Kamu harus banyak istirahat!"Ucap Victor duduk di sebelah Maria,melihat istrinya yang sedang makan.
Maria dengan patuh menggigit sa-tu persatu sisi roti hingga habis,lalu meneguk jus yang sudah di siapkan oleh Victor.
"Kenyang ?" Tanya Victor saat melihat makanan sudah di habiskan.Maria mengangguk nya.
"Bi,bersihkan meja ya,Kami akan ke kamar!" Titah Victor bangkit dari duduk nya.
Victor segera mengendong Maria menuju tangga,Maria merebahkan kepala nya di dada bidang sang suami.
"Sayang,jangan menggoda Ku,kondisi kan tangan Mu!"Ucap Victor yang melihat jari Maria sengaja di main kan di dada Victor.
__ADS_1
"Siapa yang menggoda !"Maria segera menarik kembali tangannya.
"Pegang,kalau enggak jatuh ini !" Ancam Victor yang melihat Maria melepaskan tangannya di le her Victor,dengan cepat ia langsung memegang nya lagi.