SuamiKu Angry Birds

SuamiKu Angry Birds
46.Menyerah


__ADS_3

Calvin bersama dengan Haris telah sampai di Penthouse.Maria segera berlari menghampiri Calvin di depan pintu,saat mendengar suara mobil masuk garasi.


Braakk !


Maria mendorong pintu utama dengan begitu keras,pintu utama terbuka lebar,Calvin menatap kearah Maria,dan sebaliknya Maria juga melihat kearah Calvin.


Tapi pandang Maria teralih kearah Haris yang beru saja turun dari mobil,ia mengira kalau Haris yang mengendong Sulthan.


"Dimana Sulthan ?"Tanya Maria memegang tangan Calvin,namun Pria itu menundukan kepala nya.


"Mas...!Dimana Anak Ku,dimana ?"Tanya Maria lagi,menggoyangkan tubuh Calvin dengan begitu kuat.


Bugh !


Calvin memeluk Maria,menenangkan Wanita ini.


"Mereka tidak berhasil menemukan Sulthan,pencarian telah di hentikan,karena memang tidak ada korban yang jatuh ke sungai atau pun penculik nya!" Jelas Calvin masih memeluk Maria.


"Tidak!tidak mungkin,Sulthan!dimana Anakku!"


Hiks ..Hiks ..Hiks..


Dugh ..Dugh..Dugh...


Maria memukul dada Calvin,pria itu masih berusaha untuk menenangkan Maria,namun usahanya sia-sia.


"Maria tenang,Aku yakin Sulthan masih hidup !" Ucap Calvin lagi.


"Tenang?Mas bilang tenang? Dia anak Ku bagaimana Aku bisa tenang Mas! "Teriak Maria begitu kencang,membuat Nyonya Flores ikut keluar untuk melihat.


"Calvin !" panggil Nyonya Flores.


"Dimana Sulthan !" Sambung nya lagi.


"Sulthan belum ketemu,tapi tim SAR,sudah menghentikan pencarian,karena mereka telah mencari di seluruh jurang dan juga sepanjang sungai,namun tidak menemukan korban atau penculik,jadi mereka tidak mungkin jatuh ke sungai!" Jelas Calvin.Nyonya Flores memegang bahu Maria,membawa Maria untuk masuk ke dalam rumah.


"Ambil kan minuman untuk Maria !"Titah Nyonya Flores kepada Pelayan di Penthouse.


"Baik Nya !" Pelayan segera pergi ke dapur.


"Kamu tenang ya,Tante yakin kalau Sulthan bisa di temukan,Kita serahkan saja kepada Calvin,ia pasti akan berusaha lebih keras,bagaimana pun Calvin sudah menganggap Sulthan seperti Anak nya sendiri !" Ucap Nyonya Flores menenangkan Maria.


Maria menganggukkan kepala nya,lalu Nyonya Flores menenangkan Maria kembali,sambil memeluk wanita ini.


Ponsel Calvin berdering,ia melihat privat number kembali menelpon nya.


*Krriiingg..

__ADS_1


Kriing*..


"Hallo !" Jawab Calvin meletakan ponsel di kupingnya.


"Bagaimana,kejutan Aku apa Kau menyukai nya ?"Tanya Airin,mengagetkan Calvin .


"Dimana Kamu ?" Calvin melirik kearah Maria yang ada di dalam pelukan Nyonya Flores.


"Jika Kamu mau tau Aku dimana,Kita harus membuat perjanjian,Tinggalkan Maria maka Aku akan menyerahkan Sulthan kepada Mu !" Ucap Airin dengan lantang,membuat Calvin me mungempalkan tangannya.


Maria segera berjalan kearah Calvin saat mengetahui seseorang telah menelpon nya,Maria merebut ponsel yang sedang di gunakan Calvin.


"Maria !"Panggil Calvin saat Maria telah mengambil ponsel nya.


"Dimana AnakKu,apa mau Mu?" Tanya Maria dengan setengah berteriak.


"Heh!yang Kau mau cuma sa-tu tinggalkan keluarga Flores,maka Aku akan serahkan Sulthan pada Mu!" Jawab Airin lagi,membuat Maria melirik kearah Calvin.


Sa-tu sisi Calvin,Pria yang telah baik terhadap dirinya selama ini,pria yang merawat dan menjaga Anaknya disaat ia koma.Tapi hari ini ia harus memilih antara Anak dan calon Suaminya.


Calvin menyadari nya,ia kembali merebut ponsel di tangan Maria,Calvin tahu Maria tidak akan bisa memutuskannya.


"Aku setuju!hantar kan Sulthan kesini !"Ucap Calvin tanpa menanyakan pendapat Maria,itu membuat Wanita itu heran,Calvin telah menunjukan kasih sayang nya terhadap Sulthan ia rela kehilangan Maria,demi kembali nya Sulthan.


"Tidak semudah itu sayang,Kita menikah dulu,baru Sulthan Aku serahkan,jika tidak jangan harap!"Jawab Airin mematikan panggilan nya.


"Airin ..!" Teriak Calvin dengan keras,namun panggilan itu sudah terputus.


"Dia menginginkan Mas Calvin !" Jawab Maria singkat.


"Jadi Kau setuju ?" Tanya Nyonya Flores lagi.


"Demi keselamatan Sulthan Aku harus setuju,tidak boleh egois !"Jawab Calvin meninggalkan Nyonya Flores dan Maria di ruangan tengah.


"Maria ..!"Panggil Nyonya Flores memegang tangan Maria.


"Tante Aku tau,saat ini situasi nya sangat rumit,dan itu pilihan yang sulit !" Jawab Maria menundukan kepala nya.


"Tante tidak ingin punya menantu seperti Airin,Kamu harus lakukan sesuatu Maria,kenapa Kamu tidak minta bantuan kepada Ayah kandung Sulthan,Aku yakin koneksi Victor lebih kuat dari Calvin !" Seru Nyonya Flores memberi pendapat.


Pertanyaan dan pendapat yang diberikan Nyonya Flores,membuat Maria kaget,dan segera menatap kearah Nyonya Flores.


"Tante tidak bermaksud egois,tapi jujur Tante ingin sekali Kamu menjadi menantu Tante,karena Tante tidak suka dengan Airin!" Sambung Nyonya Flores lagi.


"Akan Aku pertimbangkan Tante,Aku ke kamar dulu !"


Jawab Maria melepaskan pegangan tangan Nyonya Flores.

__ADS_1


Maria segera pergi ke tangga dan naik ke lantai atas,Nyonya menatap nya dengan rasa iba,satu sisi ia tidak ingin Airin menikah dengan Calvin,satu sisi juga kasihan dengan Maria jika harus melibatkan nya lagi dengan masa lalu.


Blam !


Pintu kamar tertutup,Maria berjalan kearah ranjang,ia duduk di tepi ranjang.Maria tidak memiliki nomer ponsel Victor,ia tidak mungkin mencari nya langsung ke perusahaan Victor.


Saat ini Maria tidak tahu jika Victor juga sedang mencari Sulthan.Setelah lama berpikir bagaimana cara mendapatkan nomer ponsel Victor,akhirnya ia ingat dengan nomer Asisten Victor,yaitu Aros,di dokumen dekorasi acara pertunangan Mereka.


Maria menarik laci,ia melihat banyak sekali brosur dan dokumen pertunangan Mereka,ia segera mencari nomer Aros dan benar ia mendapatkannya.


"Ini Dia!" Gumam nya langsung menekan nomer ponsel Aros dengan telepon yang ada di kamar nya.


Tut ......!


Tut .....!


"Hallo !" Jawab seseorang di seberang sana.


"Aros,ini Aku Maria !" Ucap Maria sedikit ragu.


"Nyonya Maria ?"Tanya Aros lagi.


"iya!" Jawab Maria singkat.


"Eeehh...!" Ucap Aros saat ponsel miliknya di rebut oleh Victor yang sedang mengemudi.


Ckkkiiiiitttt !


Ia langsung berhenti mendadak saat mengetahui kalau Maria menelpon Aros.


"Kenapa menelpon Aros,kenapa bukan menelpon Aku ?" Tanya Victor saat ponsel sudah bersamanya.


"Aku tidak punya nomer Mu!" Jawab Maria jujur.


"Heh!iya Aku tahu!" Senyum sinis terukir di sudut bibir Victor yang kecewa mendengar jawaban Maria.


"Aku ingin bertemu,apakah Kamu punya waktu ?" Tanya Maria sedikit ragu,takut akan di tolak oleh Victor.


"Kapan ?dimana ?" Tanya Victor yang begitu antusias.


"Sore ini!ada hal penting yang ingin ku bicarakan !" Sambung Maria lagi.


"Baik,Kita bertemu di cafe dekat perusahaan Ku,cafe yang sering Kita kunjungi !" Jawab Victor.


"Baik,sampai bertemu nanti sore!"


Tut...Tut...Tut..!

__ADS_1


Maria segera menutup panggilannya,membuat Victor kesal.


"Kita kembali ke kota dulu,pencarian nya lanjut nanti malam !" Ucap Victor yang memutar arah mobil,membuta pengawalnya ikut bingung,namun tetap harus mengikuti apa kata Victor.


__ADS_2