SuamiKu Angry Birds

SuamiKu Angry Birds
83.My husband My koki


__ADS_3

Victor menatap kearah istrinya,yang duduk di depan Victor.Pria ini memiringkan kepalanya.


"Kamu yakin ?"Tanya Victor memegang tangan Maria.


"Iya !" Jawab nya langsung bangkit dari duduk nya,mengambil piring yang ada di tangan pelayan.


"Sayang,ini memang nya layak untuk di makan?" Tanya Victor yang melihat martabak nya yang gosong.


"Tentu,apapun yang di buat suamiKu,pasti enak !"Jawab Maria mengambil sendok garpu.


Deg..


Deg..


Victor menatap kearah Maria yang mengambil sedikit potongan martabak lalu menusuk nya di jari+jari garpu.


Disaat Maria mulai memasukan sesuap martabak ke dalam mulutnya,Victor menatap nya dengan sa-tu mata tertutup,ia melihat nya penuh ke panikan,apa yang dirasakan istrinya jika martabaknya tidak enak.


"Ha...."


"Tunggu "Victor memegang tangan Maria saat potongan martabak itu akan masuk ke mulut nya.Membuat Maria menatap nya dengan kesal.


"Sayang!ih..Kamu ini,hilangin mood Ku saja !"Ketus Maria dengan kesal.


"Jangan di makan!"Ucap Victor dengan wajah yang memelas,ia takut Anaknya tidak dapat menerima makanan tersebut.


"Aku mau ini,Kamu mau anak Kita ngiler ?" Tanya Maria menatap kesal kearah Victor yang masih memegang tangan nya,Pria ini menaikan sa-tu alis nya,"Lepas !"Sambung Maria lagi,membulatkan mata nya kearah Victor.


Namun ada pilihan lain,Victor hanya bisa membiarkan Maria menelan pahitnya martabak gosong yang ia buat.


"Haammp....nyam..nyam..nyam..wah..enak !"😍


Maria memegang wajah nya,merasakan setiap kenikmatan dari gigitan martabak yang masuk kedalam mulutnya.


"Ini benaran enak ?"Tanya Victor yang tidak percaya,Maria mengangguk nya,lalu melanjut menghabiskan martabak nya.


"Aku mau coba !" Seru Victor yang ingin mengambil sisa martabak diatas piring.


Pak !


Maria memukul tangan Victor,lalu menatap kesal kearah suaminya."Ini punya Ku,kalau mau bikin saja yang lain!"Ucap Maria mengerutkan bibirnya,membuat Victor tersenyum geli.


"Istri Ku lucu banget sih sayang ..!"


Victor mencubit kedua pipi Maria membuat Wanita ini marah.


"Sakit sayang !" Teriak Maria,Victor segera melepaskan pipi tembeb istrinya yang sudah memerah.


Maria terus menghabiskan makanan nya dengan lahap,Victor yang duduk di sebelah Maria hanya tersenyum saja,melihat sang istri begitu bersemangat.


"Ke..nyang...!"Ucap Maria,seraya mengelus perut nya yang sudah terasa kenyang.Victor segera mengambil tisu untuk membersihkan tangan istrinya.


Cup,Victor mencium sudut bibir Maria yang berlepotan dengan makanan,membuat Maria membulatkan matanya.

__ADS_1


"Enak !" Gumam Victor mengambil sisa makanan di sudut bibir Maria.


"ih jorok !"Ujar Maria mengambil minuman mineral yang terletak diatas meja.


"Sayang ...!"Bisik Victor memeluk Maria dari belakang,tangan kekarnya melingkar di pinggang sang istri.


"Eeemm"Sahut Maria yang sedang minum.


"Pengen ..!"Bisik Victor,seketika membuat Maria kaget.


"Uhuk..uhuk..puk..puk..!"Maria menepuk dada nya.


"Sayang,Kamu enggak apa-apa ?"Tanya Victor yang panik,membalikkan tubuh nya Maria seketika.


Maria segera minum air yang ada di tangan Victor.


"Haaah!Huh..!"Maria melepaskan nafas nya,membuat nya sedikit lega.


"Apa-apaan sih Kamu sayang,hampir saja membuat Aku mati tersedak !"Ketus Maria memukul dada Victor.


"Maaf sayang"Victor menarik tangan Maria,sehingga membuat wanita ini duduk diatas pangkuan sang suami.


"Sayang...!"Panggil Victor melihat kearah Maria,Victor mendekatkan wajahnya dengan wajah Maria,ia ingin mencium sang istri yang sudah begitu dekat dengan dirinya.


"Maria,seperti nya Sulthan haus..!"Ucap Oma yang baru masuk ke dalam ruangan makan.Maria dengan cepat mendorong tubuh Victor,ia segera bangkit dari pangkuan suaminya dan membenarkan bajunya.


"Berikan padaKu Oma,Aku akan menyusui nya"Ucap Maria mengambil Sulthan dalam gendongan Oma.


"Sayang.."Bisik Victor di telinga sang istri.


"Eemm"Sahut Maria,membenarkan posisi Sulthan.


"Setelah Sulthan giliran Aku ya!"Bisik Victor dengan manja menggoda Maria.


"Sayang,bukan nya ibu hamil itu tidak boleh menyusui ya?"Tanya Maria yang baru sadar,sementara Oma kembali lagi ke ruangan makan.


"Maria !"Panggil Oma yang tiab-tiba mengejutkan suami istri ini.


"Kamu belum menyusui kan,buatkan susu formula saja,kan Kamu lagi hamil!"Sambung Oma lagi,dengan cepat mengambil Sulthan dalam gendongan Maria.


"Biar Aku yang siapkan susu nya Sulthan !" Ujar Victor,Maria segera membenarkan baju nya kembali.


Victor membawakan sebotol susu formula kepada Sulthan.Oma segera membawa nya ke kamar dan meninggalkan suami istri ini di ruangan dapur.


"Ayoo...!"Ajak Victor menarik tangan Maria.


Maria menaikan alis nya sembari bertanya ke mana.


"Ke kamar!"Bisik Victor,langsung mengendong Maria,melangkah keluar dari ruangan makan.


"Sayang,turunin,malu di lihat pelayan!"Ucap Maria,saat melihat pelayan yang lewat dari teman mereka.


Namun,Victor tidak memperdulikan ucapan sang istri,ia segera melangkah kan kaki nya menginjak sa-tu persatu anak tangga.

__ADS_1


Ceklek !


Maria membantu Victor membuka pintu kamar nya,Pria ini tersenyum,ia segera menarik pintu dengan kakinya.


Brak !


Pintu kamar tertutup,namun Victor masih saja mengembangkan senyuman nakalnya kepada Maria.


Victor meletakan tubuh sang istri dengan sangat hati - hati, ia tidak mau sesuatu terjadi dengan istri nya yang sedang mengandung.


"Sayang.."Panggil Victor,menyibakkan rambut Maria yang sudah menutupi matanya.


"Ada apa ?" Tanya Maria yang menatap lekat kearah netra Victor.


"Terimakasih sudah menjadi orang yang begitu sabar di sisi Ku,Aku tau,Aku belum bisa menjadi suami yang lembut kepada Mu,Aku memiliki tempramen yang buruk,tapi sayang Aku sedang belajar!" Ucap Victor dengan tulus,ia terus saja membelai wajah Maria dengan lembut .


"Tidak perlu menjadi orang lain,cukup jadi diri sendiri,Kamu sudah membuat Aku bahagia!" Jawab Maria,tangan nya menyentuh wajah Victor,membuat Pria ini tidak bisa memalingkan pandangan nya dari bi bir sexy istrinya.


Cup !dengan cepat ia sudah mendarat kan bi bir nya untuk menyatukan dengan bi bir Maria,Pria ini begitu lembut memainkan setiap sudut inci bibir dan li dah Maria.


Bi bir masih menyatu satu sama lain,namun tangan nakal Victor telah berhasil membuka kancing piyama yang di kenakan Maria.


Victor melepaskan piyama Maria dengan cepat tanpa melepaskan cium*n mereka.Tangan satu nya menyusup kebelakang punggung sang istri membuka pengait br*.


Br* yang terlepas seketika di buang oleh Victor ke sembarangan tempat.Mata tajam nya melihat kedua benda kenyal yang ada di depan mata nya begitu ganas.


Victor segera berdiri melepaskan kemeja nya,lalu membuangnya ke lantai,ia segera menin dih sang istri,mela hap begitu nafsu kedua buah kenyal itu.


Meskipun tangan yang satu sibuk menyentuh pa ha mulus Maria,namun ia masih bisa memainkan pu ting su su Maria dengan begitu lembut.


"Aah..aah!" Terdengar suara de sa han dari bi bir Maria,membuat sang suami semakin bergair*h,naf su nya memuncak,ia tidak dapat menahan nya begitu lama.


Mata Maria terbelalak melihat belalai gajah yang mengacung ke depan,membuat wanita ini menelan Saliva nya.


Victor menuntun belalai gajah untuk masuk goa ,namun ia berhenti saat melihat tangan Maria menyentuh belalai gajah itu dengan lembut.


Dengan sigap Maria sudah berhasil melu mat belalai gajah itu,membuat Victor kaget,baru kali ini,sang istri begitu inisiatif memasukan belalai gajah dalam mulutnya.


"Oohh...Aah..Yes !" Gurutu Victor saat li dah Maria men ji lat sisi belalai dengan intens.


"Sayang Aku mau,biarkan muntah di dalam goa !" Uap Victor segera mengarah kan belalai gajah,masuk dalam goa.


Jleb..jleb ... jleb..


"Aaaaaaaah..!"


De sahan panjang yang terdengar dari kedua nya saat sama-sama merasakan pun cak kenikmatan dari permainan mereka.


Kali ini Victor membiarkan Maria untuk beristirahat,ia tidak akan memaksa kan istri nya untuk ronde ke dua,ia takut akan membahayakan janin nya sendiri.


Cup ! "Mimpi indah sayang!"Sa-tu kecupan mendarat di kening Maria,Wanita ini membalas cium*n Victor dengan menci*m kedua pipi suaminya.


JANGAN LUPA VOTE DAN LIKE SERTA KOMENT YA 😍

__ADS_1


__ADS_2