
Kini usia kehamilan Maria sudah masuk bulan ke e-nam.Maria terlihat sedikit kurus,dengan perut yang mulai membesar,membuat ke khawatiran Nyonya Flores semakin mendalam.
"Sayang,apa tidak sebaik nya Kita konsul ke rumah sakit,semenjak tinggal disini, Kamu selalu menolak untuk di ajak kerumah sakit !" Ucap Nyonya Flores dengan begitu lembut.
"Aku tidak apa-apa Tante!Aku baik - baik saja !" Jawab Maria memegang tangan Nyonya Flores,dan Mereka sedang duduk di sofa.
Ceklek !
"Tuan !" Sapa pelayan yang membuka pintu.
"Sayang,Kamu sudah pulang?" Tanya Nyonya Flores saat melihat Calvin pulang lebih awal.
"Aku pulang lebih cepat,karena Dokter Airin sudah sampai di Negara ini !" Jawab Calvin meninggalkan mereka di ruang tamu.
"Airin itu gadis yang dulu di incar Calvin,tapi Dia meninggalkan Calvin saat Calvin dalam masa keterpurukan,kehilangan papa nya dan juga seluruh aset keluarga Kami disita,Airin menolak untuk menikah dengan Calvin,dengan alasan melanjutkan studi nya,Tante yakin itu pasti cuma alasan Dia,dan sekarang Dia kembali saat mengetahui kalau Calvin sudah kembali seperti semula !" Jelas Nyonya Flores yang sedikit lesu.
"Seperti nya Tuan Calvin masih sangat mencintai gadis itu Tante!" Ucap Maria tanpa melihat kearah Calvin yang sudah berada di Mereka.
"Cinta atau tidak nya Aku dengan wanita itu,tidak ada urusan nya dengan Mu!" Ujar Calvin dengan lantang.
"Maaf !Maaf kan Saya Tuan,karena sudah lancang !" Ucap Maria dengan menundukkan kepala nya.
"Lupakan Aku bukan orang yang suka perhitungan dengan masalah begitu!" Jawab Calvin tegas.
"Calvin !"Panggil Nyonya Flores saat Pria itu sudah berada di depan pintu utama.Lalu menoleh saat Nyonya Flores memanggilnya.
"Bawa Maria sekalian,Mama tau Dokter Airin adalah Dokter kandungan,sepertinya bisa memeriksa Maria "Ucap Nyonya Flores.
"Tante tidak perlu,Aku tidak ingin ke rumah sakit !" Jawab Maria segera menolak nya.
"Tidak apa- apa !Calvin juga secara kebetulan kan bertemu dengan Dokter kandungan !" Sambung Nyonya Flores lagi,memegang bahu Maria,meminta wanita ini untuk bangkit dari duduk nya.
"Cepat !Aku harus pergi meeting lagi nanti!" Seru Calvin meninggalkan pintu utama lalu berjalan kearah mobil.
Nyonya Flores yang melihatnya hanya bisa tersenyum.
***
Calvin sendiri yang menjemput Airin,bahkan Dia tidak membawa Asisten bersamanya.
__ADS_1
Calvin segera turun dari mobil,saat melihat Airin sudah menunggu nya.
"Calvin !" Panggil Airin melambaikan tangannya,dan segera berjalan kearah Calvin,dalam waktu bersamaan Maria pun turun dari mobil.
"Eeh..!" Airin sempat kaget saat melihat Maria turun dari mobil Calvin,apalagi keadaan Maria yang sedang hamil.
"Kenapa Dia menjemput Ku,juga membawa istrinya,tapi Aku tidak mendengar berita kalau Calvin sudah menikah,apa itu perempuan yang di jodohkan Nyonya Flores kepada Calvin ?" Batin Airin.
Disaat Airin ingin memeluk Calvin,Pria ini menghindar,Airin menyadari sikap dingin Calvin terhadapnya.
"Haii Aku Airin,tunangan Calvin,lebih tepatnya mantan tunangan !" Ucap Airin mengulurkan tangannya kearah Maria.
"Maria !" Jawab nya singkat,padahal Airin ingin mendengar ucapan istri dari bibir Maria.
"Aku duduk di depan,Kamu tidak apa - apa kan duduk di belakang ?" Tanya Airin kepada Maria,Wanita ini hanya mengangguk nya saja,dan segera duduk di belakang,sesuai yang di pinta oleh Airin.
Sepanjang perjalanan Calvin melirik kearah Maria yang duduk di belakang,Maria sedang mengelus perutnya,ia baru sadar kalau Nyonya Flores meminta nya untuk membawa Maria periksa kandungan.
Ckkiittt !
Calvin mengerem kan mobilnya mendadak membuat Maria dan Airin kaget.
"Ada apa ?" Tanya Airin kepada Calvin .
,Kamu pulang sendiri tidak apa- apa kan?"Tanya Calvin yang sudah membuka pintu mobil Airin,tanpa pilihan lain wanita ini pun segera turun dari mobil,dan Calvin meminta Maria untuk pindah ke depan.
"Ck..!" Airin menendang batu kerikil yang ada di depannya,berdecak kesal setelah Calvin melaju begitu kencang dari tempat nya.
"Jika Aku tidak bisa merebut Mu kembali,bukan Airin nama Ku,dari dulu hanya Aku yang bisa memikat Kamu,sekarang juga sama !" Gumam Airin,memberhentikan sebuah taxi yang melintas di depannya.
"Tante bilang Nona Airin Dokter kandungan,harus nya di periksa oleh Dia juga tidak apa- apa,tidak akan merepotkan Tuan!" Ucap Maria,saat mobil masih melaju.
"Panggil saja Aku Calvin !"Jawab Calvin masih fokus menyetir.
Tak lama kemudian,Calvin sudah berhenti di sebuah klinik swasta.Maria segera turun dari dalam mobil.
"Aah..!"
Tanpa sengaja kaki nya tersandung saat turun dari dalam mobil,Calvin segera membantu nya agar tidak jatuh.
__ADS_1
"Kamu tidak apa-apa ?" Tanya Calvin masih memegang tangan Maria.
"Aku tidak apa - apa !bisa lepaskan tangan Saya?" Pinta Maria yang sulit untuk bergerak,karena Calvin memegang tangan Maria dengan kuat.
"aah,maaf- maaf !" Calvin segera melepaskan tangan Maria.Wanita ini hanya tersenyum,sedikit merasakan perlakuan hangat dari Calvin,selama 5 bulan tinggal bersama Maria tidak pernah melihat Calvin sehangat hari ini.
Calvin segera mengajak Maria untuk masuk ke dalam.
"Tempat nya sedikit kecil,namun Dia Dokter hebat di kota ini,hanya saja rumah sakit yang ia bangun belum siap pembangunan nya!" Jelas kan Calvin kepada Maria.
"Tempat bukan lah suatu masalah,yang penting Dokter nya adalah orang yang hebat !" Jawab Maria tersenyum .
Deg..
Deg..
Deg..
Calvin baru kali ini melihat senyuman Maria yang begitu dekat.
"Tuan Calvin !" Sapa Dokter wanita yang baru saja keluar dari ruangannya.
"Hallo,Dokter Sania!"Calvin ikut tersenyum kearah Dokter tersebut.
"Dok,ini Maria ia ingin memeriksa kandungan!" Ucap Calvin melirik kearah Maria.
"Silahkan masuk!" Pinta Dokter Sania, "Tuan tidak masuk ?" Tanya Dokter Sania lagi.
"Saya tunggu di luar saja !" Jawab nya setengah malu.
"Baiklah!" Dokter Sania segera menutup pintu ruangannya.
Maria segera naik keatas ranjang pasien,dan Dokter Sania segera mengambil alat pemeriksaan.
Dokter Sania mengecek tensi darah dan juga melihat perkembangan baby yang berusia 5 bulan.
"Baby nya sehat,berjenis kela min laki- laki,ia juga sangat aktif !" Ucap Dokter Sania melihat kearah layar monitor,Maria juga menatap nya tanpa sengaja air matanya luruh,mengalir begitu saja.
"Tidak sedikit orang yang akan bahagia,saat pertama kali melihat calon baby Mereka !" Sambung Dokter Sania yang melirik kearah Maria,wanita ini tersenyum menanggapi perkataan nya.
__ADS_1
Ceklek !
"Tuan,boleh masuk !" Ucap Dokter Sania memangil Calvin masuk ke dalam,namun Pria ini sedikit ragu,setelah semenit kemudian ia langsung memutuskan untuk masuk ke dalam .